Download
slide1 n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 201 4 PowerPoint Presentation
Download Presentation
Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 201 4

Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 201 4

223 Views Download Presentation
Download Presentation

Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 201 4

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Sosialisasi Tata Cara RevisiAnggaran TahunAnggaran 2014 (PMK No. 07/PMK.02/2014, tanggal 13 Januari 2014) Jakarta, 27Januari 2014

  2. Pokok Pengaturan Hal-hal yang harus diperhatikan; 1 Ruang Lingkup Revisi Anggaran; 2 Kewenangan Penyelesaian Revisi Anggaran; 3 Mekanisme Pengesahan Revisi Anggaran; 4 Penyampaian Pengesahan Revisi Anggaran; 5 Batas Akhir Penerimaan Usul Revisi Anggaran; 6 Ketentuan Lain-lain; 7 Lampiran. 8

  3. 1 Hal-hal yang harus diperhatikan : • Beberapa tambahan/perubahan; • Penyederhanaan persyaratan dan mekanisme revisi anggaran; • Batasan Revisi Anggaran;

  4. a. Beberapa tambahan/perubahan…(1/4) • Ruanglingkuppengaturandiperluas, termasukRevisiAnggaranuntukBA BUN (BA 999), meliputi : • Pergeserananggarandari BA BUN PengelolaanBelanjaLainnya (BA 999.08) keBagianAnggaran K/L; • Pergeseranantarsubbagiananggarandalam BA BUN; • PergeserananggarandalamsatusubbagiananggaranBA BUN; • Pergeserananggarandari BA K/L ke BA BUN. • TambahanpengaturanterkaitRevisiAnggaranygmengakibatkanpaguanggaranberubah,meliputi : • Lanjutanpelaksanaankegiatan PNPM; • LanjutanpelaksanaankegiatanPenerusanPinjaman/Hibah; • PercepatanpelaksanaankegiatanPenerusanPinjaman/Hibah; • Percepatanrealisasi pelaksanaan proyek yang dananya bersumber dari SBSN PBS; • Perubahanpaguanggaranpembayarancicilanpokokutang; • PerubahanpaguanggaranPenyertaan Modal Negara (PMN); • Perubahanpaguanggarandalamrangkapenyesuaiankurs; • Penguranganalokasihibahluarnegeri; • Perubahanpaguanggaran transfer daerah.

  5. a. Beberapa tambahan/perubahan…(2/4) • Tambahan/perubahanpengaturanterkaitRevisiAnggarandalamhalpaguanggarantetap, meliputi : • Penghapusan/perubahancatatandalamhalaman IV DIPA; • Penambahancarapenarikan PHLN/PHDN; • Pergeseran anggarandalamrangkapenyelesaiantunggakantahun yang lalu; • Pergeserananggarandalamrangkapercepatanpencapaian output prioritasnasionaldan/atauprioritas K/L. • TambahanpengaturanterkaitRevisiAnggarankarenakesalahanadministratif,meliputi : • Ralatkodelokasi; • RalatkodeSatker; • Ralatrencanapenarikandanaataurencanapenerimaandalamhalaman III DIPA; • Ralat pencantuman volume Keluarandalam DIPA; • PerubahanPejabatPerbendaharaan.

  6. a. Beberapa tambahan/perubahan…(3/4) • PerubahanpengaturanterkaitbatasakhirpenerimaanusulRevisiAnggaran,meliputi : • RevisiAnggaranygbersifatreguler; • RevisiAnggaranygdikecualikan; • RevisiAnggarans.d. akhirDesember 2014. • Tambahanpengaturanterkaitketentuan lain-lainuntukRevisiAnggaranygbersifatkhusus,meliputi : • Batas akhirpenggunaandana Output Cadangan; • RevisiAnggaranterkait APBN-P TA 2014; • RevisiOtomatis; • Revisianggaranterkait DIPA Pengesahan; • PengesahanRevisiAnggarandalamrangkapenyusunan LKPP TA 2013; • RevisiAnggaranterkaitsisapekerjaan TA 2013.

  7. a. Beberapa tambahan/perubahan…(4/4) • Dalamrangkapengajuanusulrevisianggaran, Satkerwajib men-downloadADK RKA-K/L dari database RKA-K/L-DIPA KementerianKeuanganuntukmemastikan : • Posisi data terakhir RKA-K/L-DIPA yang akanmenjadiacuan data “Semula” dalammatriks“Semula-Menjadi”; • Data RKA-K/L-DIPA sudahdi-cleansingdanmemenuhikaidah SPAN; • TambahanpengaturanterkaitRevisiAnggaranpadaKanwil DJPBN,meliputi : • RevisiAnggaranpadaKanwil DJPBN mencakuppergeseranantarSatkerdalamsatuwilayahkerjaKanwil DJPBN ygmemungkinkanpaguanggaranSatkerberkurang. • Untukmemastikanprosesrevisinyadapatdilakukandandisahkan, makaSatker-SatkerygdirevisiharusmenyampaikanusulrevisikpdKanwil DJPBN dlmwaktuygbersamaan.

  8. b. Penyederhanaan Persyaratan dan Mekanisme Revisi Anggaran...(1/2) • Penyederhanaan Persyaratan Revisi Anggaran : • Persyaratan RevisiAnggaranpada DJA : • Surat Usulan RevisiAnggarandari Eselon I K/L; • Matriks Semula-Menjadi; • SPTJM dari Eselon I K/L; • RKA Satker; • ADK RKA-K/L-DIPA Revisi; • Dokumen terkaitpenghapusancatatanHalaman IV DIPA. • Persyaratan RevisiAnggaranpada Kanwil DJPBN : • Surat Usulan RevisiAnggarandari KPA; • Matriks Semula-Menjadi; • SPTJM dari KPA; • RKA Satker; • Copy DIPA terakhir; • ADK RKA-K/L-DIPA Revisi; • Dokumen terkait (persetujuanEselon I, verifikasi BPKP/APIP K/L, BA Rekonsilisasi KPPN).

  9. b. Penyederhanaan Persyaratan dan Mekanisme Revisi Anggaran...(2/2) • Penyederhanaan Mekanisme Revisi Anggaran : • Mekanisme RevisiAnggaranpada DJA : • PengesahanRevisiAnggaranygmengakibatkanperubahanpagu, tidakdiikutidenganpengesahanRevisi DIPA Induk; • SuratPengesahanRevisiAnggaranoleh DJA, disampaikankpdEselon I pengusulrevisidanDirekturJenderalPerbendaharaanc.q. DirekturSistemPerbendaharaan; • Mekanisme RevisiAnggaranyg memerlukan persetujuan DPR-RI : • Usulan RevisiAnggarandiajukanolehMenteri/PimpinanLembagac.q. Sekretaris Jenderal/Sekretaris Utama/ Sekretaris/Pejabat Eselon I K/L kepadaPimpinan DPR-RI untukmendapatpersetujuan; • BerdasarkanpersetujuanPimpinan DPR-RI, Sekretaris Jenderal/Sekretaris Utama/ Sekretaris/Pejabat Eselon I K/L mengajukanusulanrevisianggarankpd DJA.

  10. c. BatasanRevisi Anggaran RevisiAnggarandapatdilakukansepanjangtidakmengurangialokasianggaran; RevisiAnggarandapatdilakukandengantetapmemperhatikanketentuan untuk hal-hal yang dibatasi atau dilarang didanai dari APBN; RevisiAnggarandapatdilakukansepanjangtidakmengurangi volume Keluaran yang telahditetapkandalam DIPA; RevisiAnggaranberupapergeseranantarKegiatandapatdilakukansepanjangtidakmengurangi volume Keluaran yang telahditetapkandalam DIPA dandigunakanuntukhal-halygbersifatprioritas, mendesak, darurat, dantidakdapatditunda.

  11. c.1. TidakMengurangiAlokasiAnggaran Revisianggarandapatdilakukansepanjangtidakmengurangialokasianggaranuntuk : • Kebutuhanbiayaoperasional Satkerkecualiuntukmemenuhibiayaoperasionalpada Satker lain sepanjang masih dalam peruntukan yang sama; • Alokasi tunjangan profesi guru/dosen dan tunjangan kehormatan profesorkecuali untuk memenuhi tunjangan profesi guru/dosen dan tunjangan kehormatan profesorpada Satker lain; • Kebutuhan pengadaan bahan makanandan/atauperawatantahanan untuk tahanan/narapidana kecuali untuk memenuhi kebutuhan pengadaan bahan makanandan/atauperawatantahanan untuk tahanan/narapidana pada Satker lain; • Pembayaran berbagai tunggakan; • Rupiah murnipendamping(RMP) sepanjangpaketpekerjaanmasihberlanjut (on-going); dan/atau • Paketpekerjaanyang telahdikontrakkandan/ataudirealisasikandananyasehinggamenjadi minus.

  12. c.2. Hal-hal yang dibatasiataudilarang Catatan : • Hal-hal yang dibatasi dan dilarang untuk didanai dari APBN; • Tata cara reviu RKA-K/L oleh APIP K/L dan tata cara penelaahan RKA-K/L oleh DJA. Revisi Anggaran dapat dilakukan dengan memperhatikanketentuanmengenaipenyusunandanpenelaahan RKA-K/L sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai petunjuk penyusunan dan penelaahan RKA-K/L.

  13. c.3. TidakMengurangi Volume Keluaran • Revisi Anggaran dapat dilakukan sepanjangtidakmengurangivolume Keluaran yang telahditetapkandalam DIPA. • DalamhalterdapatperubahanprioritaspenggunaananggaranatauperubahankebijakanPemerintahataukeadaankahar yang mengakibatkan volume Keluarandalam DIPA berkurang, usulpengurangan volume Keluarandiatur dgn ketentuan sbb: • Dalam hal volume Keluaran yang berkurang mrpvolume Keluaran dari Kegiatan Prioritas Nasional, usul pengurangan volume Keluaran disampaikankpdKementerianPerencanaan/BappenassbgacuanperubahanRencanaKerja K/L dan RKP 2014. • Dalam hal volume Keluaran yang berkurang mrp volume Keluaran dari Kegiatan Prioritas K/L, usul pengurangan volume Keluaran disampaikankpdMenteri/Pimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran. • BerdasarkanpersetujuandariKementerianPerencanaan/ Bappenas dan/atauMenteri/PimpinanLembaga, SekretarisJenderal/SekretarisUtama/Sekretaris/PejabatEselon I Kementerian/LembagamengajukanusulrevisianggarankepadaDirekturJenderalAnggaran.

  14. c.4. PergeserananggaranantarKegiatan • PergeserananggaranantarKegiatandapatdilakukansepanjangtidakmengurangi volume Keluaran yang telahditetapkandalam DIPA dandigunakanuntukhal-hal yang bersifatprioritas, mendesak, kedaruratan, atau yang tidak dapat ditunda. • Hal-hal yang bersifatprioritas, mendesak, kedaruratan, atau yang tidakdapatditundamerupakan kegiatan-kegiatan K/L yang telahditetapkandalamRencana Kerja K/L Tahun 2014 dan/ataukebijakanPemerintah yang ditetapkandalamtahunanggaran 2014. • PergeserananggaranantarKegiatanharus dilengkapi SuratPernyataanTanggungJawabMutlak (SPTJM) yang ditandatangani oleh KuasaPenggunaAnggarandan surat persetujuan dari pejabatEselon I sebagaipenanggungjawab Program.

  15. 2 RuangLingkupRevisiAnggaran : • Ruanglingkuprevisianggaran; • Revisianggarandalamhalpaguberubah; • Revisianggarandalamhalpagutetap; • Perubahan/ralatkesalahanadministratif.

  16. a.Ruang Lingkup Revisi Anggaran • RuanglingkupRevisiAnggaranmeliputi : • PerubahanrinciananggaranpadaBagianAnggaranKementerian Negara/Lembaga (BA K/L); dan • PerubahanrinciananggaranpadaBagianAnggaranBendaharaUmum Negara (BA BUN). • Perubahanrinciananggaranpada BA K/L dan BA BUN terdiriatas: • Revisi Anggaran dalam hal pagu anggaran berubah; • Revisi Anggaran dalam hal pagu anggaran tetap; • Perubahan/ralat kesalahan administratif;

  17. b.Revisi Anggaran dalam hal pagu Berubah...(1/2) Jenisrevisianggarandalamhalpaguberubah (bertambah/berkurang) terdiriatas : perubahananggaranbelanjaygbersumberdari PNBP; lanjutan pelaksanaan Kegiatan yang dananya bersumber dari PHLN dan/atau PHDN; percepatanPenarikan PHLN dan/atau PHDN; penerimaan Hibah Luar Negeri (HLN)/Hibah Dalam Negeri (HDN) setelah UU mengenai APBN TA 2014 ditetapkan; penerimaan hibah langsung dalam bentuk uang; penggunaan anggaran belanja yang bersumber dari PNBP di atas pagu APBN untuk Satker BLU; pengurangan alokasi pinjaman proyek luar negeri; perubahan paguanggaranpembayaranSubsidiEnergi; perubahanpaguanggaranpembayaranbungautang;

  18. b.Revisi Anggaran dalam hal pagu Berubah...(2/2) Lanjutanpelaksanaankegiatan PNPM; LanjutanpelaksanaankegiatanPenerusanPinjaman; PercepatanpelaksanaankegiatanPenerusanPinjaman; LanjutanpelaksanaankegiatanPenerusanHibah; PercepatanpelaksanaankegiatanPenerusanHibah; Percepatanrealisasi pelaksanaan proyek yang dananya bersumber dari SBSN PBS; Perubahanpaguanggaranpembayarancicilanpokokutang; PerubahanpaguanggaranPenyertaan Modal Negara (PMN); Perubahanpaguanggarandalamrangkapenyesuaiankurs; Penguranganalokasihibahluarnegeri; dan/atau Perubahanpaguanggaran transfer daerah.

  19. c.Revisi Anggaran dalam hal pagu Tetap…(1/4) • Jenis revisi anggaran untukpagu anggaran tetap pada level Program ataudalamsatu Program: • PergeserandalamsatuKeluaran, satuKegiatandansatuSatker; • PergeseranantarKeluaran, satuKegiatandansatuSatker; • PergeserandalamKeluaranygsama, KegiatanygsamadanantarSatkerdalamsatuwilayahkerjaKanwil DJPBN; • PergeserandalamKeluaranygsama, KegiatanygsamadanantarSatkerdalamwilayahkerjaKanwil DJPBN ygberbeda; • PergeseranantarKeluaran, Kegiatan yang samadanantarSatkerdalamsatuwilayahkerjaKanwil DJPBN; • PergeseranantarKeluaran, Kegiatan yang samadanantarSatkerdalamwilayahkerjaKanwil DJPBN ygberbeda; • PergeseranantarKegiatan dalam satuSatker;

  20. c.Revisi Anggaran dalam hal pagu Tetap…(2/4) • PergeseranantarKegiatandanantarSatkerdalamsatuwilayahkerjaKanwil DJPBN; • PergeseranantarKegiatandanantarSatkerdalamwilayahkerjaKanwil DJPBN ygberbeda; • Penghapusan/perubahancatatandalamhalaman IV DIPA; • Penambahancarapenarikan PHLN/PHDN; • Pergeserananggarandalamrangkapenyelesaianinkracht; • Penggunaandana Output Cadangan; • Penambahan/perubahan rumusan kinerja; • PerubahanKomposisiinstrumenpembiayaanutang; dan/atau • PergeserananggarandalamsatusubbagiananggaranBA BUN.

  21. c.Revisi Anggaran dalam hal pagu Tetap…(3/4) • Rincianrevisi anggaran, khususuntukangka 1) s.d. 9): • Pergeserananggarandanpenambahan volume Keluaran; • Pergeserananggarandan volume Keluarantetap; • Pergeseranantarjenisbelanja; • Pergeserananggarandalamrangkamemenuhikebutuhanbiayaoperasional; • Pergeserananggarandalamrangkamemenuhikebutuhanselisihkurs; • Pergeseran anggarandalamrangkapenyelesaiantunggakantahun yang lalu; • Pergeseran rincian anggaran untuk Satker BLU yg sumber dananya berasal dari PNBP; • Pergeseran dalam satu provinsi/kabupaten/kota untuk Kegiatan dalam rangka Tugas Pembantuan dan Urusan Bersama, atau dalam satu provinsi untuk Kegiatan dalam rangka Dekonsentrasi; • Pergeserananggarandalamrangkapembukaankantorbaru; • Pergeserananggarandalam rangkapenyelesaiankegiatan-kegiatanpembangunaninfrastruktursertarehabilitasidanrekonstruksibencanaalamtahun 2013; • Pergeserananggarandalamrangkatanggapdaruratbencana; dan/atau • Pergeserananggarandalamrangkapercepatanpencapaian output prioritasnasionaldan/atauprioritas K/L.

  22. c.Revisi Anggaran dalam hal pagu Tetap…(4/4) • Jenis revisi anggaran untukpagu anggaran tetap pada level APBN atauantar Program: • Pergeserananggarandari BA BUN PengelolaanBelanjaLainnya (BA 999.08) keBagianAnggaran K/L; • PergeseranantarsubbagiananggarandalamBagianAnggaran 999 (BA BUN); • Pergeserananggarandalamrangkapenyelesaianinkracht; • Pergeserananggarandari BA K/L ke BA BUN;

  23. d.Perubahan/ralat kesalahan Administratif…(1/2) ralat kode akun sesuai kaidah akuntansi sepanjang dalam peruntukan dan sasaran yang sama; ralatkodeKPPN dalamsatuwilayahkerjaKanwil DJPBN; ralatkodeKPPN dalamwilayahkerjaKanwil DJPBN ygberbeda; perubahan nomenklatur Bag Anggaran atau Satker sepanjang kode tetap; ralat kode nomor register PHLN/PHDN; ralat kodekewenangan; ralat kodelokasidan lokasi KPPN dalam 1 (satu) wilayahkerjaKanwil DJPBN; ralat kodelokasidalamwilayahkerjaKanwil DJPBN yang berbeda dan lokasi KPPN dalam 1 (satu) wilayahkerjaKanwil DJPBN; ralatkodelokasidan lokasi KPPN dalamwilayahkerjaKanwil DJPBN yang berbeda; RalatkodeSatker;

  24. d.Perubahan/ralat kesalahan Administratif…(2/2) ralat cara penarikan PHLN/PHDN; ralat pencantuman volume, jenis, dan satuan Keluaran yang berbedaantaraRKA-K/L danRKP atau hasil kesepakatanDPR-RI dg Pemerintah; ralatrencanapenarikandanaataurencanapenerimaandalamhalaman III DIPA; ralat pencantuman volume Keluarandalam DIPA; dan/atau perubahanPejabatPerbendaharaan.

  25. Lanjutan Pelaksanaan Kegiatan PNPM • Perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya lanjutan pelaksanaan PNPM bersifat menambah pagu anggaran belanja TA 2014. • Lanjutan PNPM terdiri atas: • PNPM Mandiri Perdesaan; • PNPM Mandiri Perkotaan; • Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP); dan • Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW). • Pelaksanaan lanjutan PNPM dapat dilaksanakan s.d. akhir April 2014. • Pengajuan usulan lanjutan PNPM disampaikan kepada Kepala Kanwil DJPBN dalam bentuk Revisi Anggaran paling lambat tgl 31 Januari 2014. • Pengajuan usulan Revisi Anggaran dilakukan sbb : • KPA melakukan rekonsilisasi dg KPPN, dituangkan dalam Berita Acara Rekonsiliasi (BAR) paling lambat 15 Jan 2014; • KPPN menyampaikan BAR kpd Kanwil DJPBN paling lambat 22 Jan 2014; • Berdasarkan BAR, KPA mengajukan usulan Rervisi Anggaran kpd Kanwil DJPBN paling lambat 31 Jan 2014.

  26. Perubahan anggaran dlm rangka penyesuaian kurs Perubahan pagu anggaran dalam rangka penyesuaian kurs merupakan penyesuaian besaran nilai rupiah dalam DIPA terhadap Kegiatan yang sumber dananya berasal dari pinjaman luar negeri dan tata cara penarikannya dilakukan secara direct payment atau Letter of Credit (L/C). Penyesuaian besaran nilai rupiah dalam DIPA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung berdasarkan nilai valas yang sama dan nilai kurs mengikuti tarif kurs yang digunakan saat transaksi dan dituangkan dalam withdrawal application (WA).

  27. Pengurangan alokasi Hibah Luar Negeri • Perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya pengurangan alokasi hibah luar negeri bersifat mengurangi pagu anggaran belanja TA 2014. • Pengurangan alokasi hibah luar negeri dilakukan dalam hal: • paket Kegiatan/proyek yang didanai dari hibah luar negeri telah selesai dilaksanakan, target kinerjanya telah tercapai dan sisa alokasi anggarannya tidak diperlukan lagi; atau • adanya pembatalan pemberian hibah luar negeri; • Pengurangan alokasi hibah luar negeri dapat mengakibatkan berkurangnya volume Keluaran dalam DIPA. • Dana Rupiah Murni Pendamping (RMP) yang telah dialokasikan untuk paket Kegiatan/proyek, dapat digunakan/direalokasi untuk mendanai Rupiah Murni Pendamping (RMP) pada paket Kegiatan/proyek yang lain atau diubah menjadi Rupiah Murni untuk mendanai kegiatan prioritas lain dan menambah volume Keluaran.

  28. Penghapusan/perubahan Catatan dlm Hal IV DIPA • Perubahan karena penghapusan/perubahan catatan dalam halaman IV DIPA mrp penghapusan/perubahan sebagian atau seluruh catatan dalam halaman IV DIPA pada alokasi yang ditetapkan untuk mendanai suatu Kegiatan. • Penghapusan/perubahan catatan dalam halaman IV DIPA terdiri atas: • penghapusan/perubahan catatan dalam halaman IV DIPA karena masih memerlukan persetujuan DPR RI; • karena harus dilengkapi dasar hukum pengalokasiannya dan/atau dokumen terkait; • karena masih harus dilengkapi loan agreement atau nomor register; • karena masih harus didistribusikan ke masing-masing satker; • karena masih memerlukan penelaahan dan/atau persetujuan Kementerian Perencanaan/Bappenas; • karena masih memerlukan reviu BPKP; dan/atau • penghapusan/perubahan catatan dalam halaman IV DIPA yang dicantumkan oleh APIP K/L karena masih harus dilengkapi dokumen pendukung.

  29. Penghapusan/perubahan Catatan ....(2/2) Penghapusan/perubahan catatan dalam halaman IV DIPA dapat dilakukan setelah persyaratan dipenuhi dengan lengkap. Dalam hal persetujuan DPR RI sbgmn dimaksud pada ayat (2) huruf a isinya berbeda dengan rincian yang dituangkan dalam RKA-K/L dan DIPA, penghapusan/perubahan catatan dalam halaman IV DIPA dapat dilakukan setelah dilakukan penelaahan antara Kementerian/Lembaga, Kementerian Perencanaan/Bappenas, dan Kementerian Keuangan. Tata cara penelaahan sbgmn dimaksud pada ayat (4) dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai petunjuk penyusunan dan penelahaan RKA-K/L.

  30. Pergeseran anggaran dlm rangka penyelesaian tunggakan tahun yg lalu • Pergeseran anggaran dalam rangka penyelesaian tunggakan tahun yang lalu dapat dilakukan sepanjang tidak mengurangi volume Keluaran dalam DIPA. • Dalam hal jumlah seluruh tunggakan per DIPA per Satker nilainya: • sampai dengan Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah), harus dilampiri SPTJM dari Kuasa Pengguna Anggaran; • di atas Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) sampai dengan Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah), harus dilampiri hasil verifikasi dari APIP K/L; dan • di atas Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah), harus dilampiri hasil verifikasi dari BPKP setempat. • Dalam hal tunggakan tahun lalu terkait dengan: • belanja pegawai khusus gaji dan tunjangan yang melekat pada gaji; • uang makan; • belanjaperjalanan dinas pindah; • Langganan daya dan jasa; • Tunjangan profesi guru/dosen;

  31. Pergeseran anggaran dlm rangka penyelesaian tunggakan tahun yg lalu....(2/2) • tunjangan kehormatan profesor; • tunjangan tambahan penghasilan guru PNS; • tunjangan kemahalan hakim; • tunjangan hakim adhoc; • imbalan jasa layanan Bank/Pos Persepsi; • bahan makanan dan/atau perawatan untuk tahanan/narapidana; • pembayaran provisi benda meterai, • yang alokasi dananya tidak cukup tersedia atau belum dibayarkan pada tahun sebelumnya, dapat dibebankan pada DIPA tahun anggaran berjalan tanpa melalui mekanisme revisi DIPA sepanjang alokasi anggaran untuk peruntukan yang sama sudah tersedia. • Untuk tunggakan lain dan/atau tunggakan yang alokasi anggarannya belum tersedia, dapat dibebankan pada DIPA tahun anggaran berjalan, dengan ketentuan sebagai berikut: • merupakan tagihan atas pekerjaan/penugasan yang alokasi anggarannya cukup tersedia pada DIPA tahun lalu; dan • pekerjaan/penugasannya telah diselesaikan tetapi belum dibayarkan sampai dengan akhir tahun anggaran lalu.

  32. Kewenangan Penyelesaian RevisiAnggaran : • Revisi Anggaran pada DJA; • Revisi Anggaran pada Kanwil DJPBN; • Revisi Anggaran yg memerlukan persetujuan Eselon I K/L; • Revisi Anggaran pada KPA; • Revisi Anggaran yg memerlukan persetujuan DPR-RI. 3

  33. a.RevisiAnggaranpada DJA…(1/3) PaguBerubah • perubahananggaranbelanja yang bersumberdari PNBP; • percepatanPenarikan PHLN dan/atau PHDN; • penerimaan HLN/HDN setelah UU APBN TA 2014 ditetapkan; • penguranganalokasipinjamanproyekluarnegeri; • perubahanpaguanggaranpembayaranSubsidiEnergi; • perubahanpaguanggaranpembayaran bungautang; • lanjutan pelaksanaan Kegiatan dalamrangkapenerusanpinjaman; • percepatanpelaksanaan Kegiatan dalamrangkapenerusanpinjaman; • lanjutan pelaksanaan Kegiatan dalamrangkapenerusanhibah; • percepatanpelaksanaan Kegiatan dalamrangkapenerusanhibah; • percepatanrealisasi pelaksanaan proyek yang dananya bersumber dari SBSN PBS; • perubahanpaguanggaranpembayarancicilanpokokutang; • perubahanpaguanggaranPenyertaan Modal Negara (PMN); • perubahanpaguanggarandalamrangkapenyesuaiankurs; • penguranganalokasihibahluarnegeri; dan/atau • perubahan pagu anggaran transfer ke daerah.

  34. a.RevisiAnggaranpada DJA…(2/3) PaguTetap • pergeseran dalam Keluaran yang sama, Kegiatan yang sama dan antar Satker dalam wilayah kerja Kanwil DJPBN ygberbeda; • pergeseran antar Keluaran, Kegiatan yang sama dan antar Satker dalam wilayah kerja Kanwil DJPBN ygberbeda; • pergeseran antar Kegiatan dan antar Satker dalam wilayah kerja Kanwil DJPBN yang berbeda; • penghapusan/perubahancatatandalamhalaman IV DIPA; • penambahancarapenarikan PHLN/PHDN; • pergeseran anggaran dalam rangka penyelesaian inkracht; • penggunaan dana Output Cadangan; • penambahan/perubahan rumusan kinerja; • perubahan komposisi instrumenpembiayaanutang; • pergeseran anggaran dalam satu subbagian anggaran BA BUN. • pergeserananggarandari BA BUN PengelolaanBelanjaLainnya (BA 999.08) keBagianAnggaran K/L; • pergeseranantarsubbagiananggarandalam BA BUN; dan/atau • pergeserananggarandari BA K/L ke BA BUN.

  35. a.RevisiAnggaranpada DJA…(3/3) RalatAdministratif ralatkode Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dalamwilayahkerjaKanwil DJPBN ygberbeda; ralatkodekewenangan; ralatkodelokasidan lokasi KPPN dalamwilayahkerjaKanwil DJPBN yang berbeda; ralatkodeSatker; dan/atau ralatpencantuman volume, jenis, dansatuanKeluaran yang berbedaantara RKA-K/L dan RKP atauhasilkesepakatan DPR-RI denganPemerintah.

  36. b.RevisiAnggaranpadaKanwil DJPBN…(1/3) PaguBerubah • lanjutanpelaksanaanKegiatan yang dananyabersumberdari PHLN dan/atau PHDN; • penerimaan hibahlangsungdalambentukuang; • lanjutan pelaksanaan Program/Kegiatan NasionalPemberdayaanMasyarakat (PNPM); dan/atau • penggunaananggaranbelanja yang bersumberdari PNBP diataspagu APBN untukSatker BLU.

  37. b.RevisiAnggaranpadaKanwil DJPBN…(2/3) PaguTetap • pergeserandalam 1 (satu) Keluaran, 1 (satu)Kegiatandan 1 (satu)Satker; • pergeseranantarKeluaran, 1 (satu) Kegiatandan1 (satu)Satker; • pergeserandalamKeluaran yang sama, Kegiatan yang samadanantarSatkerdalam 1 (satu) wilayahkerjaKanwil DJPBN; • pergeseranantarKeluaran, Kegiatan yang samadanantarSatkerdalam 1 (satu) wilayahkerjaKanwil DJPBN; • pergeseranantarKegiatan dalam 1 (satu)Satker; dan/atau • pergeseranantarKegiatandanantarSatkerdalam 1 (satu) wilayahkerjaKanwil DJPBN.

  38. b.RevisiAnggaranpadaKanwil DJPBN…(3/3) RalatAdministratif • ralat kode akun sesuai kaidah akuntansi sepanjang dalam peruntukan dan sasaran yang sama; • ralatkodeKPPN dalam 1 (satu) wilayahkerjaKanwil DJPBN; • perubahan nomenklatur Bagian Anggaran dan/atau Satker sepanjang kode tetap; • ralatkodenomor register PHLN/PHDN; • ralatkodelokasidan lokasi KPPN dalam 1 (satu) wilayahkerjaKanwil DJPBN; • ralatkodelokasidalam wilayahkerjaKanwil DJPBN yang berbeda dan lokasi KPPN dalam 1 (satu) wilayahkerjaKanwil DJPBN; • ralatcarapenarikan PHLN/PHDN; • ralat rencana penarikan dana atau rencana penerimaan dalam halaman III DIPA; • Ralatpencantuman volume Keluarandalam DIPA; dan/atau • PerubahanPejabatPerbendaharaan.

  39. c.RevisiAnggaranygmemerlukanpersetujuanEselon I K/L • pergeserandalamKeluaran yang sama, Kegiatan yang samadanantarSatkerdalam 1 (satu) wilayahkerjaKanwil DJPBN; • pergeserandalamKeluaran yang sama, Kegiatan yang samadanantarSatkerdalamwilayahkerjaKanwil DJPBN yang berbeda; • pergeseran antar Keluaran, Kegiatan yang sama dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kanwil DJPBN; • pergeseran antar Keluaran, Kegiatan yang sama dan antar Satker dalam wilayah kerja Kanwil DJPBN yang berbeda; • pergeseranantarKegiatandalam1 (satu) Satker; • pergeseran antar Kegiatan dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kanwil DJPBN; • pergeseran antar Kegiatan dan antar Satker dalam wilayah kerja Kanwil DJPBN yang berbeda;dan/atau • penambahan cara penarikan PHLN/PHDN.

  40. d.RevisiAnggaranpada KPA • pergeseran dalam1 (satu)Keluaran, 1 (satu)Kegiatandan1 (satu)Satker; dan/atau • pergeseranantarKeluaran, 1 (satu) Kegiatandan1 (satu) Satker. • Revisi Anggaran pd KPA dilaksanakan dengan ketentuansbb : • dalam hal Revisi Anggaran mengakibatkan perubahan DIPA Petikan, KPA menyampaikan usul Revisi Anggaran kepada KanwilDJPBN;dan • dalam hal Revisi Anggaran tidakmengakibatkan perubahan DIPA Petikan, KPA mengubah ADK RKA Satker berkenaanmelaluiaplikasi RKA-K/L-DIPA, mencetakPetunjukOperasionalKegiatan(POK), dan KPA menetapkanperubahan POK.

  41. e.RevisiAnggaran yang MemerlukanPersetujuan DPR-RI

  42. Mekanisme PengesahanRevisiAnggaran : • RevisiAnggaranoleh KPA; • Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuanEselon I; • PengesahanrevisianggaranolehKanwil DJPBN; • Pengesahanrevisianggaranoleh DJA; • Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan DPR-RI. 4

  43. a. Revisi AnggaranolehKPA 4 KPA • KPA menyiapkan: • Suratusulanrevisi; • Download ADK RKA-K/L untmenyusunMatriksSemula-Menjadi; • Update ADK RKA-K/L; • Dokumenpendukung; • SPTJM. 2 1 • Melakukanrevisianggaran. DIPA Petikanberubah? Y N 3 • Update ADK RKA-K/L; • Cetak POK; • Menetapkan POK. 5 Kanwil DJPB

  44. b. Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan Eselon I 1 2 6 KPA KPA Eselon I Eselon I KPA • Melampirkan: • SuratUsulanrevisi; • Data dan Dokumen Pendukung • MenelitiSuratusulanrevisi; • Mengecekkewenangan; • MemeriksakelengkapanDokumenpendukung; • Eselon I menyiapkan: • Suratusulanrevisi; • Data dan Dokumen Pendukung 3 RevisiSetuju? Srt. Penolakan Esln I N Y 7 4 Y N Kewenangan Kanwil DJPB? DJA Srt. Persetujuan Esln I 5 Kanwil DJPB

  45. c. Revisi Anggaran olehKanwil DJPB 3 Eselon I Surat Persetujuan Eselon I • Meneliti usulan Revisi Anggaran dan menerbitkan persetujuan revisi anggaran 5 1 Kanwil DJPB Y KPA Persetujuan Esln I N • MenelitiSuratusulanrevisianggarandankelengkapanDokumenpendukung; 4 • SuratUsulanRevisiAnggaran; • Data dan Dokumen Pendukung 2 7 6 Revisi DIPA Setuju? Y N • Upload ke server RKA-K/L-DIPA • Suratpenolakanrevisi. 10 9 8 • Notifikasidarisistem : • pengesahanrevisi; • Kode digital stamp ygbaru. KPA • Suratpengesahanrevisi, dilampiriNotifikasi. KPPN

  46. d. Revisi Anggaran oleh DJA 2 APIP K/L DJA 4 DokumenLengkap? 1 • MereviuSuratusulanrevisianggarandankelengkapanDokumenpendukung; • MenelitiSuratusulanrevisianggarandankelengkapanDokumenpendukung; Eselon I Y • Suratusulanrevisi; • Data dan Dokumen Pendukung N 3 Y 5 Paguberubah? Penelaahan N 7 DJA Y N 6 Revisi DIPA Setuju? • Pencetakan DHP RKA-K/L. • Suratpeno-lakanrevisi. 11 8 9 Esl. I 10 • Upload ke server RKA-K/L-DIPA • Notifikasidarisistem : • persetujuanrevisi; • Kode digital stamp ygbaru. • Suratpengesahanrevisi, dilampiriNotifikasi. Dit. SP DJPBN

  47. e. Revisi yang Memerlukanpersetujuan DPR-RI 5 1 2 • MenelitiSuratusulanrevisi; • Mengecekkewenangan; • MemeriksakelengkapanDokumenpendukung; • Suratusulanrevisi; • Matriks perubahansemula-menjadi; • Surat persetujuan DPR • ADK RKA-K/L DIPA MereviuSuratusulanrevisianggarandankelengkapanDokumenpendukung; Persetujuan DPR 3 Usulan Persetujuan DPR Usulan Revisi Apakahdisetujui? N 6 4 Menerbitkkansuratpernolakanrevisi; Y Selesai 7 • Cetak DHP • Upload ke server RKA-K/L-DIPA; 8 9 • Notifikasidarisistem : • persetujuanrevisi; • Kode digital stamp yang baru. Suratpersetujuanrevisi, dilampiriNotifikasi.

  48. PenyampaianPengesahanRevisiAnggaran : • PengesahanRevisiAnggaranoleh DJA; • PengesahanRevisiAnggaranolehKanwil DJPBN; 5

  49. a. PengesahanRevisiAnggaranoleh DJA • PengesahanRevisi Anggaran yang ditetapkan oleh DJA disampaikan kepada : • Sekretaris Jenderal/Sekretaris Utama/Sekretaris/Pejabat Eselon I Kementerian/Lembaga yang bersangkutan; dan • DirekturJenderalPerbendaharaanc.q. DirekturSistemPerbendaharaan. • Tembusan kepada: • Menteri/Pimpinan Lembaga; • KetuaBadanPemeriksaKeuangan; • Gubernur; • DirekturJenderalPerbendaharaanc.q. DirekturAkuntansidanPelaporanKeuangandanDirekturPelaksanaanAnggaran; dan • Kepala Kantor Wilayah DirektoratJenderalPerbendaharaanterkait.

  50. b. PengesahanRevisiAnggaranolehKanwil DJPBN • PengesahanRevisi Anggaran yang ditetapkan oleh Kanwil DJPBN disampaikan kepada : • KuasaPenggunaAnggaran; dan • KPPNterkait. • Tembusan kepada: • Menteri/Pimpinan Lembaga; • KetuaBadanPemeriksaKeuangan; • Gubernur; • DirekturJenderalAnggaran; dan • DirekturJenderalPerbendaharaanc.q. DirekturAkuntansidanPelaporanKeuangandanDirekturPelaksanaanAnggaran.