1 / 24

PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM

PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM. Bersama : Drs. H. Nur Syahid, MPdI. " Apabila manusia mati maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara : sedekah jariyah , ilmu bermanfaat , atau anak shaleh yang mendo'akannya ." (HR. Muslim, dari Abu Hurairah ).

huela
Download Presentation

PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM Bersama : Drs. H. Nur Syahid, MPdI

  2. "Apabilamanusiamatimakaterputuslahamalannyakecualidaritigaperkara: sedekahjariyah, ilmubermanfaat, atauanakshaleh yang mendo'akannya." (HR. Muslim, dari Abu Hurairah)

  3. PERANAN KELUARGA DALAM ISLAM keluargamerupakantempatpertumbuhananak yang pertamadimanadiamendapatkanpengaruhdarianggota-anggotanyapadamasa yang amatpentingdan paling kritisdalampendidikananak, yaitutahun-tahunpertamadalamkehidupanya (usiapra-sekolah) Keluargamempunyaiperananbesardalampembangunanmasyarakat. Karenakeluargamerupakanbatupondasibangunanmasyarakatdantempatpembinaanpertamauntukmencetakdanmempersiapkanpersonil-personilnya.

  4. ENAM TAHUN PERTAMA • Kasihsayangdaripihakkeduaorangtua, terutamaibuPENTING Agar anakbelajarmencintaiorang lain • Membiasakananakberdisiplinmulaidaribulan-bulanpertamadariawalkehidupannyaMISALNYA membiasakananakuntukmenyusudanbuanghajatpadawaktu-waktutertentudantetap • Jaditeladan yang baikbagianakdaripermulaankehidupannya. • Biasakandenganetiketumum yang mestidilakukandalampergaulan MISALNYA berdoasebelummakan, tidakmenghisapjempol, tidakmemakaipakaianataucelana yang pendekdll

  5. USIA SETELAH ENAM TAHUN • KenalkanAllah dengancara yang sederhanasesuaidengantingkatpemikirannya • Jelaskantentanghukum yang jelasdantentanghalal-haram MISALNYA tentangkewajibanmenutupaurat, berwudhu, shalat, mencuridanmelihatkepada yang diharamkan • AjarkandanbiasakanmembacaAl Qur'an denganbenar • Ajarkantentang hak2 orangtua • Kenalkan tokoh2 teladan (sahabatdll) • Ajarkantentang norma2 yang berlakudalammasyarakat • Kembangkan rasa percayadiri & tanggungjawabdalamdirianak

  6. MASA REMAJA • Perlakukananaksebagaiorangdewasa • Ajarkankepadaanakhukum-hukumakilbalighdanceritakankepadanyakisah-kisah yang dapatmengembangkandalamdirinyasikaptakwadanmenjauhkandiridarihal yang haram. • Berikandoronganuntukikutsertamelaksanakantugas-tugasrumahtangga, sepertimelakukanpekerjaan yang membuatnyamerasabahwadiasudahbesar. • Mengawasidanmenyibukkanwaktunyadengankegiatan yang bermanfaat • Carikanteman yang baik.

  7. KESALAHAN DALAM PENGASUHAN ANAK • Ucapanpendidiktidaksesuaidenganperbuatan ( "Haiorang-orang yang berimanmengapakamumengatakanapa yang tidakkamuperbuat? Amatbesarkebenciandisisi Allah bahwakamumengatakanapa yang tidakkamukerjakan." (Ash Shaff : 2-3).) • Keduaorangtuatidaksepakatatascaratertentudalampendidikananak. • Membiarkananakjadikorbantelevisi • Menyerahkantanggungjawabpendidikananakkepadapembantuataupengasuh

  8. KESALAHAN DALAM PENGASUHAN ANAK • Pendidikmenampakkankelemahannyadalammendidikanak. • Berlebihandalammemberihukumandanbalasan • Berusahamengekanganaksecaraberlebihan • Mendidikanaktidakpercayadiridanmerendahkanpribadinya

  9. DEFINISI ANAK MENURUT ISLAM Kategori Anak Menurut Islam Berdasarkan kedudukan hukumnya BALIGH/DEWASA PRA BALIGH/ANAK-ANAK sudahmendapatkantaklif (pembebanan) hukumsyara’, HARUS mempertanggungjawabkansetiapucapan, sikap, dantindakan yang merekalakukan, baikdihadapan Allah maupundihadapanaparathukumdidunia. • Datangnyahaidpadaanak • wanita • Datangnyamimpibasah • padaanaklaki-laki,

  10. HAK ANAK DALAM ISLAM 1. Hak untuk hidup • Firman Allah dalam QS Al-Isra’ ayat 31: Artinya: " Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberikan rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.“ • Demikian juga untuk menjaga keselamatan janin, Islam telah mensyari’atkan agar pelaksanaan hukuman (had) terhadap wanita hamil ditangguhkan sampai ia melahirkan. Sebagaimana sabda Rasulullah saw: • "Apabila ada seorang di antara wanita membunuh secara sengaja, ia tidak boleh dijatuhi hukuman mati sampai ia melahirkan anaknya, jika ia memang sedang hamil. Dan bilamana seorang wanita berzina, ia tidak boleh dirajam sampai ia melahirkan anaknya jika ia sedang hamil dan sampai ia selesai merawatnya." (HR Ibnu Majah). • Demi keselamatan janin Islam juga telah memberi keringanan bagi wanita hamil dalam menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Ia diperkenankan berbuka apabila ia tidak mampu atau apabila puasanya mengganggu pertumbuhan janin. Ia dapat mengganti puasanya di hari lain.

  11. 2. Hak mendapatkan nama yang baik • Abul Hasan meriwayatkan bahwa suatu hari seseorang bertanya kepada Nabi Muhammad saw: "Ya Rasulullah, apakah hak anakkku dariku?" Nabi menjawab:"Engkau baguskan nama dan pendidikannya, kemudian engkau tempatkan ia di tampat yang baik." • Sabda Rasulullah saw yang lain: "Baguskanlah namamu, karena dengan nama itu kamu akan dipanggil pada hari kiamat nanti." (HR Abu Dawud dan Ibnu Hibban) • Nama anak adalah penting, karena nama dapat menunjukkan identitas keluarga, bangsa, bahkan aqidah. Ngatinem sudah pasti orang Jawa, Simorangkir jelas dari keluarga Batak, Cecep tentu dari keluarga Sunda dan Alhabsyi menunjukkan keluarga Arab. • Islam menganjurkan agar orangtua memberikan nama anak yang menunjukkan identitas Islam, suatu identitas yang melintasi batas-batas rasial, geografis, etnis, dan kekerabatan. • Selain itu nama juga akan berpengaruh pada konsep diri seseorang.

  12. 3. Hak penyusuan dan pengasuhan (hadlonah) "Para ibu hendaknya menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. (QS Al Baqoroh 233) • Penelitian medis dan psikologis menyatakan bahwa masa dua tahun pertama sangat penting bagi pertumbuhan anak agar tumbuh sehat secara fisik dan psikis. • Selama masa penyusuan anak mendapatkan dua hal yang sangat berarti bagi pertumbuhan fisik dan nalurinya. Yang pertama: anak mendapatkan makanan berkualitas prima yang tiada bandingannya. ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan anak untuk pertumbuhannya, sekaligus mengandung antibodi yang membuat anak tahan terhadap serangan penyakit. • Yang kedua : anak mendapatkan dekapan kehangatan, kasih sayang dan ketentraman yang kelak akan mempengaruhi suasana kejiwaannya di masa mendatang. Perasaan mesra, hangat, dan penuh cinta kasih yang dialami anak ketika menyusu pada ibunya akan menumbuhkan rasa kasih sayang yang tinggi kepada ibunya.\ • Islam pun telah menetapkkan bahwa orang yang lebih berhak terhadap pengasuhan ini adalah orang yang paling dekat kekerabatannya dan paling terampil (ahli) dalam pengasuhan. • Hadist yang diriwayatkan dari Amr bin Syu’aib dari kakeknya bahwa Rasulullah saw pernah ditemui seorang wanita, ia berkata:"Wahai Rasulullah, sesungguhnya anakku dulu dikandung dalam perutku, susuku sebagai pemberinya minum dan pangkuanku menjadi buaiannya. Sementara ayahnya telah menceraikanku, tetapi ia hendak mengambilnya dariku."Kemudian Rasulullah bersabda:"Engkau lebih berhak kepadanya selama engkau belum menikah"

  13. Islam menetapkanbahwapihakwanita (ibu) lebihutamadalampengasuhan • Fuqohamenetapkanurutanorang-orang yang bertanggungjawabterhadappengasuhanadalah: • i. Ibu, nenekdaripihakibudanseterusnyajalurkeatas (jikamasihhidup). Dalamhalinididahulukan yang paling dekathubungannyadengananak. • i. Ayah, nenekdari ayah danseterusnyajalurkeatas (jikamasihhidup), kakek, ibunyakakekdanseterusnyajalurkeatas, kakeknya ayah danparaibunya. • iii. Saudaraperempuan, diutamakan yang seibuseayah, baruseayah, kemudiananak-anakmereka. • iv. Saudaralaki-laki, diutamakan yang seibuseayah, baruseayah, kemudiananak-anakmereka. • v. Saudaraperempuanibu (kholah) • vi. Saudaraperempuan ayah (‘ammah) • vii. Saudaralaki-laki ayah (paman) yang seibuseayah, danseayahsaja. • viii. Saudaraperempuannenekdariibu • ix. Saudaraperempuannenekdari ayah • x. Saudaraperempuankakekdari ayah • Apabilasemuapihakdarikalanganinitidakmampu, makanegaraberkewajibanuntukmemberikanpengasuhananakinikepihaklainnya yang mampudandapatdipercaya.

  14. 4. Hakmendapatkankasihsayang • Rasulullah saw mengajarkankepadakitauntukmenyangikeluarga, termasukanakdidalamnya. IniberartiBeliau saw mengajarkankepadakitauntukmemenuhihakanakterhadapkasihsayang. SabdaRasulullah saw:"Orang yang paling baikdiantarakamuadalah yang paling penyayangkepadakeluarganya." • Rasulullahmengajarkanuntukmengungkapkankasihsayangtidakhanyasecara verbal, tetapijugadenganperbuatan.PadasuatuhariUmarmenemukanbeliau saw merangkakdiatastanah, sementaraduaoranganakkecilberadadiataspunggungnya. Umarberkata:"Haianak, alangkahbaiknyarupatungganganmuitu." Yang ditunggangimenjawab:"Alangkahbaiknyarupaparapenunggangnya".BetapaindahsusasanapenuhkasihsayangantaraRasul saw dengancucu-cucubeliau. • Seorangahli (Dorothy Law Nolte) berujar:"Jikaanakdibesarkandengankasihsayangdanpersahabatan, iabelajarmenemukancintadalamkehidupan." Bilaorangtuagagalmengungkapkan rasa sayangpadaanak-anaknya, anak-anaktersebuttakakanmampumenyatakansayangnyakepadaorang lain.

  15. 5. Hak mendapatkan perlindungan dan nafkah dalam keluarga • Firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 233: • Artinya;"… Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dangan cara yang ma’ruf…" • Kemudian firman Allah dalam surah Ath - Thalaq ayat 6:Artinya:"Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu…" • Sebagai pemimpin dalam keluarga, seorang ayah tentu bertanggungjawab atas keselamatan anggota keluarganya, termasuk anaknya. Ia akan melindungi anaknya dari hal-hal yang membahayakan anaknya baik fisiknya maupun psikisnya. Demikian juga ia berkewajiban memberi nafkah berupa pangan, sandang, dan tempat tinggal kepada anaknya. • Apabila kepala keluarga tidak dapat mencukupi nafkah keluarganya, atau ayah telah meninggal dunia, maka wali dari anak (diantaranya paman dari ayah, saudara laki-laki, dan kakek) diberi kewajiban mencukupi nafkah keluarga tersebut. Apabila jalur kerabat tidak ada yang bisa mencukupi nafkah anak, maka negaralah yang berkewajiban memberi nafkah kepada anak. Negara menyalurkan zakat atau sumber keuangan lain yang hak kepada keluarga yang tidak mampu. Bagaimanapun keadaannya, tidak pernah seorang anak harus menafkahi dirinya sendiri.

  16. 6. Hak pendidikan dalam keluarga QS At-Tahrim ayat 6: • Artinya:"Wahai orang-orang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…" • Rasulullah juga mengajarkan betapa besarnya tanggung jawab orang tua dalam pendidikan anak. Sabdanya saw:"Tidaklah seorang anak yang lahir itu kecuali dalam keadaan fitrah. Kedua orangtuanya yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani atau Majusi."(HR Muslim). • Anak pertama kali mendapatkan hak pendidikannya di keluarga, sebelum ia mendapatkan pendidikan di sekolah. • Mendidik anak adalah tanggung jawab bersama antara ibu dan ayah, sehingga diperlukan pasangan yang seaqidah, dan sepemahaman dalam pendidikan anak. Jika tidak demikian tentunya sulit mencapai tujuan pendidikan anak dalam keluarga. • Anak pertama kali mendapatkan pengajaran nilai-nilai tauhid dari kedua orang tuanya, demikian juga mengenai ajaran-ajaran Islam yang lain. Anak mendapatkan pendidikan yang lebih banyak berupa contoh (teladan) dari kedua orang tuanya, di samping pendidikan dalam bentuk lisan, pembiasaan dan pemberian sanksi.

  17. 7. Hakmendapatkankebutuhanpokok • Sebagaiwarganegara, anakjugamendapatkanhaknyaakankebutuhanpokok yang disediakansecaramassalolehnegarakepadasemuawarganegara. Kebutuhanpokok yang disediakansecaramassalolehnegarameliputi: pendidikandisekolah, pelayanankesehatan, dankeamanan. • Pelayananmassalinimerupakanpelaksanaankewajibannegaraterhadappenguasakepadarakyatnya, sepertisabdaRasulullah saw: • "Seorang imam (pemimpin) adalahbagaikanpenggembala, daniaakandimintaipertanggungjawabanatasgembalaannya."(HR Ahmad, Syaikhan, Tirmidzi, Abu Dawud, dariIbnuUmar) • Apabilahak-hakanakseperti yang disebutkandiatasdipenuhimakaanakdapattumbuhdanberkembangmenjadimanusia yang berkualitas: menjadiorangbertaqwa yang mampumengendalikanhawanafsunyasesuaiperintahdanlarangan Allah sertamampumengelolakehidupanduniadenganilmudanketrampilannya. Kebutuhanfisiknyaterpenuhi: kebutuhangizinyaterpenuhi, kebutuhansandangdanperumahan yang memenuhisyaratkesehatanterpenuhi, danapabilaiasakittidakadahambatanbaginyauntukmendapatkanpengobatan. Demikian pula iatumbuhdalamsuasanapenuhkasihsayang, tentramdanaman. Dalamkondisifisikdanpsikis yang baikiabisamelewatiprosespendidikansesuaifaseperkembangannyadidalamkeluarga, jugapendidikannyadisekolahsecara optimal. Dengandemikianiabisamenguasaidenganbaiktsaqofah Islam, ilmupengetahuandanteknologisertaketrampilan yang diajarkandisekolahuntukbekalkehidupannyakemudianhari.

  18. Pandangan Terhadap Anak Anak sebagai perhiasan dunia • Anak-anak merupakan perhiasan kehidupan dunia yang akan menyenangkan hati orang tua. Sebagaimana firmanNya: • Artinya:"Harta benda dan anak-anak itu sebagai perhiasan hidup di dunia" (QS Al Kahfi ayat 46) Dan firmanNya: • Artinya:"Wahai Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami (agar) istri kami dan anak cucu kami sebagai penyejuk pandangan mata"(QS Al-Furqon ayat 74) • Orangtua dapat merasakan kepuasan dan kesenangan atas kehadiran anak, bila pada dirinya masih eksis fitrah insaninya. • Keberadaan fitrah inisani merupakan ‘modal dasar’ terjaminnya perlindungan hak anak oleh keluarga. Eksisnya rasa sayang orangtua kepada anak dan keberadaan anak yang membawa kesenangan bagi orang tua akan membuat orang tua rela berkorban apa saja untuk memenuhi semua hak anak. Anak sebagai jaminan bagi orangtua di hari kiamat • Orangtua yang telah bersusah payah membesarkan, memelihara dan mendidik anak-anaknya dengan sabar akan mendapat ganjaran yang sangat besar dari Allah SWT, yakni surga. Sebagaimana riwayat dari Auf bin Malik ra bahwa Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa memiliki tiga orang anak perempuan yang dinafkahinya dengan baik sampai mereka menikah atau meninggal dunia, maka anak-anak itu menjadi tabir baginya dari neraka." (HR Al-Baihaqi) • Juga riwayat dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda:"Ada seorang hamba yang ditinggikan derajatnya. Lalu ia bertanya: Wahai Rabbku, mengapa derajat ini diberikan kepadaku? Allah berfirman: Sebab permohonan ampun anakmu untukmu sesudah meninggalmu"(HR Ahmad, Ibnu majah, dan Al-Baihaqi)

  19. Anak sebagai aset masa depan umat • Islam mensyariatkan pernikahan bagi umatnya. Bahkan mencela orang-orang yang tidak mau menikah (tabattul). Islam juga menganjurkan agar laki-laki memilih calon istri dari kalangan yang wanita yang penyayang, subur, dan beragama. Sebab salah satu tujuan pernikahan adalah lahirnya anak-anak sebagai pewaris orangtuanya, baik pewaris harta maupun pewaris tanggung jawab dalam mengemban risalah Islam. Sebagaimana riwayat dari Anas ra, ia berkata: "Rasulullah saw menganjurkan para pemuda untuk kawin dan melarang keras untuk tabattul. Dan beliau bersabda:’Kawinlah kalian dengan wanita-wanita yang penyayang dan subur. Sesungguhnya dengan kalian saya ingin memperbanyak ummat di antara para nabi pada hari kiamat nanti." (HR Imam Ahmad dan Abu Hakim) • "Perempuan itu dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah perempuan yang beragama, niscaya kamu akan beruntung"(HR Bukhari)Islam juga mensyariatkan untuk memperhatikan kualitas generasi penerusnya. Sebagaimana QS An-Nissa’ ayat 9: • Artinya:"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka…" • Dari hadist dan ayat di atas dapat dipahami bahwa ada tuntutan bagi kaum muslimin untuk menjamin kelestarian generasi masa depan dan mewujudkan generasi yang berkualitas baik. Generasi tersebut adalah generasi yang diridhoi oleh Allah SWT dan mampu memimpin manusia dengan risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw.

  20. Pihak-pihak Yang Bertanggung Jawab atas Pemenuhan Hak Anak • Orangtua dan anggota keluarga yang lain • Negara dengan membuat kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan yang membuat keluarga mampu memenuhi hak-hak anak dalam keluarga. • Masyarakat dengan ikut menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pemenuhan hak-hak anak, bukan malah menjadi pihak yang merampas hak-hak anak.

  21. PERSIAPAN ANAK CERDAS • Makanan yang tepat • Lingkungan yang sesuai • Pegalaman Emosional • Stimulasi rasional yang tepat • Aktivitas fisik yang sesuai

  22. “ Tips “KeluargaQur’ani • Banyak berdoa mohon kepada Alloh agar anak2 di bukakan hati & fikirannya menerima Al Quran • Mulai dari contoh ortu yg gemar membaca & menghafal Al Qur’an • Menjadikan waktu-waktu tertentu di rumah setiap hari untuk berinteraksi dengan Al Qur’an • Tanamkan atau perkenalkan Al Qur’an sejak dini dengan memperhatikan tumbuh kembang anak

  23. Buatkan lingkungan yang mendukung agar anak akrab dengan Al Qur’an • Tidak menyebabkan suasana rumah yang menyebabkan malaikat tidak mau masuk ke dalam rumah • Tidak menjadikan suasana dalam rumah dengan hal-hal yang menyebabkan setan masuk dalam rumah, sebab ini akan memutuskan hubungan dengan Al Qur’an • Tidak mencampur adukan antara yang haq dengan yang batil contoh: setelah membaca Qur’an mendengarkan musik-musik yang melupakan manusi kepada Alloh Swt • Bersabar atas segala usaha & ikhtiar yang di lakukan

  24. TERIMAKASIH

More Related