elektronika dasar n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Elektronika dasar PowerPoint Presentation
Download Presentation
Elektronika dasar

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 60

Elektronika dasar - PowerPoint PPT Presentation


  • 532 Views
  • Uploaded on

Elektronika dasar. Daftar Isi. Materi. Hukum Ohm. Komponen Pasif. Komponen Aktif. Pengolahan Sinyal. Penguat / Amplifier. quit. Pengujian Komponen. Komponen PASIF. Resistor. Kapasitor. Transformator. Relay dan Kristal. HUKUM OHM.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Elektronika dasar' - jane-ashley


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
daftar isi
DaftarIsi

Materi

Hukum Ohm

KomponenPasif

KomponenAktif

PengolahanSinyal

Penguat / Amplifier

quit

PengujianKomponen

komponen pasif
Komponen PASIF

Resistor

Kapasitor

Transformator

Relay dan Kristal

slide4

HUKUM OHM

Hukum ohm memberikan keterangan mengenai hubungan antara arus, tegangan dan

Resistansi / tahanan.

Tegangan

V

Arus =

I =

R

Resistansi

Arus listrik : gerakan muatan-muatan listrik yang diarahkan (ampere)

Tegangan : selisih tekanan listrik yang menimbulkan arus antar kedua titik itu

dalam rangkaian tertutup (volt)

Resistansi : sifat suatu penghantar yang bekerja melawan arus listrik (Ohm)

Back

slide5

1. Hukum Ohm

Materi

2. Komponen Pasif

* Resistor, Kapasitor, Transformator

3. Komponen Aktif

* Dioda, Transistor, FET, UJT, Tiristor dan Triak

4. Pembentukan Gelombang

* Bentuk gelombang, Rangkaian RC, Jaringan differensiasi dan integrasi,

Multivibrator

5. Penguat / Amplifier

Back

slide6

KOMPONEN PASIF

1. Resistor

Resistor di bagi dua kategori :

1. Resistor Linier

2. Resistor non-linier

1. Resistor Linier

* Resistor Tetap

* Resistor Variabel

Simbol untuk resistor linier tetap

Simbol untuk resistor linier variabel

Unit satuan dari resistor / tahanan adalah ohm atau 

slide7

Tanda warna

Pada resistor berdaya rendah ukuran ditunjukkan oleh kode warna yang terdapat

pada badan resistor.

Contoh :

Coklat

Abu-abu

Merah

Emas

Jawab :

Coklat

1

Abu-abu

8

00

Merah

 5 %

Emas

Resistor : 1800 ohm atau 1K8

slide8

Banyak Resistor yang pada masa mendatang akan diberi sandi menurut BS 1852 (Colour Code) harga dan toleransi resistor akan dicapkan pada badannya sebagai pengganti cincin-cincin berwarna yang sudah dikenal sekarang ini.

Di belakang sandi harga akan ditambahkan huruf untuk menunjukkan toleransinya:

F =  1% G =  2% J =  5% K =  10% M = 20%

Contoh sandi resistansi menurut BS 1852:

Penandaan Resistansi

R33M 0,33 20%

4k7F 4700 1%

6M8M 6,8M  20%

22KK 22K  10%

slide9

Resistor Tidak Tetap (Variable Resistor)

Contoh resistor tidak tetap ialah potensiometer dan trimer potensiometer.

Yang harus diperhatikan adalah dalam pemasangan kaki-kaki potensiometer tidak

boleh terbalik. Bila terbalik pemasangannya, maka putaran potensiometer ke arah

maksimal akan menghasilkan nilai ohm minimal.

Kegunaan Resistor

1. Membagi tegangan

2. Melawan tegangan

3. Mengatur volume suara (volume control)

4. Mengatur nada rendah (bass control)

5. Mengatur nada tingi (treble control)

6. Mengatur keseimbangan (balance control)

slide10

V

R1 + R2

R1

R2

. V

. V

V2 = R2 . I = . R2

=

=

R1 + R2

R1 + R2

V1 = R1 . I

V1

I

+

R1

R2

V2

V

-

RESISTOR

PEMBAGI ARUS DAN TEGANGAN

  • Rangkaian Seri

1. V = V1 + V2 + V3 + ……. + Vn

2. I1 = I2 = I3 = ……… = In

3. Rt = R1 +R2 + R3 + …….. + Rn

V

I =

V = V1 + V2

R1 + R2

slide11

R2

. I

=

R1 + R2

R1

. I

I2 =

R1 + R2

I1

  • Rangkaian Parallel

1. V = V1 = V2 = V3 = ……. = Vn

2. I = I1 + I2 I3 + ……… + In

3.

1

1

1

1

=

+

+

+

Rt

R1

R2

Rn

I

V

V

, I = I1 + I2

I1 =

, I2 =

R1

R2

+

I2

I1

R1

R2

V

-

slide12

10k

1k

10k

5k

Contoh:

Hitung harga Rtot, I, dan V dari setiap harga R pada rangkaian di bawah ini !

Jawab:

1k

Rtot = (R10k//R10k) + R1k = 6 Kohm

10 Volt

(R10k//R10k)

10V

10k

= 8,33V

10k

VR10K =

(R10k//R10k) + R1k

(R1k) 10V

VR1K =

= 1,67V

(R10k//R10k) + R1k

Latihan : Tentukan harga Rtot, I, dan V dari setiap harga R pada rangkaian di bawah ini !

20 Volt

slide13

-t

+t

Resistor variabel

Contoh resistor tidak tetap ialah potensiometer dan trimer potensiometer.

Yang harus diperhatikan adalah dalam pemasangan kaki-kaki potensiometer tidak

boleh terbalik. Bila terbalik pemasangannya, maka putaran potensiometer ke arah

maksimal akan menghasilkan nilai ohm minimal.

2. Resistor non-linier

A. Foto resistor

Bila terkena sinar

R kecil ( ratusan ohm)

Bila terkena sinar

R besar ( jutaan ohm)

B. Termistor

Termistor dibagi dalam dua jenis :

1. Positif temperature coefisient (p.t.c)

2. Negative temperature coefisient (n.t.c)

Simbol termistor

slide14

Menentukan Kaki-kaki Potensiometer

  • Potensiometer memiliki 3 kaki pokok, dan biasanya ada yang ditambah 2 kaki.
  • Untuk memudahkan dalam membedakan kaki-kaki tersebut ditandai dengan
  • angka 1, 2, 3 atau a, b, c pada simbolnya.
  • Cara menentukan kaki nomor 1, 2 dan 3 adalah sebagai berikut:
  • Pegang atau tempatkan potensiometer sedemikian rupa sehingga terlihat
  • bahwa kaki-kaki potensiometer berada di bagian atas dan as berada ‘lebih
  • jauh’ dari mata anda.
  • Perhatikanlah bahwa kaki yang paling kiri adalah kaki a (1), kaki tengah
  • adalah kaki b (2) dan kaki paling kanan adalah kaki c (3).
  • Sesuaikan dengan simbolnya. Umumnya kaki a adalah ground, sedang kaki b
  • dan c tinggal menyesuaikan.
slide15

Mengukur dan memeriksa Potensiometer

a. Pada pengukuran kaki a dengan kaki c, jarum bergerak

menunjukkan nilai ohm sesuai yang tertulis pada badan

potensiometer, berarti potensiometer benar nilai ohmnya.

b. Pada pengukuran kaki a dengan kaki b sambil as potensiometer

diputar, jarum bergerak sesuai dengan putaran asnya tanpa

tersendat-sendat berarti potensiometer baik.

c. Pada pengukuran seperti point b, jarum bergerak tersendat-sendat,

berarti potensiometer kotor lapisan arangnya.

d. Jika kita lakukan pengukuran ternyata jarum bergerak penuh (tidak

menunjukkan nilai ohm sesuai yang tertulis pada badan

potensiometer), berarti potensiometer short.

e. Jika ternyata jarum tidak bergerak, berarti potensiometer

putus/rusak.

slide16

C. Resistor yang bergantung pada Tegangan / VDR

Tegangan naik

R berkurang

Tegangan turun

R membesar

Simbol VDR

Kerusakan yang sering terjadi pada resistor

1. Nilai ohm resistor berubah

2. Lapisan arang pada potensiometer atau trimer potensiometer aus/kotor.

Cara mengatasinya adalah dengan menyemprotkan ‘Contact Cleaner’.

atau dengan memindahklan jalur kontak peser potensiometer.

Back

slide17

1

1

XC=

=

2f C C

2. Kapasitor

Kapasitor sering disebut juga sebagai kondensator yang merupakan alat penyimpan muatan listrik. Kemampuan kapasitor dalam menyimpan muatan disebut kapasitansi (C). Dan memiliki satuan Farad (F)

q =  i dt

q = C. V

Muatan kapasitor

(ohm)

Reaktansi kapasitif

Pada dasarnya kapasitor dibuat (dibentuk) dari 2 buah plat penghantar yang terisolator (terpisah) satu sama lain. Isolator atau pemisahnya disebut dielektrika. Dan berdasarkan macam-macam dielektrikanya, maka kapasitor dapat dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya:

a. Kondensator keramik

b. Kondensator elektrolit

c. kondensator mika

d. Kondensator mylar

e. Kondensator polyster

f. Kondensator udara

  • Sifat Kondensator
  • 1. Sebagai coupling, menahan arus DC dan
  • meneruskan arus AC.
  • 2. Sebagai filter, menyimpan arus DC dan setelah
  • penuh akan dikeluarkan.
slide18

Kapasitor terbagi dalam dua kelompok :

Tidak mempunyai kutub, kapasitansinya dibawah 1 F,

terbuat dari kertas lilin, polythene, polyster dan lain-lain.

1. Non-Polar

(b)

(a)

Simbol kapasitor non-elektrolit yang tetap (a) dan yang variabel (b)

Salah satu contoh kapasitor non-elektrolit adalah kapasitor keramik. Kapasitor ini memiliki kapasitansi di bawah 1 mikro farad. Dua kakinya tidak memiliki kutub positip dan negatip, sehingga pemasangannya tidak perlu khawatir untuk terbalik. Kapasitor ini biasanya digunakan pada rangkaian penguat frekuensi menengah.

Bentuk Fisik kondensator keramik

slide19

-

+

+ -

Mempunyai terminal positif dan negatif, kapasitansinya  1 F,

terbuat dari aluminium, tantalum.

2. Polar

Simbol kapasitor elektrolit

Elektrolit Condensator (Elco) bahan dielektrikanya terbuat dari garam alumunium. Kondensator ini memiliki kapasitansi yang cukup besar, di atas 1 mikro farad. Elco memiliki 2 buah kaki yang berkutub positip dan negatip, sehingga pemasangannya tidak boleh terbalik.

Elco biasanya digunakan pada rangkaian penguat frekuensi rendah, sebagai filter arus DC dalam catu daya. Pada badan elco tertulis nilai kapasitansi dan tanda kutub positip dan negatipnya.

  • Kerusakan yang sering terjadi:
  • 1.Kondensator mika, keramik, kertas, dan variabel terhubung antar kaki-
  • kakinya. Kondensator ini tidak dapat digunakan lagi, kecuali kondensator
  • variabel logam.
  • 2. Elco sering kering, bocor atau meledak karena pemasangan polaritas
  • yang keliru, atau melampaui batas tegangan kerja kondensator.
  • 3. Kapasitas kondensator sering berubah dan kaki-kakinya sering putus.

Bentuk fisik Elco

slide20

1

1

1

+

=

C2

Ctot

C1

C1

C2

C1

Ctot = C1 + C2

C2

Hubungan Seri pada Kapasitor

Hubungan Paralel pada Kapasitor

  • Guna Kondensator
  • 1. Bersama kumparan membangkitkan frekuensi tertentu.
  • 2. Mengkopel (Coupling) rangkaian yang satu dengan rangkaian berikutnya.
  • 3. Sebagai Feedback, mengembalikan hasil penguatan dari transistor supaya mendapat-
  • kan penguatan yang lebih besar (umpan balik).
  • 4. Sebagai by pass (simpangan), menyimpangkan arus AC ke chasis/ ground untuk
  • mendapatkan nada rendah (bass) pada penguat suara.
  • 5. Sebagai filter, untuk menyaring arus AC yang masih masuk melalui dioda, agar dapat
  • dikembalikan atau disearahkan lagi.
slide21

S

S

C

C

i

i

Vs

R

R

VC

Vs

Vs

æ

ö

t

t

-

ç

÷

0,63 Vs

-

=

V

V

1

-

e

RC

=

RC

V

V

e

C

S

ç

÷

C

S

.

è

ø

0,37 Vs

t (detik)

t (detik)

(b)

RC

(a)

RC

Mengisi dan Mengosongkan Kapasitor

VC

Rangkaian dan grafik pengisian (a) dan pengosongan (b)

slide22

Kapasitas Kondensator

Kapasitas kondensator diukur dalam satuan farad. Ukuran farad dalam praktek terlalu besar sehingga biasanya dinyatakan dalam ukuran yang lebih kecil, yaitu mikro farad (F atau Mfd), piko farad (pF), nano farad (nF), dan kilo farad (kF)

perhatikan persamaan di bawah ini:

1 farad = 1.000.000 Mfd

1 Mfd = 1.000.000 pF = 1.000 kF

1 kF = 1.000 pF = 1 nF

1 kpF = 1.000 pF = 0,001 F = .001 F

10 kpF = 10.000 pF = 0,01 F =.01 F

100 kpF = 100.000 pF =0,1 F = .1 F

dan seterusnya.

Memeriksa Kapasitor Mika/Keramik

a. Hubungkan ohm meter dengan kondensator.

b. Bila jarum bergerak, berarti kondensator baik.

c. Bila jarum bergerak ke kanan, berarti kondensator terhubung antar kaki-kakinya.

d. Bila jarum tidak bergerak, berarti kondensator putus/rusak.

slide23

Cara membaca nilai kapasitor:

a. Kode Angka.

Tertulis 103, berarti nilai kapasitansinya = 10.000 pF = 10kF

Tertulis 102, berarti nilai kapasitansinya = 1000 pF = 1 kF

Jadi angka terakhir merupakan banyaknya nol.

b. Kode Warna

Hampir sama dengan pada resistor, bedanya warna pertama dan kedua merupakan bilangan, warna ketiga merupakan banyaknya nol, warna keempat merupakan toleransi, dan warna kelima merupakan tegangan kerja maksimal. Warna pertama adalah warna yang paling jauh dari kaki kondensator.

* : warna ke-3 merupakan banyaknya nol

Contoh:

warna kondensator: Merah, Merah, Hijau, Putih, merah

Jadi Kapasitansinya =

2 2 000 00 pF = 2,2 Mfd, toleransi 10% dan V max = 250 Volt

Back

slide24

3. Transformator (Trafo)

A. Trafo Step Up

yaitu: komponen elektronika yang berfungsi menaikkan tegangan listrik. Komponen ini terdiri dari 2 buah gulungan/kumparan, yaitu primer dan sekunder yang terbuat dari kawat nikelin (kawat berisolasi). Kumparan sekunder biasanya lebih banyak dibandingkan dengan kumparan primer. Tapi kumparan Primer biasanya lebih besar daripada kumparan sekunder.

B. Trafo Step Down

yaitu: komponen elektronika yang berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik. Komponen ini terdiri dari 2 buah kumparan (primer dan sekunder) nikelin. Kumparan primer biasanya lebih banyak dan lebih kecil dibandingkan dengan kumparan sekunder.

C. Trafo Adaptor

Untuk membuat adaptor biasanya dapat kita gunakan trafo adaptor (Step Up maupun Step Down). Gulungan primer dihubungkan ke sumber tegangan (PLN), sedangkan gulungan sekunder akan menghasilkan tegangan DC yang besarnya tergantung dari jumlah gulungan atau lilitan pada sekundernya

slide25

D. Trafo Output (OT)

komponen ini juga terbuat dari 2 buah kumparan, yaitu primer dan sekunder. Trafo OT biasanya digunakan pada rangkaian radio penerima bagian akhir. Fungsinya untuk menyesuaikan nilai impedansi yang diperlukan oleh loudspeaker dengan nilai impedansi yang dibutuhkan oleh trafo.

E. Trafo Input (IT)

Bentuk trafo IT sama dengan bentuk trafo OT. Pada rangkaian penguat push pull, IT digunakan untuk pembalik fasa, dengan demikian kedua transistor pada bagian penguat akhir bekerja saling bergantian, dengan keadaan fasa yang besarnya sama.

F. Spoel Oscilator dan MF

Bentuk fisiknya kecil, terdiri dari kumparan primer dan sekunder dengan dilengkapi batang ferit kecil yang dapat diputar. Batang ferit ini berguna untuk pengetriman. Spoel Oscilator digunakan pada rangkaian penerima radio transistor sebagai bagian dari pembangkit frekwensi tinggi.

Trafo MF bentuknya menyerupai Spoel Oscilator. Bedanya terletak pada jumlah lilitan dan warna besi feritnya. MF warna kuning, putih & hijau, sedang Spoel Oscilator berwarna merah. MF disebut juga IF, digunakan pada radio penerima transistor.

slide26

Kerusakan Transformator

1. Putus gulungan primernya.

2. Putus gulungan sekundernya

3. Terhubung (menyambung) antar bagian primer dengan bagian sekunder.

4. Bagian primer atau bagian sekunder menyambung (berhubungan) dengan inti besinya.

5. Kerusakan material berupa putusnya cabang/tap tegangan.

Kegunaan Transformator

1. IT berguna untuk menyesuaikan impedansi masukan dan impedansi keluaran dari

rangkaian modulator. Juga berfungsi membelah fasa sinyal AC dan mengeluarkan

sinyal informasi (suara).

2. OT pada dasarnya memiliki kegunaan yang sama dengan IT, yaitu menyesuaikan

impedansi masukan dengan impedansi keluaran pada rangkaian modulator.

3. Trafo adaptor berguna untuk menurunkan tegangan listrik dari tegangan jala-jala (PLN) menjadi tegangan 3 V, 12 V, 30 V atau lainnya tanpa adanya hubungan kawat.

slide27

Memeriksa Transformator

a. Sebelum memeriksa, lepaskan dahulu trafo dari tegangan sumber PLN.

b. Periksa dahulu kumparan primernya (yang terhubung ke sumber PLN). Jika jarum

bergerak ke kanan, berarti kumparan primernya masih baik.

c. Periksa kumparan sekundernya. Jika jarum bergerak ke kanan, berarti masih baik.

d. Periksa apakah terjadi hubung singkat antara bagian primer dan sekundernya. Bila

trafo tersebut baik, maka jarum tidak akan bergerak/menyimpang ke kanan.

e. Periksa apakah terjadi hubungan antara kumparan primer/sekunder dengan inti

besinya. Bila trafo tersebut bagus , maka jarum tidak akan bergerak/menyimpang ke

kanan.

Trafo yang telah aus/terbakar isolasi kawat emailnya tidak baik digunakan. Walaupun jika diperiksa tidak terjadi kesalahan. Sebaiknya trafo seperti ini diganti dengan yang baik saja. Kejadian ini sering terjadi pada trafo adaptor dan trafo output/OT.

Back

slide28

16 9 10

14 15 8

13 6 7

11 12 5

A B

12V

Relay

Hal penting yang harus diperhatikan terhadap Relay adalah tentang posisi kaki-kakinya pada saat Relay bekerja maupun pada saat tidak bekerja.

Contoh:

Perhatikan gambar di samping ini!

Bila Relay diberi arus listrik, maka:

- kaki nomor 6 berhubungan dengan kaki nomor 13

- kaki nomor 9 berhubungan dengan kaki nomor 16

- kaki nomor 12 berhubungan dengan kaki nomor 7

- kaki nomor 15 berhubungan dengan kaki nomor 10

Bila Relay tidak diberi arus listrik, maka:

- kaki nomor 6 berhubungan dengan kaki nomor 11

- kaki nomor 9 berhubungan dengan kaki nomor 14

- kaki nomor 12 berhubungan dengan kaki nomor 5

- kaki nomor 15 berhubungan dengan kaki nomor 8

Relay di atas memiliki 4 buah sakelar, dimana kaki nomor 6, nomor 9, nomor 12, dan nomor

15 sebagai induknya.

= Posisi relai diberi arus listrik

= Posisi relai tanpa diberi arus listrik

Untuk mengoperasikan relai ke posisi diberi arus listrik, diperlukan sebuah saklar yang menghubungkan arus listrik dengan kaki relai AB

slide29

Memeriksa Relai

Memeriksa baik buruknya relai akan lebih cepat apabila sebelumnya kita telah mengetahui susunan kaki-kaki sakelarnya. Pemeriksaan relai dilakukan 2 kali, yaitu disaat relai tidak diberi arus listrik dan disaat reali dialiri arus listrik. Berikut ini contoh pemeriksaan relai merek Omron 12 Volt DC.

1. Taruh saklar pemilih pada posisi ohm x1.

2. Secara bergantian periksalah hubungan kaki-kaki:

- nomor 9 dengan 14 dan 16

- nomor 15 dengan 8 dan 10

- nomor 6 dengan 11 dan 13

- nomor 12 dengan 5 dan 7

- nomor A dengan B

3. Perhatikan hasil pemeriksaan di atas!

A. Tanpa diberi arus, harus saling berhubungan antara kaki-kaki nomor:

- 9 dengan 14, 15 dengan 8, 6 dengan 11, 12 dengan 5.

B. Jika diberi arus, harus saling berhubungan antara kaki-kaki nomor:

- 9 dengan 16, 15 dengan 10, 6 dengan 13, 12 dengan 7.

C. Kaki A dan B harus berhubungan baik pada saat diberi arus maupun tidak.

slide30

Relay adalah salah satu komponen yang termasuk dalam saklar. Hanya bedanya, relay ini bekerja secara otomatis, yaitu memanfaatkan azas kemagnitan yang terkena aliran listrik. Biasanya relay dibungkus dengan sebuah muka berbentuk kubus yang tembus pandang. Dan pada umumnya relay banyak dipakai dalam rangkaian untuk menjalankan motor, untuk TX 80 meter band dan rangkaian lainnya.

Kristal (X-tal)

Kristal atau biasa ditulis X-tal, adalah suatu komponen yang bentuknya pipih dan mempunyai dua buah kakipenghubung. Fungsinya untuk membangkitkan frekwensi dengan bilangan yang stabil (tetap). Kristal ini banyak digunakan pada peralatan elektronika, seperti: radio pemancar, tranciver, walky talky, radio citizen band, 80 meter band, dan radio 2 band. Kristal yang sering kita jumpai di pasaran memiliki frekwensi berkisar sebesar 27, 125 MHz.

Back

komponen aktif
KomponenAktif

Diode

Transistor

Transistor Efek Medan

ThyristordanTriac

slide32

KOMPONEN AKTIF

1. Dioda

Anoda

Katoda

Simbol untuk dioda

Karakteristik Operasi Dioda

1. Tegangan maksimum terbalik / bias mundur (VRRM)

Yaitu jika ia dibias secara terbalik, maka hanya ada sedikit kebocoran arus yang

dapat mengalir (beberapa nano untuk silikon dan sampai 50 A untuk germanium)

Bila tekanan terlampau besar, ia akan berhenti bekerja.

2. Tegangan tetap minimum dalam arah biasa / bias maju (VF)

Untuk silikon VF 0,7 Volt dan untuk germanium VF 0,3 Volt

slide33

Dioda dibedakan menjadi beberapa jenis dengan karakternya, yaitu:

a. Germanium

- bentuk fisiknya kecil

- digunakan untuk rangkaian elektronika yang power outputnya besar.

- tahan terhadap tegangan tinggi yang maksimum 500 volt.

- tahan terhadap arus besar maksimum 10 ampere

- tegangan hilang sekitar 0,7 volt saja

b. Silikon

- bentuk fisiknya kecil

- sering digunakan pada adaptor sebagai perata arus atau sebagai saklar elektronik

- tahan terhadap arus besar sekitar maksimum 150 ampere

- tahan terhadap tegangan tinggi maksimum 1000 volt

c. Selenium

- bentuk fisiknya besar

- digunakan sebagai penyearah arus pada sepeda motor yang menggunakan accu

- tegangan hilang 1 volt

- hanya tahan terhadap tegangan menengah maksimum 30 V, dan arus maksimum

0,5 ampere

slide34

d. Zener

Dioda ini mempunyai karakteristik normal, yaitu dilalui oleh arus seperti dioda biasa

bila dibias maju. Bila dibias mundur / terbalik akan bekerja dengan cara yang sama ,

tetapi turun secara drastis (jatuh dengan mendadak) pada saat tegangan zener tercapai.

Karakteristik lainnya adalah:

- Bentuk fisiknya kecil

- sering digunakan pada rangkaian catu daya, stabilisator tegangan dan sebagainya.

- tahan terhadap tegangan maksimum 0,7 sampai 11 volt

- hanya tahan terhadap arus yang kecil, maksimum 1 mA sampai 50 mA.

- tegangan yang hilang pada suatu penghantar hampir tidak ada.

Anoda

Katoda

Simbol untuk dioda

Ukuran dioda zener

3,3; 4,7; 5,1; 6,2; 6,8; 9,1; 10; 11; 12; 13; 15 sampai 200 Volt

slide35

e. LED (Light Emitting Diode)

- bentuknya beraneka ragam, dari kecil sampai besar

- hanya tahan terhadap tegangan panjar maju 1,5V sampai 2 Volt

Simbol untuk LED

Kerusakan umum yang sering terjadi pada dioda ialah:

1. Putus antara anoda dan katodanya.

2. Terhubung antara kaki anoda dan katodanya

3. Bocor antara anoda dan katodanya.

Back

slide36

2. Transistor

Kolektor

Kolektor

Basis

Basis

Emitor

Emitor

(a)

(b)

Simbol untuk transistor (a) NPN (b) PNP

Karakterisitk operasi Transistor

VCBO = Tegangan basis kolektor maksimum

VEBO = Tegangan emitor basis maksimum

VCBO

VCEO = Tegangan kolektor emitor maksimum

VCEO

VEBO

slide37

VCC

RL

IB

RB

Output VCE

Transistor sebagai saklar

Jika IB = 0 maka IC menjadi arus

bocoran yang rendah, oleh karena

itu :

VCE  VCC

Jika IB kecil maka IC = hFE IB

dan tegangan yang melalui RL :

dan

VR = IC RL

VCE = VCC - IC RL

Jika IB naik / membesar maka IC naik hingga mencapai ICRL  VCC , yaitu ketika

IC tidak dapat naik lagi, meski IB tetap naik.

Pada titik ini transistor disebut berkeadaan jenuh (saturasi) dan tegangan

VCE 0,2 Volt.

slide38

D

D

D

D

B

B

G

G

G

G

S

S

S

S

Transistor Medan Listrik / Field Effect Transistor (FET)

FET bekerja / tergantung pada medan listrik yang dihasilkan lewat aplikasi suatu

tegangan input ke terminal gerbang. Medan ini akan mengontrol lebar saluran tem-

pat terjadinya konduksi antara jalur pembuangan dan sumber.

Tipe-tipe FET :

1. FET sambungan (junction FET = JFET )

2. FET logam-oksida-semikonduktor (MOSFET)

3. FET daya seperti misalnya VMOS

(c)

(a)

(b)

(d)

Simbol JFET (a); MOSFET pengurangan (b); MOSFET pertambahan (c); VMOS (d)

slide39

D

Vs

Vout

G

0 V

S

S

D

G

Vout

Vs

+1 V

-10 V

FET sebagai saklar

Rangkaian FET sebagai saklar

slide40

Guna Transistor

1. Sebagai penyearah

2. Sebagai pemantap tegangan (voltage stabilizer)

3. Sebagai Osilator

4. Sebagai penguat depan (pre Amplifier)

5. Sebagai penyangga (buffer)

6. Sebagai penggerak (driver)

7. Sebagai penguat daya (power amplifier)

8. dsb

Kerusakan Transistor

1. Bocor antara elektroda-elektrodanya.

2. Terhubung (menyambung) antar elektroda-elektrodanya.

3. Putus antara elektroda-elektrodanya.

4. Kerusakan material berupa putusnya elektroda emitor, basis atau kolektornya.

Back

slide41

+

-

D

C

V

A

C

V

+

-

DC Amp

+

-

D

C

V

A

C

V

+

-

DC Amp

MENGUJI KOMPONEN

  • Mengukur DC Volt
  • a. Perkirakan seberapa besar DC volt yang akan anda ukur. Misalnya jika 10 volt, maka pemilih saklar harus menunjuk angka lebih besar (50 VDC).
  • b. Tempelkan pencolok merah pada kutub positip, dan pencolok hitam pada kutub negatip.
  • c. Perhatikan pada angka berapa jarum berhenti, itulah besarnya tegangan yang terukur.
  • Mengukur Ampere meter DC
  • a. Terlebih dulu perkirakan seberapa besar ampere yang diukur, baru kemudian saklar pemilih di posisikan pada angka yang lebih besar.
  • b. Tempelkan pencolok merah pada kutub positip lampu, dan pencolok hitam tempelkan pada kutub negatip baterai.
  • c. selanjutnya amatilah jarum yang bergerak di papan skala, anda akan mengetahui seberapa besar arus yang ada.
slide42

Menguji Resistor (R)

  • a. Tempatkan saklar pemilih pada posisi (range) ohm meter.
  • b. Tempelkan masing-masing pencolok pada kaki resistor. Saat pengukuran jangan sampai kedua tangan menyentuh kaki resistor (boleh menyentuh salah satu saja).
  • c. Perhatikan jarum pada papan skala. Jika bergerak berarti resistor baik, jika diam berarti resistor putus.
  • Menguji Kondensator Elco
  • a. Tempatkan saklar pemilih pada posisi (range) ohm meter.
  • b. Tempelkan pencolok warna merah pada kaki positip Elco, dan warna hitam pada kaki negatip Elco.
  • c. Jika jarum bergerak ke kanan, kemudian kembali ke kiri berarti elco baik.
  • d. Jika jarum bergerak ke kanan kemudian kembali ke kiri namun tidak penuh, berarti kondensator elco agak rusak.
  • e. Jika jarum bergerak ke kanan kemudian tidak kembali ke kiri (berhenti), maka kondensator bocor.
  • f. Jika jarum tidak bergerak sama sekali, berarti kondensator elco putus.

D

C

V

A

C

V

+

-

DC Amp

D

C

V

A

C

V

+

-

DC Amp

slide43

D

C

V

A

C

V

+

-

DC Amp

D

C

V

A

C

V

+

-

DC Amp

  • Menguji Dioda
  • a. Tempatkan saklar pemilih pada posisi (range) ohm meter.
  • b. Tempelkan pencolok merah (+) pada kutub katoda, dan pencolok hitam (-) pada kutub anoda.
  • c. Jika jarum bergerak berarti dioda bagus dan jika jarum diam maka dioda putus.
  • d. Lalu balikkan, pencolok (+) mendapat Anoda dan pencolok (-) mendapat katoda.
  • e. Jika jarum diam, berarti dioda baik dan jika jarum bergerak berarti dioda rusak.

Dioda mendapat tegangan maju

Dioda mendapat tegangan balik

slide44

E

B

C

D

C

V

A

C

V

+

-

DC Amp

C

B

E

D

C

V

A

C

V

+

-

DC Amp

  • Menguji transistor PNP
  • a. Pastikan kaki kolektor, emitor dan basisnya (anda harus mengetahui secara pasti).
  • b. Tempatkan saklar pemilih pada posisi (range) ohm meter.
  • c. Pencolok merah (+) ditempatkan pada kaki Basis (B), dan pencolok hitam (-) ditempelkan pada kaki Emittor (E). Jika jarum bergerak maka pindahkan pencolok hitam pada Kolektor (C). Jika pada pengukuran pertama dan kedua jarum bergerak, berarti transistor dalam keadaan baik, sedangkan jika pada salah satu atau kedua pengukuran jarum tidak bergerak, berarti transistor rusak.
  • Menguji transistor NPN
  • a. Pastikan kaki kolektor, emitor dan basisnya (anda harus mengetahui secara pasti).
  • b. Tempatkan saklar pemilih pada posisi (range) ohm meter.
  • c. Pencolok merah (+) ditempatkan pada kaki C, dan pencolok hitam (-) ditempatkan pada kaki B. Jika jarum bergerak berarti antara C dan B baik. Kemudian pindahkan pencolok hitam pada kaki E, jika jarum bergerak berarti antara E dan B baik.
  • d. Jika dari salah satu atau kedua pengukuran tersebut jarum tidak bergerak berarti transistor putus.

Back

slide45

Thyristor dan Triac

Tiristor (penyearah terkendali silikon / SCR) dan Triac adalah piranti semikonduktor

yang banyak dipakai dalam rangkaian pengendalian daya.

Peredup lampu

Pengendali kecepatan motor

Pengendali suhu

Anoda

Katoda

Gate

(b)

(a)

Simbol tiristor (a) dan Triac (b)

Tiristor akan bekerja apabila suatu arus tertentu melewati gerbang (G). Begitu berada

pada keadaan bekerja sendiri/terkancing, arus gerbang dapat dihentikan/disingkirkan.

Back

slide46

Pengolahan Sinyal

Beberapa bentuk gelombang yang sering digunakan :

(b)

(a)

(c)

(d)

(e)

Bentuk gelombang (a) Sinusoidal; (b) pulsa; (c) segitiga;

(d) gigi gergaji; (d) siku-siku

Back

slide47

Generasi bentuk gelombang

Biasanya dihasilkan oleh rangkaian LC atau RC

yang disambungkan ke sebuah penguat (Osilator)

1. Gelombang sinusoidal

2. Gelombang siku-siku / kotak

Dihasilkan oleh osilator multivibrator yang me-

makai prinsip rileksasi pengisian dan pengoso-

ngan rangkaian RC.

3. Gelombang lainnya

Biasanya dihasilkan dari gelombang siku-siku atau

sinusoidal.

Jaringan Diferensiasi dan Integrasi

Diferensiasi

Ukuran kecepatan perubahan bentuk gelombang yang di -

berikan

Integrasi

Ukuran luas daerah di bawah gelombang yang diberikan

slide48

C

Gelombang

input

Output

R

R

Gelombang

input

Output

C

(a)

(b)

Rangkaian (a) diferensiasi; (b) integrasi

slide49

Penguat / Amplifier

Penguat dibagi dalam beberapa kelas :

1. Kelas A

Arus mengalir dalam beban selama seluruh periode siklus sinyal

input.

2. Kelas AB

Arus mengalir dalam beban selama lebih dari setengah siklus, tetapi

kurang dari siklus sinyal input yang penuh.

3. Kelas B

Arus mengalir dalam beban selama setengah siklus sinyal input

4. Kelas C

Arus mengalir dalam beban selama kurang dari setengah siklus

sinyal input

Penguatan tegangan yang teratur dan tidak teratur serta amplifier a.f (frekuensi audio)

berdaya rendah biasanya bekerja dalam kelas A, sedangkan penguat berdaya a.f

bekerja dalam kelas B. Amplifier r.f (radio frequency / frekuensi radio) dan osilator

biasanya beroperasi dalam kelas C.

slide50

Penyesuaian sinyal / pencocokan impedansi

Dapat terjadi bahwa sistem penguat yang ada tidak dapat bekerja sesuai dengan fung-

sinya, hal ini terjadi karena adanya impedansi dari sumber dan penguat itu sendiri.

Masalah-masalah itu dapat diatasi dengan penyesuaian sinyal (signal conditioning) :

1. Mencocokkan sumber berimpedansi tinggi dan bertegangan tingkat rendah ke

pre-amplifier;

2. Mencocokkan beban berimpedansi rendah, misalnya loudspeaker atau relay, ke

sebuah penguat untuk menghasilkan daya maksimum dalam beban.

Konfigurasi dasar penguat

Konfigurasi dasar penguat dibagi dalam tiga, yaitu :

1. Basis biasa (Common Basis)

2. Emitter biasa (Common Emitor)

3. Kolektor biasa (Common Colektor)

slide51

VCC

RL

R1

Sinyal

input

CC

Output

R2

CB

1. Basis biasa

Arus yang dapat dicapai, hFB 0,99

Tegangan yang dapat dicapai = 50

Impedansi input, Zin = 50 ohm

Impedansi output, Zout = 250 Kohm

Daya yang dapat dicapai  50

Rangkaian Basis biasa

slide52

VCC

RL

R1

Output

Sinyal

input

CC

CE

R2

RE

Rangkaian Emitter biasa

2. Emitter biasa

Arus yang dapat dicapai, hFE 200

Tegangan yang dapat dicapai = 50

Impedansi input, Zin = 1 Kohm

Impedansi output, Zout = 50 Kohm

Daya yang dapat dicapai  2500

slide53

VCC

R1

Sinyal

input

CC

Output

R2

RL

Rangkaian Kolektor biasa

3. Kolektor biasa

Arus yang dapat dicapai, hFE 200

Tegangan yang dapat dicapai = 1

Impedansi input, Zin = 100 Kohm

Impedansi output, Zout = 1 Kohm

Daya yang dapat dicapai  50

slide54

VCC

RL

RB

Sinyal

input

Output

Pasangan Darlington

Penguat ini menghasilkan impedansi input yang tinggi (biasanya 1 Mohm) dan mengha

silkan pencapaian arus yang sangat tinggi (biasanya beberapa ribu). Arus yang dicapai

kira-kira sama dengan hFE1 x hFE2 .

Rangkaian Kolektor biasa

slide55

Vout

Vout

A =

A =

Vin

Vin

A

A + A

Umpan Balik dalam Penguat

Ada dua jenis umpan balik :

1. Umpan Baik positif

Sejalan dengan sinyal yang asli, digunakan untuk

memproduksi osilator.

Berlawanan dengan sinyal yang asli, yang biasanya

mengurangi hasil yang dicapai, tetapi memperbaiki

kestabilan hasil yang dicapai.

2. Umpan Baik nagatif

Kemampuan penguatan putaran terbuka :

Kemampuan penguatan putaran tertutup

(dengan umpan balik) :

=

slide56

Umpan balik negatif

Umpan balik positif

Ac =

Ac =

Jika A 1

maka Ac 

Jika A >> 1

maka Ac  1/ A

Efek utama :

Efek utama :

Penguatan dikurangi dan dimantapkan.

Tanggapan frekuensi ditingkatkan dengan

lebar jalur lebih besar.

Penguatan ditingkatkan dengan pengura-

ngan kemantapan.

Jika A 1

mungkin ada osilasi yang terjadi pada

satu frekuensi tertentu.

Desah dan cacat (yang dibangkitkan

internal) dikurangi.

A

A

A - A

A + A

Metode penerapan umpan balik dapat

memodifikasi impedansi masukan dan

keluaran.

Karakteristik umpan balik

slide57

VCC

R3

R1

R8

R6

C2

Output

C4

R10

Sinyal

input

C1

C3

C5

R2

R7

R4

R9

R5

Rangkaian Penguat dengan umpan balik negatif

P

Q

slide58

M

Zbeban

Zout

Penguat daya

Beban (motor,speaker,dsb)

Penguat Daya

Daya maksimum ditransfer dari sebuah sumber ke beban ketika

Zout = Zbeban

Derajat pencocokan impedansi dapat dilakukan dengan memakai transformator.

Perbandingan transformasi n diperoleh dari :

n = Zout / Zbeban

slide59

VCC

Beban

8 ohm

R1

Sinyal

input

CC

R2

RE

Penguat daya dengan pencocokan transformator

Kalau dibutuhkan daya dalam jumlah lebih banyak dapat digunakan amplifier

daya dorong tarik kelas B (push pull).

slide60

VCC

R1

R1

C2

Sinyal

input

C1

R2

R4

Penguat daya dengan dorong tarik kelas B

Back