1 / 20

PRAKTIKUM HIPERKES

PRAKTIKUM HIPERKES. TEST PENDENGARAN. TEST PENDENGARAN. TUJUAN : Mengetahui kurang pendengaran/ tidak Mengetahui derajat berat-ringan Letak kelainan  terapi MACAM TEST : Test bicara : suara bisik & konversasi (bicara normal) Test garpu tala audiometri.

emery-marsh
Download Presentation

PRAKTIKUM HIPERKES

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PRAKTIKUM HIPERKES TEST PENDENGARAN

  2. TEST PENDENGARAN TUJUAN : • Mengetahui kurang pendengaran/ tidak • Mengetahui derajat berat-ringan • Letak kelainan  terapi MACAM TEST : • Test bicara : suara bisik & konversasi (bicara normal) • Test garpu tala • audiometri

  3. Test konversi  secara alamiah untuk menilai fungsi sosial telinga • Test bisik  syarat : • Tempat : sunyi tidak ada gema, jarak 6 m • Penderita : matanya ditutup, disuruh mengulang kata yg dibisikkan • Pemeriksa : membisikkan 5-10 kata, tiap jarak 1-2 suku kata terutama kata benda • Hasil : tajam pendengaran jika 80 % kata dapat ditirukan

  4. KUANTITATIF • NORMAL : 6 – 10 M • PRAKTIS NORMAL : 4 - < 6 M • TULI RINGAN : 2 - < 4 M • TULI SEDANG : 1 - < 2 M • TULI BERAT : 10 Cm • TULI TOTAL : 0 (Tdk ada respon)

  5. KUALITATIF • Tidak terdengar huruf desis  persepsi • Tidak terdengar huruf lunak  konduksi

  6. AUDIOMETRI • Pure tone audiometri (nada murni) • Speech audiometri (nada bisik) - audiogram : hasil pengukuran berupa grafik dari konduksi udara & tulang - dapat menentukan jenis/berat ketulian

  7. HASIL • Normal : konduksi tl dan udara ≤ 25 dB • Tuli konduksi : konduksi tl.normal & konduksi udara turun • Tuli persepsi : konduksi tl & udara sama-sama turun 4. Tuli campuran : konduksi tl turun < konduksi udara

  8. GAMBAR • O konduksi udara telinga kanan • [ konduksi tulang telinga kanan • X konduksi udara telinaga kiri • ] konduksi tulang telinga kiri

  9. CARA KERJA • Pasang air phone pd org yg diperiksa /pasien sesuai dg tanda (merah utk telinga kanan) • Tekan power  on, kalibrasi alat sebelum dipakai, lihat skala benar-2 pada posisi 0 • Arahkan pasien, jika mendengar suara disuruh menekan tombol yg dipegang • Mulai pemeriksaan 1000 Hz, 2000 hz, 3000 Hz, 4000 Hz, 8000 Hz kemudian kembali ke 500 Hz • Pasien dirangsang dg suara yg intensitasnya 40 dB, jika mendengar diturunkan 35 dB dst, tetapi jika tdk mendengar naikan ke 45 dB dst

  10. Catat dg baik hasil yg didapat • Hitung rerata ambang pendengaran pada frekuensi pembicaraan ( 500, 1000 dan 2000 Hz) • Bandingkan dg nilai standart normal/tidak

  11. REACTION TIME • TUJUAN : MENGUKUR TINGKAT KELELAHAN • CARA PEMERIKSAAN : - hidupkan alat dgn menekan tombol ON - reset angka penampilan  menunjukkan angka 0,00 dg cara menekan tombol 0 - pilih rangsang suara atau cahaya dg cara menekan tombol suara/cahaya

  12. - subyek yg akan diperiksa diminta untuk menekan TOMBOL TEKAN SUBYEK setelah mendengar suara atau melihat cahaya - setelah subyek menekan tombol tekan subyek, pada penampilan langsung menunjukkan angka waktu reaksi dengan satuan MILLIDETIK KET. 1. tombol tekan pemeriksa kabel biru 2. tombol tekan subyek  kabel hitam

  13. PENGUKURAN WAKTU REAKSI • MASING-2 REAKSI DILAKUKAN 20 KALI BERTURUT-2  DIPEROLEH 20 ANGKA WAKTU REAKSI YAITU 1 S/D 20. UNTUK PENGHITUNGAN LIMA ANGKA DI DEPAN DIHILANGKAN DAN ANGKA KE 16 S/D 20 DIABAIKAN • ANGKA KE 6 S/D 15 DIPERHITUNGKAN DAN DI RERATA UTK MENDAPATKAN ANGKA WAKTU REAKSI

  14. KESIMPULAN • NORMAL : 150 – 240 Millidetik • Kelelahan ringan : 240 - < 410 Millidetik • Kelelahan sedang : 410 - < 580 Millidetik • Kelelahan berat : ≥ 580 Millidetik

  15. DUST MEASUREMENT • PERSONAL DUST SAMPLER • LOW VOLUME DUST SAMPLER • HIGH VOLUME DUST SAMPLER • HIJET DUST SAMPLER • DIGITAL DUST INDIKATOR • ELECTROSTATIC DUST SAMPLER • METODE PETRIDISH (DUST FALL METHOD)

  16. DUST MEASUREMENT • NO 1-4 MERUPAKAN SISTEM FILTRASI • PERALATAN : -FILTER, PETRIDISH -FILTER HOLDER -THREE FOOT PENYANGGAH -SUCTION PUMP -FLOW RATE METER -TIMBANGAN ELECTRIS -PIPA-PIPA PLASTIK, DECICATOR

  17. PRINSIP KERJA FILTRASI • Debu dalam ruang kerja dihisap dengan suction pump yang dihubungkan dengan filter holder (tempat filter) melalui pipa-pipa penghubung. Filter yang telah dipasang di filter holder sudah diketahui beratnya. Udara yg dihisap kecepatan alirannya dapat diketahui melalui flow rate atau rotameter. Dengan mengetahui kecepatan aliran udara,maka dapat diketahui volume udara yg dihisap selama pengambilan sample. • Volume udara = flow rate x t (menit)/1000 (m3)

  18. CARA KERJA • Filter ditimbang ( 2 buah) catat beratnya  pasang ke filter holder • Tekan tombol on  catat waktunya minimal 30 menit • Catat flow rate setiap 10 menit  rerata • Setelah 30 menit matikan alatnya dan lepas filternya jangan sampai debunya tumpah • Timbang filter baik untuk treatment/kontrol

  19. RUMUS KONSENTRASI DEBU (G) (x2 – x1) – (y2 –y1) G (mg/m3) = -------------------------- V x t /1000 x1 = berat filter sebelum terpapar x2 = berat filter sesudah terpapar y1 = berat filter kontrol sebelum terpapar y2 = berat filter kontrol setelah terpapar

  20. CATATAN • FLOW RATE PADA LVDS LANGSUNG DAPAT DIBACA • FLOW RATE PADA HVDS KONVERSI TERLEBIH DAHULU PADA TABEL YG TERTERA PADA ALAT

More Related