Download
slide1 n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
2.KONSEP WAKTU LUANG Pengertian waktu luang Pengertian Rekreasi PowerPoint Presentation
Download Presentation
2.KONSEP WAKTU LUANG Pengertian waktu luang Pengertian Rekreasi

2.KONSEP WAKTU LUANG Pengertian waktu luang Pengertian Rekreasi

1910 Views Download Presentation
Download Presentation

2.KONSEP WAKTU LUANG Pengertian waktu luang Pengertian Rekreasi

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. 1.PENGERTIAN KEPARIWISATAA SejarahKeperawisataan Pendekatan istilahkepariwisataan 9.WISATA MINAT KHUSUS Karakteristikwisata 2.KONSEP WAKTU LUANG Pengertianwaktuluang PengertianRekreasi 8.PROFIL WISATAWAN Wisatawanmancanegara 3.SISTEM KEPARIWISATAAN Pelaku yang terkait Sub sistemKepariwisataan BAHASAN KEPARIWISATAAN 7.PRODUK WISATA Komp.Produkwisata KarakteristikProdukwisata Tingkat ProdukWisata UnsurProdukatraksi WisataBudaya 6.KLASIFIKASI WISATAWAN Wisatawan Nusantara WisatawanMancanegara 5.Def. MOTIVASI PERJALANAN Faktorpengaruh Motivasiperjalanan 4.DAMPAK PENGEMBANGAN DilihataspekEkonomi, Lingkunganalam, SosialBudaya

  2. UU No. 10/2009Tentang BeberapaPengertaanKepariwisataan • WISATA • Perjalananorangkesuatutujuan yang dilakukanseorangatauberkelompok • PARIWISATA • adalahberbagaimacamkegiatanpariwisatadidukungberbagaifasilitassertalayananygdisediakanolehmasyarakat,pengusaha,pemerintah,danpemerintahdaerah • KEPARIWISATAAN • keseluruhankegiatan yang terkaitdenganpariwisatadanbersifatmultidimensiserta multi disiplinygmunculsebagaiwujudkebutuhansetiaporangdannegarasertainteraksiantarawisatawan,pemerintah,pengusaha,pemda

  3. LINGKUP PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN ( UU No. 10 TAHUN 2009) INDUSTRI PARIWISATA Daya saing produk, Kredibilitas bisnis, Dst. DESTINASI PARIWISATA Pemberdayaan masy., Pemb. daya tarik wisata, Pemb. prasarana, Peny. fasilitas umum, dst. > > PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL > > > > PEMASARAN Promosidanpemasaran secaraterpadu & berkesi- nambungandengan melibatkanseluruh stakeholders KELEMBAGAAN PARIWISATA Organisasi pemerintah, Pemerintah Daerah, Swasta, Masy., Regulasi, Sumber daya, dst. > >

  4. WAKTU LUANG Waktu yg tersisa setelah segala kebutuhan dasar telah terpenuhi KONSEP WAKTU LUANG DALAM KEPARIWISATAAN REKREASI Kegiatan yg dilakukan pada saat seseorang memiliki waktu luang KETERLANJUTAN KEGIATAN REKREASI REKREASI PERUMAHAN REKREASI HARIAN PELANCONGAN WISATA • Rek\reasi yg dilakukan dirumah contoh : • Membaca • Menonton TV • Mengerjakan hobby • Kegiatan bersenang senang/hiburan sehari hari contoh • Menyaksikan pertunjukan • Makan diluar • Berolah raga • Perjalanan berekreasi sehari penuh contoh ; • Piknik • Sightseeeing Perpindahan sementara dari tempat tinggal tetap kedaerah tujuan untuk jangka waktu min 24 jam membutuhkan fasilitas yg menunjang dlm pelaksanaan kegiatan Sumber : Cooper et al., 1993

  5. KEPARIWISATAAN DITINJAU DARI PERISTILAHAN Movement of people TRAVEL TOUR Motives to travel Basic Characteristic of travel FORFUN SHORT FREE COMPLETE AMENITIES & FACILITIES Tourism Management TOURISM

  6. SISTEM KEPARIWISATAAN • Wisatawan (Pihak yang melakukan kegiatan pariwisata atau melakukan perjalanan wisata ); • Dunia Usaha (Pihak yang mengusahakan berbagai fasilitas penunjang bagi wisatawan ); • Pemerintah (Pihak yg berkepentingan untuk menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat melalui kepariwisataan ); • Masyarakat (Pihak penduduk setempat yg tinggal disuatu daerah tujuan wisata dansecara langsung akan menerima dampak kegiatan kepariwisataan didaerahnya);

  7. PrasaranaKepariwisataan • Prasaranaperhubungan • Instalasilistrik, Instalasi air bersih • InstalasibahanBakar • SistempengairandanIrigasi • Sistemperbankan & Moneter • Sistempelayanan Pos & Telekomunikasi • PelayananKesehatanKeamanan & Pendidikan

  8. SARANA KEPARIWISATAAN • Saranapokokkepariwisataan (Main Tourism Supertructures) Perusahaan hidup & Kehidupannyasangattergantungkepadaaruskedatanganorang yang melakukanperjalananwisata • ObyekDayatarikWisata • Travel Agent & Tour Operator • AngkutanWisata • Akomodasi • Bar, RumahMakan, & Restourant

  9. TOURIST Tourist “ Every person who comes to a forign country for a reason than to establish his permanent resident or such permanent work and who spend in the country of his temporary stay , the money he has earned else where “ Foreign Tourist “ The term tourist shall, in principles be interpreted to mean any person travelling for a period of 24 hours or more in country other than in which he usually resides”,

  10. wisatawan • Merekaygmengadakanperjalananuntukkeperluanbersenang-senang,mengunjungikeluargadll • Merekaygmengadakanperjalananuntukkeperluanpertemuan –pertemuanataukarenatugastertentu, sepertiilmupengetahuaan, tugasnegara, diplomasi ,agama olah raga • Mereka yang mengadakanperjalanantujuannyausaha • Merekaygmelakukankunjunganmengikutiperjalanankapallaut, walaupunkurangdari 24 Jam

  11. Kasifikasiwisatawan • RESIDENT Seseorangdikatagorikansbgpenduduk yang tinggaldisuatunegaraapabila : a.Tinggaldisuatunegaralebihdari 12 bulanatausetahun b.Orangtersebuttinggaldalamjangkawaktupendekdanberkeinginanatau merencanakanakankembalidalamjangkawaktu 12 bulan • Tourist (overnight visitor) Yaitupengunjungkesuatudistinasi (masihdalamsuatunegara) danmenginap paling tidaksatumalam • Visitor (wisnus) Setiaporangygtinggaldisuatunegara, melakukanperjalananmasihdalamnegaranyadengantujuantidakuntukmencarinafkah , dantidaklebihdari 12 bulanselamaberadaditempatygdikunjungi • Same-day visitor Pengunjungygtidakmenginapdidaerahtujuanwisata

  12. JenisWisatawan • FOREIGN TOURIST Orangasingygmelakukanperjalananwisatamemasukisuatunegara lain ygbukanmerupakannegaradiatempattinggan. • DOMESTIC FOREIGN TOURIST Orangasingygbertempattinggaldisuatunegarakarenatugas, kemudiandiamelakukanperjalananwisataditempatnegaradimanadiatinggal • DOMESTIC TOURIST Seorangwarganegaradalamsuatunegaraygmelakukanperjalananwisatadalambataswilayahnegaranya. • INDEGENUS FOREIGN TOURIST Warganegaratertentuygkarenatugas /beberapaJabatandiluarnegreripulangkenegaraasalnyadanmelakukanperjalananwisatadiwilayahnegaranyasendiri

  13. SISTEM KEPARIWISATAAN TRANSIT GENERATING AREAS DISTINATION AREA ROUTE Sumber:Leiper dalam Cooper dkk 1993

  14. PENGERTIAN PRODUK WISATA I. MENURUT BURKAT & MEDLIK THE TOURIST PRODUCT MAY BE SEEN AS A COMPOSITE PRODUCT,AS AN AMALGAN OF ATTRACTIONS, TRANSPORT,ACCOMMODATION & OF ENTERTAIMENT PRODUK WISATA DAPAT MERUPAKAN SUATU SUSUNAN PRODUK YG TERPADU YANG TERDIRI DARI ONYEK & DAYA TARIK WISATA, TRANSPORTASI,AKOMODASI DAN HIBURAN (TIAP UNSUR PRODUK PARIWISATA DIPERSIAPKAN OLEH MASING-MASING PERUSAHAAN DAN DITAWARKAN SECARA TERPISAH)

  15. LANJUTAN….. II. MENURUT MEDLIK & MIDDLETON AS FAR THE TOURIST CONCERNED THE PRODUCT COVERS THE COMPLETE EXPERIENCE FROM THE TIME HE LEAVES HOME TO THE TIME HE RETURNS TO IT PRODUK WISATA TERDIRI DARI BERMACAM-MACAM YANG MERUPAKAN SUATU PAKET (PACKAGE) YANG SATU SAMA LAINNYA TIDAK TERPISAH SERTA MEMENUHI KEBUTUHAN WISATAWAN SEJAK MENINGGALKAN TEMPAT TINGGALNYA ,SAMPAI KETEMPAT TUJUANNYA DAN KEMBALI LAGI KETEMPAT ASALNYA III. TIGAR UNSUR YG MEMBENTUKPRODUK WISATA • ATRACTION/ATRAKSI • AMENITIES/FASILITAS DAN PELAYANAN (SERVICE) • ACCESSIBILITIES/KEMUDAHAN PENCAPAIAN

  16. IV. CIRI – CIRI PRODUK WISATA • TIDAK DAPAT DIPINDAHKAN • TIDAK MEMERLUKAN PERANTARA (MIDLEMEN) UNTUK MENCAPAI KEPUASAN • TIDAK DAPAT DITIMBUN / DISIMPAN • SANGAT DIPENGARUHI OLEH FAKTOR NON EKONOMIS • TIDAK DAPAT MENCOBA / MENCICIPI • SANGAT TERGANTUNG PADA FAKTOR MANUSIA • MEMILIKI TINGKAT RESIKO YANG TINGGI DALAM HAL INVESTASI • TIDAK MEMPUNYAI STANDAR ATAU UKURAN YG OBYEKTIF DALAM MENILAI TINGKAT MUTU PRODUK

  17. V. DELAPAN UNSUR PRODUK WISATA YG MEMBENTUK SUATU PAKAET PARIWISATA ANTARA LAIN • OBYEK & DAYA TARIK WISATA • JASA TRAVEL AGENT & TOUR OPERATOR • JASA PERUSAHAAN ANGKUTAN • JASA PELAYANAN AKOMODASI, RESTORAN,REKREASI & HIBURAN • JASA TRAVEL AGENT & TOUR OPERATOR LOKAL • JASA PERUSAHAAN ANGKUTAN • JASA TRANSPORT LOKAL • JASA SOUVENIR / CENDERAMATA • JASA PERUSAHAAN PENDUKUNG, KANTOR POS,POLISI, MONEY CHANGERS DLL

  18. PRODUK WISATA I. PENGERTIAN PRODUK WISATA Suatu bentukan yang nyata dan tidak nyata, dikemas dalam suatu kesatuan rangkaian perjalanan yang hanya dapat dinikmati, apabila seluruh rangkaian perjalanan tersebut dapat memberikan pengalaman yg baik bagi orang yg melakukan perjalanan tersebut II. KOMPONEN PRODUK WISATA • ATRACTION/ATRAKSI • AMENITIES/FASILITAS DAN PELAYANAN (SERVICE) • ACCESSIBILITIES/KEMUDAHAN PENCAPAIAN

  19. TIPOLOGI ATRAKSI WISATA • LINGKUNGAN ALAM • PANTAI,GUA,SUNGAI,DANAU,HUTAN • BUATAN MANUSIA • UMUM • SITUS-ARKEOLOGI, PENINGGALAN SEJARAH • PARIWISATA. • RESORT WISATA,TAMAN REKREASI,TAMAN SAFARI • TIDAK DAPAT DISIMPAN • KEGIATAN KHUSUS • PEKAN OLAHRAGA,FESTIVAL BUDAYA,PEKAN RAYA DAN DAGANG • SUMBER : INSKEEP, 1991 DAN SWARBROOKE, 1996

  20. TINGKATAN PRODUK WISATA Suasana/atmosfir Produktambahan ProduksiInti KemudahanPencapaian InteraksidenganKonsumen ProdukPenunjang Produk Pendukung PartisipasiKonsumen

  21. STANDAR PRODUK PENGERTIAN : Pedoman / acuan operasional pengelolaan produk wisata Adalah hasil yg direncanakan dalam menetapkan apa dan bagaimana produk wisata yg seharusnya ditawarkan dan diberikan kepada pelanggan / wisatawan. Merupakan salah satu sarana pengawasan sebagai tolak ukur untuk menilai apakah produk wisata yg ditawarkan sesuai dengan norma “ideal “ yang seharusnya hingga dapat memenuhi harapan serta memuaskan pelanggan /wisatawan.

  22. JENIS-JENIS STANDAR PRODUK WISATA • Berkaitan dengan jumlah kualitas, kondisi,ukuran, dan daya tampung dari fasilitas wisata • Bersifat nyata dan obyektif STANDAR FASILITAS • Berkaitan dengan mutu/tingkat pelayanan yg diberikan • Bersifat tidak nyata dan subyektif STANDAR PELAYANAN • Berkaitan dengan urutan (sequence) pelakasanaan tugas hirarki tugas,wewenang dan tanggung jawab. STANDAR PROSEDUR

  23. III. KARAKTERISTIK PRODUK WISATA • Produk wisata pada dasarnya adalah pelayanan • Pelayanan Yg baik berarti Peningkatan Kualitas Produk Wisata • Bersifat rentan, mudah rusak • Tidak Mudah Untuk Diperkirakan/Diramalkan. • Tidak dapat dipindahkan,konsumen yg harus datang • Tidak dapat disimpan • Tidak dapat dicoba terlebih dahulu, sehingga menjual produk wisata berarti menjual kepercayaan. • Produk wisata bukan merupakan produk yang homogen • Khususnya pelayanan,proses produksi bersamaan dengan • proses konsumsi

  24. KEGAGALAN DALAM MENCAPAI STANDAR PRODUK WISATA • STANDAR KURANG SPESIFIK • STANDAR TIDAK DIJELASKAN DAN DILATIH DENGAN BAIK • KURANGNYA MOTIVASI KERJA • INFORMASI DAN KOMUNIKASI TIDAK BERJALAN DENGAN SEMESTINYA • KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA KURANG MEMENUHI PERSYRATAN • KONDISI DAN PERALATAN PENUNJANG KURANG MENDUKUNG • SISTEM OPERASIONAL MANEJEMEN ATAU GAYA KEPEMIMPINAN MANJEMEN YG KURANG BERHASIL GUNA.

  25. DAMPAK PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN DILIHAT DARI TIGA ASPEK DAMPAK ASPEK EKONOMI • DAMPAK POSITIF • Kontribusi kegiatan pariwisata terhadap cadangan mata uang asing dan neraca pembayaran • Peningkatan kesempatan berusaha dan lapangan kerja • Meningkatkan struktur ekonomi • Mendorong kegiatan wiraswasta • Peningkatan pendapatan (Multiplier Effect) • Distribusi pendapatan daerah • Peningkatkan penyediaan infrastruktur dan sarana berguna bagi masyarakat lokal • DAMPAK NEGATIF • Peningkatan inflasi dan nilai tambah • Ancaman musiman (seasonality) serta kelambatan pengembaliaan investasi. • Ancaman kebocoran devisa melalui out bound tour dan impndarort barang –barang penunjang fasilitas wisata • Meningkatkan standar biaya hidup

  26. DAMPAK ASPEK LINGKUNGAN ALAM DAMPAK POSITIF Timbul upaya untuk merawat dan melestarikan kebersihan lingkungan serta sumber daya alam yg disadari dapat membawa keuntungan Kesadaran dan cinta akan lingkungan alam DAMPAK NEGATIF Eksploitasi yg berlebihan terhadap lingkungan Polusi udara, air, suara dan pemendangan Pembuangan limbah yg tidak terkontrol Pengusikan habitat, ekosisten Berkurangnya open space atau ruang pandang terbuka

  27. DAMPAK POSITIF Perluasan pengetahuaan tentang kebudayaan yg dapat membawa kepada kesatuan pengertan dan perdamaian dunia Peningkatan rasa cinta terhadap kebudayaan daerah asal cinta tanah air. Peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat lokal Timbulnya upaya merawat dan melestarikan kebudayaan serta adat istiadat lokal DAMPAK SOSIAL BUDAYA

  28. DAMPAK NEGATIF Komersialisasi budaya, dalam segala bentuk, harga; produk benda seni eksploitasi seni yg berlebihan Polusi arsitektural setempat akibat eksploitasi yg tidak terarah Kehilangan identitas diri (cenderung mengikuti pola hidup bangsa lain) Meningkatkan kriminalitas ,prostitusi dan penyebaran penyakit Adanya konflik sosial yg dapat menimbulkan keresahan Pengaruh pembangunan fisik terhadap pola budaya masyarakat. Interaksi dengan modernisasi (wisatawan dan teknologi) Lanjutan

  29. PROFIL WISATAWAN AUSTRALIA • Kurangnya menyenangi kebudayaan • Menyenangi Upacara adat & Tarian • Suka menelusuri pinggiran kota & Kehidupan pedesaan • Menyenangi kegiatan pantai • Gemar bersahabat • Sifatnya terbuka • Bentuk perjalanan “ Berkelompok “ • Menyenangi souvenir ( Royal ) • Sangat Toleransi • Tidak sulit dalam hal F & B • Tidak sulit dalam hal Akomodasi & Transportasi

  30. JEPANG • Kurang tertarikan pada kebudayaan tradisional • Senang atraksi – atraksi wisata ( Tari –tarian) • Senang pada pertunjukan yang terjadwal, tersusun rapih dan terkoordinir • Sangat disiplin pada jadwal kunjungan • Makan & Minum diutamakan pada ciri khas jepang /Cina/korea atau Eropah • Sangat jujur & polos dalam memberikan kometar • Sangat sopan & Menghargai jasa orang lain • Berhubungan dengan orang sedikit formal • ODTW yang disenangi adalah alam & Budaya setempat • Pola perjalanan GT • Shoping sangat royal

  31. LANJUTAN ............. • MAKAN & MINUM DIUTAMAKAN PADA CIIRI KHAS JEPANG / CINA/KOREA ATAU EROPA • SHOPING PADA TEMPAT-TEMPAT TERTENTU • TIDAK SUKA TAWAR MENAWAR BERLARUT-LARUT • AKOMODASI HARUS MEWAH DENGAN PELAYANAN PRIMA (TERBAIK) • POLA PERJALANAN “ GT” • SUKA MEMBELI PAKET WANITA YANG MAHAL • PRIA JEPANG SUKA KEHIDUPAN MALAM & SEX • HOBBY PADA PHOTOGRAPHY • KALAU TIDAK SENANG TIDAK PERNAH KOPMENTAR

  32. MALAYSIA & SINGAPURA • KURANG MENYENANGI UPACARA-UPACARA KEBUDAYAAN SETEMPAT • TIDAK MENYUKAI BELANJA BARANG-BARANG YG MAHAL • MENYENANKAN MAKANAN/MINUMAN INDONESIA • SANGAT MEMPERHATIKAN KEBERSIHAN KESEHATAN • TIDAK SULIT PADA AKOMODASI • BANYAK • MENGGUNAKAN BAHASANYAN DALAM BERKOMUNIKASI • MENYENANGI MAKANAN ALLA PERANCIS • POLA PERJALANAN GT

  33. AMERIKA SERIKAT & KANADA • MENYENANGI HOTEL BINTANG YG MEWAH DENGAN PELAYANAN TERBAIK • MASALAH KESEHATAN & KEBERSIHAN MERUPAKAN SOROTAN UTAMA • TRANSPORTASI HARUS YG BAIK, NYAMAN & LUAS • MAKANAN & MINUMAN YG TERKENAL KHUSUSNYA MAKANAN EROPA • SANGAT JUJUR & POLOS DALAM MEMBERIKAN KOMENTAR • SANGAT SOPAN & MENHARGAI JASA ORANG LAIN • BERHUBUNGAN DENGAN ORANG SEDIKIT FORMAL • ODTW YG DISENANGI ADALAH ALAM & BUDAYA SETEMPAT • POLA PERJALANAN GT • SHOPING SANGAT ROYAL

  34. PERANCIS • MENYENANGI TEMPAT BERSEJARAH • SANGAT APIK DALAM BELANJA BARANG (HARGA,KUALITAS & TEMPAT • SANGAT MENYOROTI MASALAH KESEHATAN & KEBERSIHAN • AKOMODASI TIDAK MENJADI MASALAH ASAL BERSIH & LUAS • PERILAKU SELALU TIDAK FORMAL • SOPAN,KURANG BANYAK ACARA & SANGAT MENGHARGAI JASA ORANG • KOMENTARNYA LANGSUNG • POLAPERJALANAN GT • MAKANAN KESUKAAN MAKANAN EROPAH

  35. BELANDA • MENYENANGI TEMPAT BERSEJARAH • SANGAT APIK DALAM BELANJA BARANG (HARGA,KUALITAS & TEMPAT • SANGAT MENYOROTI MASALAH KESEHATAN & KEBERSIHAN • AKOMODASI TIDAK MENJADI MASALAH ASAL BERSIH & LUAS • PERILAKU SELALU TIDAK FORMAL • SOPAN,KURANG BANYAK ACARA & SANGAT MENGHARGAI JASA ORANG • KOMENTARNYA LANGSUNG • POLAPERJALANAN GT • MAKANAN KESUKAAN MAKANAN EROPAH

  36. AGEN PERJALANAN WISATA KEGIATAN • MENJADI PERANTARA DIDALAM PEMESANAN TIKET ANGKUTAN UDARA,LAUT,DAN DARAT • MENGURUS DOKUMEN PERJALANAN. • MENJADI PERANTARA DI DALAM PEMESANAN AKOMODASI,RESTORAN,DAN SARANA WISATA LAINNYA • MENJUALKAN PAKET – PAKET WISATA YANG DIBUAT OLEH BPW

  37. BIRO PERJALANAN WISATA • MEMBUAT MENJUAL DAN MENYELENGGARAKAN PAKET WISATA • MENGURUS DAN MELAYANI KEBUTUHAN JASA ANGKUTAN BAGI PERORANGAN DAN ATAU KELOMPOK ORANG YG DIURUSNYA • MELAYANI PEMESANAN AKOMODASI RESTORAN DAN SARANA WISATA LAINNYA • MENGURUS DOKUMEN PERJALANAN • MENYELENGGARAKAN PEMANDUAAN PERJALANAN WISATA • MELAYANI PENYELENGGARAAN KONVENSI

  38. TOURISM INDUTRY • SEGALA USAHA YG BERTUJUAN UNTUK MENGHASILKAN BARANG DAN JASA (PRODUK YG DAPAT MEMENUHI KEBUTUHAN KONSUMEN • BERSIFAT KOMERSIAL (PROPIT ORIENTED) • MERUPAKAN KUMPULAN DARI PERUSAHAAN – PERUSAHAAN YG MENGHASILKAN BARANG PRODUK UNTUK TUJUAN SEJENIS. PARIWISATA SBG INDUSTRI KEBUTUHAN AKAN REAKSI PERJALANAN KEBUTUHAN UNTUK PERJALANAN (FASILITAS DAN JASA) KONSUMEN UPAYA MEMENUHI KEBUTUHAN TERSEBUT DENGAN TUJUAN MENDAPAT KEUNTUNGAN PRODUSEN PRODUK KONSUMEN PRODUSEN PROFIT

  39. STRATEGI PEMBANGUNAN PARIWISATA INDONESIA • PENINGKATKAN DAYA SAING DESTINASI, PRODUK DAN USAHA PARIWISATA NASIONAL • PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT SETEMPAT (COMMUNITY-BASED TOURISM DEVELOPMENT) • PENINGKATAN PANGSA PASAR PARIWISATA MELALUI PEMASARAN TERPADUDI DALAM MAUPUN DI LUAR NEGERI • PENINGKATAN KUALITAS, PELAYANAN DAN INFORMASI WISATA • PENGEMBANGAN INCENTIVE SYSTEM USAHA DAN INVESTASI DI BIDANG PARIWISATA • PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PENDUKUNG PARIWISATA(TERUTAMA AKSESIBILITAS) • PENGEMBANGAN SDM (STANDARISASI, AKREDITASI DAN SERTIFIKASI KOMPETENSI) • SINERGI MULTI-STAKEHOLDERS DALAM DESAIN PROGRAM KEPARIWISATAAN

  40. PROGRAM PEMASARAN PARIWISATA • PEMULIHAN DAN PENINGKATAN CITRA : BALI RECOVERY PROGRAM, JOGYA RECOVERY PROGAM, ON-LINE MARKETING, MARKETING REPRESENTATIVES DI PASAR UTAMA; • PENINGKATAN CUSTOMER LOYALTY DAN PENETRASI PASAR BARU: PEMELIHARAAN 10 PASAR TRADISIONAL DAN PENETRASI PASAR CHINA, INDIA DAN TIMUR TENGAH; • PEMASARAN PARIWISATA NUSANTARA: KAMPANYE “CINTAI NEGERIMU KENALI NEGERIMU”, PROMOSI PAKET-PAKET WISATA REMAJA, WISATA ZIARAH, WISATA KELUARGA; DAN • INTEGRASI PRODUK-PROMOSI ANTAR STAKEHOLDERS.

  41. PROGRAM PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA • DIVERSIFIKASI DAYA TARIK WISATA: PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA, WISATA BAHARI (CRUISE, PULAU-PULAU KECIL DAN MARINE SPORT), EKOWISATA, MICE, BELANJA DAN WISATA ZIARAH; • PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT PENDUKUNGAN UKM BIDANG PARIWISATA : HOMESTAY, RESTORAN, SPA, SEWA PERALATAN/KENDARAAN, SOUVENIR SHOP; • PENDUKUNGAN PENINGKATAN KONDISI ATRAKSI WISATA: FASILITASI OBYEK WISATA DI BERBAGAI DAERAH YANG MENGALAMI KEMUNDURAN KUALITAS, PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN WISATA; DAN • PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA PARIWISATA.

  42. PROGRAM PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA • PENINGKATAN KOORDINASI ANTAR STAKEHOLDERS: DALAM PENYUSUNAN DAN PELAKSANAAN RENCANA, IMPLEMENTASI DAN EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN; • PENINGKATAN MUTU DAN PELAYANAN PARIWISATA: PENYUSUNAN STANDARISASI USAHA BIDANG PARIWISATA DAN PENDUKUNGAN DAN PENDAMPINGAN PENINGKATAN KUALITAS UKM BIDANG KEPARIWISATAAN: HOMESTAY, RESTORAN, SEWA PERALATAN/ KENDARAAN, SOUVENIR SHOP ; DAN PENYUSUNAN STANDARISASI KOMPETENSI SDM, SERTIFIKASI DAN AKREDITASI KOMPETENSI SDM.

  43. KEBIJAKAN • MEMANTAPKAN CITRA SEBAGAI DESTINASI YANG AMAN, TERTIB, NYAMAN DAN RAMAH LINGKUNGAN • MENDORONG PENGEMBANGAN DESTINASI DI WILAYAH NKRI SESUAI POTENSI DAN SUMBER DAYA MASING-MASING • MENINGKATKAN PRODUCT LINKAGE(market lead based product) • MENGEMBANGKANDESTINASI BERKUALITAS DAN BERDAYA SAING : EKOWISATA, BAHARI, BUDAYA, BELANJA DAN MICE • MEREVITALISASI KAWASAN PARIWISATA POPULER • MENGEMBANGKAN AKSESIBILITAS, JEJARING DAN KETERKAITAN (NETWORKING AND LINKAGE) LINTAS SEKTOR DAN WILAYAH • MENINGKATKAN PERAN SERTA MASYARAKAT • MENINGKATKAN KEMUDAHAN INVESTASI DI DESTINASI PARIWISATA

  44. PENDEKATAN PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA NASIONAL K B I K T I POSISI SAAT INI • MICE • BELANJA • BUDAYA • EKOWISATA • BAHARI • ZIARAH* • BAHARI • EKOWISATA • BUDAYA • BELANJA • MICE • ZIARAH* FOKUS KEBIJAKAN • PEMELIHARAAN • REVITALISASI • PEMBANGUNAN • PERINTISAN • PEMBANGUNAN • REVITALISASI

  45. POSISI PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA UNGGULAN JAWA BALI LUAR JAWA BALI • POSISI DESTINASI UNGGULAN SAAT INI: • BALI • DKI JAKARTA • DI JOGYAKARTA • JAWA BARAT • PENGEMBANGAN DESTINASI UNGGULAN TAHUN 2007: • SUMATERA BARAT, SULAWESI UTARA • SULAWESI SELATAN, • NUSA TENGGARA BARAT. NUSA TENGGARA TIMUR

  46. TERIMA KASIH

  47. TERIMAKASIH