1 / 20

PRINSIP PENGOBATAN

PRINSIP PENGOBATAN. PENGOBATAN DILAKUKAN STLH UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGEND. PENYAKIT TELAH TERLAKSANA BAIK PERTIMBANGAN : - DIAGNOSA DITEGAKKAN DG TEPAT - OBAT DIBERIKAN SESUAI DG AGEN PENYAKIT - DOSIS, CARA DAN FREKUENSI PEMBERIAN SESUAI ATURAN

gwen
Download Presentation

PRINSIP PENGOBATAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PRINSIP PENGOBATAN • PENGOBATAN DILAKUKAN STLH UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGEND. PENYAKIT TELAH TERLAKSANA BAIK • PERTIMBANGAN : - DIAGNOSA DITEGAKKAN DG TEPAT - OBAT DIBERIKAN SESUAI DG AGEN PENYAKIT - DOSIS, CARA DAN FREKUENSI PEMBERIAN SESUAI ATURAN - KONTROL RESPON TERNAK THD OBAT - DILAKUKAN HANYA APABILA MENGUNTUNGKAN. - MENGETAHUI DAN MEMATUHI WITHDRAWL TIME UNT HINDARI RESIDU

  2. OBAT DAN NASIB OBAT DALAM TUBUH Distribusi (2) Absorbsi (1) OBAT : setiap molekul yang bisa merubah fungsi tubuh secara molekuler. NASIB OBAT DALAM TUBUH Obat Respon farmakologis Interaksi dg reseptor (3) Dengan/tanpa metabolisme (4) Ekskresi (5)

  3. NASIB OBAT DALAM TUBUH (ABSORBSI) Metabolisme & ekskresi :FARMAKOKINETIK Absorbsi Metabolisme & Ekskresi : ELIMINASI • ABSORBSI OBAT • Faktor-faktor yang mempengaruhi : • KELARUTAN OBAT • KEMAMPUAN OBAT BERDIFUSI MELALUI MEMBRAN SEL • KADAR YANG DIBERIKAN • LUAS PERMUKAAN KONTAK OBAT • BENTUK SEDIAAN OBAT • ROUTE PEMBERIAN OBAT

  4. NASIB OBAT DALAM TUBUH (METABOLISME) 2. METABOLISME (BIOTRANSFORMASI) • PERUBAHAN STRUKTUR KIMIA OBAT DALAM TUBUH , OLEH ENZIM (HATI, GINJAL, PARU-PARU, EPITEL SALURAN PENCERNAAN) • TUJUAN : METABOLIT LEBIH POLAR ELIMINASI LEBIH CEPAT • OBAT POLAR FILTRASI (GLOMERULUS GINJAL) : tanpa reabsorbsi ekskresicepat • OBAT LARUT LEMAK MELEWATI MEMBRAN SEL : MUDAH DIREABSORBSI OLEH TUBULI GINJAL KEMBALI KE SIRKULASI DARAH

  5. NASIB OBAT DALAM TUBUH (EKSKRESI) 3. EKSKRESI • OBAT POLAR, DIEKSKRESI MELALUI ORGAN EKSKRESI DALAM BENTUK UTUH • OBAT NON POLAR, DIMETABOLISME LEBIH DAHULU UNTUK MEMUDAHKAN EKSKRESI. ORGAN EKSKRESI UTAMA : GINJAL FUNGSI GINJAL : • FILTRASI • SEKRESI AKTIF • REABSORBSI EKSKRESI OBAT LEWAT : FESES, URIN, KERINGAT, AIR LIUR, AIR SUSU

  6. IKATAN OBAT DAN RESEPTOR SIFAT : • REVERSIBEL • IKATAN KIMIA LEMAH : IONIK, HIDROGEN, HIDROFO BIK DAN VAN DER WAALS • SEPERTI IKATAN ANTARA ENZIM-SUBSTRAT • JARANG BENTUK KOVALEN KUAT DAN IRREVERSIBEL IKATAN OBAT -PROTEIN • REVERSIBEL • PROTEIN PLASMA YANG BERPERAN : ALBUMIN, • GLOBULIN, LIPOPROTEIN, GLIKOPROTEIN

  7. IKATAN OBAT DENGAN PROTEIN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSENTRASI PROTEIN PLASMA : • Sintesis protein • Katabolisme protein • Distribusi albumin antara ruang intra dan akstra vaskuler • Eliminasi protein plasma yang berlebih terutama albumin • Perubahan kualitas protein plasma afinitas obat terhadap protein berubah Kualitas protein plasma berubah Contoh : penyakit hati/ginjal Kapasitas protein plasma thd obat berubah

  8. IKATAN OBAT DENGAN PROTEIN Obat terikat protein plasma : • Suatu komplek yang besar • Tidak dapat lewat membran sel • Distribusi terbatas • Tidak aktif secara terapeutik Obat bebas : • Dapat lewat membran sel secara bebas • Distribusi luas • Aktif secara terapeutik

  9. IKATAN OBAT DENGAN PROTEIN FAKTOR –FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IKATAN PROTEIN PLASMA : • Sifat fisikokimia obat • Konsentrasi obat dalam tubuh • Jumlah protein plasma • Afinitas antara obat dengan protein • Kompetisi obat dengan zat lain pada ikatan protein • Kondisi patofisiologis penderita

  10. EFEK YANG TIDAK DIINGINKAN DALAM PENGGUNAAN OBAT EFEK YANG DIINGINKAN DALAM PENGGUNAAN OBAT • Hilangkan penyebab penyakit • Hilangkan gejala penyakit • Terapi untuk gantikan /menambah zat yang hilang/kurang EFEK OBAT YANG TIDAK DIINGINKAN : • Efek samping • Efek toksik • Alergi • Teratogenik

  11. EFEK YANG TIDAK DIINGINKAN DALAM PENGGUNAAN OBAT EFEK SAMPING OBAT • Pengertian : efek ikutan yang muncul setelah pemberian obat dengan dosis sesuai anjuran • Efek samping : tidak dikehendaki, merugikan, membahayakan pasien • Efek samping bersifat konsisten dan sudah diketahui

  12. EFEK YANG TIDAK DIINGINKAN DALAM PENGGUNAAN OBAT Efek Samping Obat : Contoh : Antihistamin (dipendhidramin) efek sedatif • Efek samping tidak mungkin dihilangkan sama sekali • Dapat dihindari/ditekan seminimal mungkin dengan menghindari faktor-faktor resiko/penyebabnya

  13. EFEK YANG TIDAK DIINGINKAN DALAM PENGGUNAAN OBAT 1. Efek Samping Obat : • Efek samping terjadi karena interaksi yang rumit antara obat dengan sistem biologis tubuh, antar indivudu bervariasi • Efek samping obat bisa terjadi antara lain : • Penggunaan > dari satu obat interaksi antara obat tumpang tindih pengaruh obat terhadap organ yang sama • Obat-obat tersebut punya efek saling berlawanan terhadap organ tertentu

  14. EFEK YANG TIDAK DIINGINKAN DALAM PENGGUNAAN OBAT • Resiko efek samping merupakan konsekuensi pemakaian obat • Menurunkan efek samping : • mengetahui secara seksama pengaruh-pengaruh farmakologis obat • Cara pemakaian • Aturan dosis • Penelaahan manfaat dan resiko pemakaian suatu obat pertimbangan-pertimbangan sehingga dicapai manfaat max + resiko yg minimal

  15. EFEK YANG TIDAK DIINGINKAN DALAM PENGGUNAAN OBAT Obat yang ideal : • bekerja cepat secara selektif untuk waktu tertentu • selektif : berkhasiat untuk penyakit tertentu tanpa aktivitas lain • AFEK SAMPING OBAT YANG BUTUH WAKTU LAMA DAN SULIT DITANDAI : • TERATOGENIK • MUTAGENIK • KARSINOGENIK

  16. EFEK YANG TIDAK DIINGINKAN DALAM PENGGUNAAN OBAT 2.Efek Toksik Obat • Pengertian : efek merugikan yang ditimbulkan oleh obat akibat dosis berlebihan • Kadar obat melebihi MTC (kadar toksik minimal) • Obat spektrum sempit resiko tinggi terjadinya afek toksik

  17. EFEK interaksiOBAT 3. Interaksi Antara Obat • Menguntungkan - Bersifat sinergis - Mencapai efek terapeutik tidak bisa dengan obat tunggal • Merugikan - Efek samping (meningkatnya kadar suatu obat karena obat lain) - Efek toksik - Kegagalan terapi karena aksi antar obat yang berla wanan untuk organ tertentu

  18. EFEK interaksiOBAT Pengaruh interaksi obat : merubah farmakokinetik obat : absorbsi, distribusi, metabolisme, ekskresi. Absorbsi : absorbsi tetrasiklin terganggu oleh logam- logam, seperti : Al, Fe, Ca, Mg.

  19. EFEK interaksiOBAT Distribusi : obat-obat yang terikat kuat pada protein plasma, menggeser obat-obat yang lemah ikatannya. Contoh : Fenilbutazon, salisilat dan sulfonamid, Metabolisme : Obat yang menghambat kerja enzim, menekan eliminasi obat lain, sehingga kadar obat lain meningkat.

  20. EFEK interaksiOBAT Ekskresi : obat tertentu, karena perubahan pH urine akan mempercepat /memperlambat eliminasi obat lain. Obat basa akan dipercepat eliminasinya pada urine asam. Dan sebaliknya, diperlambat oleh urine basa. SELESAI

More Related