1 / 86

Drs. Syafril , M.Pd. TP FIP UNP

Evaluasi Proses dan Hasil Pembelajaran. Oleh : Drs. Syafril, M.Pd. Drs. Syafril , M.Pd. TP FIP UNP. Pengertian. Pengukuran : Membandingkan sesuatu dengan suatu ukuran yang bersifat kuantitatif Penilaian : Mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik dan buruk

greg
Download Presentation

Drs. Syafril , M.Pd. TP FIP UNP

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Evaluasi Proses dan Hasil Pembelajaran Oleh : Drs. Syafril, M.Pd. Drs. Syafril , M.Pd. TP FIP UNP

  2. Pengertian • Pengukuran : Membandingkan sesuatu dengan suatu ukuran yang bersifat kuantitatif • Penilaian : Mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik dan buruk • Evaluasi : Meliputi kegiatan mengukur dan menilai

  3. Penilaian • Kegiatan menghimpun fakta dan dokumen belajar peserta didik yang dapat dipercaya untuk melakukan perbaikan program pembelajaran • Proses menyimpulkan dan menafsirkan fakta-fakta dan membuat pertimbangan dasar yang profesional untuk mengambil kebijakan dari sekumpulan informasi

  4. Penilaian Pendidikan • Proses mengumpulkan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai. Jika belum tercapai, bagian mana dan apa sebabnya ? • Mengukur sejauh mana tujuan telah tercapai dan membuat keputusan untuk kegiatan berikutnya

  5. Input Transformasi Output Umpan balik Bagan : Proses Pendidikan

  6. Proses Pendidikan • Input : Bahan mentah yang dimasukkan ke dalam proses transformasi (Calon siswa) • Output: Bahan jadi yang dihasilkan oleh proses transformasi (Lulusan) • Transformasi : Mesin (kegiatan) yang bertugas mengubah bahan mentah menjadi bahan jadi (Calon siswa menjadi lulusan) • Umpan balik: Informasi yang menyangkut output dan transformasi

  7. Tujuan dan Fungsi Penilaian • Untuk selektif : Untuk menseleksi (yang diterima, naik kelas, beasiswa dsb) • Untuk diagnostik : Mendiagnosa kelemahan dan mencari penyebabnya • Untuk Penempatan: Menentukan kelompok yang sesuai • Untuk mengukur keberhasilan : Sejauh mana program pendidikan berhasil dicapai

  8. Ciri-ciri Penilaian Pendidikan • Dilakukan secara tidak langsung • Menggunakan ukuran yang bersifat kuantitatif dan diinterpretasikan ke dalam kualitatif • Menggunakan unit atau satuan yang tetap • Bersifat relatif atau tidak selalu sama • Sering terjadi kesalahan

  9. Prinsip-prinsip Penilaian • Objektif (Adil) • Kontinuitas (Berkesinambungan) • Comprehensif • Motivatif • Educatif

  10. Alat dan Teknik Evaluasi • Teknik Tes • Teknik Non Tes terdiri dari : 1. Rating scale (Skala bertingkat) 2. kuesioner 3. Check list 4. interview (wawancara) 5. pengamatan 6. riwayat hidup

  11. Tes • Suatu alat atau prosedur yang sistematis dan objektif untuk memperoleh data atau keterangan yang diinginkan tentang seseorang • Percobaan yang diadakan untuk mengetahui ada tidaknya hasil pelajaran tertentu • Serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki • Penilaian yang komprehensif terhadap seorang individu atau keseluruhan usaha evaluasi program

  12. Macam Tes • Tes Seleksi • Pre tes • Post tes • Tes Diagnostik Entry behaviour test (pre-requisit) Placement test Dalam proses pembelajaran • Tes formatif • Tes Sumatif • Tes Standar • Tes Buatan Guru

  13. Macam Tes dari berbagai aspek • Unsur kegiatan: pengukur proses, hasil • Tujuan penggunaan : formatif dan sumatif • Konstruksi yang diukur : kepribadian, bakat, kemampuan, minat, perhatian, sikap • Isi: sesuai bidang studi yang dites • Cara memberikan respon : tertulis, lisan, penampilan • Cara skoring: objektif dan subjektif • Tekanan aspek yg diukur: speed dan power tes • Penyusunan : buatan guru dan tes standar

  14. Perbandingan Tes Standar dan Tes Buatan Guru

  15. Kelemahan Tes • Secara psikologis dapat menyinggung pribadi seseorang • Menimbulkan kecemasan, sehingga mempengaruhi hasil yang murni • Mengkategorikan siswa secara tetap • Tidak mendukung kecemerlangan dan daya kreasi siswa • Hanya mengukur aspek tingkah laku yang sangat terbatas

  16. Ciri-Ciri Tes yang baik • Validitas • Reliabilitas • Objektivitas • Praktibilitas • Ekonomis

  17. Validitas Tes • Tes yang dapat mengukur dengan tepat apa yang hendak diukur • Skor yang diperoleh dengan tes tersebut mencerminkan kemampuan yang sesungguhnya dari testee

  18. Macam Validitas • Validitas Logis (logical validity) - Validitas Isi (Content validity) - Validitas konstrak (Constructive validity) • Validitas Empiris (empirical validity) - Concurrent validity - Predictive validity

  19. Reliabilitas • Reliabilitas = tetap = ajeg • Hasil yang diperoleh dari tes yang diberikan tetap (konsisten) meskipun dilakukan dalam waktu yang berbeda

  20. Cara Mencari Reliabilitas • Metode bentuk paralel (equivalent) • Metode tes ulang (test-retest) • Metode belah dua (split-half) - ganjil - genap - awal – akhir

  21. Tes Objektif • Bentuk tes hasil belajar yang terdiri dari beberapa butir soal yang sudah dilengkapi dengan jawabannya, tugas siswa (testee) adalah memilih salah satu alternatif jawaban yang paling tepat • Tes objektif disebut juga dengan tes jawaban pendek

  22. Kebaikan Tes Objektif • Lebih representatif mewakili isi dan bahan pelajaran • Lebih objektif dalam memberikan skor (pemeriksaan) • Lebih cepat pemeriksaannya • Pemeriksaan dapat dilakukan oleh orang lain

  23. Kelemahan Tes Objektif • Pembuatan soalnya lebih sulit • Soalnya cendrung mengungkap aspek ingatan saja dan sulit untuk aspek yang lebih tinggi • Banyak kesempatan untung-untungan • Kerjasama antar siswa lebih terbuka waktu mengerjakan soal

  24. Cara Mengatasi Kelemahan • Berlatih membuat soal tes objektif terus menerus • Menggunakan tabel spesifikasi • Menggunakan rumus hukuman dalam skoring • Pelaksanaan tes diatur dengan baik atau buat soal berseri

  25. Macam Tes Objektif • Benar – Salah • Pilihan Ganda • Menjodohkan • Jawaban Singkat

  26. Tes Berbentuk Benar - Salah • Bentuk tes yang soalnya berupa pernyataan yang benar atau yang salah • Tugas testee menentukan apakah pernyataan itu benar atau salah dengan cara memberi tanda tertentu seperti menyilangi B jika benar dan S jika salah

  27. Variasi Tes Benar - Salah • Tipe pernyataan benar – salah tanpa koreksi • Tipe pernyataan benar – salah dengan koreksi • Tipe pernyataan benar salah serumpun

  28. Kebaikan • Dapat mencakup bahan yang luas dan tidak banyak makan tempat • Mudah memeriksanya • Dapat digunakan berulang kali • Dapat dilihat secara cepat dan objektif • Petunjuk cara mengerjakannya mudah dimengerti

  29. Kelemahan • Sering membingungkan • Mudah ditebak/diduga • Banyak masalah yang tidak dapat dinyatakan hanya dengan benar atau salah • Hanya dapat mengungkap daya ingatan dan pengenalan kembali

  30. Pedoman Menyusun Tes benar - salah • Tulislah huruf B – S pada permulaan masing-masing item • Usahakan jumlah soal yang dijawab benar dan salah sebanding, tetapi susunannya tidak beraturan • Hindari item yang masih bisa diperdebatkan • Hindari pernyataan yang persis sama dengan buku • Hindari kata-kata yang menunjukkan kecendrungan memberi saran

  31. Tes Pilihan Ganda • Tes yang terdiri dari pertanyaan atau pernyataan (statement) yang belum sempurna (disebut juga stem) dan beberapa alternatif pilihan jawaban (option) • Pilihan jawaban (0ption) terdiri dari jawaban yang benar dan jawaban yang salah disebut dengan pengecoh (distractor) yang memungkinkan orang tertarik memilihnya jika tidak betul-betul menguasai materi

  32. Kebaikan Tes Pilihan Ganda • Jumlah soal bisa banyak sehingga meawakili berbagai materi • Penskoran lebih mudah • Sangat tepat untuk jumlah peserta yang cukup banyak • Reliabilitasnya relatif lebih tinggi • Penilaiannya lebih objektif

  33. Kelemahan • Kemungkinan menerka cukup besar • Proses berpikir siswa tidak terlihat • Tidak dapat mengukur kemampuan verbal, dan problem solving • Penyusunan soal yang baik, sulit dan lama • Sulit membuat option yang benar-benar homogen

  34. Petunjuk Menyusun Tes Pilihan Ganda • Soal harus sesuai dengan tujuan (kompetensi dasar dan indikator) • Option harus berfungsi dan logis • Tiap soal harus punya option paling benar • Statemen dirumuskan dengan jelas • Statemen dan option harus berupa pernyataan yang penting saja • Statemen jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar

  35. Petunjuk Menyusun (Lanjutan) • Statemen jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda • Gambar, tabel, grafik, diagram dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas • Panjang option harus relatif sama • Option tidak boleh berbentuk “semua jawaban benar” atau “semua jawaban salah”

  36. Petunjuk Menyusun (Lanjutan) • Option yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan atau kronologis • Butir soal jangan bergantung dengan jawaban sebelumnya • Harus menggunakan bahasa yang standar dan komunikatif • Option jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian

  37. Teknik Penskoran • Dengan denda (hukuman S=R - W Skor = Benar - salah O – 1 Jlh option - 1 • Tanpa denda (hukuman) S = R atau Skor = Jawaban benar

  38. Penyusunan Tes • Menentukan tujuan tes • Mengidentifikasi hasil belajar yang akan diukur • Merinci materi pelajaran yang akan diukur • Menentukan hasil belajar yang spesifik sesuai dengan tujuan • Menyiapkan tabel spesifikasi • Mempedomani tabel spesifikasi dalam membuat tes

  39. Tes Menjodohkan (Matching) • Mirip dengan pilihan ganda, tetapi pada tes menjodohkan terdiri atas kumpulan soal dan kumpulan jawaban yang keduanya dikumpulkan pada dua kolom yang berbeda • Kolom sebelah kiri kumpulan soal dan kolom sebelah kanan kumpulan jawaban yang lebih banyak dari soal

  40. Kebaikan • Dapat dinilai dengan mudah dan objektif • Mudah untuk disusun • Dapat digunakan untuk menilai - teori dengan penemunya - sebab dan akibat - istilah dan definisinya

  41. Kelemahan • Cendrung menilai aspek ingatan saja • Tidak dapat menilai pengertian guna membuat kesimpulan

  42. Pedoman Penyusunan • Petunjuk soal hendaknya jelas dan singkat • Kumpulan soal diletakan di kiri dan kumpulan jawaban di kanan • Alternatif jawaban lebih banyak dari soal • Soal dan jawaban berada pada halaman yang sama • Gunakan kalimat yang singkat dan langsung terarah pada persoalan

  43. Bentuk Tes Jawaban Singkat • Soal yang menghendaki jawaban dalam bentuk kata, bilangan, simbul, nama tempat, nama tokoh, lambang, atau kalimat yang sudah pasti dan jawaban hanya dinilai benar dan salah • Yang diukur hanya kemampuan yang sederhana

  44. Kebaikan • Menyusun soal relatif mudah • Kecil kemungkinan jawaban menebak • Menuntut siswa menjawab dengan singkat dan tepat • Penilaiannya lebih objektif

  45. Kelemahan • Sukar mengukur hasil belajar yang komplek • Kesukaran menilai apabila tidak menuliskan kunci jawaban yang tepat • Kurang memberikan makna

  46. Pedoman Penulisan • Tidak dapat merencanakan lebih dari satu jawaban yang kelihatan logis • Jangan mengutip pertanyaan seperti buku • Semua tempat yang kosong harus sama panjang • Jangan memulai dengan titik-titik di awal kalimat

  47. Tabel Spesifikasi Menyusun Soal Evaluasi

  48. Tabel Spesifikasi Menyusun Soal Evaluasi

  49. Tabel Spesifikasi Menyusun Soal Evaluasi

  50. Tabel Spesifikasi Menyusun Soal Evaluasi

More Related