perkembangan perbankan di indonesia n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
PERKEMBANGAN PERBANKAN DI INDONESIA PowerPoint Presentation
Download Presentation
PERKEMBANGAN PERBANKAN DI INDONESIA

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 12

PERKEMBANGAN PERBANKAN DI INDONESIA - PowerPoint PPT Presentation


  • 222 Views
  • Uploaded on

PERKEMBANGAN PERBANKAN DI INDONESIA. Tugas II klompok dua. NAMA ANGGOTA: 1.ERNES ABDILLAH 2009/20012/MAF 2. MUHITBUDIN 2008/20051/MTU 3. YENI LESTARI 2010/20057/MRS 4. IRYAN ISNAENI REGAR 2009/200114/MRS 5. YANI ASTUTI 2009/20005/MAF . Kondisi Sebelum Deregulasi.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'PERKEMBANGAN PERBANKAN DI INDONESIA' - fala


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
tugas ii klompok dua
Tugas IIklompokdua

NAMA ANGGOTA:

1.ERNES ABDILLAH 2009/20012/MAF

2. MUHITBUDIN 2008/20051/MTU

3. YENI LESTARI 2010/20057/MRS

4. IRYAN ISNAENI REGAR 2009/200114/MRS

5. YANI ASTUTI 2009/20005/MAF

kondisi sebelum deregulasi
KondisiSebelumDeregulasi

MasaKolonial (Wilayah Hindia-Belanda)

a. Mobilisasi dana dari investor untuk membiayai kebutuhan

dana investasi dan modal kerja perusahaan-perusahaan besar milikkolonial

b. Memberikan jasa-jasa keuangan kepada perusahaanperusahaanbesar milik kolonial, seperti giro, garansi bank,

pemindahandana, dll

c. Membantupemindahandanajasa modal dariwilayahkolonial

kenegarapenjajah

d. Sebagaitempatsementaradaridanahasilpemungutanpajak

dari perusahaan penjajah maupun dari masyarakat pribumi,

untukkemudiandikirimkenegarapenjajah

e. Mengadministrasikananggaranpemerintahuntukmembiayai

kegiatanpemerintahkolonial

masa kolonial wilayah hindia belanda
MasaKolonial (Wilayah Hindia-Belanda)

Beberapa bank asing yang melakukanoperasinya, yaitu:

1.De Bankcourant yang didirikanpadatanggal 1 September 1752

2.De Javasche Bank yang didirikanpadatahun 1828

3.Nederlandsch Indische Escompto Maatschapij, Nederlandsch Indische

Handelsbank, dan Nederlandsche Handel Maatschapij mulai beroperasi

berturut-turut pada tahun 1857, 1864, dan 1883

4.De Bank van Leening, pada tanggal 20 Agustus 1746.

5.The Chartered Bank of India, Australia and China, Batavia tahun 1862

6.Hongkong and Shanghai Banking Corporation, Batavia tahun 1884

7.Yokohama-Specie Bank, Batavia tahun 1919

8.Taiwan Bank, tahun 1915, Batavia, Semarang, dan Surabaya

9.China and Southern Ltd., Batavia tahun 1920

10.Mitsui Bank, Surabaya tahun 1925

11.Overseas China Banking Corporation, Batavia tahun 1932

kondisi sebelum deregulasi1
KondisiSebelumDeregulasi

MasaSetelahKemerdekaan

a. Mobilisasi dana dari investor untuk membiayai

kebutuhan dana investasi dan modal kerja

perusahaan-perusahaanbesarmilikpemerintah

danswasta

b. Memberikan jasa-jasa keuangan kepada

perusahaan-perusahaanbesar

c. Mengadministrasikan anggaran pemerintah untuk

membiayaikegiatanpemerintah

d. Menyalurkandanaanggaranuntukmembiayai

program danproyekpadasektor-sektor yang ingin

dikembangkanolehpemerintah

kondisi sebelum deregulasi2
KondisiSebelumDeregulasi

Keadaan perbankan masa sebelum deregulasi:

a. Tidak adanya peraturan perundangan yang mengatur secara

jelastentangperbankandi Indonesia (UU No.13 Th.‘68)

b. KreditLikuiditas Bank Indonesia (KLBI) pada bank-bank

tertentu

c. Bank banyakmenanggung program-program pemerintah

d. Instrumenpasaruang yang terbatas

e. Jumlah bank swasta yang relatifsedikit

f. Sulitnya pendirian bank baru

g. Persaingan antar bank yang tidak ketat

h. Posisitawar-menawar bank relatiflebihkuatdaripada

nasabah

i. Prosedurberhubungandengan bank yang rumit

j. Bank bukanmerupakanalternatifutamabagimasyarakatluas

untukmenyimpandanmeminjamdana

k. Mobilisasi dana lewat perbankan yang sangat rendah

kondisi setelah deregulasi
KondisiSetelahDeregulasi

EkonomiMakro Yang Buruk

InflasiTinggi

Kondisiperbankan

yang buruk

pemngkasan

KondisiSetelehDeregulasi

LatarBelakangKebijakanDeregulasi

kondisi setelah deregulasi1
KondisiSetelahDeregulasi

KebijakanDeregulasi yang terkaitdenganduniaperbankan:

a. Paket 1 Juni 1983

b. Bank Indonesia sejak 1984 mengeluarkan SBI

c. Bank Indonesia sejak 1985 mengeluarkanketentuan

perdagangan SBPU danfasilitasdiskontooleh BI

d. Paket 27 Oktober 1988

e. Paket 20 Desember 1988

f. Paket 25 Maret 1989

g. Paket 29 Januari 1990

h. Paket 28 Februari 1991

i. UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan

j. Paket 29 Mei 1993 tentangpenyempurnaanaturankesehatan

bank

kondisi setelah deregulasi2
KondisiSetelahDeregulasi

Ciriperbankansetelahderegulasi

a. Peraturan yang memberikan kepastian hukum

b. Jumlah bank swastabertambahbanyak

c. Tingkat persaingan bank yang semakinkuat

d. Sertifikat Bank Indonesia danSuratBerharga

PasarUang (SBPU)

e. Kepercayaanmasyarakatterhadapbank meningkat

f. Mobilisasidanasektorperbankanyang semakinbesar

kondisi saat krisis ekonomi
KondisiSaatKrisisEkonomi

Ciri Kondisi perbankan saat krisis

a. Tingkat kepercayaan masyarakat dalam dan

luar negeri terhadap perbankan di Indonesia

menurundrastis

b. Sebagianbesar bank dalamkeadaantidaksehat

c. Adanyaspread negatif

d. Munculnyapenggunaanperaturan yang baru

e. Jumlah bank menurun

kondisi pasca krisis ekonomi
KondisiPascaKrisisEkonomi

a. SelesainyapenyusunanArsitekturPerbankan

Indonesia (API)

b. Serangkaian rencana dan komitmen pemerintah, DPR,

dan Bank Indonesia untukmembentukatau

menyusun:

1) Lembagapenjaminsimpanan

2) Lembaga pengawas perbankan yang independen

3) Otoritasjasakeuangan

c. Kinerjaperbankan yang lebihbaik, yang mengarah

kepadapraktik:

1) Manajemenpengelolaanrisiko yang lebihbaik

2) Strukturperbankannasional yang lebihbaik

3) Penerapanprinsipkehati-hatian (prudential banking) yang konsisten