KOMUNIKASI & PENYULUHAN PERTANIAN (3 – 1) - PowerPoint PPT Presentation

komunikasi penyuluhan pertanian 3 1 n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
KOMUNIKASI & PENYULUHAN PERTANIAN (3 – 1) PowerPoint Presentation
Download Presentation
KOMUNIKASI & PENYULUHAN PERTANIAN (3 – 1)

play fullscreen
1 / 42
KOMUNIKASI & PENYULUHAN PERTANIAN (3 – 1)
3530 Views
Download Presentation
jaime-willis
Download Presentation

KOMUNIKASI & PENYULUHAN PERTANIAN (3 – 1)

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. KOMUNIKASI & PENYULUHAN PERTANIAN (3 – 1) UNIVERSITAS JEMBER FAKULTAS PERTANIAN PROGRAM STUDI AGRIBISNIS KELAS : I SEMESTER GASAL 2014-2015 DOSEN PEMBINA : Ir. Imam Syafi’i, MS Dr. Lenny Wijayanthi, MSc

  2. KONTRAK KULIAH Tim Pengampu / Team Teaching : - Ir. Imam Syafi’I, MS - Dr. Lenny Widjayanthi, MSc 2. SistemPenilaian - Penilaianpokok : UAS, UTS danPraktikum - PenilaianTambahan : Tugas, Assigment, dsb. 3. Aturan Main Perkuliahan - Paling lambat 10 menitsetelahjadwalkuliah yang ditetapkan - Yang melebihisebaiknyatidakperlumasuk - Ditetapkanseorangmahasiswasebagaiketuakelas EtikaAkademik - Pakaiansopan, bersepatu - Menggunakanbahasa Indonesia yang baik - Selamakuliah HP dimatikan 5. RuangLingkup Mata Kuliah

  3. DEFINISI KOMUNIKASI Kataatauistilah “komunikasi” (BahasaInggris “communication”) berasaldariBahasa Latin “communicatus” yang berarti “berbagi” atau “menjadimilikbersama”.Dengandemikian,  katakomunikasimenurutkamusbahasamengacupadasuatuupaya yang bertujuanuntukmencapaikebersamaan. MenurutWebster New Collogiate Dictionarydijelaskanbahwakomunikasiadalah “suatuprosespertukaraninformasidiantaraindividumelaluisistemlambang-lambang, tanda-tandaatautingkahlaku”.  Hovland, Janis & KelleyKomunikasiadalahsuatuprosesmelaluimanaseseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanyadalambentukkata-kata) dengantujuanmengubahataumembentukperilakuorang-oranglainnya (khalayak

  4. DEFINISI KOMUNIKASI Berelson & SteinerKomunikasiadalahsuatuprosespenyampaianinformasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain melaluipenggunaansimbol-simbolsepertikata-kata, gambar, angka-angka, dan lain-lain. Harold LasswellKomunikasipadadasarnyamerupakansuatuproses yang menjelaskan “siapa”  “mengatakan “apa”  “dengansaluranapa”, “kepadasiapa” , dan “denganakibatapa”  atau “hasilapa”.(who says what in which channel to whom and with what effect). Weaver Komunikasiadalahseluruhprosedurmelaluimanapikiranseseorangdapatmempengaruhipikiranoranglainnya. GodeKomunikasiadalahsuatuproses yang membuatsesuatudarisemula yang dimilikiolehseseorang (monopoliseseorang) menjadidimilikiolehduaorangataulebih. 

  5. DEFINISI KOMUNIKASI Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain yang dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.

  6. DEFINISI PENYULUHAN PERTANIAN Penyuluhan Pertanian adalah suatu usaha atau upaya untuk mengubah perilaku petani dan keluarganya, agar mereka mengetahui dan mempunyai kemauan serta mampu memecahkan masalahnya sendiri dalam usaha atau kegiatan-kegiatan meningkatkan hasil usahanya dan tingkat kehidupannya. Menurut U. Samsudin S : penyuluhan pertanian adalah suatu cara atau usaha pendidikan yang bersifat di luar bangku sekolah (non formal) untuk para petani dan keluarganya di pedesaan. Menurut A.T. Mosher dalam penyuluhan terkandung arti aktivitas pendidikan di luar bangku sekolah (non formal).

  7. FALSAFAH PENYULUHAN PERTANIAN Falsafah penyuluhan pertanian tidak dapat dipisahkan dengan falsafahpendidikanpada umumnya, karena penyuluhan pertanian merupakan kegiatan pendidikan non formal untuk petani dan keluarganya. Falsafah pendidikan mencakup ‘idealisme, pragmatisme, dan ‘realisme‘ Penyuluhan pertanian dilakukan untuk memberikan ilmu pengetahuan kepada petani dengan tujuan meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan petani serta membentuk masyarakat yang adil dan makmur yang menjadi cita-cita pembangunannasionalArtinyapenyuluhan pertanian telah membentuk sebuah idealisme.

  8. FALSAFAH PENYULUHAN PERTANIAN Dalam mengikuti kegiatan penyuluhan pertanian petani belajar sambil berbuat (learning by doing) atau melaksanakan materi penyuluhan, dengan demikian mencerminkan aliran pragmatisme dalam diri petani. Pada saat materi penyuluhan disampaikan banyak petani yang kurang percaya, akan tetapi setelah melihat hasilnya yang kenyataanya memberikan keuntungan petani akan sadar dan percaya kemudian mencobanya, hal ini mencerminkan realisme.

  9. UNSUR-UNSUR PENYULUHAN PERTANIAN Penyuluh pertanian, adalah orang yang mengemban tugas memberikan dorongan dan pengarahan kepada petani agar mau mengubah cara berfikir, sikap dan perilaku nya terhadap perkembangan teknologi Sasaran penyuluhan pertanian, adalah audiens yang akan diberikan materi penyuluhan Metode penyuluhan pertanian, adalah cara-cara yang digunakan pada saat dilakukan penyuluhan, yang bersifat mendidik, membimbing, dan menerapkan sehingga dapat mengubah pemahaman, sikap, dan perilaku petani agar dapat menolong dirinya sendiri (self help)

  10. UNSUR-UNSUR PENYULUHAN PERTANIAN 4. Media Penyuluhanpertanian, adalah saluran yang menghubungkan penyuluh dengan materi penyuluhannya dengan petani yang sedang mengikuti penyuluhan Materi Penyuluhan Pertanian, berupa ilmu pengetahuan dan teknologipertanian yang disamapaikan pada saat dilakukan penyuluhan Waktu Penyuluhan Pertanian, merupakan waktu yang dipilih seorang penyuluh untuk melakukan pendekatan-pendekatan kepada petani 7. Tempat Penyuluhan Pertanian, yaitu tempat yang strategis dan mudah dijangkau oleh petani untuk melangsungkan kegiatan penyuluhan

  11. KARAKTERISTIK PENYULUHAN PERTANIAN Penyebar-luasan (informasi) Penerangan/penjelasan Pendidikan non-formal (luar-sekolah) Perubahanperilaku Rekayasasosial Perubahansosial (perilakuindividu, nilai-nilai, hubunganantarindividu, kelembagaan, dll) Pemberdayaanmasyarakat(community empowerment) Penguatankomunitas (community strengthening)

  12. PenyuluhanSebagaiProsesPenyebar-LuasanInformasi • Sebagaiterjemahandarikata“extension”, penyuluhandapatdiartikansebagaiprosespenyebarluasanyang dalamhalini, merupakanpenyebarluasaninformasitentangilmupengetahuan, teknologidanseni yang dihasilkanolehperguruantinggikedalampraktekataukegiatanpraktis.

  13. PenyuluhanSebagaiProsesPenerangan/PemberianPenjelasan • Penyuluhanmenjelaskanmengenaisegalainformasi yang ingindisampaikankepadakelompok-sasaran yang akanmenerimamanfaatpenyuluhan (beneficiaries),sehinggamerekabenar-benarmemahaminyaseperti yang dimaksudkanolehpenyuluhataujuru-penerangnya. • komunikasi “timbal-balik”

  14. Penyuluhan Sebagai Proses Perubahan Perilaku • penyuluhanadalahprosesaktif yang memerlukaninteraksiantarapenyuluhdan yang disuluh agar terbangunprosesperubahan “perilaku”(behaviour) yang merupakanperwujudandari: pengetahuan, sikap, danketrampilanseseorang yang dapatdiamatiolehorang/pihak lain, baiksecaralangsung (berupa: ucapan, tindakan, bahasa-tubuh, dll) maupuntidaklangsung (melaluikinerjadanatauhasilkerjanya). • kesediaannyauntukterusbelajarsepanjangkehidupannyasecaraberkelanjutan(life long education).

  15. PenyuluhanSebagaiProsesBelajar • Penyuluhansebagaiprosespendidikanatauprosesbelajardiartikanbahwa, kegiatanpenyebar-luasaninformasidanpenjelasan yang diberikandapatmerangsangterjadinyaprosesperubahanperilaku yang dilakukanmelaluiprosespendidikanataukegiatanbelajarperubahanperilakutersebutberlangsungmelaluiprosesbelajar terjadiprosesbelajarbersama yang dialogis

  16. Penyuluhan Sebagai Proses Perubahan Sosial • Penyuluhan merupakan proses perubahan sosial, yang mencakup banyak aspek, termasuk politik dan ekonomi yang dalam jangka panjang secara bertahap mampu diandalkan menciptakan pilihan-pilihan baru untuk memper-baiki kehidupan masyarakatnya  struktur, nilai-nilai, dan pranata sosial, seperti: demokratisasi, transparansi, supremasi hukum

  17. Penyuluhan Sebagai Proses Rekayasa Sosial (Social Engineering) • segala upaya yang dilakukan untuk menyiapkan sumberdaya manusia agar mereka tahu, mau dan mampu melaksanakan peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam sistem sosialnya masing-masing. • rekayasa sosial bertujuan untuk terwujudnya proses perubahan sosial demi terciptanya kondisi sosial yang diinginkan oleh pihak-luar (perekayasa).

  18. Penyuluhan Sebagai Proses Pemberdayaan Masyarakat (Community Empowerment) • Pemberdayaan diarahkan terwujudnya masyarakat madani (yang beradab) dan mandiri dalam pengertian dapat mengambil keputusan (yang terbaik) bagi kesejahteraannya sendiri. • Pemberdayaan masyarakat, dimaksudkan untuk memperkuat kemam-puan (capacity strenghtening) masyarakat, agar mereka dapat berpar-tisipasi secara aktif dalam keseluruhan proses pembangunan, terutama pembangunan yang ditawarkan oleh penguasa dan atau pihak luar yang lain (penyuluh, LSM, dll)

  19. TUJUAN PENYULUHAN PERTANIAN • Tujuanjangkapendek : menumbuhkanperubahan yang lebihbaikpadadiripetanimeliputiperubahanpengetahuan, kecakapan, sikapdanmotivasipetani  periodeantara 1-3 tahun 2. Tujuanjangkapanjang : meningkatkantarafhidupmasyarakat agar dapathidupsejahtera periodelebihdari 3 tahun

  20. MATERI PENYULUHAN PERTANIAN • Teknikpertanian : menjelaskanupayaperbaikanproduktivitaspertanian intensifikasi, ekstensifikasidankonservasi/rehabilitasi. Materidapatberupapoladanteknikpenanaman, pemupukan yang efektif, pemanfaatan air yang efisien, perlindungantanamanterpadu , penggunaanvarietasunggul, pelestarian SDA, dll

  21. MATERI PENYULUHAN PERTANIAN 2. Ekonomipertanian : menjelaskanupayapeningkatannilaitambahprodukpertanian. Meliputioptimasipenggunaan input produksi, pemilihankomoditi yang menguntungkan, pemanfaatankreditusahatani, pemasaranpertanian, kelembagaanpertaniandll 3. Manajemenusahatani : meningkatkanefisiensiusahatani. Meliputi : inventarisasisumberdaya, perencanaananggaran, evaluasikeberhasilanusahatani, dll

  22. MATERI PENYULUHAN PERTANIAN 4. Dinamikakelompok : penyuluhanpertanianberkaitandenganpetani yang harusdapatdiajakmengubahsikap, perilaku, carakerjadanpolapikir. Materi : pengertian, motif terbentuknyakelompok, fungsikelompok, latihandanpengembangankelompok 5. Politikpertanian : membahasmanfaatintervensipemerintahdibidangproduksi, distribusidankonsumsiprodukpertanian kebijakanpertanian

  23. METODE PENYULUHAN PERTANIAN • Metodeperorangan : (a)mengunjungipetanisasarandirumah, sawah, tempat lain, (b) Memberisurat (c) Memberikanpengakuansecaraperorangan • Metodekelompok : (a) media pertemuankelompok, (b) kursus/diskusi (c) karyawisata, (d) demonstrasi/lomba • Metodemassal : (a)penyuluhandengan media massa, (b) rapatumum/kampanye, (c) pertunjukankesenian/pameran

  24. KARAKTERISTIK KOMUNIKASI 1. Komunikasiadalahsuatuproses Komunikasisebagaisuatuprosesartinyabahwakomunikasimerupakanserangkaiantindakanatauperistiwa yang terjadisecaraberurutan (adatahapanatausekuensi) sertaberkaitansatusamalainnyadalamkurunwaktutertentu.  2. Komunikasiadalahsuatuupaya yang disengajasertamempunyaitujuan. Komunikasiadalahsuatukegiatan yang dilakukansecarasadar, disengaja, sertasesuaidengantujuanataukeinginandaripelakunya.

  25. KARAKTERISTIK KOMUNIKASI 3. Komunikasimenuntutadanyapartisipasidankerjasamadariparapelaku yang terlibat Kegiatankomunikasiakanberlangsungbaikapabilapihak-pihak yang berkomunikasi  (duaorangataulebih) sama-samaikutterlibatdansama-samamempunyaiperhatian yang samaterhadaptopikpesan yang disampaikan.  4. Komunikasibersifatsimbolis Komunikasipadadasarnyamerupakantindakan yang dilakukandenganmenggunakanlambang-lambang. Lambang yang paling umumdigunakandalamkomunikasiantarmanusiaadalahbahasaverbaldalambentukkata-kata, kalimat, angka-angkaatautanda-tandalainnya. KomunikasibersifattransaksionalKomunikasipadadasarnyamenuntutduatindakan, yaitumemberidanmenerima. Duatindakantersebuttentunyaperludilakukansecaraseimbangatauporsional. KomunikasimenembusfaktorruangdanwaktuMaksudnyaadalahbahwaparapesertaataupelaku yang terlibatdalamkomunikasitidakharushadirpadawaktusertatempat yang sama. Denganadanyaberbagaiprodukteknologikomunikasisepertitelepon, internet, faximili, dan lain-lain, faktorruangdanwaktutidaklagimenjadimasalahdalamberkomunikasi.

  26. KARAKTERISTIK KOMUNIKASI 5. Komunikasibersifattransaksional Komunikasipadadasarnyamenuntutduatindakan, yaitumemberidanmenerima. Duatindakantersebuttentunyaperludilakukansecaraseimbangatauporsional. 6. KomunikasimenembusfaktorruangdanwaktuMaksudnyaadalahbahwaparapesertaataupelaku yang terlibatdalamkomunikasitidakharushadirpadawaktusertatempat yang sama. Denganadanyaberbagaiprodukteknologikomunikasisepertitelepon, internet, faximili, dan lain-lain, faktorruangdanwaktutidaklagimenjadimasalahdalamberkomunikasi.

  27. PENGGOLONGAN KOMUNIKASI KomunikasiIntrapribadi(intrapersonal communications) Komunikasiyang terjadididalamdirikomunikatorataulazimdisebutkomunikasidengandirisendiri. Misalnya, Andabertanyakepadadirisendiri, “Dalamsituasiini, apa yang sebaiknyasayalakukan?” Dalamkomunikasiintrapribadi, Andabertindaksebagaikomunikatordansekaliguskomunikan, orangkepadasiapapesankomunikatorditujukan. Komunikasiintrapribadimerupakandasarkomunikasiantarpribadi. Ketikaberbicaradenganorang lain, sesungguhnyaAndatelahmerampungkansuatuprosesberkomu-nikasidengandirisendiri, “Apa yang inginsayatanyakan? Pesanapa yang akansayasampaikan? Bagaimanasebaiknyacaramenyampaikannya?” Prosesiniberlangsungdengancepat, nyaristanpadisadarilagi, kecualiketikaAndapertama kali belajarberbicaraataupertama kali menggunakanbahasaasing yang belumterlaluAndakuasai. Denganselesainyakomunikasiintrapribadi, dimanamanusiamelakukantindakkomunikasidenganmenyampaikanpesannya, makaiamasukpadatatarankomunikasiantarpribadi.

  28. PENGGOLONGAN KOMUNIKASI 2. KomunikasiAntarpribadi(interpersonal communications) Komunikasiantarpribadidapatterjadidalamkon-tekssatukomunikatordengansatukomunikan (komunikasidiadik: duaorang) atausatukomunikatordenganduakomunikan (komunikasitriadik: tigaorang). Lebihdaritigaorangbiasanyadianggapkomunikasikelompok.

  29. CIRI-CIRI KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI Komunikasiantarpribadidapatberlangsungsecaratatapmukaataumenggunakan media komunikasiantarpribadi (nonmediamassa), sepertitelepon. Dalamkomunikasiantarpribadi, komunikatorrelatifcukupmengenalkomunikan, dansebaliknya , pesandikirimdanditerimasecarasimultandanspontan, relatifkurangterstruktur, demikian pula halnyadenganumpanbalik yang dapatditerimadengansegera. Dalamtataranantarpribadi, komunikasiberlangsungsecarasirkuler, perankomunikatordankomunikanterusdipertukarkan, karenanyadikatakanbahwakedudukankomunikatordankomunikanrelatifsetara. Prosesinilazimdisebut dialog, walaupundalamkontekstertentudapatjugaterjadi monolog, hanyasatupihak yang mendominasipercakapan. Efekkomunikasiantarpribadi paling kuatdiantaratatarankomunikasilainnya. Dalamkomunikasiantarpribadi, komunikatordapatmempengaruhilangsungtingkahlaku (efekkonatif) darikomunikannya, memanfaatkanpesan verbal dan nonverbal, sertasegeramerubahataumenyesuaikanpesannyaapabiladidapatumpanbaliknegatif.

  30. 3. KomunikasiKelompok(group communications) Apabilajumlahpelakukomunikasilebihdaritigaorang, cenderungdianggapkomunikasikelompokkecilataulazimdisebutkomunikasikelompoksaja. Komunikasikelompokbesarbiasadisebutsebagaikomunikasipublik. Jumlahmanusiapelakukomunikasidalamkomunikasikelompok, besarataukecilnya, tidakditentukansecaramatematis, melainkantergantungpadaikatanemosionalantaranggotanya. Ciri-ciri : Dalamkomunikasikelompok, komunikatorrelatifmengenalkomunikan, dandemikianjugaantarkomunikan. Bentukkomunikasikelompokkecilmisalnyaadalahpertemuan, rapat, danlainlain. Komunikasikelompokkecilpastimelibatkankomunikasiantarpribadi, sehinggateorikomunikasiantarpribadijugaberlakudisini. Umpanbalikdapatditerimadengansegera, menentukanpenyampaianpesanberikutnya. Namun, pesanrelatiflebihterstrukturdaripadakomunikasiantarpribadi, bersifat formal maupun informal. Komunikasikelompokseringkitatemuidalamkeluarga, tetangga, temandankerabat, ataukelompokdiskusi. Komunikasikelompokdapatterjadididalamkelompokdanjugaantarkelompok.

  31. 4. KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI Komunikasiorganisasiterjadididalamorganisasimaupunantarorganisasi, bersifat formal maupun informal. Semakin formal sifatnya, semakinterstrukturpesan yang disampaikan. Komunikasi formal adalahkomunikasimenurutstrukturorganisasi: komunikasikeatas, kebawah, maupun horizontal. Sedangkankomunikasi informal adalah yang terjadidiluarstrukturorganisasi. Karenanya, komunikasiorganisasimelibatkankomunikasikelompok, komunikasiantarpribadi, komunikasiintrapribadi, danterkadangkomunikasipublikjugamunculdidalamnya.

  32.       5. KOMUNIKASI MASSA Komunikasimassamelibatkanjumlahkomunikan yang banyak, tersebardalam area geografis yang luas, namunpunyaperhatiandanminatterhadapisu yang sama. Karenaitu, agar pesandapatditerimaserentakpadawaktu yang sama, makadigunakan media massasepertisuratkabar, majalah, radio, atautelevisi. CIRI-CIRI : Dalamtatarankomunikasiini, komunikatordankomunikansertaantarkomunikanrelatiftidaksalingkenalsecarapribadi, anonim, dansangatheterogen. Komunikatordapatberbentukorganisasi (misal, timredaksi, atau LSM yang menyatakanprotesterhadapsesuatu). Pesanpesannyarelatifbersifatumum, disampaikansecaraserentakdansangatterstruktur. Dalamkomunikasimassa, umpanbalikrelatiftidakadaataubersifattunda. Komunikatorcenderungsulitmengetahuiumpanbalikkomunikandengansegera. Untukmengetahuinya, makabiasanyaharusdilakukansurveiataupenelitian. Di dalamkomunikasimassaterjadi pula komunikasiorganisasi, komunikasikelompokbesaratau pun kecil, komunikasiantarpribadi, dankomunikasiintrapribadi

  33. 6. KOMUNIKASI ANTARBUDAYA (INTERCULTURAL COMMUNICATION) Komunikasiantarbudayaterjadiapabilasebuahpesan (message) yang harusdimengertidihasilkanolehanggotadaribudayatertentuuntukkonsumsianggotadaribudaya yang lain. Definisi lain bahwaproseskomunikasiantarbudayamerupakaninteraksiantarpribadidankomunikasiantarpribadi yang dilakukanolehbeberapaorang yang memilikilatarbelakangkebudayaan yang berbeda. Komunikasiantarbudayaterjadiapabilaterdapatduabudayaygberbedadankeduabudayatersebutsedangmelaksanakanproseskomunikasi

  34. KOMPONEN KOMUNIKASI# Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baikmeliputi : Pengirim atau komunikator (sender/source) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain. Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain. Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara. Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya. Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan ("Protokol")

  35. PROSES KOMUNIKASI# Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya. media (channel) alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.

  36. MODEL KOMUNIKASI# 1. MODEL KOMUNIKASI LINEAR Model komunikasi ini dikemukakan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949 dalam buku The Mathematical of Communication. Mereka mendeskripsikan komunikasi sebagai proses linear karena tertarik pada teknologi radio dan telepon dan ingin mengembangkan suatu model yang dapat menjelaskan bagaimana informasi melewati berbagai saluran (channel). Hasilnya adalah konseptualisasi dari komunikasi linear (linear communication model).Pendekatan ini terdiri atas beberapa elemen kunci: sumber (source), pesan (message) dan penerima (receiver). Model linear berasumsi bahwa seseorang hanyalah pengirim atau penerima. Konsep penting dalam model ini adalah gangguan (noise), yakni setiap rangsangan tambahan dan tidak dikehendaki yang dapat mengganggu kecermatan pesan yang disampaikan. Gangguan ini selalu ada dalam saluran bersama sebuah pesan yang diterima oleh penerima.

  37. MODEL KOMUNIKASI# 2. MODEL INTERAKSIONAL Model interaksional dikembangkan oleh Wilbur Schramm pada tahun 1954 yang menekankan pada proses komunikasi dua arah di antara para komunikator.Dengan kata lain, komunikasi berlangsung dua arah: dari pengirim dan kepada penerima dan dari penerima kepada pengirim. Proses melingkar ini menunjukkan bahwa komunikasi selalu berlangsung. Para peserta komunikasi menurut model interaksional adalah orang-orang yang mengembangkan potensi manusiawinya melalui interaksi sosial, tepatnya melalui pengambilan peran orang lain.Patut dicatat bahwa model ini menempatkan sumber dan penerima mempunyai kedudukan yang sederajat. Satu elemen yang penting bagi model interkasional adalah umpan balik (feedback), atau tanggapan terhadap suatu pesan.

  38. MODEL KOMUNIKASI# 3. MODEL TRANSAKSIONAL Model komunikasi transaksional dikembangkan oleh Barnlund pada tahun 1970.Model ini menggarisbawahi pengiriman dan penerimaan pesan yang berlangsung secara terus-menerus dalam sebuah episode komunikasi. Komunikasi bersifat transaksional adalah proses kooperatif: pengirim dan penerima sama-sama bertanggungjawab terhadap dampak dan efektivitas komunikasi yang terjadi. Model transaksional berasumsi bahwa saat kita terus-menerus mengirimkan dan menerima pesan, kita berurusan baik dengan elemen verbal dan nonverbal. Dengan kata lain, peserta komunikasi (komunikator) melalukan proses negosiasi makna.

  39. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI# 1. Latar belakang budaya. Interpretasi suatu pesan akan terbentuk dari pola pikir seseorang melalui kebiasaannya, sehingga semakin sama latar belakang budaya antara komunikator dengan komunikan maka komunikasi semakin efektif. 2. Ikatan kelompok atau group Nilai-nilai yang dianut oleh suatu kelompok sangat mempengaruhi cara mengamati pesan. 3. Harapan Harapan mempengaruhi penerimaan pesan sehingga dapat menerima pesan sesuai dengan yang diharapkan. 4. Pendidikan Semakin tinggi pendidikan akan semakin kompleks sudut pandang dalam menyikapi isi pesan yang disampaikan. 5. Situasi Perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan/situasi.

  40. EFEKTIFITAS KOMUNIKASI# Komunikasiefektifyaitukomunikasi yang mampumenghasilkanperubahansikap (attitude change) padaorang lain yang bisaterlihatdalamproseskomunikasi. Komunikasidapatdikatakanefektifapabila : Pesandapatditerimadandimengertisertadipahamisebagaimana yang dimaksudolehpengirimnya. Pesan yang disampaikanolehpengirimdapatdisetujuiolehpenerimadanditindaklanjutidenganperbuatan yang diminatiolehpengirim. Tidakadahambatan yang berartiuntukmelakukanapa yang seharusnyadilakukanuntukmenindaklanjutipesan yang dikirim.