1 / 30

Berkelas

Berkelas. Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester : VIII/ 1 (satu). Standar Kompetensi: Menampilkan Perilaku yang Sesuai dengan Nilai-nilai Pancasila. Tahukah kalian Apa yang menjadi dasar negara dan lambang negara kita??. Ya...., benar.

holli
Download Presentation

Berkelas

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Berkelas

  2. Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester : VIII/ 1 (satu) Standar Kompetensi: Menampilkan Perilaku yang Sesuai dengan Nilai-nilai Pancasila

  3. Tahukah kalian Apa yang menjadi dasar negara dan lambang negara kita??

  4. Ya...., benar. Yang menjadi lambang negara kita adalah burung garuda. Adapun dasar negara kita adalah Pancasila.

  5. Kali ini kita akan membahas Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia serta perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

  6. PENGERTIAN IDEOLOGI Ideos =pikiran,ide,gagasan, atau cita-cita. I D E O L O G I Suatu ilmu tentang Pikiran,ide,gagasan, atau cita-cita. Bahasa Yunani Logos =ilmu.

  7. Istilah ideologi pertama kali dimunculkan oleh filosof Perancis yang bernama Antoine Destut de Tracy ( 1754 – 1836 ) pada tahun 1796. De Tracy melihat ideologi sebagai ilmu tentang pikiran manusia yang mampu menunjukkan jalan yang benar menuju masa depan.

  8. Dalam perkembangannya, terdapat berbagai pengertian tentang ideologi. Ada yang mengartikan ideologi sebagai kumpulan gagasan atau keyakinan yang menyeluruh dan sistematis dalam bidang sosial, politik, kebudayaan, dan agama. Ideologi sebenarnya merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur suatu bangsa yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad untuk mewujudkannya. Ideologi berisikan serangkaian nilai yang bersifat menyeluruh, mendalam, dan mendasar yang dimiliki oleh suatu bangsa serta dianggap sebagai pandangan hidup

  9. Dalam tata kehidupan sebuah bangsa, ideologi mencerminkan cara berfikir sebuah bangsa serta akan membentuk bangsa menuju cita-cita yang diinginkannya. Dengan demikian, ideologi bukan hanya sekedar pengetahuan atau teori-teori saja, melainkan menjadi sesuatu yang dihayati, diteladani, dan diterapkan/ dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari serta membangkitkan komitmen untuk mewujudkannya. Semakin mendalam kesadaran suatu bangsa terhadap ideologinya, maka akan semakin kuat pula komitmen untuk mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Komitmen tersebut akan tercermin dalam sikap dan keyakinannya terhadap ideologi yang dimiliki untuk digunakan sebagai acuan normatif yang harus dipatuhi dalam kehidupan sehari-hari

  10. DIMENSI IDEOLOGI DIMENSI IDEALISTIS, artinya ideologi mengandung cita-cita & pandangan hidup yang ingin dicapai/diwujudkan. Dimensi idealisme sebuah ideologi akan memberi harapan dan menggugah motivasi para pendukungnya untuk berupaya mewujudkan apa yang dicita-citakan. 1 DIMENSI NORMATIF, artinya nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah ideologi masih bersifat abstrak sehingga perlu dikonkretkan atau dijabarkan agar mudah menerapkannya. Penjabaran atau konkretisasi dari suatu nilai-nilai kemudian disebut norma. 2 DIMENSI REALISTIS, artinya ideologi berasal dan berakar dari realita atau kenyataan yang berkembang dalam masyarakat 3

  11. FUNGSI IDEOLOGI • Memberikan arah dan cara pandang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. • Sebagai pedoman dan pegangan tentang bagaimana dan ke mana bangsa itu akan membangun dirinya. • Sebagai sarana pembentuk identitas dan karakter sebuah bangsa. • Mempersatukan berbagai paham yang ada dalam sebuah bangsa, sehingga dapat mengatasi konflik atau ketegangan sosial yang timbul.

  12. CIRI-CIRI IDEOLOGI • Notonegoro sebagaimana dikutip oleh Kaelan mengemukakan, bahwa • Ideologi negara dalam arti cita-cita negara atau cita-cita yangmenjadi • dasar bagi suatu sistem kenegaraan untukseluruh rakyat dan bangsa • yang bersangkutan pada hakikatnya merupakan asas kerokhanian • yang antara lain memiliki ciri: • mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan & kenegaraan; • mewujudkan suatu asas kerokhanian, pandangan dunia, pedoman hidup,pegangan hidup yang dipelihara,dikembangkan,diamalkan, dilestarikan kepada generasi berikutnya, diperjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan berkorban.

  13. PENGERTIAN DASAR NEGARA • Dasar Negara adalah landasan kehidupan bernegara. • Setiap negara harus mempunyai landasan dalam melaksanakan kehidupan bernegaranya. • Dasar negara bagi suatu negara merupakan suatu dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. • Dasar negara sebagai pedoman hidup bernegara mencakup cita-cita negara, tujuan negara, norma bernegara.

  14. BAGAIMANA BILA SUATU NEGARA TIDAK MEMILIKI DASAR NEGARA Negara tanpa dasar negara berarti negara tersebut tidak memiliki Pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara. Akibatnya negara tersebut tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas, sehingga memudahkan munculnya kekacauan.

  15. SEJARAH PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

  16. SEJARAH PERUMUSAN PANCASILA Jepang memberi janji kemerdekaan kpd negara jajahannya, termasuk Indonesia Dibentuklah BPUPKI yang diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat Dimulai dari: kekalahan Jepang dlm Perang Pasifik Sidang I 28 Mei-1 Juni ’45 (membahas dasar negara) Tampil beberapa pembicara, antara lain Muh. Yamin, Mr. Soepomo, danIr. Soekarno Sidang Panitia 9 pada masa reses (membahas rancangan dasar negara darir Ir.Soekarno) PIAGAM JAKARTA 22 Juni 1945 Sidang I PPKI tgl 18-08-1945 Salah satu isinya:mengesahkan UUD 1945, yg di dalamnya terdapat rumusan Pancasila Sidang II 10-17 Juli ’45 (membahas RUUD)

  17. BPUPKI(Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaaan Indonesia) BPUPKI atau Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai. beranggotakan 62 orang dan terbagi habis dalam beberapa seksi serta satu panitia hukum dasar. Susunan pengurus BPUPKI adalah sebagai berikut. • Ketua : K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat • Ketua Muda : Ichibangase • Ketua Muda : R.P. Suroso

  18. RUMUSAN DASAR NEGARA DARI MR. MUH. YAMIN Mr. Muh. Yamin sempat dua kali berpidato, tetapi hanya pidato pertamanya pada tgl 29 Mei 1945 yang ada hubungan dengan dasar negara. Usulan rumusan dasar negara menurut Mr. Muh. Yamin adalah sebagai berikut. • Peri Kebangsaan Berisi konsep negara kebangsaan atau Nationale Staat/Etat National atas dasar keragaman bangsa Indonesia. • Peri Kemanusiaan. Berisi konsep kedaulatan yang berdasarkan perikemanusiaan secara universal yang berisi humanisme dan internasionalisme bagi segala bangsa, dengan asumsi bahwa dasar perikemanusiaan adalah dasar universalisme dalam hukum internasionalisme dan aturan kesusilaan segala bangsa dan negara merdeka. • Peri Ketuhananan. Dasar pemikirannya : Bangsa Indonesia yang akan menegara merdeka itu adalah bangsa beradab luhur dan dalam peradabannya mempunyai Tuhan Yang Maha Esa. • Peri Kerakyatan. Berisi konsep: Permusyawaratan, Perwakilan, dan Kebijaksanaan. • Kesejahteraan Rakyat. Asumsi: bahwa negara baru yang akan dibentuk berhubungan langsung dengan keinginan rakyat seluruhnya

  19. RUMUSAN DASAR NEGARA MENURUT MR. SOEPOMO Mr. Soepomo tidak mengajukan usulan dasar negara.Namun, beliau menyampaikan beberapa teori tentang negara, yaitu: • Teori Individualisme Thomas HobeS dan John Locke, J.J. Rosseau, Herbert Spencer, serta H.J Larki mengatakan bahwa negara ialah masyarakat hukum yang disusun atas kontrak antara seluruh individu dalam masyarakat tersebut. Dasar individualisme ada di negeri Eropa Barat dan Amerika. • Teori Golongan Karl Marx, Engel, dan Lenin mengatakan bahwa negara adalah alat dari golongan (klas) untuk menindas golongan (klas) lain. Negara kapitalis adalah alat kaum borjuis untuk menindas kaum buruh. Oleh sebab itu, perlu ada revolusi kaum buruh merebut kekuasaan agar kaum buruh ganti menindas kaum borjuis. • Teori Integralistik. Spinoza, Adam Muller, Hegel mengatakan bahwa negara bukan untuk kepentingan individu atau golongan, melainkan untuk menjamin kepentingan masyarakat seluruhnya sebagai persatuan. Negara adalah susunan masyarakat yang integral. Semua golongan menyatu sebagai masyarakat organis.

  20. Kesimpulannya: Menurut Mr. Soepomo, Teori Integralistik ini cocok diterapkan di Indonesia karena: • Teori negara integralistiktidak menyampingkan adanya golongan dan individu, negara mengakui dan menghormati adanya golongan dalam masyarakat nyata, tetapi semua individu dan golongan akan insaf pada kedudukannya sebagai bagian dari organik dan negara seluruhnya. • Dasar persatuan dan kekeluargaan ini sangat cocok untuk Indonesia.Semangat kebatinan, struktur kerohanian bangsa Indonesia bersifat dan bercita-cita persatuan hidup, persatuan kawulo dan Gusti , persatuan mikrokosmos dan makrokosmos, persatuan antara rakyat danpemimpinnya.

  21. RUMUSAN DASAR NEGARA MENURUT IR. SOEKARNO • Kebangsaan Indonesia. • Internasionalisme. • Mufakat atau Demokrasi. • Kesejahteraan Sosial • Ketuhanan.

  22. PIAGAM JAKARTA BPUPKI sempat melaksanakan sidang tidak resmi yang memanfaatkan masa reses (istirahat) antara sidang resmi I dan II untuk membahas rancangan pembukaan UUD 1945. Sidang ini dikenal dengan sidang Panitia 9, karena diikuti oleh sembilan orang tokoh BPUPKI, yaitu Moh. Hatta, Muh. Yamin, Ahmad Subardjo, A.A. Maramis, Ir. Soekarno, K.H. Abdul Kahar Muzakir, K.H. Wachid Hasyim, Abikusno Tjokro Soejoso, dan,H. Agus Salim. Panitia 9 berhasil menyusun konsep Pembukaan UUD Indonesia merdeka yang dikenal dengan nama Piagam Jakartadan ditandatangani pada tanggal 22 Juni 1945.Konsep Piagam Jakarta ini kemudian dilaporkan oleh Ir. Soekarno dalam sidang resmi II BPUPKI pada tanggal 10 Juli 1945. Isi Piagam Jakarta adalah s • Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. • Kemanusiaan yang adil dan beradab. • Persatuan Indonesia. • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

  23. Pada sidang pertama PPKI tanggal 18 Agustus 1945, di gedung Tyunoo Sangi In (sekarang Departemen Luar Negeri), Ir. Soekarno berpidato yang isinya antara lain mengganti pembukaan yang lama dengan pembukaan yang dirancang oleh Panitia 9 dengan sedikit perubahan. Perubahan tersebut adalah menghilangkan tujuh kata di belakang kata Ketuhanan, yaitu kata “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” yang selanjutnya diganti dengan kata “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Penggantian ini bertujuan untuk kepentingan persatuan dan kesatuan bangsa serta untuk lebih menyesuaikan dengan keberagaman/pluralitas bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai agama, kepercayaan, dan adat istiadat yang berbeda-beda. Dengan demikian, maka sahlah Pembukaan UUD Negara Indonesia, dan rumusan Pancasila yang benar dan sah dapat ditemukan di dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945.

  24. Pancasila dan Ideologi Lain di Dunia Setiap negara mempunyai ideologi negara sendiri yang dipandang baik dan cocok. Di dunia ini ada dua ideologi yang terkenal yaitu liberalisme dan sosialisme.

  25. LIBERALISME Ideologi liberalisme banyak dianut oleh negara-negara Barat, yaitu Amerika Serikat dan negara-negara Eropa seperti Inggris, Belanda, Spanyol, Italia dan lain-lainnya. SOSIALISME Contoh negara yang menganut paham sosialisme adalah UniSoviet (sekarang Rusia), Cina, Korea Utara, Vietnam.

  26. PERBEDAAN ANTARA LIBERALISME DAN SOSIALISME

  27. BAGAIMANA DENGAN IDEOLOGI PANCASILA??

  28. Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Sosial Budaya Bangsa Indonesia

  29. Harus dipahami dan dipelajari nilai-nilai apa saja yang terkandung di dalamnya. Pengetahuan/teori yang diperoleh kemudian akan menjadi salah satu pedoman dalam menghayati dan mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Penghayatan dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting, karena selain nilai-nilai Pancasila merupakan pedoman moral (sesuatu yang dianggap baik), juga karena untuk mempertahankan esensi (makna) dan eksistensi (keberadaan) Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. SECARA TEORI Sesuatu yang dihayati, diteladani, dan diterapkan/dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari serta membangkitkan komitmen untuk mewujudkannya. Semakin mendalam kesadaran suatu bangsa terhadap ideologinya, maka akan semakin kuat pula komitmen untuk mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Komitmen tersebut akan tercermin dalam sikap dan keyakinannya terhadap ideologi yang dimiliki untuk digunakan sebagai acuan normatif yang harus dipatuhi dalam kehidupan sehari-hari. PANCASILA SECARA PRAKTEK

  30. REFLEKSI DIRI • Setelah mengikuti pembelajaran ini, cobalah kalian adakan • refleksi diri sebagai berikut. • Sudahkah kalian memiliki kemampuan sebagaimana yang • diharapkan pada bagian awal uraian bab ini? • 2.Adakah hal-hal yang belum kalian pahami? • 3.Adakah kesulitan-kesulitan yang kalian temui dalam mengikuti • pembelajaran ini? Jika ada, tanyakan dan sampaikan hal itu • kepada guru kalian. SELAMAT BELAJAR

More Related