1 / 88

BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL

KONTRASEPSI. BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL. 2. 2. 2. 2. 2. 2. +. +. =. 2. 2. 2. 6. -. =. 6. 2. 1. 6. S. L. E. E. P. N. I. G. H. T. 0. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. DASEP BUDI ABADI MAY 9’th 1947 MD ‘74, MAGISTER ‘88, PHD ‘93

elaina
Download Presentation

BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KONTRASEPSI BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL

  2. 2 2 2 2 2 2 + + = 2 2 2 6 - = 6 2 1 6

  3. S L E E P N I G H T 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

  4. DASEP BUDI ABADI MAY 9’th 1947 MD ‘74, MAGISTER ‘88, PHD ‘93 TWO CHILDREN (BOYS) FP ASSURANCE AND SERVICE DIRECTORATE

  5. KELUARGA BERKUALITAS JENIS-JENIS KONTRA SEPSI. Direktorat Jaminan dan Pelayanan KB

  6. JENIS KONTRASEPSI BERDASARKAN BENTUK • TRADISIONALSANGGAMA TERPUTUS, ABSTINENSIA, MAL, KB ALAMIAH • MODERN • METODA BARIER (Kondom, Kondom Perempuan, Diapragma, Cup Serviks/Mangkok Leher Rahim, Spermicida) • PIL • IUD • SUNTIKAN • IMPLANT • OPERASI (Pria, Perempuan)

  7. JENIS KONTRASEPSI BERDASARKAN CARA DAN KANDUNGAN BAHAN AKTIF • METODE AMENOREA LAKTASI (MAL) • KB ALAMIAH • SANGGAMA TERPUTUS • METODE BARIER • KONTRASEPSI KOMBINASI • KONTRASEPSI PROGESTIN • ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (IUD) • KONTRASEPSI MANTAP (OPERASI)

  8. METODE AMENOREA LAKTASI (MAL) • METODE AMENOREA LAKTASI (MAL) • KB ALAMIAH • SANGGAMA TERPUTUS • METODE BARIER • KONTRASEPSI KOMBINASI • KONTRASEPSI PROGESTIN • ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (IUD) • KONTRASEPSI MANTAP (OPERASI)

  9. METODE AMENOREA LAKTASI (MAL) • Kontrasepsi mengandalkan pemberian ASI • MAL sebagai kontrasepsi bila : • Menyusui eksklusif (100 % ASI) • Belum haid • Umur bayi kurang dari 6 bulan • Bekerja dengan cara menunda/menekan ovulasi. • Efektif sampai 6 bulan (98 % mencegah kehamilan) • Harus dilanjutkan dengan metoda kontrasepsi lain.

  10. METODE AMENOREA LAKTASI (MAL) • BAGAIMANA AGAR MAL BISA MENCEGAH 98 % KEHAMILAN (Bellagio, 1988) • Harus menyusui secara penuh atau hampir penuh (Hanya sesekali diberi 1-2 teguk air/minuman pada acara adat/agama) • Perdarahan sebelum 56 hr dpt diabaikan (tak dianggap menstruasi) • Bayi menyusui secara langsung • Menyusui dimulai sejak ½ sampai 1 jam setelah lahir • Kolostrum diberikan kepada bayi • Pola menyusui on demand dan dari kedua payudara • Sering menyusui selama 24 jam termasuk malam hari. • Hindari jarak menyusui lebih dari 4 jam.

  11. KB ALAMIAH • METODE AMENOREA LAKTASI (MAL) • KB ALAMIAH • SANGGAMA TERPUTUS • METODE BARIER • KONTRASEPSI KOMBINASI • KONTRASEPSI PROGESTIN • ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (IUD) • KONTRASEPSI MANTAP (OPERASI)

  12. KB ALAMIAH • METODE YANG EFEKTIF : (0 % MF, 0-3 % UF) • Metode Ovulasi Billing (MOB)/Metode Lendir Serviks • Metode Simptomtermal • METODE YANG KURANG EFEKTIF : (9-20 %) • Sistim Kalender • Sistim Suhu Basal

  13. Metode Ovulasi Billing (MOB)/Metode Lendir Serviks • PERIKSA LENDIR DENGAN JARI TANGAN ATAU TISU DILUAR VAGINA, PERHATIKAN PERUBAHAN BASAH KERING. • PERHATIKAN POLA KESUBURAN DAN POLA DASAR KETIDAK SUBURAN. SANGAT DIPENGARUHI OLEH LAMA SIKLUS MENS. • HARI KERING : • SATU SAMPAI BEBERAPA HARI SETELAH MENS VAGINA TERASA KERING. TERJADI PULA SETELAH HARI PUNCAK. • HARI SUBUR : • DITEMUKANNYA LENDIR DI VAGINA. IBU DIANGGAP SUBUR WALAUPUN LENDIR KENTAL DAN LENGKET. • HARI PUNCAK : • HARI TERAKHIR DITEMUKAN LENDIR, YANG AKAN DIIKUTI HARI KERING LAGI.

  14. 3 2 1 LENDIR * * * * * k k k L L L L L L L L L L K K K K K K L L * 2 1 3 Metode Simtomtermal. HARI KE

  15. SANGGAMA TERPUTUS • METODE AMENOREA LAKTASI (MAL) • KB ALAMIAH • SANGGAMA TERPUTUS • METODE BARIER • KONTRASEPSI KOMBINASI • KONTRASEPSI PROGESTIN • ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (IUD) • KONTRASEPSI MANTAP (OPERASI)

  16. SANGGAMA TERPUTUS • ALAT KELAMIN LAKI-LAKI DIKELUARKAN SEBELUM EJAKULASI • EFEKTIFITAS TERGANTUNG KESEDIAAN PASANGAN (4 – 18 %) • EFEKTIFITAS JAUH MENURUN KALAU SELAMA 24 JAM SPERMA MASIH MELEKAT PADA PENIS • MEMUTUSKAN KENIKMATAN SANGGAMA.

  17. METODE BARIER • METODE AMENOREA LAKTASI (MAL) • KB ALAMIAH • SANGGAMA TERPUTUS • METODE BARIER • KONTRASEPSI KOMBINASI • KONTRASEPSI PROGESTIN • ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (IUD) • KONTRASEPSI MANTAP (OPERASI)

  18. METODE BARIER • KONDOM • Kondom biasa, Kondom Perempuan • Terbuat dari latex, Plastik, Bahan Alami • Bentuk, Warna, Aroma, Pelumas, spermicida • Menghalangi pertemuan sperma dan sel telur • 2 -12 % kegagalan, tergantung benar tidaknya penggunaan • Mempunyai Fungsi Ganda (Dual Protections) • DIAPRAGMA • Flat spring, Coil Spring, Arching Spring, Cervical Cup. • Menghalangi pertemuan sperma dan sel telur. • 6 – 18 % kegagalan, tergantung kepatuhan. • Dapat dipasang 6 jam sebelum sanggama. • Dapat mencegah IMS/HIV/Aids.

  19. METODE BARIER • SPERMICIDA • Bahan kimia ( Non Oksinol-9 ) untuk menonaktifkan atau membunuh sperma. • Bentuk dapat berupa Aerosol, Tablet, Supositori, Tisu, Krem. • Harus menunggu 10 – 15 menit • Efektif dalam waktu 2 jam • 3 – 21 % kegagalan.

  20. KONTRASEPSI KOMBINASI. • METODE AMENOREA LAKTASI (MAL) • KB ALAMIAH • SANGGAMA TERPUTUS • METODE BARIER • KONTRASEPSI KOMBINASI • KONTRASEPSI PROGESTIN • ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (IUD) • KONTRASEPSI MANTAP (OPERASI)

  21. KONTRASEPSI KOMBINASI. • PIL KOMBINASI • EFEKTIF ( 1 %0) DAN REFERSIBEL • MENEKAN OVULASI, MENCEGAH IMPLANTASI, MENGENTALKAN LENDIR SERVIKS SEHINGGA SPERMA SULIT MASUK, PERGERAKAN TUBA TERGANGGU SEHINGGA TRANSPORTASI TELUR/GAMET DALAM TUBA TERGANGGU. • HARUS DIMINUM SETIAP HARI • BULAN2 PERTAMA MUAL DAN PERDARAHAN BERCAK • JARANG ADA EFEK SAMPING SERIUS • DAPAT DIMINUM SETIAP SAAT BILA YAKIN TAK HAMIL • TIDAK DIANJURKAN PADA IBU YANG SEDANG MENYUSUI • SUNTIKAN KOMBINASI

  22. JENIS KONTRASEPSI PIL KOMBINASI. • MONOFASIK • 21 PIL MENGANDUNG HORMON ESTROGEN DAN PROGESTERON DALAM DOSIS YANG SAMA, 7 TABLET TANPA HORMON. • BIFASIK • 21 PIL MENGANDUNG HORMON ESTROGEN DAN PROGESTERON DALAM DOSIS YANG BERBEDA, 7 TABLET TANPA HORMON. • TRIFASIK • 21 PIL MENGANDUNG HORMON ESTROGEN DAN PROGESTERON DALAM 3 DOSIS YANG BERBEDA, 7 TABLET TANPA HORMON.

  23. MONOFASIK BIFASIK TRIFASIK = PROGESTIN = ESTROGEN = BEBAS HORMON

  24. PIL KOMBINASI. • WAKTU MULAI MENGGUNAKAN PIL • SETIAP SAAT SELAGI HAID, ASAL YAKIN TIDAK HAMIL. • HARI 1 S/D HARI KE-7 SIKLUS HAID. • BISA MULAI HARI KE-8 HARUS PAKE KONDOM SAMPAI HARI KE-14 ATAU TIDAK SANGGAMA SAMPAI PIL HABIS. • 6 BULAN SETELAH MELAHIRKAN KALAU MENYUSUI SECARA EKSKLUSIF • 3 BULAN SETELAH MELAHIRKAN KALAU TIDAK MENYUSUI. • BILA BERHENTI MENGGUNAKAN KONTRASEPSI SUNTIKAN, DAN INGIN GANTI PIL DAPAT LANGSUNG MEMINUM PIL.

  25. SUNTIKAN KOMBINASI. • KOMBINASI 25 mg DEPO MEDROKSIPROGESTERONE ASESTAT DAN 5 mg ESTRADIOL SIPIONAT, IM, SEBULAN SEKALI (CYCLOFEM). • SERTA KOMBINASI 50 mg NORETINDRON ENANTAT DAN 5 mg ESTRADIOL VALERAT, IM, SEBULAN SEKALI • KEGAGALAN 1 – 4 1 %0 • MENEKAN OVULASI, MENYEBABKAN ATROFI ENDOMETRIUM SEHINGGA MENCEGAH IMPLANTASI, MENGENTALKAN LENDIR SERVIKS SEHINGGA SPERMA SULIT MASUK, TRANSPORTASI TELUR/GAMET DALAM TUBA TERGANGGU.

  26. SUNTIKAN KOMBINASI. • WAKTU MULAI MENGGUNAKAN • HARI 1 S/D HARI KE-7 SIKLUS HAID. • BISA MULAI HARI KE-8, HARUS PAKE KONTRASEPSI LAIN (KONDOM) ATAU TIDAK BERSANGGAMA SELAMA 7 HARI. • 6 BULAN PASCA PERSALINAN, MENYUSUI DAN BELUM HAID, ASAL DIPASTIKAN TIDAK HAMIL. • 6 BULAN PASCA PERSALINAN, MENYUSUI DAN SUDAH HAID, DAPAT DIBERIKAN PADA HARI KE-1 S/D KE-7 SIKLUS HAID.

  27. SUNTIKAN KOMBINASI. • WAKTU MULAI MENGGUNAKAN • BILA SEBELUMNYA KONTRASEPSI HORMONAL LAIN, DIGUNAKAN DENGAN BAIK, YAKIN TAK HAMIL, BISA LANGSUNG. • BILA SEBELUMNYA SUNTIKAN LAIN, DAPAT DISUNTIK SESUAI JADWAL • BILA SEBELUMNYA MENGGUNAKAN NON HORMONAL DAN YAKIN TIDAK HAMIL, DAPAT LANGSUNG DIBERIKAN. BILA DIBERIKAN PADA HARI KE-1 S/D KE-7 SIKLUS HAID TAK PERLU KONTRASEPSI LAIN. DEMIKIAN PULA PADA PESERTA IUD, DAN IUDNYA SEGERA DICABUT.

  28. KONTRASEPSI PROGESTIN. • METODE AMENOREA LAKTASI (MAL) • KB ALAMIAH • SANGGAMA TERPUTUS • METODE BARIER • KONTRASEPSI KOMBINASI • KONTRASEPSI PROGESTIN • ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (IUD) • KONTRASEPSI MANTAP (OPERASI)

  29. KONTRASEPSI PROGESTIN. • KONTRASEPSI SUNTIKAN PROGESTIN • KONTRASEPSI PIL PROGESTIN (MINI PIL) • KONTRASEPSI IMPLANT • AKDR (IUD) DENGAN PROGESTIN

  30. KONTRASEPSI SUNTIKAN PROGESTIN. • TERDAPAT DUA JENIS MENGANDUNG 150 mg DEPO MEDROKSIPROGESTERON ASETAT, DISUNTIK IM SETIAP 3 BULAN. MENGANDUNG 200 mg NORETINDRON ENANTAT, DISUNTIK IM, SETIAP 2 BULAN SELAMA 3 KALI, SELANJUTNYA SETIAP 3 BULAN. • MENEKAN OVULASI, MENYEBABKAN ATROFI ENDOMETRIUM SEHINGGA MENCEGAH IMPLANTASI, MENGENTALKAN LENDIR SERVIKS SEHINGGA SPERMA SULIT MASUK, TRANSPORTASI TELUR/GAMET DALAM TUBA TERGANGGU. • KEGAGALAN 3 %0 • SERING DITEMUKAN GANGGUAN HAID, PERDARAHAN BANYAK/SEDIKIT, SIKLUS MEMANJANG/MEMENDEK, SPOTTING, TIDAK HAID.

  31. KONTRASEPSI SUNTIKAN PROGESTIN. WAKTU MENGGUNAKAN • SETIAP SAAT ASAL YAKIN TIDAK HAMIL. PADA MASA TIDAK HAID, TIDAK BOLEH SANGGAMA 7 HARI PASCA SUNTIKAN. • HARI KE-1 S/D KE-7 SIKLUS HAID. • PESERTA KB HORMONAL LAIN, BILA MENGGUNAKAN DGN BENAR, DAN TIDAK HAMIL BISA LANGSUNG DISUNTIK. • PESERTA KB SUNTIK LAIN, DAPAT DISUNTIK SESUAI DGN JADWAL SEBELUMNYA.

  32. KONTRASEPSI SUNTIKAN PROGESTIN. WAKTU MENGGUNAKAN • PESERTA KB NON HORMONAL YANG GANTI CARA, ASAL YAKIN TIDAK HAMIL BISA LANGSUNG. BILA SETELAH HARI KE 7 HAID, HARUS PANTANG SANGGAMA 7 HARI. • PADA IBU YANG PERDARAHAN TIDAK TERATUR, DAPAT DIBERIKAN SETIAP SAAT, TIDAK BOLEH SANGGAMA 7 HARI PASCA SUNTIKAN.

  33. KONTRASEPSI PIL PROGESTIN (MINI PIL). • KEMASAN 35 PIL, MENGANDUNG 300 mikro gr LEVONORGESTREL ATAU 350 mikro gr NORETINDRON. • KEMASAN 28 PIL, MENGANDUNG 75 mikro gr NORGESTREL. • MENCEGAH OVULASI, ENDOMENTRIUM BERTRANSFORMASI LEBIH AWAL SEHINGGA IMPLANTASI SULIT, MENGENTALKAN LENDIR SERVIKS, MENGUBAH MOTILITAS TUBA SEHINGGA TRANSFORMASI SPERMA TERGANGGU. • EFEKTIFITAS : KEGAGALAN 1,5 % • JANGAN LUPA MEMNUM TABLET. • DIMINUMPADA JAM YANG SAMA • SANGGAMA SEBAIKNYA SETALAH 3 – 20 JAM MENGGUNAKAN PIL.

  34. KONTRASEPSI PIL PROGESTIN (MINI PIL). WAKTU PENGGUNAAN : • MULAI HARI KE-1 S/D KE-5 SIKLUS HAID. KALAU LEWAT HARI KE-5, TIDAK SANGGAMA DULU 2 HARI ATAU GUNAKAN KONTRASEPSI LAIN. • DAPAT PULA SETIAP SAAT ASAL YAKIN TIDAK HAMIL. • KALAU SEDANG TIDAK HAID, ASAL YAKIN TIDAK HAMIL, DAPAT SETIAP SAAT, TIDAK SANGGAMA 2 HARI. • BILA MENYUSUI 6 Mng s/d 6 BLN DAN TIDAK HAID BISA KAPAN SAJA. KALAU MENYUSUI PENUH (EKSKLUSIF) TIDAK PERLU KONTRASEPSI.

  35. KONTRASEPSI PIL PROGESTIN (MINI PIL). WAKTU PENGGUNAAN : • BILA PENGGUNA KONTRASEPSI PIL HORMONAL LAIN, MENGGUNAKANNYA DENGAN BENAR, TIDAK HAMIL, DAPAT SEGERA DIGUNAKAN • APABILA SEBELUMNYA KONTRASEPSI SUNTIKAN, DIBERIKAN PADA JADWAL BERIKUTNYA. • APABILA SEBELUMNYA MENGGUNAKAN KONTRASEPSI NON HORMONAL, DIBERIKAN PADA HARI KE-1 S/D KE-5 SIKLUS HAID. • APABILA SEBELUMNYA IUD, DIBERIKAN PADA HARI KE-1 S/D KE-5 SIKLUS HAID.

  36. KONTRASEPSI IMPLAN • DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MASA 5 TAHUN (NORPLANT) ATAU 3 TAHUN (JADENA, INDOPLANT, SINOIMPLANT, IMPLANON). • NORPLANT 6 BATANG SILASTIK, PANJANG 3,4 cm, DIAMETER 2,4 mm, BERISI MASING-MASING 36 mg LEVONORGESTREL. • IMPLANON, 1 BATANG, PANJANG 40 mm, DIAMETER 2 mm, MENGANDUNG 68 mg 3-KETO-DESOGESTREL.

  37. KONTRASEPSI IMPLAN • JADENA, INDOPLANT, SINOIMPLANT TERDIRI DARI 2 BATANG MENGANDUNG 75 mg LEVO NORGESTREL. • EFEKTIFITAS : TINGKAT KEGAGALAN 0,2 – 1 %. • DIPASANG DI BAWAH KULIT LENGAN ATAS BAGIAN DALAM.

  38. KONTRASEPSI IMPLAN • WAKTU PENGGUNAAN • HARI KE-2 S/D HARI KE-7 SIKULUS HAID • SETIAP SAAT, ASAL YAKIN TIDAK HAMIL. KALAU SETELAH HARI KE-7, TIDAK SANGGAMA ATAU MENGGUNAKAN KONTRASEPSI LAIN 7 HARI. • KALAU TIDAK HAID, DAPAT DILAKUKAN SETIAP SAAT, TETAPI PANTANG SANGGAMA 7 HARI ATAU PAKAI KONTRASEPSI LAIN. • BILA MENYUSUI ANTARA MINGGU KE-6 S/D BULAN KE-6, DAPAT DILAKUKAN SETIAP SAAT. BILA MENYUSUI PENUH TIDAK PERLU KONTRASEPSI. • SETELAH 6 MINGGU MELAHIRKAN TAPI SUDAH HAID, DAPAT DILAKUKAN SETIAP SAAT TAPI PANTANG SANGGAMA ATAU MENGGUNAKAN KONTRASEPSI LAIN SELAMA 7 HARI.

  39. KONTRASEPSI IMPLAN • WAKTU PENGGUNAAN • BILA MENGGUNAKAN KONTRASEPSI HORMONAL, DAPAT SETIAP SAAT, KALAU PENGGUNAAN KONTRASEPSI BENAR, DAN YAKIN TIDAK HAMIL. • BILA SEBELUMNYA KONTRASEPSI SUNTIKAN, DIBERIKAN PADA SAAT JADWAL SUNTIK BERIKUTNYA. • BILA SEBELUMNYA KONTRASEPSI NON HORMONAL, DAPAT DIBERIKAN SETIAP SAAT, ASAL YAKIN TIDAK HAMIL. • BILA SEBELUMNYA IUD, DIBERIKAN PADA HARI KE-7, TIDAK SANGGAMA ATAU MENGGUNAKAN KONTRASEPSI LAIN SELAMA 7 HARI, DAN IUD LANGSUNG DICABUT.

  40. AKDR DENGAN PROGESTIN • AKDR YANG DIBERI KANDUNGAN HORMON PROGESTIN. PRIGISTASE YG MENGANDUNG PROGESTERON, DAN MIRENA YANG MENGANDUNG LEVONORGESTREL. • ENDOMETRIUM TRANSFORMASI IRREGULER, SEHINGGA ATROFI, BERAKIBAT MENGGANGGU TRANSPLANTASI. MENCEGAH PEMBUAHAN DGN MENGHALANGI/MEMBLOK PERTEMUAN OVUM DAN SPERMA. • MENGURANGI JUMLAH SPERMA YANG MENCAPAI TUBA DAN MENGINAKTIFKAN SPERMA. • DAPAT DIGUNAKAN SELAMA 5 TAHUN, MUNGKIN TIDAK TERJADI MENSTRUASI. • EFEKTIFITAS : KEGAGALAN 0,5 – 1 %.

  41. AKDR DENGAN PROGESTIN • WAKTU PENGGUNAAN • SETIAP WAKTU, KALAU YAKIN TIDAK HAMIL. • SESUDAH MELAHIRKAN : 48 JAM PERTAMA, 6 – 8 MINGGU SETELAH MELAHIRKAN ATAU SESUDAHNYA. • SEGERA SETELAH HAID, PASCA KEGUGURAN, DENGAN SYARAT TIDAK ADA INFEKSI. • KEMBALI KONTROL SESUDAH HAID PERTAMA, 4 – 6 MINGGU SETELAH DIPASANG, TETAPI TAK BOLEH LEBIH DARI 3 BULAN.

  42. INTRA UTERINE SYSTEM (IUS)

  43. ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (IUD). • METODE AMENOREA LAKTASI (MAL) • KB ALAMIAH • SANGGAMA TERPUTUS • METODE BARIER • KONTRASEPSI KOMBINASI • KONTRASEPSI PROGESTIN • ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (IUD) • KONTRASEPSI MANTAP (OPERASI)

  44. ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (IUD). • CuT-380A, Nova T, TERBUAT DARI PLASTIK FLEKSIBEL, DISELUBUNGI OLEH LEMPENGAN DAN LILITAN KAWAT TEMBAGA (Cu). • DAPAT DIGUNAKAN SELAMA 10 TAHUN • MENGHAMBAT KEMAMPUAN SPERMA MENCAPAI TUBA. MEMPENGARUHI FERTILISASI SEBELUM OVUM SAMPAI KE RONGGA RAHIM. MENCEGAH SPERMA DAN OVUM BERTEMU. MENCEGAH IMPLAMTASI. • EFEKTIFITAS : KEGAGALAN 6 – 8 %0

  45. ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (IUD). WAKTU PENGGUNAN : • SETIAP WAKTU DALAM SIKLUS HAID, ASAL YAKIN TIDAK HAMIL. • HARI KE- 1 S/D HARI KE-7 SIKLUS HAID • SEGERA SETELAH MELAHIRKAN, DALAM 48 JAM PERTAMA, ATAU 4 MINGGU SETELAH MELAHIRKAN. ATAU 6 BULAN SETELAH MENYUSUI EKSKLUSIF. • SETELAH KEGUGURAN, KALAU TIDAK ADA INFEKSI. • SELAMA 1 – 5 HARI SETELAH SANGGAMA YANG TIDAK TERLINDUNGI.

More Related