1 / 26

BAB I

BAB I. SISTEM BILANGAN. SISTEM BILANGAN RIIL. Sistem bilangan riil adalah himpunan bilangan riil dan operasi aljabar yaitu operasi penjumlahan , pengurangan , perkalian dan pembagian . Biasanya bilangan riil dinyatakan dengan lambang R. Bilangan ril (R). Bilangan irrasional (I).

jaden-rosa
Download Presentation

BAB I

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. BAB I SISTEM BILANGAN

  2. SISTEM BILANGAN RIIL • Sistembilanganriiladalahhimpunanbilanganriildanoperasialjabaryaituoperasipenjumlahan, pengurangan, perkaliandanpembagian. BiasanyabilanganriildinyatakandenganlambangR.

  3. Bilangan ril (R) Bilangan irrasional (I) Bilangan rasional (Q) Bilangan bulat ( J) Bilangan pecahan Bilangan desimal berulang Bilangan desimal terbatas Bilangan negatif Bilangan cacah (W) Bilangan asli (N) Bilangan nol

  4. Himpunanbilanganasli (N) N = { 1, 2, 3, … } Himpunanbilangancacah (W) W = {0, 1, 2, 3, … } Himpunanbilanganbulat (J) J = {…, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, … } Himpunanbilanganrasional (Q) Himpunanbilanganrasionaladalahhimpunanbilangan yang mempunyaibentuk p/q ataubilangan yang dapatditulisdalambentuk p/q, dimana p dan q adalahanggotabilanganbulatdan q  0 Q =

  5. GARIS BILANGAN RIIL • Garisbilanganriladalahtempatkedudukantitik-titik, dimanasetiaptitikmenunjukkansatubilanganriltertentu yang tersusunsecaraterurut.

  6. HUKUM-HUKUM BILANGAN RIIL Operasipenjumlahandanperkalianbilanganriilmematuhihukum-hukumseperti yang disebutkanberikutini : Jika a dan b adalahbilangan-bilanganriilmakaberlaku : ( i ) a + b adalahbilanganriil ( ii ) a . b adalahbilanganriil ( iii ) a + b = b + a hukumkomutatifpenjumlahan ( iv) a . b = b .a hukumkomutatifperkalian

  7. HUKUM-HUKUM BILANGAN RIIL Jika a, b dan c adalahbilangan-bilanganriilmakaberlaku : ( v ) ( a + b ) + c = a + ( b + c ) hukumasosiatifpenjumlahan ( vi ) ( ab ) c = a ( bc) hukumasosiatifperkalian ( vii ) a ( b + c ) = ab + ac hukumdistributif ( viii ) a + 0 = 0 + a = a hukumpenjumlahannol ( ix ) a . 1 = 1 . a = a hukumperkaliansatu ( x ) a . 0 = 0 . a = 0 hukumperkaliannol ( xi ) a + ( - a ) = -a + a hukuminverspenjumlahan ( xii ) a . ( 1/a ) = 1 , a ≠ 0 hukuminversperkalian

  8. BILANGAN KOMPLEKS • Bilangankompleksadalahbilangan yang terdiridariunsurbilanganriildanimajiner. Bentukumumbilangankompleksadalah z = a + ib. Komponen a disebutbagianriildanditulis Re(z) dan b adalahbagianimajinerdanditulisIm(z). Bilangan a dan b adalahbilangan-bilanganriilsedangkaniadalahbilanganimajiner yang besarnyaadalah

  9. SIFAT-SIFAT BILANGAN KOMPLEKS Misal z1 = x1 + iy1dan z2 = x2 + iy2, makaberlaku : • z1 = z2 x1 = x2dan y1 = y2sifatkesamaan • z1 + z2 = (x1 + x2) + i(y1 + y2) sifatpenjumlahan • z1 - z2 = (x1 - x2) + i(y1 - y2) sifatpengurangan • z1 . z2 = (x1x2 - y1y2) + i(x1y2 + x2y1)sifatperkalian

  10. KONJUGAT • Bilaterdapatsuatubilangankompleks z = x + iy, makakonjugatbilangankomplekstersebutadalah = x – iy. Jikabilangankompleksberbentuk z = x – iy, makakonjugatnyaadalah = x + iy.

  11. PerkalianBilanganKompleksdenganKonjugatnya • z = (x + iy)( x – iy) = x2 - ixy + ixy – i2y2 = x2 + y2 Perkalianbilangankompleksdengankonjugatnyamenghasilkanbilanganril.

  12. PembagianDuaBuahBilanganKompleks • Untukmelakukanoperasipembagianduabuahbilangankomplekspertama-tama kitakalikanpembilangdanpenyebutnya (dalamhalini z1dan z2 ) dengankonjugat z2. Sehinggadidapat :

  13. PERTIDAKSAMAAN • Pertidaksamaanadalahsalahsatubentukpernyataanmatematika yang mengandungsatupeubahataulebih yang dihubungkanolehtanda-tanda < , > , ≤ atau ≥. • Ditinjaudarijumlahdanpangkatpeubahmakapertaksamaandapatdibagimenjadipertidaksamaan linier dengansatupeubah, pertidaksamaan linier denganpeubahbanyakdanpertidaksamaankuadrat.

  14. SIFAT-SIFAT PERTIDAKSAMAAN

  15. SIFAT-SIFAT PERTIDAKSAMAAN

  16. SELANG ( INTERVAL ) • Selangadalahhimpunanbagiandaribilanganril yang mempunyaisifatrelasitertentu. Jikabatas-batasnyamerupakanbilanganrilmakadinamakanselanghingga. Jikabukanbilanganrilmakadinamakanselangtakhingga (). Lambangmenyatakanmembesartanpabatasdanlambang -menyatakanmengeciltanpabatas.

  17. PERTIDAKSAMAAN LINIER SATU PEUBAH • Pertidaksamaan linier satupeubahadalahpernyataanmatematika yang memuatsatupeubah yang mempunyaipangkatsatudandihubungkandengantanda-tanda <, >, ≤ atau ≥. Bentukumumdaripertidaksamaan linier satupeubahadalah :ax + b (?) 0, dimana a dan b adalahkonstan, sedangkan (?) adalahsalahsatudaritanda-tanda <, >, ≤ atau ≥.

  18. NILAI MUTLAK

  19. NILAI MUTLAK

  20. PERTIDAKSAMAAN LINIER DUA PEUBAH • Bentukumumpertidaksamaan linier duapeubahadalah : ax + by + c (?) 0 ; konstanta-konstanta a, b dan c adalahbilangan-bilanganrildana ≠ 0. Tanda (?) adalahsalahsatudaritanda <, >, ≤ atau ≥ . • Untukmembantudalammenggambarkangrafikpertidaksamaan linier duapeubah, berikutdiberikanprosedurnya. • Gantitandapertidaksamaandengantandasamadengandanselanjutnyagambarkangrafikpersamaan linier yang dimaksud. Setelahdigambarkitaakanmelihatbahwagrafikpersamaan linier adalahgaris yang membagibidangmenjadiduabagian.

  21. PERTIDAKSAMAAN LINIER DUA PEUBAH • Jikapadapertidaksamaanmenggunakantanda ≤ atau≥ berartigaristersebuttermasukpadagrafik yang akandigambarkan. Selanjutnyagaristersebutdigambarkansecarapenuh. Jikapertaksamaanmenggunakantanda < atau > berartigaristersebuttidaktermasukpadagrafik yang akandigambarkan. Selanjutnyagaristersebutdigambarkanputus-putus. • Pilihsalahsatutitikkoordinatpadamasing-masingbidangdankemudiansubstitusikanpadapertaksamaan. Jikasubstitusitersebutmenghasilkanpernyataan yang benarberartibidangtempatkedudukantitiktersebutadalahbidang yang dimaksud. Sebaliknyajikasubstitusimenghasilkanpernyataan yang salahmakabidangtempatkedudukantitiktersebutbukanbidang yang dimaksud. • Untukkeseragamanbidang yang memenuhipertaksamaandiarsir.

  22. SISTEM PERTIDAKSAMAAN LINIER • Dalampenerapannyaseringterdapatlebihdarisatupertaksamaan yang harusdiselesaikansecaraserentak. Pertidaksamaan-pertidaksamaantersebutdinamakan “sistempertidaksamaan linier”. Dalampembahasansistempertidaksamaan linier kitahanyaakanmembahassistempertidaksamaan linier yang mempunyaitidaklebihdariduapeubah. • Langkah-langkahpenyelesaiansistempertidaksamaan linier. • Gantisemuatandapertaksamaanmenjaditandasamadengan. • Gambarkangrafiknya. • Periksasalahsatutitikkoordinatpadabidang. Jikamenghasilkanpernyataan yang benar, berartibidangtersebutadalahbidang yang dicari.

  23. PERTIDAKSAMAAN KUADRAT • Bentukumumdaripertidaksamaankuadratadalah : ax + bx + c (?) 0, dimana a, b dan c adalahbilangan-bilanganrildan a ≠ 0.Sedangkan (?) adalahsalahsatudaritanda <, >, ≤, atau ≥ . Penyelesaiandaripertidaksamaanadalahmenentukanharga-hargapeubah yang memenuhipertidaksamaan.

  24. KOORDINAT KARTESIUS

  25. KUADRAN-KUADRAN

More Related