BAB 5 - PowerPoint PPT Presentation

dean
bab 5 n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
BAB 5 PowerPoint Presentation
play fullscreen
1 / 18
Download Presentation
BAB 5
271 Views
Download Presentation

BAB 5

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. BAB 5 DISPERSI, KEMIRINGAN DAN KERUNCINGAN DISTRIBUSI DATA

  2. DISPERSI DATA • ADALAH METODE UNTUK MENGGAMBARKAN BAGAIMANA SUATU KELOMPOK DATA MENYEBAR TERHADAP PUSAT DATA

  3. PENTINGNYA MEMPELAJARI DIAPERSI DATA DIDASARKAN PADA 2 PERTIMBANGAN: • PERTAMA, PUSAT DATA (RATA2, MEDIAN DAN MODUS) HANYA MEMBERI INFORMASI YANG SANGAT TERBATAS • KEDUA, DISPERSI DATA SANGAT PENTING UNTUK MEMBANDINGKAN PENYEBARAN DUA DISTRIBUSI DATA ATAU LEBIH. DEFINISI • UKURAN PENYEBARAN SUATU KELOMPOK DATA TERHADAP PUSAT DATA DISEBUT DISPERSI ATAU VARIASI ATAU KERAGAMAN DATA

  4. BEBERAPA JENIS UKURAN DISPERSI DATA • JANGKAUAN (RANGE) • SIMPANGAN RATA-RATA (MEAN DEVIATION) • VARIANSI (VARIANCE) • STANDAR DEVIASI (STANDARD DEVIATION) • JANGKAUAN KUARTIL DAN JANGKAUAN PERSENTIL 10-90 • KOEFISIEN VARIASI • NILAI BAKU

  5. VARIANSI DAN STANDAR DEVIASI DG KODE U

  6. CONTOH:

  7. KEMIRINGAN DISTRIBUSI DATA • KEMIRINGAN DISTRIBUSI DATA ADA TIGA JENIS: • SIMETRI • MIRING KE KANAN – KEMIRINGAN POSITIF • MIRING KE KIRI – KEMIRINGAN NEGATIF • KEMIRINGAN DISTRIBUSI DATA DISEBUT KEMENCENGAN ATAU KEMENJULURAN (SKEWNESS) • KEMIRINGAN ADALAH DERAJAT ATAU UKURAN DARI KETIDAKSIMETRIAN (ASIMETRI) SUATU DISTRIBUSI DATA

  8. BEBERAPA CARA UNTUKMENGHITUNG DERAJAT KEMIRINGAN DIST. DATA • CARA PERTAMA: RUMUS PEARSON • Rumus ini dapat dipakai untuk data tidak berkelompok maupun data berkelompok, dengan aturan sbb: • Bila  = 0, distribusi data simetri • Bila  = negatif, distribusi data miring ke kiri • Bila  = positif, distribusi data miring ke kanan • Semakin besar , distribusi data akan semakin miring atau makin tidak simetri.

  9. CARA KEDUA: RUMUS MOMEN

  10. Khusus data berkelompok (tabel distribusi frekuensi), 3 dapat dihitung dengan cara transformasi (Kode U) • Bila 3 = 0, distribusi data simetri • Bila 3 < 0, distribusi data miring ke kiri • Bila 3 > 0, distribusi data miring ke kanan

  11. CARA KETIGA: RUMUS BOWLEY • Menurut Bowley, derajat kemiringan bisa ditentukan dengan memakai nilai Kuartil bawah, tengah dan atas. • Jika distribusinya SIMETRI, maka Q3 – Q2 = Q2 – Q1 sehingga • Q3 + Q1 – 2 Q2 = 0. Maka  = 0. • Jika distribusinya MIRING, ada 2 kemungkinan: • Q1 = Q2 maka  = 1 • Q2 = Q3 maka  = -1

  12. KERUNCINGAN DISTRIBUSI DATA KERUNCINGAN DISTRIBUSI DATA ADALAH DERAJAT ATAU UKURAN TINGGI RENDAHNYA PUNCAK SUATU DISTRIBUSI DATA TERHADAP DISTRIBUSI NORMALNYA DATA KERUNCINGAN DISTRIBUSI DATA DISEBUT KURTOSIS. ADA 3 JENIS DERAJAT KERUNCINGAN YAITU: LEPTOKURTIS -- JIKA PUNCAK RELATIF TINGGI MESOKURTIS -- JIKA PUNCAK NORMAL PLATIKURTIS -- JIKA PUNCAK TERLALU RENDAH / DATAR

  13. Derajat keruncingan distribusi data (4) dihitung dengan rumus:

  14. Cara lain menghitung Derajat keruncingan distribusi data (k) adalah dengan rumus