1 / 13

BAHASA Dalam KARYA TULIS ILMIAH

BAHASA Dalam KARYA TULIS ILMIAH. Joko Suwandi. BAHASA Dalam PROPOSAL DAN LAPORAN PENELITIAN. ( RAGAM ) BAHASA ( INDONESIA ) DALAM ( PENULISAN ) KARYA TULIS ILMIAH, SEPERTI; MAKALAH, ARTIKEL ILMIAH, PROPOSAL ( PENELITIAN ) DAN LAPORAN PENELITIAN ADALAH RAGAM BAHASA ILMU.

hila
Download Presentation

BAHASA Dalam KARYA TULIS ILMIAH

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. BAHASA Dalam KARYA TULIS ILMIAH Joko Suwandi

  2. BAHASA Dalam PROPOSAL DAN LAPORAN PENELITIAN (RAGAM) BAHASA (INDONESIA) DALAM (PENULISAN) KARYA TULIS ILMIAH, SEPERTI; MAKALAH, ARTIKEL ILMIAH, PROPOSAL (PENELITIAN) DAN LAPORAN PENELITIAN ADALAH RAGAM BAHASA ILMU

  3. KARAKTERISTIK RAGAM BAHASA ILMU: 1. BUKAN DIALEK, 2. MENGKOMUNIKASIKAN ILMU, DAN 3. RAGAM RESMI DITOLAK: 1.   Deodoran Bikin Pede (JP, 16 Januari 2001) 2.   Sodara Angkatku, Temenku Juga (JP, 7 Maret 2001) 3.   Mereka Bisa Merugikan Kita lho (JP, 22 Maret 2001) 4.   Tapi, Kadang ya Menguntungkan (JP, 22 Maret 2001) 5.   Kalo Didebatin, Dia Nggak Akan Sadar (JP, 22 Maret 2001) 6.   Saya sih Oke-Oke Aja, asal … (JP, 21 Maret 2001) 7.   Tapi, Mau Kalo Sesuai Impian (JP, 21 Maret 2001) 8.   Lebih Asyik Kalo Diotak-atik (JP, 28 Maret 2001) 9.   Rileks, Ortu Setuju kok (JP, 21 Maret 2001)

  4. KASUS KESALAHAN DALAM PENULISAN PROPOSAL DAN LAPORAN PENELITIAN 1. Subjek Berkata Depan 2. Objek Berkata Depan 3. Penghilangan afiks (: me(N)- dan ber-) 4. Pemakaian semacam di mana dan yang mana 5. Pemakaian Bentuk Mubazir 6. Penghilangan Kata Depan dalam Struktur Idiomatik 7. Struktur Tidak Sempurna 8. Kelebihan, Kekurangan, dan Kesalahan Pemakaian Tanda Baca Subjek Berkata Depan *Dari pengalaman selama ini menunjukkan bahwa program KB …. 1.Dari pengalaman selama ini ditunjukkan Bahwa program KB …. 2.Pengalaman selama ini menunjukkan Bahwa program KB ….

  5. Objek Berkata DepanBanyak anggota masyarakat belum menyadari *akan/tentang/mengenai pentingnya kesehatan lingkungan.1.  Banyak anggota masyarakat belum Menyadari pentingnya kesehatan Lingkungan Penghilangan afiks (: me(N)- dan ber-) Tendangan *Akibatkan Otak Rusak Tendangan mengakibatkan otak rusak. Pemakaian semacam di mana dan yang mana Para pekerja merasa senang di dalam melaku-kan tugas-tugas *yang mana dibebankan oleh pimpinan mereka. Para pekerja merasa senang di dalam melaku-kan tugas-tugas yang dibebankan oleh pim-pinan mereka

  6. Bentuk Mubazir: Adalah merupakan, agar supaya, demi untuk, lalu kemudian, dan juga, amat … sekali…, saling tolong-menolong, beberapa penelitian-penelitian, hambatan kendala, naik ke atas, turun ke bawah, maju ke depan, dll. Penghilangan Kata Depan dalam Struktur Idiomatik Berhubung Berhubungan Bertalian Bertepatan Berkaitan Berelasi Berbeda Berlainan + dengan Selaras Sesuai Seiring Seirama Bertemu Berjumpa Bersalaman Bergandengan Suka + akan/pada Terdiri + dari/atas Teringat + akan/pada Tergolong + dalam Terjadi + dari Menyesal + atas Bergantung + pada , dll.

  7. Struktur Tidak Sempurna *Meski/Meskipun/Kendati …. *Setelah/Sesudah …. *Jika/Jikalau/Walau/Walaupun …. *Bila/Bilamana …. *Karena/Sebab …. … *Meski/Meskipun/Kendati … , *Setelah/Sesudah … , *Jika/Jikalau/Walau/Walaupun … , *Bila/Bilamana … , *Karena/Sebab … , … meski/meskipun/kendati …. … setelah/sesudah …. … jika/jikalau/walau/walaupun …. … bila/bilamana …. … karena/sebab …. Anak kalimat tidak dapat dipisahkan dengan induknya, akan tetapi induk dapat melepaskan diri dari anaknya.

  8. Kelebihan, Kekurangan, dan Kesalahan Pemakaian Tanda Baca 1.*S, P Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, umumnya merupakan data kepustakaan 2.*SP, O Pengertian di atas menunjukkan, bahwa dalam masyarakat negara selalu melibatkan pihak yang berkuasa dengan pihak yang dikuasai 3.Dengan demikian …. Dengan kata lain …. Selanjutnya …. Jadi …. Akan tetapi …. Meski begitu …. Pendek kata …. Ringkasnya …. Seharusnya Dengan kata lain, …. Selanjutnya, …. Jadi, …. Akan tetapi, …. Meski begitu, …. Pendek kata, …. Ringkasnya, ….

  9. PENGEMBANGAN PARAGRAF 1.  Perbandingan, 2.  Sebab-akibat atau Akibat-sebab, 3.  Penderetan, 4.  contoh(-contoh), 5.  klasifikasi, 6.  definisi, dan 7.  umum-khusus/khusus-umum 8.  Klimaks-anti klimaks/ Antiklimak-klimaks

  10. Perbandingan: Jamu jerawat Acnelia produk PT. Jamu Iboe Jaya tidak menggunakan bahan kimia, baik berupa bahan pengawet maupun bahan pewarna (paragraf perbandingan) Jamu jerawat Acnelia produk PT. Jamu Iboe Jaya tidak menggunakan bahan kimia, baik berupa bahan pengawet maupun bahan pewarna. Jamu jerawat Acnelia dibuat dari bahan ekstrak temulawak yang mengandung khasiat minyak atsiri yang berguna untuk membersihkan kulit dari bakteri patogen dan kukurmin yang mempunyai daya anti inflamasi atau anti radang yang mencegah pembengkakan pada jerawat. Ini berbeda dengan kosmetik berbahan kimia produk Avon.

  11. Sebab-akibat/akibat-sebab: Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran yang sedang dibahas Panitia Khusus Dewan Perwakilan Rakyat dianggap memiliki banyak kelemahan. Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran yang sedang dibahas Panitia Khusus Dewan Perwakilan Rakyat dianggap memiliki banyak kelemahan. Hal itu dikarenakan RUU itu lebih banyak menekankan kewajib-an, ancaman, dan sanksi yang terke-san kembali memasung kreativitas dan kebebasan pers.

  12. Penderetan: Ada 10 langkah menghadapi penuaan dengan anggun (paragraf penderetan) Ada 10 langkah menghadapi penuaan dengan anggun. Kesepuluh langkah itu berupa (1) memprioritaskan kesehatan, (2) mengurangi faktor resiko, (3) terus bergerak, (4) makan dengan benar, (5) tidak merokok, (6) meluaskan atau melapangkan pikiran, (7) melakukan sesuatu yang disenangi, (8) menciptakan saham hubungan sosial, (9) menciptakan saham komunitas, dan/serta (10) menyusun tujuan hidup. Contoh (-contoh): Saat ini sebagian masyarakat pada masa transisi ini seakan-akan telah melupakan membicarakan soal besar dan terpukau pada pembicaraan masalah kecil (paragraf contoh-contoh) Saat ini sebagian masyarakat pada masa transisi ini seakan-akan telah melupakan membicarakan soal besar dan terpukau pada pembicaraan masalah kecil. Masalah besar itu antara lain: apa itu nasionalisme, bagaimana negara yang menjalankan prinsip agama, bagaimana negara tanpa militerisme, dan bagaimana penerapan undang-undang hak asasi manusia.

  13. Klasifikasi: Para mahasiswa yang berdemon-strasi menyanyikan lagu “Halo-halo Bandung dan “Gugur Bunga”. Para mahasiswa yang berdemonstrasi menyanyikan lagu “Halo-halo Bandung dan “Gugur Bunga”. Mereka menyanyikan lagu perjuangan rakyat Indonesia. Definisi: Pembangunan kota mandiri di tengah makin padatnya penduduk merupakan keniscayaan (paragraf definisi) Pembangunan kota mandiri di tengah makin padatnya penduduk merupakan keniscayaan. Konsep kota mandiri adalah pembangunan daerah pinggiran kota (rural) agar arus penduduk ke kota bisa lebih merata dan memperkuat daerah-daerah satelit (pendukung pemba-ngunan).

More Related