1 / 23

terapi oksigen dan tata laksana jalan napas

terapi oksigen dan tata laksana jalan napas. ACLS. PASIEN KRITIS. Penyebab Kematian Sel. Hipoksia Trauma Infeksi Reaksi imunologis Gangguan genetika Gangguan nutrisi. Terapi (suplementasi) Oksigen. DO 2 = CO x O 2 content. ventilasi, difusi, perfusi. PAO 2 – PaO 2 – Pa t O 2.

hali
Download Presentation

terapi oksigen dan tata laksana jalan napas

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. terapi oksigen dan tata laksana jalan napas ACLS ACLS

  2. PASIEN KRITIS ACLS

  3. Penyebab Kematian Sel • Hipoksia • Trauma • Infeksi • Reaksi imunologis • Gangguan genetika • Gangguan nutrisi ACLS

  4. Terapi (suplementasi) Oksigen DO2 = CO x O2 content ventilasi, difusi, perfusi PAO2 – PaO2 – PatO2 Fi O2 >>> ACLS

  5. Alat Suplementasi Oksigen (dasar) ACLS

  6. ACLS

  7. Pemantauan Suplementasi Oksigen ACLS

  8. Head tilt – chin lift Jaw thrust Pembukaan Jalan Napas • Jalan napas pasien tdk sadar sering tersumbat ACLS

  9. Pemeliharaan Jalan Napas • Manual • Bantuan alat sederhana • Bantuan alat lanjutan Tripple airway manouvre Oropharyngeal airway (OPA) Nasopharyngeal airway (NPA) Laryngeal mask airway Combitube Intubasi dg ETT ACLS

  10. Oropharyngeal Airway Indikasi : • Napas spontan • Tidak ada reflek muntah Ingat komplikasi !! ACLS

  11. …oropharyngeal airway Komplikasi • Obstruksi total jalan nafas • Laringospasme • Muntah ACLS

  12. …oropharyngal airway insertion ACLS

  13. Nasopharyngeal Airway Indikasi : • Napas spontan • Ada reflek muntah • Kesulitan dg OPA Ingat komplikasi & kontraindikasi !! ACLS

  14. Bantuan Ventilasi Dasar ACLS

  15. Tatalaksana Jalan Napas Lanjut • Intubasi Endotrakea Tube (ETT)  definitif • Laryngeal Mask Airway • Combitube alternatif ACLS

  16. Intubasi Endotrakea Henti jantung, Patensi airway tdk bisa dipertahankan, Ventilasi non invasif tdk adekuat Indikasi Kontra indikasi TIDAK ADA Kecuali penolakan Kegunaan Menjaga patensi & keamanan jalan napas Membantu pemberian Fi O2 tinggi Jalur memasukkan obat resusitasi Komplikasi Trauma Intubasi esofagus Intubasi endotrakea Refleks vagal ACLS

  17. Teknik Intubasi ETT ACLS

  18. Ventilasi dengan ETT Tidak perlu sinkronisasi dengan kompresi ventilasi diberikan hanya sampai dada terangkat, selama 1 menit 8 – 10 bpm saat RJP 10 – 12 bpm, tanpa henti jantung ACLS

  19. Laryngeal Mask Airway & Combitube ACLS

  20. Penyedotan Jalan Napas • Jalan napas dibersihkan (disedot/suctioning) berkala • Daya hisap – 80 s/d – 120 mmHg • Waktu penyedotan maksimal 10 detik • Kateter lunak vs keras • Selalu pantau hemodinamik saat penyedotan ACLS

  21. ADA PERTANYAAN ? ACLS

  22. ACLS

  23. Terima Kasih ACLS

More Related