Download
ragam bentuk dan makna bahasa n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Ragam,bentuk, dan makna bahasa PowerPoint Presentation
Download Presentation
Ragam,bentuk, dan makna bahasa

Ragam,bentuk, dan makna bahasa

870 Views Download Presentation
Download Presentation

Ragam,bentuk, dan makna bahasa

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Ragam,bentuk, dan makna bahasa -2-

  2. Ragam bahasa Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang terjadi karena pemakaian bahasa. • Ragam bahasa terdapat dibedakan menjadi dua, yaitu 1. Media pengantarnya (Ragam lisan dan ragam tulis) 2. Situasi pemakaiannya (Ragam formal, semiformal, dan informal)

  3. PENGGUNAAN RAGAM BAHASA • APAKAH TELAH SESUAI DEGAN KAIDAH? • APAKAH TELAH SESUAI DENGAN KEBUTUHAN KOMUNIKASI?

  4. Ragam Bahasa Indonesia Ragam Ilmu Ragam Hukum Ragam Jurnalistik Ragam Agama Ragam Sastra Dsb. Ragam Resmi Ragam Tidak Resmi/Santai Ragam Lisan Ragam Tulis Ragam Terpelajar Ragam Tidak Terpelajar Logat/Dialek Akademik dan nonakademik

  5. Perbedaan Ragam Lisan dan Ragam Tulis 1. Cara Penyampaian Ragam lisan: penutur dapat memanfaatkan peragaan, seperti gerak tangan, air muka, dan tekanan suara untuk membantu pemahaman. Ragam tulis: peragaan seperti itu tidak bisa digambarkan. 2. Kosakata Ragam lisan: Ibu bilang kita harus belajar. Kita harus bikin karya tulis. Ragam tulis: Ibu mengatakan bahwa kita harus belajar. Kita harus membuat karya tulis. 3. Bentuk Kata: Ragam lisan: Ani mau nulis surat. Dia sedang baca surat kabar. Ragam tulis: Ani mau menulis surat. Dia sedang membaca surat kabar. 4. Struktur Kalimat: Ragam lisan: Jalan layang itu untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. Saya akan tanyakan soal itu. Ragam tulis: Jalan layang itu dibangun untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. Saya akanmenanyakan soal itu/Akan saya tanyakan soal itu.

  6. Kata sapaan dan kata ganti (Bapak, Ibu, Saudara, Anda, Pak Dokter, Bu Dokter, Pak Haji, Kamu) Kata tertentu (tidak, akan, sudah, besar, perempuan atau pacar, ayah, orang tua Kata sapaan dan kata ganti (Mia, Nina, gue. Ogut, kamu, kamu-kamu) Kata tertentu (nggak, bakal, udah (selesai), gede, cewek, bokap, ortu) Lima Ciri Pembeda Ragam Standardari Nonstandar

  7. Penggunaan imbuhan (memakai, menurunkan, menulis)  Penggunaan Konjungsi dan preposisi (ibu mengatakan bahwa kita akan pergi besok; Mereka bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan itu)  Kelengkapan fungsi (Misalnya percakapan sebuah keluarga di restoran.; A: “Bu, Ibu pilih apa? Ayam?” atau “Bu, mau ayam?” B: “Nggak, ah, ibu mau ikan saja, deh”) Imbuhan sering ditanggal- kan (pake, nurunin, nulis)  Konjungsi dan preposisi dihilangkan (Ibu mengata- kan kita akan pergi besok; Mereka bekerja keras me-nyelesiakan pekerjaan itu)  Ada fungsi yang dihilang-kan (A: “Bu, Ibu apa? Ayam” atau “Ibu,ayam?” B: “Nggak, ah, Ibu ikan aja, deh”)

  8. Bentuk dan makna • Satuan bentuk bahasa • Fonem • Morfem • Kata • Frase • Kalimat • Paragraf/alinea • Karangan/ wacana

  9. Kalimat S P (O) (Pel) (Ket) disusun secara logis menjelaskan pikiran dan perasaan pembicara atau penulis

  10. Makna dan Perubahan • Makna adalah hubungan antara bentuk bahasa dengan objek atau sesuatu yang diacunya. • Unsur pembentuk makna: • Leksikal • Garamatikal Jenis Makna 1. Denotasi 2. Konotasi

  11. Perubahan Makna • Meluas: Kata sapaan yang berhubungan dengan kata sapaan, contoh bapak, saudara, ibu, dan sebagainya. • Menyempit: Sarjana • Ameliorasi: Istri dan wanita • Peyorasi : Gerombolan, teroris, dan kelaparan • Sinestesia: Manis, hambar, dan pahit • Asosiasi : Ampop, tumbang, dan cukur.

  12. LARAS BAHASA • Ragam yang digunakan dalam berbagai ranah kehidupan, dalam berbagai jenis situasi Contoh: Resep dapur Iris cabai merah tipis-tipis. Instruksi pada kemasan obat: Jauhkan dari anak-anak. Tajukrencana: Presiden Terima Duta Besar Baru

  13. Karya Ilmiah Laras Ilmiah Ragam Standar/ Baku Jelas Kalimat Efektif Lugas Teratur Tepat makna Sistematis

  14. Gaya Bahasa Keilmuan (Laras Ilmiah): 1) Nada karangan keilmuan bersifat formal dan objektif. Bombastis, retorik, propaganda, dan ungkapan emosional dihindari. 2) Subjek peneliti disingkirkan atau digusur ke belakang: sebaiknya, objek penelitian ditonjolkan. Untuk itu, lazim dipakai bentuk kalimat pasif dan statif. 3) Tata istilah, tata nama, lambang-lambang huruf dan/gambar, tabel, daftar, bagan, dan grafik sering dipakai untuk membernasringkaskan dan sekaligus memperjelas uraian. 4) Dalam karangan keilmuan dipakai bahasa resmi ragam baku dan dengan tata bahasa yang benar. Gaya percakapan, apalagi yang bertingkat bahasa harian dan berbau kedaerahan, dijauhkan.

  15. 5) Penyampaian gagasan harus secara lengkap, tepat, jelas, ringkas, sistematis, dan menyatu. 6) Dalam pengetahuan eksak seperti Logika dan Matematika, dan dalam ilmu-ilmu alam seperti Fisika, Kimia, dan Biologi, pemaparan (eksposisi) dan argumentasi lebih banyak dipakai, meskipun pemerian (deskripsi) dan penuturan juga dimanfaatkan sebagai pelengkap. 7) Pedoman tata tulis tertentu, dengan kaidah-kaidah mengenai penggunaan huruf, lambang, dan sebagainya, dipatuhi dengan panggah (konsisten). (Wilardjo, 1990:41—42)

  16. Pengertian penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar Penggunaan bahasa Indonesia yang baik: a. Pemilihan ragam yang sesuai dengan kebutuhan komunikasi: 1) topik yang dibicarakan 2) tujuan pembicaraan 3) lawan bicara/pembaca 4) tempat pembicaraan b. Logis dan sesuai dengan tata nilai masyarakat pengguna bahasa

  17. Penggunaan bahasa Indonesia yang benar: Penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah, yang meliputi: 1) aspek fonologi 2) aspek morfologi 3) aspek sintaksis 4) kosakata 5) makna