1 / 24

PEMBUKTIAN

PEMBUKTIAN. Yeni Salma Barlinti. PEMBUKTIAN DALAM ISLAM. Ikrar (pengakuan) Syahadah (saksi) Yamin (Sumpah) Ridah (murtad) Maktubah (bukti tertulis) Tabayyun (pemeriksaan koneksitas). 1. IKRAR / PENGAKUAN. Ikrar atau Pengakuan adalah pernyataan membenarkan mengenai suatu peristiwa

eliora
Download Presentation

PEMBUKTIAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PEMBUKTIAN Yeni Salma Barlinti

  2. PEMBUKTIAN DALAM ISLAM • Ikrar (pengakuan) • Syahadah (saksi) • Yamin (Sumpah) • Ridah (murtad) • Maktubah (bukti tertulis) • Tabayyun (pemeriksaan koneksitas)

  3. 1. IKRAR / PENGAKUAN • Ikrar atau Pengakuan adalah pernyataan membenarkan mengenai suatu peristiwa Dasar Hukum • QS An Nisa ayat 135: “wahai orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu” • HR Bukhari Muslim dari Abi Hurairah tentang seorang laki-laki muslim menghadap Rasulullah saw yang mengakui telah melakukan zina • Pasal 174-176 HIR • Pasal 311-313 RBg • Pasal 1923-1928 KUHPer

  4. Ucapan Pengakuan • Di depan sidang • Pengakuan di depan sidang menjadi alat bukti yang sempurna dan mengikat • Di luar sidang • Pengakuan di luar sidang tidak mengikat hakim, dan hakim bebas untuk menilai

  5. 2. SAKSI • Musyahadah adalah menyaksikan suatu peristiwa • Saksi harus benar-benar melihat, mendengar, mengetahui, atau mengalami sendiri atas apa yang disaksikannya (ratio sciendi, ‘ain al yaqin), bukan berdasarkan berita (testimonium di auditu) lalu disimpulkan sendiri (ratio concludendi)

  6. Cont’d • Dasar Hukum • QS Al Baqarah ayat 282: “Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki. Jika tidak ada dua orang lelaki maka boleh seorang lelaki bersama dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu sukai, supaya jika yang seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Dan janganlah saksi-saksi itu enggan apabila mereka dipanggil...” • Pasal 139-152, Pasal 168-172 HIR • Pasal 165-179 RBg • Pasal 1902-1912 KUHPer

  7. Fungsi Saksi • Saksi berfungsi sebagai syarat hukum (hukum material) • Rukun nikah 2 saksi harus terpenuhi • Saksi berfungsi sebagai alat pembuktian (hukum formal) • 2 saksi dalam akad nikah menjadi alat bukti telah terjadi pernikahan • Segala saksi yang memenuhi syarat hukum, otomatis memenuhi syarat pembuktian, tetapi tidak sebaliknya

  8. Jumlah Saksi

  9. Cont’d

  10. Cont’d • Unus testis nullus testis = satu saksi sama dengan bukan kesaksian • Larangan menjadi saksi (dengan tujuan agar terjamin obyektivitas tidak memihak): • Larangan mutlak • Keluarga sedarah dan semenda menurut garis keturunan lurus kecuali dalam perkara status keperdataan atau perjanjian kerja, pencabutan kekuasaan orang tua atau wali • Suami atau isteri • Larangan relatif (boleh didengar tetapi bukan sebagai saksi) • Anak di bawah 15 tahun • Hak ingkar untuk menjadi saksi atau dibebaskan dari saksi • Saudara laki-laki atau perempuan dan ipar laki-laki dan perempuan • Keluarga sedarah menurut garis keturunan lurus dari suami atau isteri • Orang karena martabat, jabatan atau hubungan kedinasan yang sah yang diwajibkan menyimpan rahasia

  11. 3. SUMPAH • Apabila Penggugat tidak dapat membuktikan gugatannya dan Tergugat menolak gugatan tersebut, maka Tergugat melakukan sumpah • Al bayyinatu ‘alal mudda ‘ii wal yamiinu ‘alaa man ankara: “bukti itu dibebani kepada penggugat dan sumpah itu dibebani kepada pihak yang menolak (pengakuan)”

  12. 4. RIDDAH • Telah keluar dari agama Islam atau murtad • Digunakan untuk pembuktian pada perkara perceraian agar perkawinannya putus

  13. 5. MAKTUBAH / ALAT BUKTI TERTULIS • Transaksi yang tidak tunai diperintahkan untuk ditulis • Alat bukti tertulis tidak boleh mengorbankan hukum materiil Islam  contoh: wasiat • Macam alat bukti tertulis: • Akta otentik  dibuat oleh pejabat yang berwenang  mempunyai kekuatan bukti yang sempurna • Akta bukan otentik  tidak dibuat oleh pejabat yang berwenang  kekuatan pembuktian menjadi penilaian bebas oleh hakim • Surat lainnya  kekuatan pembuktian menjadi penilaian bebas oleh hakim • Salinan atau fotokopi surat  dilegalisir mempunyai kekuatan sama dengan kekuatan aslinya

  14. AL QARINAH / PERSANGKAAN / PETUNJUK • Dasar Hukum • Kisah Nabi Yusuf as dan Zulaikha • Nabi Daud as dan Nabi Sulaiman as tentang perebutan seorang anak oleh dua orang perempuan • Rasulullah memberikan barang hilang kepada orang yang dapat menyebutkan ciri-ciri barang tersebut

  15. Macam Persangkaan / Vermoeden • Persangkaan hakim • Kesimpulan hakim sebagai hasil pemeriksaan sidang • Persangkaan undang-undang • Kesimpulan yang dibuat oleh hakim karena sudah ditentukan oleh dan di dalam undang-undang

  16. 6. TABAYUN • Tabayun adalah pemeriksaan oleh pengadilan lain untuk mendapatkan kejelasan atas perkara yang sedang diperiksa

  17. PEMBUKTIAN PERKARA PIDANA DALAM ISLAM • Pengakuan • Saksi • Qasamah

  18. Pengakuan • Pengakuan dalam perkara zina berlaku bagi pihak yang melakukan zina • Dasar Hukum: • HR Bukhari Muslim dari Abi Hurairah • Ghamidiyah • Cara pelaksanaan pengakuan: • Cukup 1 kali pengakuan • Ucapan pengakuan sebanyak empat kali • Ucapan pengakuan sebanyak empat kali di tempat-tempat yang berlainan

  19. Saksi • Perkara zina  4 orang saksi laki-laki berfungsi sebagai: • Alat bukti bahwa telah terjadi zina • Syarat hukum untuk berlakunya rajam/jilid

  20. Jumlah Saksi

  21. Res Upsa Loquiter • Res Upsa Loquiter / Fakta yang Berbicara atas Dirinya Sendiri • Umar bin Khattab menjatuhkan putusan rajam terhadap seorang wanita yang secara nyata diketahui hamil padahal ia tidak bersuami. • Umar bin Khattab dan Ibnu Mas’ud menjatuhkan putusan hukuman had terhadap seorang lelaki yang diketahui secara nyata mulutnya berbau minuman keras atau muntah karena minuman keras

  22. Qasamah • Qasamah adalah sumpah yang dimintakan kepada wali dari tertuduh pelaku pembunuhan karena tidak diketahui siapa yang telah melakukan pembunuhan

  23. Pelaksanaan Qasamah I. Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Hanbali • Qasamah (sumpah) diucapkan oleh para wali korban yang mendakwa sebanyak 50 orang yang masing-masing bersumpah sekali dengan menyebut nama Tuhan “Wallahi...” Atau “Billahi...” • Jika wali tidak mau mengucapkan qasamah, maka orang yang dituduh mengucapkan qasamah yang dilakukan oleh 50 orang, berisi penolakan tuduhan wali • Apabila wali enggan mengucapkan sumpah dan tidak menerima sumpah sanggahan dari tertuduh, tertuduh bebas dari dakwaan. Dan wali mendapat diyat, sebagai ganti hukuman qishas, yang dibayar oleh Baitul mal.

  24. Cont’d II. Imam Hanifah • Wali (ahli waris) dari orang yang terbunuh meminta agar 50 orang terkemuka di sekitar tempat kejadian untuk mengucapkan sumpah (qasamah) bahwa mereka tidak membunuhnya. Setelah diucapkan sumpah, penduduk setempat diwajibkan membayar diyat

More Related