1 / 86

Sistem kegiatan

MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI. 0 2. POKOK BAHASAN: JARINGAN TRANSPORTASI. Sistem kegiatan. Sistem Jaringan (jalan). sitem pergerakan. SistemKelembagaan. KULIAH-2. MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI. 02. POKOK BAHASAN: JARINGAN TRANSPORTASI.

fraley
Download Presentation

Sistem kegiatan

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI 02 POKOK BAHASAN: JARINGAN TRANSPORTASI Sistem kegiatan Sistem Jaringan (jalan) sitem pergerakan SistemKelembagaan

  2. KULIAH-2

  3. MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI 02 POKOK BAHASAN: JARINGAN TRANSPORTASI Defenisi Jaringan:suatu konsep matematis yang dapat digunakan untuk menerangkan secara kuan-titatif suatu sistem yang mem-punyai karakteristik ruang JARINGAN TRANSPORTASI Transportasi Adalah: suatu kegiatan untuk memindah-kan orang dan atau barang dari suatu tempat ke tempat lain dan termasuk di dalamnya sarana dan prasarana yang digunakan untuk memindahkannya BaganAlirTransportasi: Sumber Daya Lokasi Produksi Pasar Transportasi Konsumen Transportasi Transportasi Transportasi PENGERTIAN JARINGAN TRANSPORTASI

  4. MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI 02 POKOK BAHASAN: JARINGAN TRANSPORTASI Lima unsurpokokdidalamtransportasiyaitu: Jaringan Transportasi

  5. MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI 02 POKOK BAHASAN: JARINGAN TRANSPORTASI 1 2 Contoh Jaringan dalam bentuk grafis: • Simpul(node) dapat mencer-minkan persimpangan, kota dan fasilitas-fasilitas tetap lainnya seperti terminal kereta (stasion), pelabuhan dan bandar udara 3 6 Busur (satu arah) Ruas (duaarah) 5 4 • Ruas(link) mencerminkan ruas jalan antar persimpangan atau ruas jalan antar kota, jalan rel antar kota maupun antar stasiun, alur penerbangan antara bandara yang satu dengan bandara lainnya serta pelabuhan laut yang satu dengan pelabuhan laut lainnya. • Untuk mengefesienkan pergerakan yang terjadi di dalam jaringan transportasi maka, sistem jaringan perlu didesain secara terhirarki sesuai dengan besarnya arus lalu-lintas yang melalui jaringan tersebut

  6. MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI 02 POKOK BAHASAN: JARINGAN TRANSPORTASI JARINGAN JALAN RAYA MODEL JARINGAN JALAN RAYA JARINGAN RADIAL JARINGAN POLA HEXAGONAL JARINGAN GRID JARINGAN MODIFIKASI RADIAL

  7. MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI 02 POKOK BAHASAN: JARINGAN TRANSPORTASI Konsep Fungsi Klasifikasi Jalan Hirarki Pergerakan dan Komponennya Ada enam (6) pergerakan dalam hubungannya dengan konsep fungsi klasifikasi jalan yaitu, pergerakan utama, transisi, distribusi, koleksi dan pergerakan akses ke terminal: HubunganFungsiKlasifikasiJalan Gambar Hirarki pergerakan kendaraan di jalan Gambar Garis Perjalanan (Desire lines) Desa Desa Rumah/ terminal/ kantor Jalan lokal Kecamatan Jalan Akses Jalan bebas hambatan Ibukota Propinsi Ibukota Propinsi Jalan kolektor “Ramp” Jalan Arteri Ibukota Kabupaten

  8. MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI 02 POKOK BAHASAN: JARINGAN TRANSPORTASI Jalan lokal Desa Desa Jalan kolektor Kecamatan Ibukota Propinsi Ibukota Propinsi Jalan kolektor Jalan arteri Jalan arteri Ibukota Kabupaten Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam konsep dasar hirarki sistem jaringan jalan antara lain adalah:jarak antar simpang, penentuan jaringan yang baik dan efesien

  9. MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI 02 POKOK BAHASAN: JARINGAN TRANSPORTASI Intermediate Roads traffic & Theoritical balance between traffic and land service Clearly serve traffic movement Clearly serve adjacent Land 100 % 100 % Service only a Network function Access only for Land service % traffic Function % Land Function Land service Function L T Traffic Function No network function No Access Arterials Local Street Kollektor Road Type Gambar Klasifikasi jalan sesuai fungsinya sebagai Media arus lalu lintas dan pelayanan daerah. Dengan demikian setidaknya terdapat dua pertimbangan dasar dalam menentukanfungsi klasifikasi jalan dan jaringan jalan yaitu,aksesibilitasdan mobilitas

  10. MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI 02 POKOK BAHASAN: JARINGAN TRANSPORTASI Gambar Sistem Klasifikasi peran fungsional Jalan menurut pergerakan dan Akses

  11. MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI 02 POKOK BAHASAN: JARINGAN TRANSPORTASI Klasifikasi jaringan jalan juga sangat ditentukan oleh karakteristik per-gerakan (lalu lintas) yg menggunakan jaringan jalan tersebut. Perjala-nan jarak jauh yang sifat pergerakannya memer-lukan kecepatan yang tinggi perlu dipisahkan dengan perjalanan lokal jarak pendek yang tipi-kal penggunannya akan memerlukan kemudahan dan keselamatan dalam aksesnya ke lingkungan sekitar Ped. Trips And access Local traffic distribution District Traffic distribution Long distance and through traffic distribution 1,0 Proportion of Trips (Tij) with journey Distance, (d) Pedes. Streets And Access Roads Local distribution 0,5 District Distribution Primary Distribution (A) (L) (D) (P) 0 dD dA dL Journey distance, d GambarKarakteristik Pergerakan Pada Masing- masing Kelas Jalan Karakteristik Pergerakan di Setiap Kelas Jalan

  12. MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI 02 POKOK BAHASAN: JARINGAN TRANSPORTASI Jalanadalahsuatuprasaranaperhubungandaratdalambentukapapun, meliputisegalabagianjalantermasukbangunanpelengkapdanperlengkapannya yang diperuntukkanbagilalu-lintas (UU No.38/2004) Ruang Pengawasan Jalan Ruang Manfaat Jalan Gambar Bagian-bagian (unsur) Jalan Ruang Milik Jalan Bagian-bagian jalan adalah: Batis pinggir • Ruang manfaat jalan (RUMAJA). Meliputi badan jalan, saluran tepi jalan,dan ambang pengamannya serta bangunan utilitas. • Ruang Milik Jalan (RUMIJA). Meliputi Daerah Manfaat Jalan dan sejalur tanah tertentu di luar Daerah Manfaat Jalan • Ruang Pengawasan Jalan (RUWASJA). Merupakan sejalur tanah tertentu di luar Daerah Milik Jalan yang ada dibawah pengawasan pembina jalan Batas pinggir Bahu Jalan Bahu Jalan Halaman rumah Jalur Lalu-lintas Jalur pejalan Jalur pejalan Sistem Jaringan Jalan yang Ada di IndonesiaJalan dan Peranannya

  13. MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI 02 POKOK BAHASAN: JARINGAN TRANSPORTASI Sistem Jaringan Jalan • Sistem Jaringan Jalan Primer meliputi: • Jalan Arteri Primer,yaitu ruas jalan yang menghubungkan kota jenjang kesatu dengan kota jenjang kesatu yang berdampingan atau ruas jalan yang menghubungkan kota jenjang kesatu dengan kota jenjang kedua yang berada di bawah pengaruhnya. • Jalan Kolektor Primer, yaitu ruas jalan yang menghubungkan kota jenjang kedua dengan kota jenjang kedua lainnya atau ruas yang menghubungkan kota jenjang kedua dengan kota jenjang ketiga yang ada di bawah pengaruhnya. • Jalan Lokal Primer,yaitu ruas jalan yang menghubungkan kota jenjang ketiga dengan kota jenjang ketiga lainnya, kota jenjang kesatu dengan persil, kota jenjang kedua dengan persil serta ruas jalan yang menghubungkan kota jenjang ketiga dengan kota jenjang yang ada di bawah pengaruhnya sampai persil. • SistemJaringanJalanSekundermeliputi: • Jalan Arteri Sekunder,yaitu ruas jalan yang menghubungkan kawasan primer dengan kawasan sekunder kesatu atau menghubungkan kawasan sekunder kesatu dengan kawasan sekunder kesatu atau menghubungkan kawasan sekunder kesatu dengan kawasan sekunder kedua. • Jalan Kolektor Sekunder,yaitu ruas jalan menghubungkan kawasan-kawasan sekunder kedua, yang satu dengan lainnya, atau menghubungkan kawasan sekunder kesatu dengan kawasan sekunder ketiga. • Jalan Lokal Sekunder,yaitu ruas jalan yang menghubungkan kawasan-kawasan sekunder kesatu dengan perumahan, kawasan sekunder kedua dengan perumahan, atau menghubungkan kawasan sekunder kedua dengan kawasan sekunder ketiga dan seterusnya sampai ke perumahan

  14. MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI 02 POKOK BAHASAN: JARINGAN TRANSPORTASI Jalan Arteri Primer Kota Jenjang I Kota Jenjang I Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Kolektor Primer Kota Jenjang II Kota Jenjang II Jalan Kolektor Primer Jalan Kolektor Primer Jalan Lokal Primer Kota Jenjang III Kota Jenjang III Jalan Lokal Primer Jalan Lokal Primer Jalan Lokal Primer Kota di Jenjang II Jalan Lokal Primer Jalan Lokal Primer PERSIL F1 Kawasan Primer Jalan Arteri/ Sekunder Jalan Arteri Jalan Arteri Sekunder F21 Kawasan Sekunder I F12 Kawasan Sekunder Jalan Arteri Sekunder Jalan Sekunder Jalan Kolektor Sekunder F22 Kawasan Sekunder II F22 Kawasan Sekunder II Jalan Lokal Sekunder Jalan Kolektor Sekunder F23 Kawasan Sekunder III Jalan Lokal Sekunder Jalan Lokal Sekunder Perumahan Gambar Sistem Jaringan Jalan Primer Gambar Sistem Jaringan Jalan Sekunder

  15. MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI 02 POKOK BAHASAN: JARINGAN TRANSPORTASI Klasifikasi Jalan Berdasarkan Status/Wewenang Pembinaan Jalan dapat dikelompokkan berdasarkan status pembinaannya yaitu: • Jalan Nasional, Jalan Nasional dibawah pembinaan Pemerintah Pusat (Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah atau Pejabat yang ditunjuk) • Jalan Propinsi, Jalan Propinsi dibawah pembinaan Pemda Tingkat I atau Instansi yang ditunjuk • JalanKabupaten/Kotamadya/Kota, Jalan Kabupaten/Kotamadya (Kota) dibawah pembinaan Pemda Tingkat II/ Kota atau Instansi yang ditunjuk • Jalan Desa, Jalan Desa dibawah pembinaan Pemerintah Desa/Kelurahan • Jalan Khusus, Jalan Khusus dibawah pembinaan Pejabat atau orang yang ditunjuk

  16. MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI 02 POKOK BAHASAN: JARINGAN TRANSPORTASI • Jalan Arteri primer • Jalan kolektor primer yang menghubungkan ibukota propinsi • Jalan lainnya yang mempunyai nilai strategis terhadap kepentingan nasional Ruas Jalan yang termasuk ke dalam klasifikasi jalan nasional adalah: • Jalan kolektor primer yang menghubungkan ibukota propinsi dengan ibukota kabupaten/kotamadya (kota). • Jalan kolektor primer yang menghubungkan ibukota kabupaten/kota dengan ibukota kabupaten/kota lainnya. • Jalan lainnya yang mempunyai nilai strategis ditinjau dari segi kepentingan propinsi. • Jalan yang ada di dalam Daerah Khusus Ibukota Jakarta, kecuali yang ditetapkan sebagai jalan nasional. Yang termasuk dalam klasifikasi Jalan Propinsi

  17. MATA KULIAH DASAR-DASAR TRANSPORTASI 02 POKOK BAHASAN: JARINGAN TRANSPORTASI • Jalan kolektor primer yang tidak termasuk ke dalam baik jalan nasional maupun jalan propinsi. • Jalan lokal primer • Jalan sekunder yang tidak masuk ke dalam baik jalan nasional maupun jalan propinsi. • Jalan lainnya yang mempunyai nilai strategis ditinjau dari segi kepentingan kabupaten atau kotamadya/kota. Jalan Kabupaten/ Kotamadya/Kota

  18. RAPID MASS TRANSPORT

  19. Angkutan massal • Angkutan masal pada umumnya merupakan angkutan umum • Defenisi angkutan umum adalah sistim transportasi yang dapat dipergunakan oleh umum dengan syarat-syarat tertentu • Misalnya ; bis kota , Trans Jakarta , kereta api , bis antar kota dll

  20. Angkutan umum berdasarkan sifat operasinya dapat dibagi dua jenis : • Demand fix ; Angkutan umum yang harus beroperasi pada waktu yang telah ditentukan, ada atau tidaknya penumpang.: trns jakarta • Demand Responsif ; angktan umum yang beroperasi sesuai dengan demand yang ada : angkot , bis kota. • Para transit : angkutan umum yang tidak punya jadwal dan rute yang pasti • Misalnya Taxi, Ojek, .

  21. Rekayasa transportasi massal • Bertujuan untuk memberikan gambaran tentang angkutan masal dan kebutuhannya serta operasionalnya untuk dapat dikelola dan direncanakan sarana dan prasarana penunjangnya dengan baik • Umumnya merupakan angkutan umum diperkotaan

  22. Hubungan sistem kota dengan angkutan umum • Kota berkembang apabila suatu wilayah berkembang pesat penduduknya maupun industrinya dll.. • Angkutan umum merupakan suatu kebutuhan untuk dapat menghidupkan kota tersebut.

  23. Penduduk kota sebagai pengguna transportasi massal • Penduduk kota dibagi dua kelompok • Kelompok Choice Kelompok masyarakat yang mempungai pilihan untuk melakukan pergerakan dalam memnuhi kebutuhannya dan umumnya punya kendaraan pribadi • Kelompok captive Kelompok masyarakat yang hanya punya satu pilihan dalam mobilisasi

  24. Pelaku Perjalanan Trip Maker Transit-captive Modal Choice Private Modes Public Modes (Choice Riders)

  25. Sistim Jaringan Angkutan Umum • Jaringan terdiri dari ; • Rute/trayek • Terminal/Interchange • Stopan/halte • Proses terbentukknya jaringan adalah evaluative dan/atau simultan • Jaringan dipengaruhi oleh jenis kendaraan dan rencana operasi • Untuk menentukan jaringan memungkinkan perlu trial and error atau simulasi

  26. Prosedur Perencanaan • Lihat pola pergerakan dan prasarana yang ada • Rancang alternatif jaringan dan rencana operasi • Lakukan evaluasi dan iterasi sampai equilibrium

  27. Aspek Perencanaan Sarana angkutan Umum • Aspek fisik  perencanaan Prasarana : Jalan, Terminal , halte dll • Aspek Manajerial/operasional  Organisasi, Kapasitas, jadual, dll

  28. Faktor yang berpengaruh perencanaan rute • Persentase daerah yang dapat dilayani oleh sistim angkutan umum • Jumlah pergantian lintasan (transfer) yang diperlukan dalam pergerakan penumpang dari asal ke tujuan • Pengaturan frekwensi • Jarak halte/stopan/shelter

  29. Pemindahan Penumpang Load Factor Variasi Frekuensi Jumlah Armada Yang Beroperasi

  30. Tabel Indikator Kualitas Pelayanan Angkutan Umum . Sumber : Iskandar Abubakar Dkk, Dirjen Hubdar, 1996

  31. SEKIAN TERIMA KASIH SAMPAI JUMPA PADA KULIAH-3

  32. KULIAH-3

  33. ANALISIS TRANSPORTASI

  34. Land Use - Transportation Land Use Trips Land Value Transportation Needs Accessibility Transportation Facility

  35. Kenapa “transportasi” harus direncanakan ? • Adanya peningkatan aktivitas interaksi manusia. • Terbatasnya jaringan jalan dan moda transportasi. • Kebutuhan aksebilitas, efektivitas, efisiensi dan kenyamanan perjalanan, serta keselamatan perjalanan. • Aspek sumber daya energi dan lingkungan. Perkuliahan 1 - Perencanaan Transportasi

  36. Peningkatan Aktivitas Manusia • Kondisi ini dimulai dari perubahan dan perkembangan tata guna lahan. • Kebutuhan transportasi menjadi berhubungan langsung dengan penyebaran dan intensitas tata guna lahan Perkuliahan 1 - Perencanaan Transportasi

  37. Terbatasnya Jaringan Jalan Pertambahan jaringan jalan dalam aspek kuantitas maupun kualitas tidak akan dapat mengikuti pertumbuhan aktivitas manusia. Perkuliahan 1 - Perencanaan Transportasi

  38. Kebutuhan perjalanan yang efektif, efisien, aman & nyaman Perjalanan orang/barang harus memiliki standar kualitas dan kuantitas untuk mencapai kondisi yang ketersediaan, aman, lancar, nyaman dan ekonomis. Perkuliahan 1 - Perencanaan Transportasi

  39. Aspek Sumber Daya Energi dan Lingkungan Menipisnya persediaan sumber BBM, meningkatnya harga minyak dunia dan memburuknya kualitas lingkungan telah menjadi problem global. Perkuliahan 1 - Perencanaan Transportasi

  40. Konsumsi BBM antar Moda

  41. Kebutuhan BBM Berbagai Industri

  42. Energy Share Outlook for Transportation (Indonesia)

More Related