1 / 30

Metodologi Pengembangan SI

Metodologi Pengembangan SI. Pengantar Sistem Informasi Antonius Teddy S, S.Kom ., M.Cs. Metodologi Pengembangan SI.

hasad
Download Presentation

Metodologi Pengembangan SI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Metodologi Pengembangan SI PengantarSistemInformasi Antonius Teddy S, S.Kom., M.Cs.

  2. Metodologi Pengembangan SI Metodologipengembangansistemadalahmetode-metode,prosedur-prosedur, konsep-konseppekerjaan, aturan-aturan yang akandigunakansebagaipedomanbagaimanadanapa yang harusdikerjakanselamapengembangan SI

  3. Pendekatan Terstruktur • Tujuan pendekatan terstruktur adalah agar pada akhir pengembangan suatu sistem dapat memenuhi kebutuhan user, dilakukan tepat waktu, tidak melampaui anggaran biaya, mudah dipergunakan, mudah dipahami dan mudah dirawat. • Pendekatan terstruktur mengenalkan penggunaan alat-alat dan teknik-teknik untuk mengembangkan sistem yang terstruktur

  4. Ciri-Ciri Pendekatan Terstruktur • Memanfaatkanalat-alatpemodelan • Merancangberdasarkanmodul • Bekerjadenganpendekatan top-down • Dilakukansecaraiterasi • Kegiatandilakukansecarapararel • Menggunakan CASE

  5. Alat dan Teknik Pengembangan Sistem • Alat yang digunakandalamsuatumetodologiumumnyaberupagambaratau diagram ataugrafik agar lebihmudahdimengerti. • Selainberbentukgambar, alat yang digunakanjugatidakberupagambarmisalnyakamus data, pseudocodeatauformulir-formuliruntukmencatatataumenyajikan data

  6. Data Flow Diagram (DFD) • DFD adalahsuatu model logika data atauproses yang dibuatuntukmenggambarkandarimanaasal data dankemanatujuan data yang keluardarisistem, dimana data disimpan, prosesapa yang dihasilkandata tersebutdaninteraksiantara data yang tersimpandanproses yang dikenakanpada data tersebut. • DFD seringdigunakanuntukmenggambarkansuatusistem yang telahadaatausistembaru yang akandikembangkansecaralogikatanpamempertimbangkanlingkunganfisikdimana data tersebutmengalirataudimana data tersebutakandisimpan.

  7. Data Flow Diagram (DFD) • Kelebihan DFD : • Kebebasandarimenjalankanimplementasiteknissistem. • Pemahamanlebihjauhmengenaiketerkaitansatusama lain dalamsistemdansubsistem. • Mengkomunikasikanpengetahuansistem yang adadenganpenggunamelalui diagram aliran data. • Menganalisissistem yang diajukanuntukmenentukanapakah data-data danproses yang diperlukansudahditetapkan. • Membedakansistemdarilingkungannyadenganmenempatkanbatas-batasnya.

  8. Data Flow Diagram (DFD) • DFD terdiridari • Context diagram • Berfungsimemetakan model lingkungan (menggambarkanhubunganantaraentitasluar, masukandankeluaransistem), yang direpresentasikandenganlingkarantunggal yang mewakilikeseluruhansistem • Diagram rinci (DFD Levelled). • menggambarkansistemsebagaijaringankerjaantarafungsi yang berhubungansatusama lain denganalirandanpenyimpanan data, model inihanyamemodelkansistemdarisudutpandangfungsi.

  9. DFD Leveled • Dalam DFD levelledakanterjadipenurunan level dimanadalampenurunan level yang lebihrendahharusmampumerepresentasikanprosestersebutkedalamspesifikasiproses yang jelas. • DFD levelledbisadimulaidari DFD level 0 kemudianturunke DFD level 1 danseterusnya. • Setiappenurunanhanyadilakukanbilaperlu. • Aliran data yang masukdankeluarpadasuatuprosesdi level x harusberhubungandenganaliran data yang masukdankeluarpada level x+1 yang mendefinisikanprosespada level x tersebut. • Prosesyang tidakdapatditurunkan/dirincilagidikatakanprimitifsecarafungsionaldandisebutsebagaiprosesprimitif.

  10. Simbol-Simbol DFD Entitas Luar atau Proses atau Stored Data atau Aliran Data

  11. Entitas Luar • Merupakan pihak di luar sistem (bisa orang atau organisasi) yang mengirimkan input ke sistem atau menerima output dari sistem. • Menunujukan batasan dari sistem. • Contoh : Bank Dekan Kaprodi

  12. Proses • Pekerjaanataukegiatan yang dilakukanterhadap data yang masukuntukmenghasilakn data yang keluar. • Hanyamenunjukankegiatannyasaja, komponenfisiktidakdiidentifikasi • Contoh : Proses Cetak KRS Proses Pembayaran

  13. Stored Data dan Aliran Data • Stored data: • Merupakankumpulan data • Bisaberupa file atau basis data tapitidakselaluberupa file atau basis data • contoh: file Mahasiswa, data KRS, dll • Aliran data: • Menyatakan data masukankesuatuprosesatau data keluarandarisuatuproses • Dapatjugamenyatakan update data dalamsuatu file, basis data atausimpanan data yang lain. • contoh: Matakuliah yang diambil, Jumlah yang dibayarkan, Saldoterakhir, dll

  14. Aturan dalam DFD • Antarentitastidakdiijinkanterjadihubunganataurelasi. • Tidakbolehadaaliran data antaraentitaseksternaldengan data store • Untukalasankerapian (menghindarialiran data yang bersilangan), entitaseksternalatau data store bolehdigambarbeberapa kali dengantandakhusus, misalnyadiberinomor • Satualiran data bolehmengalirkanbeberapapaket data

  15. Aturan dalam DFD • Semuaobjekharusmempunyainama • Aliran data selaludiawaliataudiakhirdenganproses • Semuaaliran data harusmempunyaitandaarah. • Jumlahprosestidaklebihdarisembilanprosesdalamsistem, jikamelebihimakasebaiknyadikelompokkanbeberapaproses yang bekerjabersama-samadidalamsuatusubsistem

  16. Petunjuk Pembuatan DFD 1. Penamaan yang jelas • Setiapentitasdiberinama yang sesuaidengansuatukatabenda. • Namaaliran data dalamkatabendakarenamenunjukkanseseorang, tempatatausesuatu. • Prosesdiberinamamenggunakan format katakerja - katasifat - katabendauntukproses-proses yang rinci. • Penyimpanan data diberinamadengansuatukatabenda. 2. Memberinomorpadaproses • Nomor yang diberikanpadaprosestidakharusmenjadinomorurut. • Penomorandimaksudkansebagaiidentifikasiprosesdanmemudahkanpenurunan (level yang lebihrendah) keprosesberikutnya. • Untukprosesprimitifselaindiberinomorjugadiberitandakhusus (biasanyatanda *) untukmenyatakanbahwaprosestersebuttidakdirincilagi

  17. Petunjuk Pembuatan DFD 3. Penggambarankembali • Ukurandanbentuklingkarantetapsama • Panah yang melengkungdanlurustidakjadimasalah. 4. Hindariproses yang mempunyaimasukantetapitidakmempunyaikeluaranbegitujugasebaliknyahindariproses yang mempunyaikeluarantetapitidakmempunyaimasukan.

  18. Contoh Diagram Konteks Nasabah Sistem Transaksi Bank Kode Bank, Kode Kartu Kartu ATM Password, Macam Transaksi, Tipe Rekening, Jumlah Uang Tunai, Slip, Pesan

  19. Diagram Level 0 Kartu ATM Rekening Kode Bank, Kode Kartu Macam Transaksi, Tipe Rekening, Jumlah Penyeimbangan Saldo Hasilkan Keluaran Lakukan Transaksi Baca Masukan Jumlah Password, Macam Transaksi, Tipe Rekening, Jumlah Uang Tunai, Slip, Pesan Nasabah

  20. ERD (Entity Relationship Diagram) • Model data Diagram HubunganEntitas (ERD/Entity Relationship Diagram) dibuatberdasarkananggapanbahwadunianyataterdiridarikoleksiobjek-objekdasar yang dinamakanentitas (entity) sertahubungan (relationship) antaraentitas-entitasitu. • Entitasadalah ‘sesuatu’ atau ‘objek’ padadunianyata yang dapatdibedakansatuterhadap yang lainnya, yang bermanfaatbagiaplikasi yang sedangkitakembangkan. Sebagaicontoh, setiaporangadalahentitasdanrekening bank dapatdipertimbangkansebagaisebuahentitas. • Relationship adalahhubunganantarabeberapaentitas. Sebagaicontoh, mahasiswamemilikiorangtua; memilikimenjelaskanhubungantertentuantaramahasiswadenganorangtuanya.

  21. Simbol-Simbol ERD Objek yang dapat diidentifikasi didalam lingkungan sistem Entitas Relasi Hubungan diantara sejumlah entitas yang berbeda Mendeskripsikan karakter entitas (atribut yang berfungsi sebagai key (kunci) digaris bawah) Atribut Penghubung antara relasi dengan entitas, Relasi dan entitas dengan atribut Connecting

  22. Kardinalitas Relasi • Dalam ERD hubungan (relasi) dapat terdiri dari sejumlah entitas yang disebut dengan derajad relasi. • Derajad relasi maksimum disebut dengan kardinalitas sedangkan derajad minimum disebut dengan modalitas. • Jadi kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas lain.

  23. Kardinalitas Relasi • Kardinalitas relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dapat berupa : 1. Satu ke satu (one to one/ 1-1) Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B, demikian juga sebaliknya. 2. Satu ke banyak (one to many/ 1- N) Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya. 3. Banyak ke banyak (many to many/ N –N) Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, demikian juga sebaliknya.

  24. Tahapan Pembuatan ERD • Diagram ER dibuatsecarabertahap, adaduakelompokpentahapan yang biasaditempuhdidalampembuatan diagram ER, yaitu : 1. Tahappembuatan diagram ER awal (preliminary design) 2. Tahapoptimasi diagram ER (final design)

  25. Preliminary Design • Mendapatkan sebuah rancangan basis data minimal yang dapata mengakomodasi kebutuhan penyimpanan data terhadap sistem yang sedang ditinjau. • Tahap awal ini umumnya mengabaikan anomali-anomali (proses pada basis data yang memberikan efek sampaing yang tidak diharapkan) yang menang ada sebagai suatu fakta.

  26. Final Design • Dalam tahap ini mempertimbangkan anomali-anomali dan juga memperhatikan aspek-aspek efisiensi, performasi dan fleksibilitas. • Tiga hal tersebut seringkali dapat saling bertolak belakang. Karena itu, tahap ini ditempuh dengan melakukan koreksi terhadap tahap pertama. • Bentuk koreksi yang terjadi dapat berupa pendekom-posisian himpunan entitas, penggabungan himpunan entitas, pengubahan derajad relasi, penambahan relasi baru atau perubahan (penambahan dan pengurangan) atribut-atribut untuk masing-masing entitas dan relasi.

  27. Langkah-langkah Pembuatan ERD 1. Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan entitas yang akan terlibat. 2. Menetukan atribut-atribut key (kunci) dari masing-masing himpunan entitas. 3. Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan relasi diantara himpunan entitas-himpunan entitas yang ada beserta foreign keynya (kunci asing/ kunci tamu). 4. Menentukan derajad /kardinalitas relasi untuk setiap himpunan relasi. 5. Melengkapi himpunan entitas dan himpunan relasi dengan atribut dekriptif (atribut yang bukan kunci)

  28. Contoh Penggambaran ERD (Entity Relationship Diagram) Nama Nilai No_MK Nama_MK NIM Mengambil Matakuliah Mahasiswa SKS

  29. Model Relasional

  30.  Thanks GBU

More Related