1 / 95

PRINCIPLES OF MEDICINE part II

PRINCIPLES OF MEDICINE part II. Kelainan Immunologi. IMUNOLOGI. Imunitas : pertahanan terhadap penyakit Definisi :

hada
Download Presentation

PRINCIPLES OF MEDICINE part II

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PRINCIPLES OF MEDICINE part II

  2. KelainanImmunologi

  3. IMUNOLOGI Imunitas : pertahananterhadappenyakit Definisi : semuamekanismefisiologis yang membantuindividuuntukmengenalmateriasingpadadirinyakemudianmenetralkan,mengeliminasibendaasingtsbdgn/tanpakerusakanpadajaringantubuh.

  4. FUNGSI RESPON IMUN 1.Defence 2.Homeostatic 3.Surveillance Ketiganyaseimbang = sehat Tidakseimbang = sakit/kelainan

  5. Sel-selimunokompeten • I.Limfosit (sel-selygmampumendeteksimateriasing), tdd: -Limfosit.B (sel B) : disintesadlmsumsumtulangmenjadisel B mature sel Plasma -Limfosit.T(sel T) : disintesapadasumsumtulangDiolahdalamTimusLimfosit mature Limfoblasygmemperantaraifogositosis. • II. RES (sel-selygmampumfagositselasingdgnkekuatanbesardanumurlebihpanjangdibandingselfagosit lain c/selpolimorf),sel RES terdapatpadaLimpa, hati,noduslimfatikus, sumsumtlg.

  6. RESPON IMUN

  7. ResponImunNonSpesifik Pertahananpertamathdpbendaasinglewatsel-selygtidakspesifik : Reaksiinfalamasi ( seltertentu ) Reaksipertahananfisik (kulit,mukosa,silia,batuk) Reaksipertahanbiokimia(keringat,saliva,mukus,HCl) Tdpt 2 mekanisme : 1.Sistem seluler ; melibatkansecaralangsungsel-selimunokompeten 2.Sistem humoral ; melibatkanperangkatyaituenzzim,komplemen,dan interferon

  8. ResponImunSpesifik • Benda asing (Ag) merangsangterbentuknyaAb yang spesifikthd Ag yang masuktadi • 3 sifatresponimunspesifik : 1. Spesifisitas; memp. Kepekaantinggimembedakan Ag satudenganlainnya 2. Heterogenesitas; berbagaijenisseldanproduk-nyadptbereaksidgn Ag yang berbeda-beda 3. Memori; kemampuanutkmengenalidanmengingatkembali Ag yang pernahmasuk

  9. 2 mekanismepadaresponimun SPESIFIK 1. Seluler; adalahmekanisme yang diperantaraiolehlimfosit T yang tersensitisasi,terdiridari: Thelper,Tsupresor,Tkontrasupresor,Tsitotoksik 2. Humoral; adalahReaksi yang diperantaraiolehproduksel B (limfosit B danSel Plasma) yaituAntibodi/Ab, yang disebutImunoglobulin/Ig,tdd: - IgA - IgD - IgE - IgG - IgM

  10. Ada 2 jenistoleransiimun :tol.imunperolehan/dapatan;tubuhtidakmampumeresponthd.Agdariluartubuh(eksogen)tol.imunalami;tubuhtidakmampumeresponthd. Ag daridalamtubuhsendiri(endogen),halinibisaterjadikrngenetik TOLERANSI IMUNOLOGIKMrpkresp.imun NORMAL utkdapatmembedakanantarajaringansendiridenganbendaasing, shgtidakterbentukpenyeranganterhadapjaringantubuhsendiri

  11. PENYAKIT / KELAINAN IMUNOLOGIKResponimundapatmenyebabkankelainanjikaresponinibereaksimelawanjaringantubuhsendiri. Sistemimundapatmenyimpangmelalui 3 cara : 1. Imunodefisiensi ,responimun yang inefektif 2. Hipersensitivitas ,responimunyg over reactive 3. Peny.Autoimun, aktivitasresponimun yang menyerangmolekul, sel, ataujaringantubuhsendiriakibatkegagalantoleransikarenasistemhomeostatiktidakberfungsi.

  12. 3 teoritentang PENYAKIT AUTOIMUN 1.Teori KlonTerlarang; adasuatuklondariLimfositygtimbulkarenamutasisomatik, ada 2 kemungkinan; -Selmutanmembawa Ag asing -Selmutanmengalamiproliferasishgdianggapasg 2. Teori Antigen Terasing; selamamasaembriojaringanygsecaraanatomiterletakjauhdarisistemlimforetikuler/ terasingmakaakandianggapsbgasing, makaakanterjadiperlawananthdselini. 3. TeoriDefisiensiImunologik; menjelaskanadanyahubunganantarasindromadef.imun. dengankenaikaninsidensiabnormalitasautoimun

  13. ETIOLOGI PENYAKIT AUTOIMUN

  14. KLASIFIKASI PENYAKIT AUTOIMUN Tanda-tandaumum : -AutoAb yang beredarakanbereaksidgnunsur-unsurjaringan normal -Igmeningkatdalam serum -Lebihseringmengenaiwanita -Perjalananpeny. Bisaprogresif, eksaserbasi , bisamenyembuhkan - AutoAb-nyabernilaidiagnostiksecaralaboratoris

  15. PATOFISIOLOGI Penyakit Autoimun PATOFISIOLOGI PenyakitAutoimun Ag

  16. FungsiSistemImundanPenyimpangannya

  17. TRANSPLANTATION MEDICINE Transplantasi organ secaraumumdigunakanuntukmenyelamatkanjiwasesorang

  18. Klasifikasi Sangat penting diketahui berhubungan dengan manajemen dan prognosis

  19. transplantasi autologous ke atau dari satu orang Isografttransplantasi dari kembar identik transplantasi allogeneic transplantasi didapat dari pendonor yang tidak identik secara genetik kepada penerima nya transplantasi xenogeneic  transplantasi dari pendonor ke satu spesies ke penerima spesies lain

  20. Oral Health Considerations Pasien transplamtasi organ  lebih mudah untuk terkena bakteri, virus dan jamur yang dapat menyebabkan infeksi oral Tanda-tanda infeksi oral bergantung pada penurunan respon radang, tingkat imunosupresi dan respon imun pasien, dan adanya ulserasi oral

  21. Obat-obatan dan efeksampingnyabiasanyaberhubungandengankerusakanperiodontal

  22. Infeksi virus  seringmunculpadapasienimmunosupresi herpes simplex, virus varicella-zosterdanoral hairy leykoplakia

  23. Infeksi jamur  pseudomembranous candidiasis, termasuk aspergillosis, cryptocococsis, mucormycosis dan blastomycosis

  24. Oral mucositis (OM)  keluhan yang seringmunculpadapasienkemoterapi agenpaliatif, sepertigabungandarianestesi, antihistamindanobat-obatanlainnya Pencegahan : profilaksistretinointopikal Disfungsikelenjar saliva  seringmunculpadapasienpasca HCT

  25. Dental Management Perawatan gigi untuk pasien yang sedang mempersiapkan untuk transplantasi atau bagi mereka yang sudah memiliki transplantasi harus dikoordinasikan dengan petunjuk dokter Dokterbiasanyaberkonsultasidengandoktergigipasien, untukmemastikanpasientidakmemilikiinfeksi oral akutyang dapat mempersulit proses transplantasi Komunikasi yang dekatdan detail antarpekerjakesehatansangatpenting

  26. Pretransplantations Considerations Pasien yang menunggu transplantasi ginjal  kerusakan ginjal tingkat akhir  hemodialisis  memerlukan antibiotik profilaksis sebelum perawatan gigi untuk mencegah bakteri endokarditis Biasanya kelebihan cairan dan hipertensi  tekanan darah harus dimonitor Variasi metabolisme dan ekskresi obat juga harus dipertimbangkan  perubahan dosis obat-obatan

  27. Pasien yang menunggu transplantasi jantung(CAD) dan gagal jantung kongestif tidak diindikasikan rawat jalan dental treatment Biasanya tidak boleh keluar RS sebelum mendapat transplantasi

  28. Pasien yang menunggu transplantasi paru-paru sulit bernapas dan terapi oksigen Perawatan gigi harus menghindari penggunaan sumber-sumber yang mudah terbakar di dekat pasien jika ia menggunakan terapi oksigen Menghirup anestesi dan obat narkotika kontraindikasi  depressi pernafasan

  29. Pasien menunggu transplantasi pankreas pengelolaan glukosa abnormal  pertimbangan tingkat glukosa serum sebelum memulai pengobatan harus dilakukan Rentan infeksi dan perdarahan  hati –hati dalam dental treatment

  30. dokter gigi yg merawat pasien pretransplantation harus mempertimbangkan potensi komplikasi gigi yang secara signifikan dapat berdampak pada proses transplantasi Sebaiknya dilakukan pemeriksaan klinis gigi, periodontium, dan mukosa oral serta kepala dan leher daerah, termasuk kelenjar getah bening dan kelenjar liur secara rinci

  31. Dokter gigi menghilangkan infeksi sebelum transplantasi Perencanaan perawatan gigi harus memperhitungkan kondisi pasien, evaluasi lab, termasuk parameter seperti sel darah dan trombosit, serum kimia untuk menentukan derajat disfungsi organ, dan studi koagulasi

  32. Post-transplantation Consideration Immediate post transplantation period Kondisipasien paling rentanterhadappenolakandaninfeksiberat Periodedimulaisegerasetelahprosestransplantasisampai organ transplant dapatberfungsidenganbenar PasieniniImunosupressi↑  cegah rejection dentist sebaiknyatidakmelakukan dental treatment Emergency haruskonsuldengandoktertransplantasi Penggunaanchlorhexidinkumurdapatmembantu

  33. Stable post-transplantation period Saatorgan transplantasisudahstabil waktu terbaik untuk melakukan perawatan gigi organ berfungsi dengan baik Untuk keamanantetap konsultasi dengan dokter transplantasi Memperhatikan interaksi obat terhadap obat imunosupressi

  34. Pasien dgn CSA (imunosupresive medicine)klindamisin Level CSA dapat terpengaruh oleh obat seperti : Anti inflamasi : diklofenak, sulindac, naproxen Antifungal : itraconazol, fluconazole Ketoconazole Antibiotik : clarithromycin, eritromisin

  35. Chronic Rejection Period Jikaorgan transplantasimengalamikegagalan Parameter laboratorium menunjukkan kegagalan fungsi organ Dapat dilakukan biopsi berisiko dilakukan dental treatmentpasien gagal organ dan imunosupressi Emergency  konsul dengan dokter pertimbangkan dampak dari kegagalan organ

  36. Diabetes Mellitus penyakit metabolic yang ditandaidengandisregulasidari metabolism karbohidrat, protein, dan lipid

  37. Klasifikasi DM

  38. DM tipe 1 DM tipe 2 • diderita oleh pasien pada usia muda • didiagnosis sebelum akhir usia remaja  juvenille diabetes • biasanya kurus • Adult disorder : >40th • Sering dikaitkan kelebihan berat badan dan fenotip gemuk

  39. DM tipe 1 DM tipe 2 • Absolute insulin deficiency • e/ • autoimmune destruction sel beta pankreas • Kehilangan pankreas : pankreatitis, surgical removal Resistensi insulin (fungsi insulin melemah) e/ tidak diketahui, tidak terjadi destruksi sel beta Resiko DM tipe 2 meningkat seiring umur, obesitas, dan kurangnya aktifitas fisik Sering ditemukan pada pasien dg hipertensi dan dyslipidemia

  40. GDM / Gestational DM Other Specific Types • Intoleransi glukosa didiagnosis pd bumil yg tidak memiliki DM • Kebanyakan normal kembali setelah melahirkan, namun ↑ terjadinya DM tipe 2 • Jarang terjadi • e/ • cacat genetik sel beta atau aksi insulin, • penyakit pankreas, • endokrinopathies, • penggunaan obat / bahan kimia, • infeksi, • Jumlah kortisol, glukagon, epinefrin, dan GH yg berlebihan

  41. Klasifikasi DM http://jada.ada.org/content/139/suppl_5/8S/T1.medium.gif

  42. Patofisiologi

  43. DIAGNOSIS

  44. TREATMENT

  45. Complications Mikrovascular & makrovascular

More Related