slide1 n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
BESARAN DAN SATUAN VEKTOR GAYA KINEMATIKA DINAMIKA USAHA DAN ENERGI PANAS PowerPoint Presentation
Download Presentation
BESARAN DAN SATUAN VEKTOR GAYA KINEMATIKA DINAMIKA USAHA DAN ENERGI PANAS

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 33

BESARAN DAN SATUAN VEKTOR GAYA KINEMATIKA DINAMIKA USAHA DAN ENERGI PANAS - PowerPoint PPT Presentation


  • 679 Views
  • Uploaded on

FISIKA DASAR . BESARAN DAN SATUAN VEKTOR GAYA KINEMATIKA DINAMIKA USAHA DAN ENERGI PANAS LISTRIK DAN MAGNET. BESARAN DAN SATUAN Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur yang memiliki nilai dan satuan.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'BESARAN DAN SATUAN VEKTOR GAYA KINEMATIKA DINAMIKA USAHA DAN ENERGI PANAS' - etan


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
slide1

FISIKA DASAR

BESARAN DAN SATUAN

VEKTOR

GAYA

KINEMATIKA

DINAMIKA

USAHA DAN ENERGI

PANAS

LISTRIK DAN MAGNET

slide2

BESARAN DAN SATUAN

Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur yang memiliki nilai dan satuan.

Satuan adalah ukuran yang digunakan untuk menyatakan suatu besaran.

Contoh 1.1

Besaran panjang satuannya meter.

Besaran waktu satuannya detik.

Di dalam Ilmu Fisika dikenal dua jenis

besaran, yaitu besaran pokok dan besaran turunan.

slide3

1. BESARAN POKOK DAN DIMENSI

Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain.

Pada tahun 1960, CGPM (Conference General des Poldes et mesures) meresmikan sistem satuan yang dikenal dengan System Internationale d’Unites, disingkat SI.

Sistem satuan SI terdiri dari 7 besaran pokok.

slide5

Dimensi Besaran

Dimensi besaran diwakili dengan simbol, misalnya M, L, T yang mewakili massa (mass), panjang (length) dan waktu (time).

Ada dua macam dimensi yaitu Dimensi Primer dan Dimensi Sekunder.

Dimensi Primer meliputi M (untuk satuan massa), L (untuk satuan panjang) dan T (untuk satuan waktu).

Dimensi Sekunder adalah dimensi dari semua Besaran Turunan yang dinyatakan dalam Dimensi Primer.

Contoh : Dimensi Gaya : M L T-2 atau dimensi Percepatan : L T-2

slide6

Manfaat Dimensi dalam Fisika antara lain :

dapat digunakan untuk membuktikan dua besaran sama atau tidak. Dua besaran sama jika keduanya memiliki dimensi yang sama atau keduanya termasuk besaran vektor atau skalar,

dapat digunakan untuk menentukan persamaan yang pasti salah atau mungkin benar,

dapat digunakan untuk menurunkan persamaan suatu besaran fisis jika kesebandingan besaran fisis tersebut dengan besaran-besaran fisis lainnya diketahui.

slide7

Satuan dan dimensi suatu variabel fisika adalah dua hal berbeda. Satuan besaran fisis didefinisikan dengan perjanjian, berhubungan dengan standar tertentu (contohnya, besaran panjang dapat memiliki satuan meter, kaki, inci, mil, atau mikrometer), namun dimensi besaran panjang hanya satu, yaitu L.

Dua satuan yang berbeda dapat dikonversikan satu sama lain (contohnya: 1 m = 39,37 in; angka 39,37 ini disebut sebagai faktor konversi, sementara tidak ada faktor konversi antarlambang dimensi.

slide8

2. BESARAN TURUNAN

Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari satu atau lebih besaran pokok.

Contoh 1.2

Besaran luas adalah besaran yang diturunkan dari besaran panjang; besaran luas didefinisikan hasil kali dua besaran panjang, yaitu panjang kali lebar.

Jika satuan panjang dan lebar masing-masing adalah meter, maka besaran luas mempunyai satuan meter2 (m2).

slide9

Beberapa besaran fisika yang termasuk besaran turunan adalah:

  • Massa Jenis = massa / volume
  • = kg / m3 = kg.m–3.
  • Gaya = massa x percepatan
  • = kg m / s2 = N
  • Kecepatan = jarak / waktu
  • = m / s = m s–1.
  • Tekanan = gaya / luas penampang
  • = N / m2 = N m–2.
  • Usaha = gaya x jarak
  • = N x m = N.m
slide11

Massa dan Berat

Massa dan berat adalah dua hal yang berbeda,

Meskipun dalam kehidupan sehari-hari kedua

istilah ini sering dipertukarkan.

Misal seseorang mengatakan berat tubuhnya

70 kg, padahal yang dimaksud sebenarnya

adalah tubuhnya mempunyai massa 70 kg.

slide12

Perbedaan massa dan berat

Massa

Massa menyatakan banyaknya materi yang

dikandung suatu benda

2. Massa tetap

3. Satuan massa dalam SI adalah kilogram

4. Diukur menggunakan neraca Ohauss

5. Termasuk besaran skalar

Berat

Menyatakan besarnya gaya tarik gravitasi

bumi yang bekerja pada suatu benda

2. Besarnya berubah-ubah sesuai kedudukannya

3. Termasuk besaran vektor

4. Satuan berat adalah Newton

slide16

Mengkonversi Satuan

Besaran yang diukur, seperti panjang,

kecepatan, atau arus listrik terdiri dari

angka dan satuan.

Proses untuk mengubah satuan tertentu

ke satuan lainnya disebut proses konversi

satuan.

Contoh 1.3

Konversikan besaran cm ke km

Penyelesaian

cm/10 –2 = km/103

1 cm = (10–2/103) km = 10–5 km

slide17

Contoh 1.4

Konversikan besaran 21,5 inci ke satuan meter, yard, dan mil.

Penyelesaian

slide19

Contoh 1.5

Konversikan besaran-besaran berikut:

mil/sekon  km/jam

lb/in2 N/m2

Penyelesaian

slide21

Latihan

Konversikan

a) inci3 m3

b) lb/ft2 N/cm2

slide22

3 Angka Penting (Significant Figure)

Angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran, yang terdiri dari angka eksak/pasti dan satu angka terakhir yang ditaksir.

Aturan penulisan angka penting (AP) :

Semua angka bukan nol merupakan angka penting.

Angka nol yang terletak di antara dua angka bukan nol merupakan angka penting.

Contoh : 2,0067 memiliki lima angka

penting.

slide23

Semua angka nol yang digunakan hanya untuk tempat titik desimal bukan merupakan angka penting.

Contoh : 0,0024 memiliki dua angka penting, yakni 2 dan 4.

Semua angka nol yang terletak pada deretan terakhir dari angka-angka yang ditulis di belakang koma desimal merupakan angka penting.

Contoh : 0,003200 memiliki empat angka penting, yaitu 3, 2 dan dua

angka nol setelah angka 32.

slide24

Semua angka sebelum orde (pada notasi ilmiah) termasuk angka penting.

Contoh : 3,2 x 105 memiliki dua angka

penting, yaitu 3 dan 2.

4,50 x 103 memiliki tiga angka

penting, yakni 4, 5 dan 0

Peraturan untuk penjumlahan dan pengurangan:

"Hasil penjumlahan atau pengurangan hanya boleh mempunyai angka di belakang koma sebanyak bilangan yang mempunyai angka di belakang koma paling sedikit".

slide25

Contoh: 40,55 + 3,1 + 10,222 = 53,872

Bilangan yang mempunyai angka di belakang koma paling sedikit adalah 3,1 (1 angka di belakang koma), jadi hasil penjumlahan di atas harus dibulatkan menjadi 53,9 (1 angka di belakang koma, 3 angka penting).

slide26

Peraturan untuk perkalian dan pembagian:

"Hasil perkalian atau pembagian hanya boleh mempunyai angka penting sebanyak bilangan dengan angka penting paling sedikit".

Contoh: ( 32,1 × 1,234 ) ÷ 1,2 = 33,0095

Bilangan yang mempunyai angka penting paling sedikit adalah 1,2 (2 angka penting). Jadi hasil perkalian dan pembagian di atas harus dibulatkan menjadi 33 (2 angka penting).

slide27

Aturan pembulatan bilangan desimal

Angka > 5 dibulatkan ke atas.

Contoh 5,679 dibulatkan menjadi 5,68

Angka < 5 dibulatkan ke bawah.

Contoh 5,674 dibulatkan menjadi 5,67

Angka = 5 dibulatkan

Ke atas jika angka sebelumnya ganjil

Contoh 5,675 dibulatkan menjadi 5,68

Ke bawah jika angka sebelumnya genap

Contoh 5,665 dibulatkan menjadi 5,66

slide29

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengukuran :1. Nilai Skala Terkecil Alat Ukur

Pada setiap alat ukur terdapat suatu nilai skala yang tidak dapat lagi dibagi-bagi, inilah yang disebut nilai skala terkecil (NST)

2. Ketidakpastian pada Pengukuran Tunggal

Pada pengukuran tunggal ketidakpastian umumnya digunakan bernilai setengah dari NST.

Untuk suatu hasil pengamatan X maka ketidakpastian mutlaknya adalah :

∆X = 1/2 NST

dan hasil pengamatan dituliskan sebagai :

X = X0± ∆X

slide30

Sedangkan yang dikenal sebagai ketidakpastian relatif adalah:

KTP relatif = ∆X /X0

Apabila menggunakan KTP relatif maka hasil pengamatan adalah

X = X0± KTP relatif x 100 %

Keterangan:

X0 = Nilai pendekatan pengukuran

X = Hasil pengamatan

X = Nilai ketidakpastian

slide31

Contoh 1.6

Dari ilustrasi berikut, tentukan

Ketidakpastian mutlak

Ketidakpastian relatif

Hasil pengamatan

Penyelesaian

slide32

Nilai pendekatan pengukuran = X0 = 57 mm

NST = 1 mm

a) KTP mutlak = X = 1/2 NST = 0,5 mm

b) KTP relatif = X/X0 = (0,5/57) x 100% = 8,8%

  • c) Hasil pengamatan X = X0 ± ∆X = (57 ± 0,5) mm