teori bahasa dan otomata 2 sks n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Teori Bahasa dan Otomata 2 sks PowerPoint Presentation
Download Presentation
Teori Bahasa dan Otomata 2 sks

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 20

Teori Bahasa dan Otomata 2 sks - PowerPoint PPT Presentation


  • 244 Views
  • Uploaded on

Teori Bahasa dan Otomata 2 sks. Ekuivalensi DFA-NDFA dengan ɛ-move Versi 2. Rifki Indra Perwira, S.Kom rifkiindra@gmail.com. Cakupan Bahasan. NDFA dengan ɛ-move Algoritma ɛ-move ke NDFA Kenapa harus ekuivalen? Persamaan VS Perbedaan Langkah2 penyamaan DFA-NDFA Contoh permasalahan.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Teori Bahasa dan Otomata 2 sks' - esben


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
teori bahasa dan otomata 2 sks

Teori Bahasa dan Otomata2 sks

Ekuivalensi DFA-NDFA denganɛ-move

Versi2

Rifki Indra Perwira, S.Kom

rifkiindra@gmail.com

cakupan bahasan
Cakupan Bahasan
  • NDFA dengan ɛ-move
  • Algoritma ɛ-move ke NDFA
  • Kenapa harus ekuivalen?
  • Persamaan VS Perbedaan
  • Langkah2 penyamaan DFA-NDFA
  • Contoh permasalahan
non dfa dengan move transisi
Non DFA dengan  - move (transisi )
  • Dapat merubah state satu ke state lain tanpa membaca input
  • Tidak bergantung pada suatu input ketika melakukan transisi

q0

q1

a

b

q3

q4

q2

b

dari q0 tanpa membaca input dapat berpindah ke q1 dan q3

dari q4 tanpa membaca input dapat berpindah ke q2

closure untuk nfa move

q0

q1

q2

a

b

q3

q4

b

-closure untuk NFA -move
  • Himpunan state yang dapat dicapai dari sebuah state tanpa membaca input.
  • State yg tidak memiliki transisi , maka -closurenya adalah state itu sendiri

Dari diagram NDFA dengan-move makadihasilkan:

  • -closure (q0)= q0,q1,q2
  • -closure (q1) = q1,q2
  • -closure (q2) = q2
  • -closure (q3) = q3
  • -closure (q4) = q1,q2,q4
algoritma move ke ndfa
Algoritma ɛ-move ke NDFA
  • Buat tabel transisi NFA dengan -move awal
  • Tentukan -closure untuk setiap state
  • Carilah setiap fungsi transisi hasil perubahan dari NFA dengan -

move ke NFA tanpa -move (kita sebut saja sebagai ’) dimana ’

didapatkan dengan rumus:

’(state, input) = _closure ((_closure(state, input))

  • Berdasarkan hasil diatas, kita bisa membuat tabel transisi dan

diagram transisi dari NFA tanpa -move yang ekivalen dengan NFA dengan -move tersebut.

  • Jangan lupa menentukan state-state akhir untuk Non-deterministic Finite Automata tanpa -move tersebut, yaitu state-state akhir semula ditambah dengan state-state yang _closure –nya menuju ke salah satu dari state akhir semula. Dalam bahasa formalnya:

F’ = F q(-closure (q)  F) 

contoh 1

a

q1

q0

b

q2

b

Contoh 1:

Buatlah NDFA tanpa -move yang ekivalen dengan NDFA -move dibawah !

slide7

1.

2.

  • Tentukan -closure untuk setiap state:
    • _ closure (q0) = q0,q1
    • _ closure (q1) = q1
    • _ closure (q2) = q0,q1,q2
slide8

3. Tentukan ’:

  • ’(q0,a) = _closure ((_closure(q0),a))
  • = _closure ((q0,q1,a)) =(q0,a) U (q1,a)=q0 U  = q0, sehingga_closure (q0) = q0,q1
  • ’(q0,b) = _closure ((_closure(q0),b))
  • = _closure ((q0,q1,b)) =(q0,b) U (q1,b)= U q2= q2sehingga_closure (q2)= q0,q1,q2
  • ’(q1,a) = _closure ((_closure(q1),a))
  • = _closure ((q1,a)) = _closure () = 
  • ’(q1,b) = _closure ((_closure(q1),b))
  • = _closure ((q1,b)) = (q1,b) = q2
  • sehingga _closure (q2) = q0,q1,q2
  • ’(q2,a) = _closure ((_closure(q2),a))
  • = _closure ((q0,q1,q2,a)) = (q0,a)U(q1,a)U(q2,a)=q0UU =q0, sehingga _closure (q0) = q0,q1
  • ’(q2,b) = _closure ((_closure(q2),b))
  • = _closure ((q0,q1,q2,b)) = _closure (q2) = q0,q1,q2
slide9

4.

5.

Tentukan State Akhir

- Himpunan state akhirsemulaadalahq0

- Cari _closure yang memuatstate q0  dikenai masing2 input   _close (q0,a) U _close (q0,b)

(q0,q1)a U (q0,q1)b hasilnya q0 U q2 jadi F = {q0,q2}

slide10

b

a,b

q0

a,b

q1

b

b

a,b

b

a,b

q2

b

kenapa harus ekuivalen
Kenapa harus ekuivalen?
  • Ada apa dengan NFA ? konsep yang sulit diimplementasikan.
  • Komputer sepenuhnya deterministic.
  • Kenapa dipelajari ? Lebih dekat ke sistem nyata
  • Tujuannya menerima bahasa yang sama
algoritma ekuivalen ndfa dfa
Algoritma Ekuivalen NDFA-DFA
  • Buatsemua state yang merupakan subset dari state semula. jumlah state menjadi 2Q
  • Telusuritransisi state–state yang baruterbentuk, dari diagram transisi.
  • Fokus yang “mendua”
  • Tentukan state awal
  • Tentukan state akhiradalah state yang elemennyamengandung state akhir
  • Rename state yang tersisa (*optional)
contoh 11
Contoh 1 :
  • Diberikan tabel transisi NDFA

Bagaimanakah DFA yg ekuivalen?

Dengan initial state = Q0

Final state = Q1

contoh 2
Contoh 2:
  • Buatlah DFA yang ekuivalen dengan NDFA berikut :

Q={P,Q,R,S}

∑={0,1}

S=P

F={Q,S}

slide17

1

Q

0,1

0,1

>

1

R

P

0

S

0

1

0

Ø

slide18

Fokus pada “yg mendua” awal :

  • {Q,S}
  • {Q,R}

1.(Q,0) U (S,0)= R U Ø = R

(Q,1) U (S,1)= {Q,R} U P= {P,Q,R}

2.(Q,0) U (R,0)= R U S={R,S}

(Q,1) U (R,1)= {Q,R} U P = {P,Q,R}

3.(P,0) U (Q,0) U (R,0) = {Q,S} U R U S={Q,R,S}

(P,1) U (Q,1) U (R,1) = Q U {Q,R} U P = {P,Q,R}

4.(R,0) U (S,0) = S U Ø = S

(R,1) U (S,1) = P U P = P

5.(Q,0) U (R,0) U (S,0) = R U S U Ø = {R,S}

(Q,1) U (R,1) U (S,1) = {Q,R} U P U P= {P,Q,R}

State awal = 4, muncul state baru berjumlah 5, shg total

state setelah ekuivalen = 9

shg dfa yg ekuivalen dgn ndfa tadi adalah
Shg DFA yg ekuivalen dgn NDFA tadi adalah ….

1

Q,R

1

0

Q

R

0

1

S

>

P

1

0

0

Q,R,S

0

Q,S

0

1

0

1

1

P,Q,R

R,S

1

0

1

kemudian boleh di rename state2 baru
Kemudian boleh di rename state2 baru

1

U(Q,R)

1

0

Q

R

0

1

S

>

P

1

0

0

X(Q,R,S)

T(Q,S)

0

1

0

1

1

V(P,Q,R)

1

W(R,S)

1

0

0