1 / 14

OLEH : WITRI HASTUTI, S.Kep, Ns STIKES KARYA HUSADA SEMARANG 2008

ASKEP PADA GANGGUAN SISTEM MUSKULOSKELETAL. OLEH : WITRI HASTUTI, S.Kep, Ns STIKES KARYA HUSADA SEMARANG 2008. PENGKAJIAN UMUM. RIWAYAT KEPERAWATAN Data biografi Riwayat perkembangan Riwayat sosial (pendidikan, pekerjaan)

garnet
Download Presentation

OLEH : WITRI HASTUTI, S.Kep, Ns STIKES KARYA HUSADA SEMARANG 2008

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. ASKEP PADA GANGGUAN SISTEM MUSKULOSKELETAL OLEH : WITRI HASTUTI, S.Kep, Ns STIKES KARYA HUSADA SEMARANG 2008

  2. PENGKAJIAN UMUM • RIWAYAT KEPERAWATAN • Data biografi • Riwayat perkembangan • Riwayat sosial (pendidikan, pekerjaan) • Riwayat kesehatan masa lalu (trauma, arthritis, osteomielitis). Riwayat pengobatan misal : kortikosteroid dapat menimbulkan kelemahan otot.

  3. Riwayat kesehatan sekarang (keluhan utama) - Nyeri (PQRST) - Kekuatan sendi (tempat kekakuan, lama, waktu) - Bengkak : berapa lama, tindakan mengatasi bengkak, adakah tanda inflamasi atau infeksi lain - Deformitas dan imobilitas: kapan, tiba-tiba atau bertahap, membaik atau memburuk dengan aktivitas, adakah alat bantu -Perubahan sensori: adakah perubahan rasa pd bag. Tubuh tertentu mis rasa terbakar. Saraf tertekan----menurunnya sensori.

  4. Keadaan tubuh yang lain : gejala kardiovaskuler (takikardi dan hipertensi---pirai), kulit kering----carpal tunnel syndrome. • Riwayat keluarga: untuk menentukan hubungan genetik---artritis, spondilitis ankilosis, gout/pirai • Riwayat diit:obesitas, kurang intake kalsium, konsumsi vit. A, D, kalsium • Aktivitas kegiatan sehari-hari: kebiasaan membawa benda berat, kurang aktivitas---tonus otot menurun

  5. PEMERIKSAAN FISIK • MENGUKUR KEKUATAN OTOT 0 (Zero) : kontraksi (-) saat dipalpasi, paralisis 1 (Trace):kontraksi (+), tapi gerakan (-) 2 (Poor):mlkkn. ROM scr penuh dengan bantuan 3 (Fair): ROM (+), lawan gravitasi (+), tahanan(-) 4 (Good) : ROM (+), gravitasi (+), melawan tahanan sedang 5 (Normal) : ROM (+), lawan gravitasi (+), lawan tahanan penuh.

  6. PERKUSI : menget. Cairan rongga sendi • AUSKULTASI : kelainan vaskuler dan krepitasi • OBSERVASI : - Postur klien - Kelurusan servikal, torakal, lumbal - Gerakan sendi,kekakuan sendi, kelemahan otot, deformitas -Deformitas spinal:kifosis,skoliosis,lordosis

  7. PEMERIKSAAN PSIKOSOSIAL • PEMERIKSAAN PENUNJANG • Laboratorium :kalsium, fosfor, alkalin, enzim otot (CPK, LDH) • Radiologi : rontgen, myelografi, CT Scan • Biopsi tulang : teknik tertutup dan terbuka • Biopsi Otot : mendiagnosa atrofi dan peradangan.

  8. E. EMG (Elektromiografi) : potensi elektrik otot. Mendiagnosa kerusakan neuromuskuleer F. Arthroscopy : untuk persendian G. MRI : mengidentifikasi masalah-masalah pada otot, tendon, dan ligamen. H. USG : mendeteksi gang. pada jaringan lunak mis: adanya massa dan akumulasi cairan.

  9. DIAGNOSA KEPERAWATAN • Gangguan mobilitas • Gangguan rasa nyaman : nyeri • Perubahan eliminasi BAB : konstipasi • Resiko injuri/cedera • Gangguan integritas kulit • Cemas • Tidak efektifnya koping individu • Kurang pengetahuan • Gangguan konsep diri : body image (citra tubuh) • Kurang mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari

  10. PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI • Istirahat • Terapi fisik (terapi panas, terapi dingin) • Masase : dapat memanipulasi jaringan untuk rileks, meningkatkan tonus, meningk. aliran darah dan menurunkan spasme. • Latihan (ROM aktif / pasif)

  11. TINDAKAN PROMOTIF • Latihan : untuk memelihara fungsi persendian, mencegah kontraktur, memelihara tonus dan meningkatkan sirkulasi darah. Bisa secar aktif, pasif maupun active assistance exercise. • Mekanik tubuh. Misal : pengaturan posisi berdiri, duduk atau berjalan • Diit : protein, vit. D, kalsium, fosfor • Managemen resiko : pemanasan sblm OR

  12. TINDAKAN MEMPERTAHANKAN KESEHATAN DAN REHABILITATIF • Pemasangan gips : perubahan posisi, observasi pembengkakan, gangguan sirkulasidan penekanan saraf. • Pemasangan traksi : pemantauan BB dan integritas kulit. • Post operasi : pemantauan perdarahan, nyeri, perawatan luka. • Penggunaan alat bantu ; dilatih cara menggunakan untuk mencegah injuri

  13. EVALUASI • Sejauh mana pencapaian tujuan keperawatan dapat tercapai, peningkatan aktivitas, berkurangnya nyeri, peningkatan kemampuan untuk memenuhi kebut.sehari-hari tanpa bantuan, tidak terjadi injuri, cemas berkurang, harga diri meningkat.

  14. TERIMA KASIH

More Related