1 / 34

PERKIRAAN DAMPAK PEMANFAATAN LAHAN

PERKIRAAN DAMPAK PEMANFAATAN LAHAN. Oleh : PUSPITAHATI,STP,MP. Disampaikan pada PELATIHAN PENGELOLAAN DAS (25 November 2013). KERJASAMA :. PERTANYAAN???. 1. Dampak apa saja yang mungkin terjadi akibat pemanfaatan lahan atau ruang dalam daerah tangkapan air? jelaskan!

darrin
Download Presentation

PERKIRAAN DAMPAK PEMANFAATAN LAHAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PERKIRAAN DAMPAK PEMANFAATAN LAHAN Oleh : PUSPITAHATI,STP,MP Disampaikan pada PELATIHAN PENGELOLAAN DAS (25 November 2013) KERJASAMA :

  2. PERTANYAAN??? 1. Dampak apa saja yang mungkin terjadi akibat pemanfaatan lahan atau ruang dalam daerah tangkapan air? jelaskan! 2. Menurut anda apa konsep dasar yang dapat dilakukan dalam rangka perlindungan air di sebuah sistem daerah tangkapan air (permukaan dan air tanah/mata air)? Jelaskan! 3. Menurut anda langkah-langkah apa yang perlu dilakukan oleh masyarakat sehingga dalam pemanfaatan lahan dan ruang di daerah tangkapan air tidak memberikan dampak negatif terhadap sumberdaya air? Jelaskan!

  3. AKTIVITAS PEMBANGUNAN SUMBERDAYA LAHAN DAMPAK PENGGUNAAN LAHAN TATA RUANG

  4. TATA RUANG • PENGATURAN PENGGUNAAN RUANG • SANGAT ERAT KAITANNYA DENGAN • POTENSI SUMBERDAYA ALAM • KEADAAN FAKTOR PEMBATAS • AKTIVITAS MANUSIA • KEGIATAN PEMBANGUNAN • KEPUTUSAN POLITIK

  5. DAMPAK PEMBANGUNAN PADA PENGGUNAAN LAHAN & TATA RUANG • PERUBAHAN • NILAI TANAH • PEMILIKAN LAHAN • POLA PENGGUNAAN LAHAN • TATA RUANG • KONFLIK PENGGUNAAN LAHAN • DEGRADASI LAHAN • EROSI • SEDIMENTASI • LONGSOR • LAHAN KRITIS

  6. CONTOH PEMBANGUNAN IRIGASI PEMBEBASAN LAHAN PEMBANGUNAN BENDUNG PENGOPERASIAN IRIGASI PERUBAHAN HARGA LAHAN PENEBANGAN VEGETASI/ TANAMAN PENGURUKAN & PENGGALIAN & PERATAAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PERUBAHAN PEMILIKAN LAHAN PERUBAHAN TATA RUANG EROSI SEDIMENTASI

  7. PENGGALIAN DAN PENIMBUNAN PENGGUNAAN PERALATAN BERAT TANAH LONGSOR PEMADATAN TANAH EROSI TUMBUHAN DAN VEGETASI KERUSAKAN TANAH SEDIMENTASI PENCEMARAN AIR

  8. LAJU DEFORESTASI INDONESIA Kemenhut, 2012 Sumber : Kementerian Kehutanan, 2012

  9. PERMASALAHAN2 DAS ? Pendapatan & Partisipasi Penduduk Rendah Konflik Kepentingan/Hulu-hilir Tanah Longsor Degradasi hutan & lahan Banjir Pencemaran Kekeringan Erosi – sedimentasi Dana Pemerintah Terbatas Keterpaduan Antar Sektor Lemah

  10. PENYEBAB KERUSAKAN DAS Karakteristik Biofisik DAS Dinamika Sosial Ekonomi Penggunaan Lahan/Sumber daya alam geomorfologi(geologi, tanah, dantopografi):kerentananterjadinyaerosi, banjir, tanahlongsordankekeringan. Iklim/curahhujan:potensialmenimbulkandayamerusaklahan/tanah (erosivitastinggi) Penutupan Vegetasi: secara alami berfungsi sebagai penutupan lahan. • Berkurangnya kesuburan lahan • Berkurangnya ketersediaan dan kualitas air • Proses penggurunan dan degradasi lahan basah • Kerugian investasi dam, PLTA, dan infrastruktur • Meningkatnya frekuensi bencana banjir, tanah longsor dan kekeringan Akibat Degradasi DAS Penyebab Degradasi DAS Terganggunya Perekonomian dan Tata Kehidupan Masyarakat • Perubahan penutupan vegetasi • Praktek pertanian yang kurang tepat • Perubahan penggunaan lahan yang tidak terkendali • Penggembalaan yang berlebihan • Pembangunan infrastruktur pada lahan yang rentan • Pertanian pada lahan marginal • Hama dan penyakit • Permasalahan Sosial Ekonomi dan Kelembagaan

  11. KEADAAN UMUM WILAYAH BPDAS MUSI • Letak : 02°00’ - 05°00’ LS dan 102°22’ - 105°12 BT • Luas 8.621.371,62 Ha (12 DAS dan 40 Sub DAS / 4 Provinsi Sumsel, Bengkulu, Jambi dan Lampung) • Tipe iklim A (±74,85%) • Erosi : Ringan ± 94 % berada pada < 15 ton/ha/tahun • Penutupan lahan : hutan 19,75% dan non hutan 80,25% • Jenis tanah dominan aluvial hidromorf (± 10,49%) • Topografi dominan adalah datar (± 48,84%) • Lahan kritis seluas 1.231.354,303 Ha (kritis dan sangat kritis )

  12. DEGRADASILAHAN – PENEBANGANHUTAN

  13. DEGRADASILAHAN – BEKAS TAMBANG

  14. KEBAKARANHUTAN

  15. DEGRADASILAHAN – KEKERINGAN

  16. BANJIR KOTA

  17. DegradasiLahanadalahprosespenurunanproduktivitaslahan (SecaraFisik, Kimia danBiologi), baik yang sifatnyasementaramaupuntetap.Akibatlanjutdariprosesdegradasilahanadalahtimbulnya areal-areal yang tidakproduktifataudikenalsebagailahankritis PengertianDegradasiLahan ??

  18. FaktorPenyebabTerjadinyaDegradasiLahan ?? • FaktorAlami ( Iklim/CurahHujan, Lereng, Sifat Internal Tanah) • 2. FaktorManusia • (Perambahanhutan; Penebangan • Hutan; PeladangBerpindah, • Penambangan; Pencemaran • industridanAgrokimia, sll)

  19. DampakAkibatTerjadinyaDegradasiLahan ?? • Terjadinyakerusakantanah • (Erosi, Runoff) • 2. Terjadinyapenurunankualitas • air (sedimentasi) • 3. Terjadinyabanjir

  20. GLOBAL WARNING “CLIMATE CHANGE” Gas-gas rumah kaca (Green House Gases) adalah beberapa jenis gas yang terperangkap di atmosfer dan berfungsi seperti atap rumah kaca yang mampu meneruskan radiasi gelombang panjang matahari, namun menahan radiasi inframerah yang diemisikan oleh permukaan bumi. Gas-gas yang dimaksud antara lain adalah Karbon diokasida (CO2), Metan (CH4), Nitrous Oksida (N2O), Hydrofluorokarbon (HFCs), Perfluorokarbon (PFCs) dan Sulfur heksaflorida (SF6) • Deforestasi dan degradasi hutan, erat kaitannya dg isu perubahan iklim. • Alih fungsi hutan berpengaruh pada bertambahnya emisi GRK di atmosfer (74% di tingkat nasional, 18% di tingkat dunia)

  21. Erosi: proses hilangnya tanah oleh kekuatan angin atau air Erosi terjadi bila runoff mampu menghanyutkan tanah, yaitu bila laju CH > laju infiltrasi • Erosi: • fenomena kerusakan tanah terjelek di duniaBisa menghilangkan air, hara, dan tanah itu sendiriMencemari / mematikan sungai, waduk , danau • Menurunkan produktifitas lahan, meningkatkan lahan kritis • Terjadi pada semua iklim: • Kering: erosi angin • Basah: erosi air

  22. Tipe erosi

  23. ProsesErosi Percikan (Splash Erosion) Air hujan melonggarkan ikatan aggregat → menghancurkan aggregat → dispersi → membawa/memindahkan partikel tanah

  24. Faktor Penyebab Erosi • Keilangan tanah akibat erosi dipercepat menurut USLE (Univ. Soil Loss Eqn): • A = RKLSCP • A = prediksi kehilangan tanah dalam metrik ton/ha/th • R = CH  intensitas lebih penting dari jumlah, terutama intensitas tertinggi selama 30 menit I  Ek↑, R= rainfall erosion index • K = sifat tanahnya, nilainya: 0-0,6. K <0.2  normal untuk tanah pasir & tanah pasir K = 0.2-0.3  KI sedang, stabilitas aggr sedang K > 0.3  KI rendah, mudah terserosi 2 karakteristik tanah yang paling mempengaruhi erosi: • Stabilitas aggregat • Kapasitas infiltrasi, dipeng oleh: • Tekstur - BO • Jenis dan jlh liat mengembang - kedalaman tanah

  25. Penyebab Degradasi Lahan, Banjir dan Kekeringan • Penggunaan dan peruntukan lahan sudah menyimpang dari Rencana Tata Ruang Wilayah atau Rencana Tata Ruang Daerah • Penggunaan lahan di DAS banyak yang tidak sesuai kemampuan lahan. • Perlakuan yang diberikan pada lahan di DAS tidak memenuhi syarat yang diperlukan lahan atau tidak memenuhi kaidah konservasi tanah dan air atau teknik konservasi tanah dan air tidak memadai.

  26. Penyebab Degradasi Lahan, Banjir dan Kekeringan (lanjutan) • Tidak adanya Undang-undang Konservasi Tanah dan Air yang mengharuskan seluruh masyarakat menerapkan teknik konservasi tanah dan air secara memadai di setiap penggunaan lahan. • Kurang memadainya kesungguhan pemerintah mencegah degradasi lahan. • Terlalu tinggi curah hujan untuk banjir dan terlalu rendah hujan untuk kekeringan ???? Tidak dipersalahkan

  27. Strategi Penanggulangan Lahan Kritis dan Banjir • Review tata ruang nasional, wilayah, dan daerah agar didasarkan pada kemampuan lahan; • Pencegahan penyimpangan tata ruang yang sudah berdasarkan kemampuan lahan; penyimpangan harus ditindak tegas; • Semua sumber daya lahan harus di klasifikasikan berdasarkan kemampuannya; • Penggunaan lahan harus didasarkan pada kemampuan lahan yang sudah dibuat;

  28. StrategiPenanggulanganLahanKritis,Banjir dan Kekeringan (lanjut) • Teknologi konservasi tanah dan air yang memadai diterapkan di setiap tipe penggunaan lahan; • Undang-undang konservasi tanah dan air dipercepat pembuatannya; • Kementerian terkait menjadikan program pencegahan degradasi lahan dalam prioritas utama; • Pemerintah perlu memasukan materi pencegahan degradasi lahan/penerapan teknologi konservasi tanah dan air dalam kurikulum pendidikan di sekolah.

  29. Jenis- Jenis Teknologi Konservasi Tanah dan Air • Pengolahan tanah konservasi • Penanaman dan pengelolaan tanah menurut kontur, strip cropping • Pembuatan guludan, rorak, sengkedan, • Teras gulud, teras bangku, • Pemakaian mulsa sisa tanaman, penggunaan pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk buatan, • Penanaman tanaman penutup tanah, tanaman pagar, penanaman pohon; • Pengembangan agroforestry dan embung untuk daerah yang sering kekeringan

  30. Jenis– JenisTeknologiKonservasiTanah dan Air (lanjt) Pembangunan check dam, situ-situ, embung, kolam retensi Penataanperumahan dan pembangunan sumur resapan Penataanpenggunaanlahan Penataanpertambangan Penataandaerahrekreasi

  31. TEKNIK PEMETAAN PENUTUPAN LAHAN DENGAN MENGGUNAKAN GIS • Penetapan wilayah Sub DAS Karang Mumus dengan menggunakan peta RBI (Rupa Bumi Indonesia) • Batas-batas wilayah DAS yang telah ada dioverlaykan pada Landsat 7 • Pengumpulan data dan peta. Kemudian data-data tersebut diinput dengan digitasi peta dan data tabular. Digitasi peta dilakukan dengan perangkat lunak Arcview versi 3.3 diatas meja digitasi dan diexport menjadi format shape file; data tabular dengan Ms Access dan Ms Excel; • Proses editing merupakan bagian kegiatan yang dilakukan setelah digitasi peta • Pemberian kode atau kelas • Proyeksi peta digital ke dalam proyeksi geografis dan UTM • Melakukan klasifikasi penutupan lahan, curah hujan, kelerengan, jenis tanah dan klasifikasi pada jaringan sungai dan menganalisis sesuai dengan tiap Sub-sub DAS Karang Mumus. Sistem klasifikasi menggunakan klasifikasi terbimbing; • Melakukan proses analisis perubahan lahan, dengan melakukan proses tumpangsusun (overlay), dengan cara ini perubahan diidentifikasikan dengan membandingkan hasil klasifikasi citra dengan peta. • Survai lapangan • Verfikasi lapangan untuk melihat hasil interpretasi/penafsiran dengan kenyataan di lapangan;

  32. KESIMPULAN: DAMPAK PEMANFAATAN LAHAN YANG TIDAK SESUAI RTRW: • Lahanterdegradasisemakinbanyak. • Global warning “CLIMATE CHANGE” • Produktivitaslahanmenurun . • Banjir dan longsormenjadifenomenarutin. • Ketersedian air menyusut akibat kekeringan • TEKNIK KONSERVASI DAPAT DILAKUKAN UNTUK :Meningkatkan fungsi hidrologis DAS • (Mencegah banjir dan kehilangan Air/kekeringan), Menurunkan erosi dan sedimentasi

More Related