slide1 n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Air Tanah PowerPoint Presentation
Download Presentation
Air Tanah

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 90

Air Tanah - PowerPoint PPT Presentation


  • 573 Views
  • Uploaded on

Air Tanah. Air Tanah. Dalam Undang-undang No 7 tahun 2004 : Air tanah : air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah .

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Air Tanah' - druce


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
slide3

Air Tanah

  • DalamUndang-undang No 7 tahun 2004 :
  • Air tanah : air yang terdapatdalamlapisantanahataubatuandibawahpermukaantanah.
  • Cekungan air tanah : suatuwilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbuhan, pengaliran, dan pelepasan air tanahberlangsung.
slide5

Air tanahmerupakansalahsatu SDA yang keberadaannyaterbatasdankerusakannyadapatmengakibatkandampak yang luassertapemulihannyasulitdilakukan.

  • Pengembangan air tanahpadacekungan air tanahdilakukansecaraterpadudalampengembangan SDA padawilayahsungaidenganupayapencegahanterhadapkerusakan air tanah.
  • Prinsip keterpaduan antara air permukaan dan air tanahdiselenggarakandenganmemperhatikanwewenangdantanggungjawabmasing-masinginstansisesuaidengan tugas pokok dan fungsinya.
slide6

KerusakanSumber Air

Pertumbuhanindustridisertaidenganpertumbuhanpemukimanpendudukakanmenimbulkan kenaikan permintaan air tanah.

Pemakaian air beragamsehinggaberbedadalamkepentingan, maksudsertacaramemperolehsumberair.

Perlu perubahan sikap masyarakat yang cenderungborosdalampengggunaan air sertamelalaikanunsurkonservasi.

slide8

Sumberdaya Air tanah

MengacupadaSiklusHidrologi yang berisikondisisumberdayaair yang adadimukabumi, makajumlah air yang memilikikualitasbagusmenurutcatatan ada tersimpan di dalam perutbumisebagai air tanah, dan yang dimaksuddengan air tanahdisiniadalah air tanahdalam.

slide9

SkemaKeberadaan Air Dalam Tanah

Lapisantidakkenyang air (Zone of Aeration)

Soil water zone

Intermediate belt

Capillary rise

LapisanKenyang air (Zone of Saturation)

akuifer (aquifer)

Groundwater

slide10

Secaraumumkeberadaan air tanahdibagi:

  • lapisantidakkenyang air (zone of aeration)
    • Soil water zone : daerahperakarantanaman,
    • Lapisankapiler (capillary rise) akibatgayakapilertanah
    • Intermediate belt merupakanlapisandiantara soil water zone dan capillary rise yang mempunyaiketebalanbervariasitergantung kedua lapisan yang lain.
  • 2. lapisankenyang air (zone of saturation) atauakuifer (aquifer).
slide11

lapisan intermediate bisatidakadakarena soil water zone dan capillary rise salingbertemu. capillary rise jugabisamencapaipermukaantanahtergantungjenistanahnya dan ketinggian muka air tanah.

  • Setelahhujan air bergerakkebawahmelaluilapisantidakkenyang air melaluiprosesinfiltrasiselanjutnyadapatmengalir lateral danmasukkesungai sebagai aliran antara (interflow).
  • Sejumlah air beredardalamtanahdanditahanolehgaya-gayakapilerpadaporikecilmengalirvertikalmelalui proses percolation atau air tersebutbergerakkepermukaansebagaievapotranspirasi.
  • Air padalapisanataszonaaerasidikenalsebagailengastanah (soil moisture).
slide13

Sumber - Sumber Air Tanah

  • Presipitasi yang menembustanahsecaralangsungatau memasuki sungai di permukaan tanah dan menembuskebawah.
  • Bilapermukaan air tanahdekatdengantanahakanterjadiperkolasimelaluitanah.
  • Sumber-sumber lain dari air tanahmeliputi air darilapisanjenuhdibawahtanah yang terbawakeluardalambatuanintensifserta air terjebakdalambatuanselamamasapembentukannya .
slide14

Akuifer

  • Formasi-formasi yang berisidanmemancarkan air tanahdisebutsebagaiakifer.
  • Jumlah air tanah yang dapatdiperolehdisembarangdaerahtergantungpadasifat-sifatakuiferyang adadibawahnyaserta pada luas cakupan dan frekuensi imbuhan.
  • Variabilitasmuka air tanah
  • Dalamakuiferbebasmuka air biasanyabervariasisesuaidenganmusim (seasonal variation)
  • Dalamakuiferterkekangvariasiketinggianbidangpisometrik dipengaruhi oleh variasi imbuhan di daerahimbuhandanperubahantinggimuka air sungai, danau dan laut yang berhubungan dengan akuifertersebut.
  • Muka air tanahdiakuifer(perched) sangatbervariasidantidakberaturandandipengaruhiolehvariabilitashujandanpenguapan.
slide15

AkuiferArtesis

Akiferartesisadalahakifer yang dikurungolehlapisankedap air. Akifer artesis semacam ini mempunyai kesamaandenganjaringanpipa. Tekananstatis pada suatu titik di dalam akifer merupakanpadananterhadapelevasipermukaan air tanahdidaerahimbuhandikurangikehilangantekanandisepanjangakifer hingga ke titik yang ditinjau.

Sebuahsumur yang menembuslapisanpembatasakanbertindak seperti pizometer di dalam pipa, sehingga air akannaikdidalamsumurituhinggasamadenganpermukaan tekanan statis setempat. Bila tekanan air cukupuntukmenaikkan air hinggakeatastanah, makasumuritudisebutsumurmengalir. Pentingnyaakiferartesissecaraekonomisterletakpada kenyataan bahwa akan memancarkan air padajarak yang jauhdanmengalirkannyakeataspermukaanakifer, dengandemikianmenekanbiayapemompaan.

slide16

ImbuhanBuatan

  • Biayaimbuhanlebihkecildaripadabiayauntukmembuatwadukpermukaan yang sepadan. Air yang ditampungdidalamwadukbiasaakanterkenapenguapandanpencemaran, yang tidakakanterjadidenganwadukdibawahtanah. Imbuhanair tanah secara buatandapatdilaksanakandengan cara peresapan yang digalakkanpenggunaannyadansumur-sumurimbuhan.
  • Air untukimbuhankedalamsumurharuslahbebasdaribahanbahanapung yang mungkinmenyumbatkansaringanataubakteri yang mungkinmembentuklumpur-lumpurbakteri.
  • Air dapatdimasukkankedalamsumurdengan cara gravitasiataudapatdipompakandengantekananuntukmeningkatkan laju imbuhan bila keadaan bawahnyamemungkinkan.
slide19

Sumber Air Permukaan

  • Air permukaanyaitusumber air yang terdapatdiataspermukaanbumi, dapatdilihatsecara visual dengantidakmenggunakanperalatantertentu. Air permukaansebagianbesarterdiridari :
  • air sungai,
  • air wadukdan
  • air yang terdapatdidalamdanau.

Air permukaan (water surface) sangatpotensial

untukkepentingankehidupan. Salahsatufungsi air permukaanadalahsumberterbesaruntuk air bersih. Berpotensiatautidaknyasumber daya air permukaan sangat tergantung menurutkebutuhannya

slide20

UU No 7 Tahun 2004 tentang SDA

    • Polapengelolaansumberdaya air disusunberdasarkanwilayahsungaidenganprinsipketerpaduanantara air permukaan dan air
    • tanah
slide21

StrategiPengembangan SDA

    • Disusunberdasarkantujuan-tujuanpengembangansumberdaya air. Saranadasaruntukmencapaitujuanadalahperencanaanjangkapanjangpengembangansumberdaya air yang meliputi beberapa kegiatan utama mulai dari tahap inventarisasisumberdaya air sampaidengantahapevaluasidanpembaharuan (updating) produkperencanaanyang dapatberupamodifikasiatauperubahan/penggantian. Prinsip-prinsippelaksanaankegiatantersebutadalah:
      • Harmonisasi
      • Konservasi
      • Optimasi
slide22

Pengembangan Sungai

  • Suatu torehan dipermukaan lahan yang di dalamnyaterdapat air danmengalirsecaraterusmenerusdisebutsungaiataubagianyang senantiasa tersentuh dari aliran disebut alursungaiperpaduanantaraalursungaidenganaliran air didalamnyaseringjugadisebutsungai. Daerah-daerahsungaimeliputi aliran air, alur sungai termasuk bantarantangguldan areal yang dinyatakansebagaidaerahsungai.
slide28

Sungai Permanen - yaitu sungai yang debit airnyasepanjangtahunrelatiftetap. Contohsungaijenisiniadalahsungai Kapuas, Kahayan, Barito dan Mahakam di Kalimantan. Sungai Musi, Batanghari dan Indragiri di Sumatera.

  • Sungai Periodik - yaitusungai yang padawaktumusimhujanairnyabanyak, sedangkanpadamusimkemarauairnyakecil. Contohsungaijenis ini banyak terdapat di pulau Jawa misalnyasungaiBengawan Solo, dansungaiOpakdiJawaTengah. Sungai Progo dan sungai Code di Daerah Istimewa Yogyakarta sertasungaiBrantasdiJawaTimur.
slide31

LimpasandanHidrograf

hujan yang langsungjatuhdisungai (channel precipitation),

limpasan permukaan (surface runoff),

aliranantara (interflow / sub surface flow), dan

alirandasar (baseflow / groundwater flow)

slide32

Hidrograf

  • Penyajiangrafisantarasalahsatuunsuralirandenganwaktu. Hidrografinimenunjukkantanggapan menyeluruh (integral response) DAS terhadapmasukantertentu, yang sesuaidengansifatdanperilaku DAS yang bersangkutan, hidrografaliranselaluberubahsesuaidenganbesarandanwaktuterjadinyamasukan.
    • 1. Hidrografmuka air (stage hydrograph)
    • 2. Hidrograf debit (discharge hydrograph)
    • 3. Hidrograf sedimen (sediment hydrograph)
slide33

Hidrograf

bagiannaikdarihidrografdisebutsebagaisisinaik (rising limb/concentration curve);

bagian sekitar puncak di sebut bagianpuncak (crest segment/peak discharge); dan

bagian yang menurun di sebut sisiturun ( recession curve/falling limb)

slide34

Daerah Pengaliran Sungai

  • Daerah Pengaliran Sungai (DPS) seringdisebutdenganDAS (Daerah Aliran Sungai). Secara hidrologis dapatdiartikansebagaisuatudaerahdimanacurahhujan yang jatuhdidaerahtersebut, secaraalamiakan keluar dari daerah tersebut sebagai aliran permukaan melalui jalan yang berupa sungai dan anaknya. Batas DPS dibagianhuluberupapunggungpegununganatauperbukitan, sedangkandidaerahhilir tergantung pada kondisi permukaan tanahnya.
slide35

Menurut UU No 7 Tahun 2004 Tentang SDA.

  • Wilayah sungaiadalahkesatuanwilayahpengelolaansumberdaya air dalamsatuataulebihdaerahaliransungaidan/ataupulau-pulaukecil yang luasnyakurangdari atau sama dengan 2.000 km2. Daerah aliransungaiadalahsuatuwilayahdaratan yang merupakansatukesatuandengansungai & anak-anaksungainya, yang berfungsimenampung, menyimpan, danmengalirkan air yang berasaldaricurahhujankedanau/kelautsecaraalami, yang batasdidaratmerupakanpemisahtopografisdanbatasdilautsampaidengandaerahperairan yang masihterpengaruhaktivitasdaratan.
slide36

Satuan Wilayah Sungai

  • Sekelompok DPS yang disusununtukkepentinganpembinaansumberdaya air PeraturanMenteri PU No. 39/PRT/1989 dan 48/PRT/1990 : Pembagian Wilayah Sungai di Indonesia yang terletakpada 17.508 pulau, terdapat 90 (sembilanpuluh) SWS denganrinciansebagaiberikut :
    • 15 SWS LintasProvinsi
    • 73 SWS dalamsatuprovinsi
    • 2 SWS dikelola BUMN
slide37

GarisBesarPembagianWewenangdanTanggungJawabPengelolaan SDA (UU No 7 Tahun 2004) tentangSumberdaya Air

  • PemerintahPusat
  • Pengelolaan SDA yang
  • terletakpadawilayah
  • sungai:
  • LintasProvinsi
  • Lintas Negara
  • StrategisNasional
  • Pasal 14
  • PemerintahProvinsi
  • Pengelolaan SDA yang
  • terletakpadawilayah
  • sungai:
  • LintasKabupaten/Kota
  • Pasal 15
  • PemerintahKabupaten / Kota
  • Pengelolaan SDA yang
  • terletakpadawilayah
  • sungai:
  • dalamKabupaten/Kota
  • Pasal 16
slide38

Peramalan Sungai

1. Faktor yang menentukandalamkriteriadesainuntukmendimensidesainbangunan air.

2. Menentukanapakahdiperlukanuntukmembuatpenahanbanjir.

3. Menentukansystem water management yang bagaimana yang akandilaksanakan.

4. Menentukan seluas bagaimana kondisi lapangan dapat dipengaruhidandikendalikan.

5. Menentukan kemungkinan untuk navigasi.

6. Untukmembuatlengkung rating (Q vs h) kemiringandari muka air, durationcurve, lengkungfrekuensipelampauan, analisis pasang surut, pemindahan dari datum, desainpelabuhandanpangkaljembatan.

slide39

Orientasiumumpengelolaanwilayahsungaiadalahmeningkatkankesejahteraandan pemenuhan kebutuhan masyarakat di DAS dengancara:

  • Pemanfaatan air
  • Pengaturan air (mendekatkanketersediaandengankebutuhan air)
  • Konservasi air/menjagakelestarian air
slide40

RumusanDasarPengembangan Wilayah Sungai

  • Perencanaan (Planning)
  • Perancangan (Design)
  • Konstruksi/pembuatanbangunan air dansaranapendukung
  • Pengelolaan (management) termasukO&P
slide41

Pendekatan Wilayah Sungai

  • Batas wilayahsungaidianggapsebagaibatas yang ideal bagiusahapengembangansumberdaya air.
  • Tahapan sistem pengaturan air sungai:
  • Supply-Oriented : wilayahsungaidiwilayahIrian
  • Resources-Oriented : wilayahsungaidi Kalimantan
  • Demand-Oriented : wilayahsungaidiJawa
  • Regional development approach: pengembanganwilayahsungaiadalahpengembanganwilayah (regional development) denganwilayahsungai (river basin) sebagaiwilayahpengembangan.
slide42

Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (watershed Management)

    • PerencanaanTata Ruang Wilayah
    • PengelolaanKawasanHutan
    • PengawasanPenggunaanLahan
    • Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah
    • Pelestarian dan Pengelolaan Daerah Resapan Air
slide43

PrinsipPengelolaan SDA secaraMenyeluruhdanTerpadu

  • DalamsatuWSterdapatsaturencana (induk) sebagaibingkai yang diimplementasikanolehbanyaklembagadalamkesatuanmanajemen yang terkoordinasi.
  • Pendayagunaan SDA harusdiimbangiupayakonservasi yang memadai
  • Proses penetapan kebijakan, rencana dan pelaksanaan pengelolaan diselenggarakan secara demokrasi melalui pelibatan semua pihak yang berkepentingan
  • Implementasi kebijakan dilaksanakan oleh badan pengelola yang professional danakuntabel
  • Biayapengelolaanmenjaditanggungjawabseluruhpenerimamanfaatjasapengelolaan SDA dengantetapmemperhatikanfungsisosial air.
slide46

PenerapanPemodelanHujan Dan AliranPermukaanDenganMetodeRasional

slide49

PENGUKURAN HUJAN

Pengukuran Hujan Dilakukan Dengan Menampung Hujan Yang Jatuh Di Beberapa Titik Yang Sudah Ditentukan Dengan Menggunakan Alat Pengukur Hujan.

Hujan Yang Terukur Mewakili Suatu Luasan Daerah Disekitarnya Yang Dinyatakan Dengan Kedalaman Hujan.

Macam-macamAlat Pengukur Hujan :

  • AlatUkurHujanBiasa (Auhb)
  • AlatUkurHujanOtomatis (Auho)
  • AlatUkurHujanDengan Radar
slide50

ALAT UKUR HUJAN BIASA (AUHB):

    • Disebutjugarain gauge, palingbanyakdigunakandi Indonesia, luaspenampangcorong 100 / 200 cm 2 & botol penampung didalam tabung silinder yg diletak kan ditempat terbuka, tidak tertutup pohon/bang.dll.
    • Pengukuranbiasanyadilakukanpukul 7 pagi di ukur volume air & luas corong maka akan diketahui kedalaman hujan. Hasilnyamerupakan data curahhujansehari sebelumnya(kedalamancurahhujanselama 24 jam disebut hujan harian). Curah hujan < 0,1 mm ditulis (0), kalau tidak ada hujan ditulis (-).
    • Jikaintensitashujanbesarmakaadakemungkinan air hujanakanmelimpaskarenaalatpenampungnyatidakmampumemuat, sehingga data yang diperolehtidakmenggambarkankeadaan yang sebenarnya.
slide51

Kalaudipasangpadaketinggian 1,20 m daripermukaantanah, makaadapengaruhturbulensianginsehinggahujan yang tertangkap 80-95%, biayalebihmurahtetapimudahtumbangdisebabkankarenamanusiaataubinatang.

  • Kalaudipasangdiataspermukaantanah, pengaruhturbulensianginmakin kecil, sehinggadapatmenangkaphujan 100%, tetapisulitpengoperasiannyadanlebihmahal.

Harus diberi grill (semacam sarang dari logam, mencegah tumbuhnya rumput) dan brush (lapisan lunak dari pasir atau bahan lain, mencegah percikan air tidak masuk ke penakar).

slide52

ALAT PENGUKUR HUJAN OTOMATIS.

KEUNTUNGAN :

  • Data tercatatsecaralangsungpadakertaspencatatsecaraotomatisdimanahasilrekaman data dapatmemberikangambaran/informasiterhadapintensitas/kederasanhujan & lama hujandenganperiodewaktuygdiinginkan: mm/jam, mm/2 jam, dst.
  • Dapatmenghasilkan data hujan yang menerusuntukberbagaijangkawaktu (menit,jam,hari).
  • Dapatdiketahuidengantepatkapanterjadihujandanberapakedalamannya.
  • Dapatmemperkecilkesalahanygdiakibatkanfaktormanusia.

INTENSITAS HUJAN I :

(TinggiHujanPersatuanWaktu).

slide53

Dari hasil catatan tsb

dapat dievaluasi

jumlah hujan setiap

interval waktu, mis.

5, 10, 15 menit dst.

Sumbu x : waktu, sumbu Y : kedalaman hujan, mm.

Grafik merupakan akumulasi selama terjadi hujan,

jika mendatar  tidak ada hujan.

Makin tajam kemiringan  Makin tinggi intensitas hujan.

slide55

ALAT UKUR EMBER JUNGKIT (TIPPING BUCKET GAUGE)

  • Sangatsesuaiuntukmengukurintensitashujanuntukwaktu yang pendek.
  • Terdiridaricorong, saringan, duabuahalattampung yang sekaligussebagaialatpenimbangdenganmasing-masingmempunyaialatpembuangsertaperalatanuntukmerekam data.
  • Air hujanjatuhpadacorong, melewatisaringan yang akanditampungpadasalahsatualattampungsampaisetaradengankedalamanhujan 0,5 mm, makaalattampungtersebutakantumpah, terbuangmelaluialatpembuang, kemudianalattampung yang lainnyasiapuntukmenampung air hujan.
  • Tidakcocokuntukmengukursalju.
  • Kelemahanalatini, padawaktusalahsatualattampungmenumpahkan air, diperlukanwaktu, sehinggaadakemungkinanhujan yang terjadisaatitutidakterekam.
slide56

Air hujan

Corong

Saringan

Tipping bucket

Terjungkirbilapenuh

setara 0.5 mm air hujan

Recorder

slide57

Kelemahanalatini Alat Ukur Ember Jungkit :

  • Padawaktusalahsatualattampungmenumpahkan air, diperlukanwaktu, sehinggaadakemungkinanhujan yang terjadisaatitutidakterekam.
  • Apabilasaringansudah tidakdapatberfungsidenganbaikmakakotoran, debuakanmasukpadaalattampungsehinggamenambahbobot air dansekaligusmenambahkedalamanhujan.
  • Demikian,gerakanalattampungsalingbergantiandanakantercatatpadakertasgrafiksecaramekanik yang menggambarkankedalamanhujan.
  • ALAT UKUR PEMBERAT (WEIGHTING TYPE GAUGE).
slide58

3. ALAT UKUR PENCATAT APUNG/SIPON

(FLOAT RECORDING GAUGE)

  • Air hujanditerimacorong,setelahmelaluisebuahsilinder, akantertampungpadabejanatabung yang dilengkapidengansebuahpelampung(float).

Jika mukaair dalam tabung naik, pelampung bergerak ke atas terhubungdenganpena melalui tali penghubung dengan suatu mekanismekhusussehinggadapatmenggerakkanalattulispadakertasgrafik yang digulung pada silinder yang berputar. Jika tabung penuh, otomatis air akan melimpas keluar.

  • Alatiniharusdikosongkansecara manual, ad. 1 dan2 secaraotomatisolehsuatuselangpipa yang bekerjasendiri.
slide59

penerima

ember penerima

pena

pemberat

kertas pencatat

pelampung

pena

kertas pencatat

sifon

corong

bejana tabung

2.

3.

slide60

C. ALAT PENGUKUR HUJAN DENGAN RADAR/SATELIT

  • Radar gelombangpendekdapatmenunjukkanadanyahujandalamdaerahpengamatannya.

Makin derashujan, makinbesarreflektivitasnya.

  • Penggunaankombinasiantara radar danjaringanalatukurbiasa / otomatiskarena akanmenghasilkansuatuperataan yang lebihteliti.
  • Ukurantetesanhujansecarakasarmempunyaikorelasidenganintensitashujan,dancitrapadalayar radar dapatditafsirkansebagaisuatuindikasikasartentangintensitashujan. Hasilnyaperludikalibrasi.
  • Radar memberikancara-carauntukmendapatkaninformasitentangpenyebaranhujan, yang hanyadapatdiberikansecarakasarolehjaringanalatukur hujan biasa.
slide61
CONTOH : Dari suatu DAS seluas 2 HA dansketsa data grafik AUHO (AlatUkurHujanOtomatik) tsb,dibawahini :
slide62

Dimintauntukmenghitung :

  • Intensitashujansetiap jam
  • Gambarkanhyetographhujan
  • Hitungtebalhujanefektif, bilaselamaterjadihujanbesarnyakehilangan air rata-rata sebesar 8 mm/jam.
  • Gambarkankurvamassahujan
  • Hitungbesarnyakoefisienaliran (koefisien runoff)
  • Bilawaktukonsentrasialirantc = 20 menit, hitungbesarnya debit puncakbanjir!
slide63

Penyelesaian :

  • PerhitunganIntensitasHujantiap jam disajikandlm.tabelsbb:
slide65

Hujanefektif, bilaselamaterjadihujanbesarnyakehilangan air rata-rata sebesar 8 mm/jam :

Hujanefektifmerupakantingginyacurahhujan yang menjadialiranpermukaan (grafik yang diarsir), yang dihitungdaritinggihujanlebihdari 8 mm, yaitu :

He = (10-8)mm/jam (1 jam) + (20-8) mm/jam (1 jam) + (14-8) mm/jam (1 jam) = 20 mm

Jaditingginyahujanefektif = 20 mm.

  • Kurvamassahujan : diperolehdarinilaikumulatiftinggihujan, sbb :
slide66

Besarnyakoefisienaliran(koefisien runoff):

Tinggihujan H = 54 mm

Tinggihujanefektif = He = 20 mm

Koefisienaliran:

slide67

Bilawaktukonsentrasialirantc = 20 menit, hitungbesarnya debit puncakbanjir!.

Intensitas maksimumadalahintensitashujanmaksimum, daritabeldiatasyang terjadipadapukul 16-17sebesar 20 mm/jam.

Debit puncakbanjirQp =  x Imaks x A

= 0,370 x 20 mm/jam x 2 HA

= 0,370 x 2 cm/jam x cm2

= cm3/jam

= liter/jam

` = 42 liter/detik.

hujan daerah aliran sungai areal rainfall
HUJAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (AREAL RAINFALL)
  • Sebagianbesaranalisishidrologimemerlukan data curah hujanrata-rata daerahaliran sungai (Areal Rainfall).
  • Hasil yang diperolehdaripengukuranalatpengukurhujanadalahkedalaman hujan pada satu tempat saja, di mana stasiun hujan tersebut berada  disebut data hujanlokal(point rainfall) data ini belum bisa digunakan untuk analisis.
  • Jika suatu DAS mempunyai beberapa stasiun hujan yang ditempatkan terpencar  kedalaman hujan yang tercatat di masing-masing stasiun dapat tidak sama.
  • Lebih banyakstasiun hujan  lebih banyakinformasiyang diperoleh  data hujan lebih baik  tapikonsekwensinya biayalebih besar besar.
slide69

POINT RAINFALL HARUS DIUBAH MENJADI AREALRAINFALL SEHINGGA DIPEROLEH HUJAN DAS

 DATA INI YANG BISA DIGUNAKAN UNTUK

ANALISIS HIDROLOGI.

ADA 3 MACAM CARA YANG DAPAT DIGUNAKANUNTUK MENGHITUNG HUJAN LOKAL (POINT RAINFALL) MENJADI HUJAN RATA-RATA DAERAHALIRAN SUNGAI (AREAL RAINFALL) YAITU :

  • METODE RATA2 ALJABAR :
  • METODE POLIGON THIESSEN
  • METODE ISOHYET
p hujan rata rata pi tinggi curah hujan distasiun i i 1 n

1

P =hujan rata-rataPi=tinggicurahhujandistasiuni, i = 1, …,n.
  • METODE RATA-RATA ALJABAR :
    • Merupakanmetode paling sederhana untuk menghitunghujanrata-rata yang jatuhdidalam&sekitardaerah ybs.
    • Hasilnyamemuaskanjikadaerahnyadatardanalatukurtersebarmeratasertacurah hujantidakbervariasibanyakdarihargatengahnya dan distribusi hujan relatif merata pada seluruh DAS.
    • Makin banyakstasiunhujannya, akanmakinbanyakinformasi yang diperolehtetapibiayamahal, penempatan stasiun sebaiknya merata.
    • Keuntungan,lebihobyektifjikadibandingkandenganmetodeIsohyetyang masihmengandungfaktorsubyektif.

Batas DAS

2

n

slide71

CONTOH 1 :

Diketahui suatu das mempunyai 4 stasiun hujan, stasiun a = 50 mm, b = 40 mm, c = 20 mm dan d = 30 mm. Hitung hujan rerata dengan metode rata-rata aljabar !.

Penyelesaian :

Sta. A berada tidak jauh dari das, jadi berpengaruh sbb. :

Jika stasiun a berada jauh dari das maka data distasiun tidak diperhitungkan, sehingga :

Perbedaan cukup besar karena variasi hujan di masing2 sta cukup besar, padahal metode tsb. Cocok jika variasi hujan terhadap jarak antar stasiun tidak besar.

slide72

2. METODE THIESSEN:

  • Metode ini memperhitungkanbobot/daerahpengaruhdari masing-masingstasiunhujan asumsi : hujan yang terjadi pada suatu luasan dalam DAS = hujan yg tercatat di sta. terdekat  jadi mewakili luasan tsb.
  • Jumlah stasiun hujan minimum 3 buah
  • Penyebaran stasiun hujan bisatidakmerata.
  • Tidaksesuaiuntukdaerahbergunung (pengaruh orografis)
  • DASdibagimenjadipoligon, stasiunpengamathujansebagaipusat.
  • Apabilaadapenambahan/ pemindahanstasiunpengamathujan, akanmengubah seluruh jaringan dan mempengaruhihasilakhirperhitungan.
  • Tidakmemperhitungkantopografi.
  • Lebihtelitidibandingkandengancara Aljabar.
slide73

1

A1

A2

2

An

n

Sta. di

luar DAS

Hujan rata-rata DAS.

Pn = tinggihujanpada stasiun1,2….., n

An = luasdaerah yang berpengaruhpada masing2 sta.

Cara :

Hubungkanlokasistasiunpengamathujan.

Gambargarisbagitegaklurus pada tiap sisi segitiga.

HitungfaktorpemberatThiessen Ai/ΣAi.

Curahhujandalamtiappoligondianggapdiwakiliolehcurahhujandarititikpengamatandalamtiappoligontersebut.

Luaspoligondapatdiukurdenganplanimeterataukertasmilimeter.

slide74

CONTOH 2 :DATA SEPERTI GAMBAR DI BAWAH, LUAS DAS 500 KM². HITUNG HUJAN RERATA DENGAN METODE THIESSEN !.

slide76

METODE ISOHYET :

Isohyet adalah garis yang menghubungkan titik-titik dengan kedalaman hujan yang sama.

Diasumsikan bahwa : hujan pada suatu daerah diantara 2 garis isohyet merata dan = nilai rata-rata dari kedua garis isohyet tersebut.

-Digunakandidaerahdatar/pegunungan.

- Stasiun curahhujantersebarmerata & harus banyak.

- Bermanfaatuntukcurahhujanyang singkat,metode

paling teliti tetapianalisnyaharus berpengalaman.

slide77

PROSES TAHAPANNYA :

1. Plot Stasiunhujan&besar kedalaman curah hujan.

2. Dari nilai kedalaman hujan di stasiun yang berdampingan, dibuat interpolasi dengan pertambahan nilai yang ditetapkan.

3. Buat kurva dengan menghubungkan titik-titik interpolasi dengan kedalaman hujan yang sama.

4. Ukur luas daerah antara 2 isohyet yang berurutan, kalikan dengan nilai rerata dari nilai kedua garis isohyet.

5. Jumlah hitungan pada butir 4 untuk seluruh garis isohyet dibagi dengan luas daerah yang ditinjau.

Tebal hujan:

Jumlahkan hasil kali tebal hujan dengan luas DAS yang dibatasi oleh 2 garis yang membagi jarak yang sama diantara 2 Isohyet yang berdekatan.

slide78

CONTOH 3: SOAL = NO 2, HITUNG P DENGAN METODE ISOHYET.

pertambahan

nilai 5 mm.

Belum

terhitung

PENYELESAIAN :

DIBUAT GARIS-GARIS

ISOHYET, KEMUDIAN DI

HITUNG LUASAN DAERAH

DI ANTARA 2 GARIS ISOHYET

  • DISAJIKAN DALAM TABEL
  • SBB. :

I

III

V

slide79

17.5

210

I

14

50

22.5

1.125

II

III

95

27.5

2.613

IV

111

32.5

3.608

V

5.250

140

37.5

VI

70

42.5

2.975

50

HUJAN RERATA :

slide80

4

THIESSEN

slide82

CONTOH

ISOHYET :

slide84

CONTOH SOAL 5 :

Dari suatu DAS seluas 57,20 km2terdapat 7 buahstasiunhujanotomatis. Padabulan Mei terukurhujanpada Sta.1 = 64 mm, Sta. 2 = 60 mm, Sta.3 = 52 mm, Sta.4 = 48 mm, Sta.5 = 50 mm, Sta.6 = 40 mm dan Sta.7 = 36 mm.

Hitungkedalamanhujan rata-rata DAS padabulantersebutdenganmetodeRata-rata Aljabar, Metode Thiessen& Isohyet.

PENYELESAIAN :

METODE RATA2 ALJABAR :

P = 1/N (P1 + P2 + P3 +…..+PN)

P = 1/7 (64 + 60 + 52 +48 +50 + 40

+ 36) mm = 50 mm

b metode thiessen
B. METODE THIESSEN

P =1/A (A1P1 + A2P2 + A3P3 + A4P4 + A5P5 + A6P6 +A7P7)

P = (2851,4 : 57,20) = 49,84 mm.

slide86

C. METODE ISOHYET

Hujan DAS = 2.813,00 : 57,20 = 49,18 mm.

slide87

Contoh Soal 6 :

Hitung Hujan DAS dengan cara Thiessen dan Aljabar

slide88

Hujan rata2 DAS dengan :

Metode Thiessen = 178,35mm.

MetodeRata-rataAljabar:

P = (150 + 170 + 205 + 180) : 4= 176,75 mm.