1 / 22

SOSOLOGI HUKUM

SOSOLOGI HUKUM. OLEH DR. DOMINIKUS RATO, S.H., M.Si DOSEN FAKULTAS HUKUM DAN PASCASARJANA PROGRAM STUDI ILMU HUKUM UNEJ. DUA SISI HUKUM. Ilmu hukum ada dua: Normwisenschaften = ilmu hukumnormatif Law in books Law in idea Tatsaschenwissenscahften = Law in society Law in action

fadey
Download Presentation

SOSOLOGI HUKUM

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. SOSOLOGI HUKUM OLEHDR. DOMINIKUS RATO, S.H., M.Si DOSEN FAKULTAS HUKUM DAN PASCASARJANAPROGRAM STUDI ILMU HUKUM UNEJ

  2. DUA SISI HUKUM • Ilmu hukum ada dua: • Normwisenschaften = ilmu hukumnormatif • Law in books • Law in idea • Tatsaschenwissenscahften = • Law in society • Law in action • Law in social action

  3. Tatsaschenwissenshcaften: • Sosiologi hukum • Antropologi hukum • Kriminlogi • Perbandingan hukum • Pshikologi hukum • Sejarah hukum • Politik hukum

  4. Sosiologi hukum • Sosiologi hukum makro • Luas • Banyak • Heterogen • kompleks • Sosiologi hukum mikro • Sempit/sedikit • Homogen • Sederhana

  5. Makro = • Emile Durkheim • Karl Marx • Max Weber • Perubahan Masyarakat • Dari feodealisme – industrialisme • Dari tradisionalisme – modern • Perbedaan

  6. APA HUKUM ITU JIKA DILANGGAR AKAN MENDAPATKAN AKIBATNYA HUKUM ADALAH SEPERANGKAT KAEDAH NORMATIF PENGERTIAN HUKUM HUKUM UNTUK KESEJAHTERAAN MANUSIA BERFUNGSI SEBAGAI P[EDOMAN BERPERILAKU YANG DIBUAT OLEH LEMBAGA BERWENANG

  7. HUKUM SEBAGAI NORMA NORMA AGAMA = KITAB SUCI SEBAGAI FIRMAN TUHAN NORMA HUKUM NORMA SOSIAL KEMASYARAKATAN = ADAT BUDAYA ATAU KEBIASAAN NORMA NORMA KESUSILAAN = HATI NURANI MANUSIA ATAU SERING DISEBUT HATI KECIL • NORMA HUKUM: • UNDANG-UNDANG • YURISPRUDENSI • KEBIASAAN • PERJANJIAN • DOKTRIN

  8. HUKUM SEBAGAI REALITAS NILAI = FILOSOFIS SISI YANG NORMATIF (NORMWISSENSACHAFTEN) HUKUM SEBAGAI REALITAS SOSIAL NORMA = UNDANG –UNDANG DAN TURUNANNYA AZAS = KONSTITUSI HUKUM SEBAGAI REALITAS SOSIAL PERILAKU ORANG SEBAGAI SUBJEK HUKUM SISI YANG EMPIRIK (TATSASCHENWISSENSCHAFTEN)

  9. TEORI=TEORI SOSIOLOGI HUKUM SOSIOLOGI HUKUM HUKUM YANG EMPIRIK ANTROPOLOGI HUKUM SOSIOLOGI HUKUM – MENGKAJI HUKUM YANG EMPIRIK (TATSCHASENWISSENSCHAFTEN) SEJARAH HUKUM PSIKHOLOGI HUKUM PERBANDINGAN HUKUM

  10. PARADIGMA-PARADIGMA SOSIOLOGI HUKUM STRUKTURALISME FUNGSIONAL (EMILE DURKHEIM) SOSIOLOGI KONSTRUKSIONISME (PETER L. BERGER DAN THOMAS LUCKMANN) PARADIGMA SOSIOLOGI HUKUM PARADIGMA DALAM SOSIOLOGI HUKUM SOSIOLOGI INTERPRETATIV (MAX WEBER) STRUKTURALISME KONFLIK (KARL MARX)

  11. FUNGSIONALISME EMILE DURKHEIM MASYARAKAT DIBAGI ATAS DUA KATEGORI: MEKANIK DAN ORGANIK REALITAS SOSIAL: KATEGORIAL METODE: KUANTITATIF/ ERKLAREN FUNGSIONALISME BAIK MEKANIK MAUPUN ORGANIK BEKERJA SECARA FUNGSIONAL = HARMONI SOSIOLOGI HUKUM DURKHEIMIAN KATA KUNCINYA: KESADARAN KOLEKTIF DASAR PERJUANGANNYA : MORALITAS SOSIAL SUBSTANSI HUKUM: SEBAGAI PENGINTEGRASI SOSIAL HUKUM: REPRESIF DAN RESTITUTIF

  12. FUNSIONALISME KONFLIK MARXIAN SIFAT MASYARAKAT: KLASIFIKASI KATA KUNCI: KONFLIK REALITAS SOSIAL: ANTAGONISTIK MARXIAN SUBSTANSI HUKUM: ALAT KEKUASAAN HEGEMONISTIK EKSPLOITATIF SOSIOLOGI HUKUM MARXIAN INTI SOSIOLOGI HUKUM: KEADILAN SOSIAL SIFAT HUKUM: REPRESIF METODE: DIALEKTIKA = TESIS – ANTI TESIS - SINTESIS

  13. SOSIOLOGI HUKUM WEBERIAN KATA KUNCI: TIPE IDEAL (IDEAL TYPE) REALITAS SOSIAL: MIKRO INTI SOSIOLOGI HUKUM: BIROKRASI WEBERIAN SOSIOLOGI HUKUM MAX WEBER REALITAS SOSIAL: BERMAKNA SIFAT HUKUM: RASIONAL BIROKRATIS SUBSTANSI HUKUM: RASIONAL BERTUJUAN METODE: KUALITATIF = VERSTEHEN

  14. SOSIOLOGI HUKUM JEREMY BENTHAM FUNGSI HUKUM: SEBAGI INSTRUMEN STABILITAS SOSIAL SEKALIGUS PERANTARA PERUBAHAN SOSIAL MISI SOSKUM: UTILITARIANISME = HUKUM HARUS BERMANFAAT TUJUAN HUKUM: KEBAHAGIAAN SEBAGIAN BESAR ANGGOTA MASYARAKAT BENTHAM TAKSONOMI JUGA BERFUNGSI SEBAGAI METODE HUKUM MENURUT BENTHAM HUBUNGAN HUKUM DENGAN TATANAN SOSIAL: SALING MEMPENGARUHI INTI SOSIOLOGI HUKUM: FAKTA-FAKTA SOSIAL, KERANGKA KERJA, TAKSONOMI

  15. FUNGSIONALISME HUKUM UTILITARIANISME: SEBAGAI STABILITAS SOSIAL SEKALIGUS PEMBAHARU LEGISME = LAW AS COMMAND OF THE SOUVEREIGN FUNGSI HUKUM FUNGSI HUKUM POSITIVISME: STABILITAS SOSIAL = MEMBERIKAN KEPASTIAN HUKUM REALISME: LAW AS A TOOL OF SOCIAL ENGINERING= SARANA PEMBAHARU SOSIAL NATURALISME = KEADILAN

  16. WEBER BERMAKNA MENURUT WEBER = RASIONAL BERTUJUAN RASIONALISASI AGAMA = PROTESTANISME HUBUNGAN ANTARA IDEOLOGI LIBERALISME, KAPITALISME = THE RISE OF CAPITALISM AND THE PROTESTAN ETHIC RASIONALISASI POLITIK = BIROKRASI BIROKRASI SEBAGAI MESIN POLITIK BIROKRASI SEBAGAI ALAT KEKUASAAN HUKUM MENURUT ROBERTO MANGABEIRA UNGER = CRITICAL LEGAL STUDIES MOUVEMENT RASIONALISASI EKONOMI = KAPITALISME

  17. ANTONY GIDDENS • TEORI STRUKTURASI : KAPAN KITA MENJADI AGEN (BAGIAN DARI STRUKTUR) DAN KAPAN KITA MENJADI AKTOR (MENJADI DIRI KIKTA SENDIRI) TERGANTUNG : TIME AND SPACE (WAKTU DAN TEMPAT) • TEORI INI DIGUNAKAN JIKA TERJADI KONFLIK INTERNAL, SEPERTI KONFLIK OF INTEREST • TIAP ORANG = MELAKUKAN BANYAK PERAN, SERING KALI TERJADI KONFLIK PERAN DI DALAM DIRI SESEORANG. • BAGAIMANA KITA MEMAINKAN PERAN? TEORI GIDDEN DAPAT DIGUNAKAN

  18. RASIONAL HAROLD GARFINKEL = BERMAKNA = ARTI SESUATU BAGI SESEORANG • RASIONAL WEBER = MAKNA = RASIONAL BERTUJUAN • LIMINAAL = BATAS = PERBATASAN

  19. CHAOS THEORY OLEHCHARLES SAMFORD • BUKUNYA = DISORDER OF LAW • HUKUM TIDAK HANYA MELAHIRKAN KETERTIBAN, KEAMANAN, DAN KEPASTIAN HUKUM, TETAPI JUGA MENIMBULKAN: KETIDAKTERTIBAN, KERESAHAN, DAN KETIDAKADILAN DALAM MASYARAKAT = DISORDER. MENGAPA? • CHARLES SAMFORD = CRITICS PARADIGM • CRITICIANS = MEMBONGKAR POSITIVISME

  20. CRITICAL LEGAL STUDIES MOVEMENT = CLSM • ROBERTO MANGABEIRA UNGER • MISI CLS = MENDEKONSTRUKSI AZAS-AZAS HUKUM POSITIF • AZAS-AZAS HUKUM YANG DIBANGUN OLEH POSITIVISME ITU SYARAT NILAI (EKONOMI, POLITIK, IDEOLOGI, DSB.NYA) • NILAI ATAU KEPENTINGAN INI = MERUGIKAN MASYARAKIAT

  21. CLS • AZAS = PRADUGA TAK BERSALAH • AZAS = KERAHASIAAN BANK • AZAS = KEBEBASAN BERKONTRAK • AZAS-AZAS INI MENURUT CLS = INKONSISTENSI DENGAN IDEOLOGI YANG DIBANGUN • MISALNYA: • MENGABAIKAN KEADILAN JIKA KEPENTINGAN NEGARA MEMERLUKAN • MENGABAIKAN KEMANFAATAN JIKA PASAR MENGUASAI • IDEOLOGI HUKUM POSITIF = ADA NILAI TERSEMBUNYI = KEPENTINGAN PARA KAUM KAPITALIS

  22. CHARLES SAMFORD • MENGAPA DISORDER? • HUBUNGAN HUKUM DAN MASYARAKAT = IBARAT AIR DAN WADAH ATAU JIWA DAN RAGA • WADAH SELALU BERUBAH BENTUK MENGIKUTI TEMPAT DAN WAKTU • SIFAT AIR = MELEE = MENGIKUTI BENTUK WADAH • JIKA ISI MENGIKUTI WADAH, DAN JIKA WADAH SELALU BERUBAH-UBAH BENTUK, MAKA BENTUK ISIPUN SELALU BERUBAH-UBAH = LEGAL MELEE • PERUBAHAN HUKUM YANG TERLALU SERING INILAH = DISORDER OF LAW

More Related