klasifikasi ekosistem n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
KLASIFIKASI EKOSISTEM PowerPoint Presentation
Download Presentation
KLASIFIKASI EKOSISTEM

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 59

KLASIFIKASI EKOSISTEM - PowerPoint PPT Presentation


  • 238 Views
  • Uploaded on

KLASIFIKASI EKOSISTEM. Ekosistem bertenaga matahari tanpa subsidi ( unsubsidized natural solar-powered ecosystem Ekosistem bertenaga matahari bersubsidi energi alam ( naturally subsidized solar-powered ecosystem )

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'KLASIFIKASI EKOSISTEM' - euclid


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
klasifikasi ekosistem
KLASIFIKASI EKOSISTEM
  • Ekosistem bertenaga matahari tanpa subsidi (unsubsidized natural solar-powered ecosystem
  • Ekosistem bertenaga matahari bersubsidi energi alam (naturally subsidized solar-powered ecosystem)
  • Ekosistem bertenaga matahari bersubsidi energi buatan (man subsidized solar-powered ecosystem)
  • Ekosistem urban-industri bertenaga bahan bakar (fuel-powered urbanindustrial ecosystem)
  • Ekosistem bertenaga bahan bakar bersubsidi energi matahari (sun-subsidized fuel powered ecosystem)
efisiensi ekologis
EFISIENSI EKOLOGIS
  • Efisiensi ekologis : nisbah energi yang mengalir diantara berbagai tingkat trofik
  • Lindeman (1942) –Lindemen efisiensi (hubungan antara jumlah energi yang dikonsumsi pada 2 tingkat trofik.
  • Pada tingkat produser : 1 – 5 %
  • Pada tingkat trofik yang lebih besar : 10 – 20%
  • Ecological growth effisiency : nisbah antara produksi netto dan energi yang diasimilasi pada tingkat trofik tertentu ( 10 – 50%)
efisiensi lindeman
Efisiensi Lindeman:

It PG PG

---- = ----- atau -------

It-1 L LA

Pt

Efisiensi Pertumbuhan Ekologis; ----------

It

Dengan :

I = energi matahari

P = produksi biomas

PG = gross photosynthesis

L = total energi cahaya

LA = energi cahaya yang secara fotosintetik aktif

t = tingkat trofik

A = asimilasi

daur biogeokimia
DAUR BIOGEOKIMIA

Proses hidup dan pertumbuhan : 90 elemen

Tiap elemen mengalami daur yang berbeda

Daur Elemen

1. Gaseous cycles, misal : C, H, O, N dan S

2. Sedimentary cycles, missal : Pb

2 6 1 daur hidrologis
2.6.1. Daur Hidrologis

- Terpenting

- Air penting bagi kehidupan, dan menentukan struktur serta fungsi ekosistem

- Air mempunyai interaksi penting dengan energi yang dihasilkan dalam berbagai lingkungan fisik dan biologis

- Air sebagai media daur elemen-elemen lain

- Daur air menggabungkan berbagai komponen ekosfir (hidrosfil, atmosfir, litosfir dan biosfir)

slide9
Jumlah air diperkirakan 266.069,88 G

Diataranya terdapat dalam

- batuan : 250.000 G

- laut : 13.800 G

- batuan sediment : 2.100 G

- salju di kutub : 167 G

- sungai dan danau : 0,25 G

- atmosfir : 0,13 G

Air yang jatuh sebagai hujan 4,46 G, dari jumlah tersebut 3,47 G jatuh di laut.

2 6 2 daur karbon
2.6.2. Daur Karbon

- Merupakan daur yang paling sederhana

- Jumlah karbon di udara sangat kecil (0,03%) tapi penting artinya bagi kehidupan.

- Karbon yang tersisa dalam tanah menjadi sumber bahan bakar.

- Pembakaran bahan bakar fosil yang tidak terkendali menimbulkan pencemaran udara, bila semua dibakar menghasilkan CO2 sebanyak 40 x 1012 ton

- CO2 merupakan salah satu gas rumah kaca (GRK) disamping metan, ozon, N2O, da CFC (klorofluorokarbon)

slide11
Daur karbon organik jangka pendek, titik berat pada interaksi antara atmosfir dan biosfir; terrestrial (bentang lahan) dan laut.
  • Daur karbon organik jangka panjang, titik berat pada formasi dan destruksi bahan bakar fosil dan sedimen lain yang mengandung karbon.
  • Daur karbon inorganik jangka panjang, titik berat pada kalsium karbonat (batu kapur: CaCO3), barkiatan dengan daur karbon-silikat, sumber ion kalsium untuk pembentukan batu kapur.
slide26
Terdapat daur karbon lain di lautan.

- air laut mengandung karbon 50 x lebih banyak dari atmosfir dalam bentuk karbonat.

H2O + CO2 H2CO3

H2CO3 H3O+ + HCO3-

HCO3- + H2O  H3O+ + CO32-

2 6 3 daur oksigen
2.6.3. Daur Oksigen

- Terdapat di atmosfir dalam jumlah besar (21%)

- Oksigen terlibat dalam fotosintesis

- Salah satu tahapan daur oksigen terpenting, adalah ozon

biogeochemical cycling
Biogeochemical Cycling

uv H

O H2O H2O O2 + CO—CO2

O2 O2 OH

O3 O

OZONE LAYER O2

OXIDATIVE

WEATHERING

PHYTOPLANKTON CO2

slide32
Pembentukan

O2 + hv  2O (UV < 240 nm= UV C)

2O + 2O2 2O3

3O2 2O3

Penguraian

O3 + hv  O2 + O (UV <290 nm)

O3 + O2 2O2

2O3 3O2

slide33
Lubang ozon

2ClO2 Cl2O2

Cl2O2 + hv  ClOO + Cl

ClOO + M  Cl + O2 + M

2 (Cl + O3 ClO + O2)

2O3 3O2

slide34
Reaksi Umum

X + O3 XO + O2

O + XO  X + O2

O + O3  2O2

Atau

X + O3 XO + O2

XO + O3 X + 2O2

2O3 3O2

X = H, OH, dan NO

slide35
Ozon

90% di stratosfir

10% di troposfir

Ozon di troposfir

NO2 + hv  NO + O (UV <380 nm = UV-A)

O + O2 O3

Diikuti reaksi

NO + O3 NO2 + O

slide36
Bila ada hidrokarbon dalam jumlah tinggi

NO + R-OO  NO2 + R-O

Bila ada CH4

CH4 + 4O2 CH2O + H2O + 2O3

2 6 4 daur nitrogen
2.6.4. DAUR NITROGEN
  • Merupakan daur yang paling rumit dalam ekosistem
  • N di atm hanya dapat digunakan dalam bentuk NH4+ atau NO3-
  • N di atm hanya dapat digunakan langsung oleh beberapa bakteri dan alga hijau-biru  amino asam amino  protein
  • Protein binatang dan tumbuhan yang mati didekomposisi menjadi NO3 dan N gas
fiksasi nitrogen
FIKSASI NITROGEN

Konversi N gas menjadi NO3 melalui :

  • Fiksasi elektrokimia (kilat)  35 mg/m2/tahun
  • Fiksasi biologis

a. Bakteri : Azotobacter

Rhizobium

Clostridium

Beijerinckia

Derxia

Rhodospirilum

slide39
b. Class Cyanophyceae :

Ordo : Nostocales

Fam : Nostocaceae

Genus : Nostoc

Anabena

Gleotrichia

Trichodesmium

slide40
Rhizobiun Simbiose :

Leguminosa, Pinus, Ginkgo, Araucaria, Alnis, Casuarina, Myrica, Ceanothus, Coriaria, Eleagnus, Hipphophae, Phycotria, Shepherdia

Cyanophycea alga simbiose

Akar Cycas, daun Azolla, Anthoceros dan lichens

slide42
Fiksasi biologis  700 – 7000 mg N/m2/tahun

Menghasilkan energi 20 kcal/molekul N

ammonifikasi
AMMONIFIKASI
  • Protein  asam amino + amonia (MO)
  • Menghasilkan 176 kcal /mol asam amino
  • Amonia dilepaskan ke udara atau ke dalam tanah, atau dioksidasi jadi nitrat
  • pH tinggi, kapasitas pertukaran kation rendah, kekeringan dan temperatur tinggi mendukung pelepasan amonia dalam bentuk gas ke atmosfit
  • MO yang berperan umumnya actinomycetes dan beberapa species Bacillus (B. subtilis; B mesenterilus)
nitrifikasi
NITRIFIKASI

Konversi amonia menjadi nitrat kembali dengan bantuan MO, terdiri atas 2 tahap:

NH3 + 1,5O2 HNO2 + H2O + 66 kcal

Nitrosomonas, Nitrospira, Nitrosoglea dan Nitrococcus

slide45
HNO3 + 0,5O2 HNO3 + 17,5 kcal

Nitrocystis dan Nitrobacter

Energi yang dihasilkan digunakan MO dalam asimilasi karbon

Fikasai N dan nitrifikaso di laut hampir sama hanya prosesnya lambat

denitrifikasi
DENITRIFIKASI
  • Sebagian nitrat di dalam tanah direduksi kembali menjadi gas N atau oksida N atau amonia
  • Biasanya berlangsung dalam kondisi anaerob
  • Oksigen dalam molekul nitrat digunakan oleh MO untuk mengoksidasi karbohidrat
  • Beberapa bakteri sulfur dan besi menggunakan oksigen untuk kegiatan kemosintetik
slide47
5. Contoh reaksi

C6H12O6 +6KNO3 6CO2 + 3H2O + 6KOH + 3N2O + 545 kcal

5C6H12O6 + 24KNO3  30CO2 + 18 H2O + 24 KOH + 12 N +

570 kcal (per mol glukosa)

slide48
S + KNO3 + CaCO3  K2SO4 + CaSO4 + CO2 + N2 + 132 kcal (per mol S)

Bakteri

  • Bacillus cereus, B licheniformias
  • Pseudomonas denitrificans
  • Thiobacillus denitrificans
  • Micrococcus
  • Acromobacter
slide49
- Contoh gangguan :

pemupukan dengan N berlebihan  penyuburan (eutrofikasi)

pembakaran biomas berlebihan dgn kandungan N tinggi  N2O  ERK

PAN (peroxy-acetyl-nitrate)

O O

CH3 - C - OO + NO2  CH3 - C – CONO2

2 6 5 daur sulfur
2.6.5. DAUR SULFUR
  • Sangat mirip dengan daur nitrogen, melibatkan bentuk teroksidasi (SO2) dan tereduksi (H2S), dan tumbuhan hanya dapat menggunakan dalam bentuk sulfat
  • Perbedaan dengan daur nitrogen, sulfur berada di atmosfir sangat pendek, dan sumbernya ada di dalam tanah
  • Sulfur tersedia bagi tanaman karena jasa bakteri sulfur.
  • Sulfur berada di atmosfir sebagian karena aktivitas pembakaran BB fosil.
slide51
5. Sulfur dioksida dan hidrogen sulfida kembali ke tanah sebagai asam sulfat  hujan asam

6. Hanya beberapa jenis lichen yang dapat menggunakan sulfur dioksida.

7. Sulfur dalam tubuh organisme dalam bentuk protein.

8. MO yang berperan dalam kondisi

a. aerob : Aspergillus

Neurospora

b. anaerob : Escherichia

Proteus

slide52
9. Pada kondisi anaerob (tanah yang terendam air) dihasilkan sulfida terutama hidrogen sulfida.

RCH2OH + SO4  RCOOH + H2O + S

CH2NH2COOH + H2O + SO4 

H2S+ HS- + HCO3- + NH4+

Bakteri :

Vibrio desulphuricans

Aerobacter dan Desulphovibrio

slide53
10. Pada daur sulfur, terjadi juga oksidasi sulfur elemental dan sulfida menjadi sulfat oleh bakteri Beggiatoa dan Thiobacillus.

11. Thiobacillus thiooxidans bisa tetap aktif pada kondisi asam dan mengkonversi sulfur menjadi sulfat sampai konsentrasi 10%.

biogeochemical cycling1
Biogeochemical Cycling

S in coal and

Organic S in petroleum

plants and animals

Decomposition by Oxidation

bacterial reduction

Taken up H2S

by lakes

S. FIXING Photo and chemo-

BACTERIA system SO2

Sulfate

2 6 6 daur fosfor
2.6..6 DAUR FOSFOR
  • Agak sederhana, tapi bernilai tinggi 

a. sebagai karier utama energi (ATP)

b. menimbulkan masalah lingkungan

  • Batuan fosfatik  pelapukan  rantai makanan  dekomposisi
  • Fosfor di udara dalam bentuk partikel
  • Fosfat yang larut dalam air  laut  kembali ke ekosistem terrestrial : pupuk guano; ikan
  • Pemupukan P berlebihan  penyuburan
2 6 7 daur elemen lain
2.6.7. DAUR ELEMEN LAIN
  • Umumnya mirip hanya dalam konsentrasi kecil
  • Tersedia bagi makhluk hidup karena pelapukan
  • Kariernya air dan udara (angin).