1 / 53

Eksplorasi Airtanah

Eksplorasi Airtanah. Dasar dari metoda geofisika untuk eksplorasi airtanah: Memanfaatkan sifat fisik batuan/tanah dan air yang berada di dalam pori-pori atau rekahan Sifat fisik tersebut (untuk aiirtanah): Sifat meneruskan/menahan arus listrik  resistivity ( ρ ):

ivi
Download Presentation

Eksplorasi Airtanah

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. EksplorasiAirtanah

  2. Dasar dari metoda geofisika untuk eksplorasi airtanah: • Memanfaatkan sifat fisik batuan/tanah dan air yang berada di dalam pori-pori atau rekahan • Sifat fisik tersebut (untuk aiirtanah): • Sifat meneruskan/menahan arus listrik  resistivity (ρ): • (ρ) < = mengandung airtanah; • (ρ) << = mengandung airtanah dengan TDS tinggi (asin/payau/tercemar?); • (ρ) >> = bukan akuifer

  3. Dasar dari metoda geofisika untuk eksplorasi airtanah: • Sifat meneruskan gelombang seismik (kerapatan/ kepadatannya)  density (γ): • (γ) >> padat = non akuifer; • (γ) << berongga = mungkin akuifer • Sifat radioaktif  sinar gamma • Sinar gamma alami >>  batu lempung (mengandung K)

  4. Metoda Geolistrik Tahanan Jenis (resistivity) Resistivity : Wenner Schlumberger Dipole-dipole Mess ala Masse

  5. Metode Geolistrik Tahanan Jenis

  6. Metode Geolistrik Tahanan Jenis : Werner • Konfigurasi Werner: • CP = PP = PC = a • C = elektrode arus • P = elektrode potensial • I = arus (ampere) • V = voltage (volt) R = 2 π a ΔV / I

  7. Metode Geolistrik Tahanan Jenis • Konfigurasi Schlumberger: • PP (tetap) = b • CC (berubah) = L • C = elektrode arus • P = elektrode potensial • I = arus (ampere) • V = voltage (volt) R = π [{ AB/2)2 – (MN/2)2} /MN] ΔV / I

  8. Pola arus di dalam tanah/ batuan (Susunan Schlumberger)

  9. Kurva Sounding (Susunan Werner)

  10. Pengukuran geolistrik resistivity bisa dipakai untuk menetahui (menduga) sebaran batuan (berdasarkan tahanan jenisnya) dalam arah : • horisontal (electric profiling)  peta, dan • pada arah vertikal (electrik sounding)  penampang

  11. Peta hasil survey geolistrik resistivity : profile

  12. Penampang hasil survey geolistrik resistivity : soundingg

  13. Metoda Seismik Refraksi (imbas) Berdasarkan pada Kecepatan gelombang bias (yang merepresentasikan rapat massa)

  14. Pengukuran dengan metode seismik refraksi

  15. Jejak gelombang seismik refraksi

  16. Interpretasi data seismik refraksi (2 lapisan)

  17. Pengukuran pada 2 lapisan batuan

  18. Interpretasi data seismik refraksi (3 lapisan)

  19. Beberapa model hasil pengukuran dengan seismik refraksi

  20. Pemboran (Eksplorasi) Airtanah

  21. Pemboran: • Pemboran eksplorasi diperlukan untuk mendapatkan data geologi maupun parameter hidrogeologi yang ada di bawah permukaan tanah • Dengan didapatkannya data tersebut maka dapat dibuat penampang geologi lubang bor (geological bor hole log); sehingga jika pada satu cekungan dibuat beberapa lubang bor (dengan pola tertentu), dapat digambarkan kondisi hidrostratigrafi cekungan tersebut.

  22. Pada sumur-sumur tersebut juga (da[at) dilakukan test akuifer (slug test, pumping test, flowing test, serta pemantauan m.a.t atau tekanan pisometrik). • Dari test tersebut bisa didapatkan nilai K, T, S, serta fluktuasi m.a.t. atau tekanan pisometriknya. • Jika bisa dibuat (mininal 3 lobang bor eksplorasi (dalam satu sistem cekungan airtanah yang sama)  konfigurasi geologi 3 dimensi (3-D) (blok diagram/ fench diagram) dapat dibuat  arah aliran airtanah dapat diduga dan dibuat modelnya • Diagram hidrostratigrafi bisa dibuat  penentuan lokasi sumur produksi bisa lebig akurat

  23. Pemboran (core sampling) Salah satu kegiatan penting dalam eksplorasi airtanah adalah pemboran. Kegiatan pemboran (inti/ coring) dilakukan untuk memperoleh gambaran sebaran vertikal maupun horisontal (jika ada beberapa lobang bor) batuan (stratigrafi) sebaik mungkin.

  24. Mesin Bor (drilling machine)

  25. Pemboran Airtanah (direct circulation) Selang air pembilas Waterswivel Pipa bor/ rod/ (kelly) Mesin bor Fluida bor (mud) Mud pit Casing Lubang bor Anulus Mata bor (bit)

  26. Pemboran Airtanah Katrol Rig/ mast Wire rope/ seling Mesinbor Mesinpenggerak Lubang bor

  27. Ada beberapametodepemboransumur produksi airtanah: • Percussive drilling (cable tools ) • bit danpemberatdijatuhkan (bebas) dandiangkatdengan string (kabel) • tidakada core, hanya cuttings • cuttings hasilpemborandiangkatdengan bailer • hanyapadabatuan yang kuat (tidakperlu casing)

  28. Percussive drilling (down the hole) • bit/ piston digerakkan oleh udara tekan (dihasilkan oleh kompressor) yang disalurkan melalui pipa • tidak ada core, hanya cuttings • cuttings terbawa keatas oleh udara

  29. Rotary drilling • energi dan bit diantar dengan pipa yang diputar dari atas/ permukaan • bisa dapat core atau cuttings, tergantung jenis bit yang dipakai • core/ core barrel diambil dengan menggunakan wire line • cuttings diangkut oleh fluida bor • ada 2 metode: • rotary table + kelly • rotary spindle => langsung drill rod biasa (pipa)

  30. Bit dan Bailer untuk alat Bor “tumbuk” (cable tools) Bit (mata bor) untuk alat Bor “putar” (rotary table/ spindle)

  31. Data yang diambil pada pemboran eksplorasi: • Jenis batuan (litologi) : sampling – deskripsi – penamaan batuan ! • Ketebalan masing-masing lapisan  log litologi • Harga K masing-masing lapisan  akuifer/non akuifer ? • Muka airtanah statik dan piezometric level • Sistem hidrogeologi (akuifer bebas / tertekan ?) • Karakteristik sumur (p.test: K, T, S ?) • Kualitas airtanah (sampling dan analisa kimia) • Data log geofisika : • short dan long normal resistivity, • natural gamma ray, • kaliper,

  32. Log litologi (dari core dan cuttings Rekaman kecepatan pemboran Contoh “cuttings”

  33. Penampangan Geofisika Lobang Bor • Metoda penampangan lobang bor (bore hole logging): • Penampangan litologi : • dari cuttings/ potongan batuan • dari inti bor/ core • Penampangan dimensi : • caliper: bisa membantu menentukan akuifer dan non akuifer • Penampangan geofisika: • short dan long normal resistivity, • natural gamma ray, • netron

  34. Konfigurasi elektrode dalam ‘resistivity logging’

  35. Caliper logging Natural gamma log Neutron log

  36. Pembuatan penampang stratigrafi dari log bor litologi Log bor (litologi) hasil koreksi  Penampang litologi/ diagram pagar (fence diagram)  Hidrostratigrafi  Tentukan akuifer yang berpotensi

  37. Desain dan Konstruksi Sumur Produksi

  38. Sumur Produksi : • ukuran (dimensi) sumur produksi : • diameter lobang sumur • kedalaman sumur • konstruksi sumur produksi : • casing (pipa sumur + pipa naik) • cement grout semen (semen pelindung) • screen (saringan) • gravel pack (susunan kerikil) • lead/rubber packer (jika perlu) • pipe stabilizer

  39. Sumur Produksi : • pemilihan jenis dan ukuran bukaan screen : • tergantung kualitas air • tergantung ukuran butiran akuifer • pemilihan ukuran gravel pack : • tergantung ukuran butiran akuifer • tergantung ukuran bukaan screen (3-6 mm)

  40. Penentuan letak saringan pada sumur produksi

  41. Konstruksi sumur airtanah

  42. Butir halus Bukaan kecil Bukaan dan panjang screen harus sesuai dengan ukuran butir akuifer Butir kasar Bukaan besar Pasir halus masuk ke screen kasar

  43. Gravel pack ~ 3 – 6 mm Gravel pack (filter pack) mencegah masuknya pasir ke dalam pipa sumur

  44. Screen penurun tekanan air

  45. Saringan dan susunan gravel pada sumur produksi

  46. Tabel Kualitas Saringan

  47. Tabel Kecepatan Aliran Air Melalui Saringan

  48. Terimakasih & Selamat Belajar !!!

  49. Hubungan Antara Ukuran Bukaan Saringan Dengan Ukuran Gravel

More Related