1 / 90

Bab 11

Bab 11. Reliabilitas. ------------------------------------------------------------------------------ Reliabilitas ------------------------------------------------------------------------------. Bab 11 Reliabilitas Dasar Hakikat

danniell
Download Presentation

Bab 11

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Bab 11 Reliabilitas

  2. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Bab 11 Reliabilitas • Dasar • Hakikat • Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan terhadap sekor atau tingkat kecocokan sekor dengan sekor sesungguhnya • Reliabilitas dicapai melalui tingkat kecocokan di antara sekor pada lebih dari sekali pengukuran • Reliabilitas dihitung pada hasil uji coba dan pada hasil uji sesungguhnya

  3. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ • Kecocokan dengan sekor sesungguhnya • Makin cocok dengan sekor sesungguhnya makin tinggi reliabilitasnya • Sumber ketidakcocokan adalah kekeliruan acak

  4. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilias------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilias------------------------------------------------------------------------------ 2. Fungsi Reliabilitas Pada konstruksi alat ukur • Perhitungan reliabilitas berguna untuk, jika perlu, melakukan perbaikan pada alat ukur yang dikonstruksi • Perbaikan alat ukur dilakukan melalui analisis butir untuk mengetahui butir mana yang perlu diperbaiki Pada pengukuran sesungguhnya • Perhitungan reliabilitas untuk memberi informasi tentang kualitas sekor hasil ukur kepada mereka yang memerlukannya

  5. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ 3. Perbaikan Alat Ukur Responden Uji coba Alat Ukur Baru Uji coba Responden Uji coba Alat Ukur Perbaikan Uji coba ▪ ▪ ▪ ▪ ▪ ▪ Alat Ukur Semua uji coba dilakukan pada responden setara

  6. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ 4. Validasi Silang Validasi silang adalah uji coba kepada responden setara yang lain (bukan responden yang sudah dipakai untuk uji coba) Alat ukur baru Responden uji coba A Uji coba Responden uji coba A Alat ukur perbaikan Uji coba Validasi tidak silang Uji coba Responden uji coba B Validasi silang

  7. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Validasi Tidak Silang dan Silang • Reliabilitas cenderung sangat tinggi pada validasi tidak silang dibandingkan dengan reliabilitas pada validasi silang karena responden sudah pernah mengalami alat ukur itu • Cara yang baik adalah menggunakan validasi silang • Makin banyak kali perbaikan alat ukur makin banyak kali uji coba sehingga makin banyak responden setara lain yang diperlukan pada konstruksi alat ukur • Konstruksi alat ukur yang betul baik adalah usaha yang cukup lama (dan memerlukan banyak biaya) apa lagi kalau responden terletak di wilayah yang berbeda-beda (untuk kerepresentatifan)

  8. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ 5. Indeks Reliabilitas dan Koefisien Reliabilitas A T K Indeks reliabilitas A T K Koefisien Reliabilitas K A T Koefisien Reliabilitas

  9. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ 6. Koefisien Reliabilitas • Indeks reliabilitas menggunakan simpangan baku sekor tulen T dan sekor amatan A; sekor tulen tidak diketahui, sehingga cara ini tidak praktis • Koefisien reliabilitas menggunakan variansi sekor tulen T dan sekor amatan A atau menggunakan variansi sekor keliru K dan sekor amatan A • Namun koefisien reliabilitas juga menggunakan koefisien korelasi di antara dua sekor (berasal dari kesamaan atau kesetaraan pada alat ukur), sehingga cara ini praktis dan banyak digunakan • Ada banyak macam koefisien reliabilitas bergantung kepada cara menggunakan kesamaan atau kesetaraan pada alat ukur • Dapat dianggap bahwa koefisien reliabilitas adalah koefisien korelasi dengan dirinya sendiri

  10. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ B. Koefisien Reliabilias Stabilitas dan Ekivalensi • Ukur – Ukur ulang Dikenal juga sebagai uji – uji ulang (test-retest) untuk melihat kestabilan jawaban responden Pelaksanaan • Responden menempuh dua kali pengukuran pada alat ukur yang sama diselingi suatu selang waktu Ukur Selang waktu Ukur ulang X ----------------- X • Selang waktu tidak terlalu singkat karena responden masih mengingatnya dan tidak terlalu lama sehingga responden sempat berubah sekitar selang 3 minggu

  11. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Koefisien Reliabilitas • Koefisien reliabilitas adalah koefisien korelasi linier di antara sekor ukur dengan sekor ukur ulang AA = ukur – ukur ulang Contoh 1 Respuji uji ulang 1 60 65 2 70 75 3 65 70 4 80 60 AA = 0,67 5 70 70 6 85 90 7 65 60 8 75 80 9 60 60 10 80 75 11 75 75 12 90 80

  12. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Contoh 2 (a) (b) (c) Respujiuji ulangRespujiuji ulangRespuji uji ulang 1 45 41 1 5 5 1 5,4 5,1 2 40 38 2 7 8 2 9,1 8,0 3 25 27 3 6 6 3 9,5 9,7 4 15 19 4 9 7 4 10,4 9,8 5 17 20 5 7 10 5 5,8 7,7 6 20 25 6 5 6 6 10,3 9,5 7 42 39 7 8 9 7 7,9 8,3 8 38 35 8 7 5 8 11,5 9,5 9 39 43 9 6 8 9 9,8 10,3 10 2323 10 4 7 10 6,7 8,0 11 6 8 11 8,4 8,8 AA = 12 9 9 12 9,2 9,4 13 6 8 13 8,3 8,6 14 5 6 14 7,7 8,1 15 2 4 157,3 7,8 16 6 6 17 8 10 AA = 18 7 6 19 9 8 20 6 7 AA =

  13. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Pembahasan • Pada reliabilitas ini, dilihat apakah hasil ukur ulang masih mirip dengan hasil ukur, apakah jawaban responden stabil sehingga dinamakan reliabilitas stabilitas • Korelasi dilakukan pada sekor responden saja tanpa memperhatikan komposisi butir • Komposisi butir boleh apa saja dengan sasaran yang tidak perlu sama • Misal Butir 1 tentang matematika Butir 2 tentang biologi Butir 3 tentang bahasa . . .

  14. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ 2. Ukur – Ukur Setara Dikenal juga sebagai uji – uji setara atau uji paralel untuk melihat ekivalensi dari kedua pengukuran itu Pelaksanaan • Responden menempuh dua pengukuran setara tanpa atau dengan selang waktu tanpa atau Ukur dengan ukur setara selang waktu X ----------------- X • Masalahnya adalah bagaimana menentukan kesetaraan pengukuran atau ujian

  15. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Koefisien reliabilitas • Koefisien reliabilitas adalah koefisien korelasi linier di antara sekor ukur dengan sekor ukur setara AA = ukur-ukur setara Contoh 3. Resp uji uji setara 1 58 60 2 64 59 3 70 74 4 72 68 AA = 0,81 5 57 59 6 67 60 7 54 56 8 61 63 9 71 70 106567

  16. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Contoh 4 (a) (b) (c) Respuji uji setaraRespujiuji setaraRespujiuji setara 1 55 57 1 60 65 1 50 55 2 68 73 2 50 60 2 60 70 3 62 64 3 75 69 3 70 68 4 50 52 4 65 70 4 60 65 5 66 61 5 55 64 5 75 80 6 69 72 6 60 55 6 60 60 7 56 58 7 63 70 7 55 60 8 60 62 8 70 75 8 62 56 9 63 65 9 62 62 9 50 55 10 5961 10 59 64 10 56 63 11 55 57 11 70 61 AA = 12 60 65 12 55 60 13 73 71 13 60 63 14 68 72 14 50 58 15 5764157477 AA = AA =

  17. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Pembahasan • Pada reliabilitas ini, dilihat apakah hasil ukur setara masih mirip dengan hasil ukur, apakah jawaban responden ekivalen sehingga dinamakan reliabilitas ekivalen • Korelasi dilakukan pada sekor responden saja tanpa memperhatikan komposisi butir • Komposisi butir boleh apa saja dengan sasaran yang tidak perlu sama • Misal Butir 1 tentang matematika Butir 2 tentang biologi Butir 3 tentang bahasa . . .

  18. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ C. Koefisien Reliabilitas Pilahan 1. Pilah Paruh (Spearman-Brown) Pelaksanaan • Butir dibuat setara secara pasangan yakni sepasang demi sepasang • Biasanya, nomor urut ganjil berpasangan dengan nomor urut genap (nomor urut 1 dengan nomor 2, nomor 3 dengan nomor 4, dan seterusnya) 1 3 5 7 . . . 2 4 6 8 . . . • Terdapat dua subsekor responden yakni Subsekor nomor urut ganjil Subsekor nomor urut genap

  19. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Persyaratan • Pasangan butir harus betul-betul setara • Untuk menyederhanakan rumus koefisien reliabilitas (Spearman-Brown), variansi subsekor harus homogen (variansi sama) Perhitungan Pertama • Koefisien korelasi subsekor (nomor urut ganjil dan nomor urut genap) menghasilkan Koefisien korelasi paruh-paruh pp • Karena baru mencakup subsekor (separuh sekor), perhitungan koefisien reliabilitas perlu dilanjutkan dengan perhitungan kedua untuk seluruh sekor melalui

  20. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Perhitungan kedua Sekor responden Untuk responden ke-g • Subsekor nomor urut ganjil Ag(gj) • Subsekor nomor urut genap Ag(gn) Koefisien korelasi linier paruh-paruh pp = A(gj)A(gn) Digunakan pada koefisien reliabilitas untuk menghitung 2T(gj+gn) dan 2A(gj+gn)

  21. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Perhitungan 2T(gj+gn) Untuk M responden Pada saat variansi subsekor ganjil dan genap sama maka 2T(gj) = 2T(gn) dan T(gj)T(gn) = 1 sehingga 2T(gj+gn) = 2 2T(gj) + 2 2T(gj) = 4 2T(gj)

  22. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Rumus koefisien reliabilitas berlaku juga untuk paruh-paruh, baik paruh ganjil maupun paruh genap sehingga

  23. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Perhitungan 2A(gj+gn) Untuk M responden Pada saat variansi subsekor ganjil dan genap sama maka 2A(gj) = 2A(gn) sehingga 2A(gj+gn) = 2 2A(gj) + 2 pp 2A(gj) = 2 (1+ pp) 2A(gj)

  24. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Koefisien Reliabilitas Sprearman-Brown Dengan syarat, paruh-paruh • adalah setara secara berpasangan • memiliki variansi yang sama (homogen), maka koefisien reliabilitas pilah paruh atau koefisien reliabilitas Spearman-Brown, SB adalah

  25. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Contoh 5 Sekor pilah paruh nomor urut ganjil dan genap Respon- Butir Agj Butir Agn den 1 3 5 7 9 11 2 4 6 8 10 12 1 1 0 1 0 1 0 3 1 1 1 1 0 0 4 2 1 1 1 1 0 1 5 1 1 1 1 1 1 6 3 1 0 0 0 0 1 2 1 1 0 0 1 1 4 4 0 0 0 1 1 1 3 1 0 0 1 0 1 3 5 0 0 0 0 1 1 2 1 0 0 0 1 1 3 6 1 1 1 1 1 1 6 0 1 1 1 1 1 5 7 0 1 1 0 1 1 4 1 0 1 1 0 1 4 8 1 1 1 1 0 0 4 1 1 1 1 0 1 5 9 1 1 1 0 0 1 4 1 0 1 0 0 1 3 10 1 1 1 1 0 1 5 1 1 0 1 1 0 4 11 1 0 0 0 1 1 3 0 1 0 1 1 1 4 12 1 1 1 0 1 1 5 1 0 0 1 1 1 4 13 1 1 1 0 1 1 5 1 1 1 1 1 1 6 14 1 1 1 1 1 0 5 1 1 1 1 1 1 6 15 1 0 1 0 0 1 3 1 1 1 0 0 1 4 16 1 1 0 0 1 1 4 1 1 1 1 1 0 5 17 1 1 1 1 0 1 5 0 1 1 1 1 1 5 18 1 1 1 1 0 0 4 1 1 0 1 1 1 5 19 1 0 1 1 0 0 3 1 1 1 0 0 1 4 20 1 1 1 1 0 1 5 1 1 1 1 1 1 6

  26. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Nomor urut ganjil dan nomor urut genap secara sepasang-sepasang adalah setara Variansi subsekor nomor urut ganjil dianggap sama dengan variansi subsekor nomor urut genap Koefisien korelasi linier subsekor adalah pp = 0,66 sehingga koefisien reliabilitas pilah paruh atau koefisien reliabilitas Spearman-Brown adalah

  27. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Contoh 6 Hasil pengukuran pilah paruh menghasilkan subsekor ganjil Agj dan subsekor genap Agn Resp Agj Agn Resp Agj Agn 1 6 5 17 3 2 2 4 5 18 7 6 3 4 5 19 7 7 pp = 4 8 5 20 3 0 5 1 3 21 3 3 6 5 4 22 3 3 SB = 7 4 1 24 4 5 8 8 6 25 5 3 9 6 6 10 5 6 11 4 3 12 5 5 13 5 6 14 3 2 15 6 4 16 4 6

  28. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Contoh 7 Anggap Contoh 1 sampai 8 di Bab 6 memenuhi syarat untuk reliabilitas pilah paruh. Hitunglah koefisien reliabilitas Spearman-Brown mereka (a) Contoh 1 pp = SB = (b) Contoh 2 pp = SB = (c) Contoh 3 pp = SB = (d) Contoh 4 pp = SB =

  29. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ (e) Contoh 5 pp = SB = (f) Contoh 6 pp = SB = (g) Contoh 7 pp = SB = (h) Contoh 8 pp = SB =

  30. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Pembahasan • Pada reliabilitas ini, ukur dan ukur setara disatukan di dalam satu alat ukur sehingga separuh alat ukur adalah ukur dan separuh lagi adalah ukur satara • Karena itu diperlukan syarat kedua pilahan itu harus setara sepasang demi sepasang serta variansi mereka harus sama • Karena korelasi di antara pilahan baru mencakup separuh sekor, maka koefisien reliabilitas perlu mencakup korelasi seluruh sekor • Komposisi butir sudah mulai diperhatikan, boleh apa saja dengan sasaran yang tidak perlu sama, asal terjadi berpasangan • Misal: Butir 1 dan 2 tentang matematika Butir 3 dan 4 tentang biologi Butir 5 dan 6 tentang bahasa . . .

  31. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ 2. Pilah Paruh (Rulon) • Rulon menggunakan selisih di antara subsekor ganjil dan subsekor genap sebagai sumber kekeliruan • Variansi dari selisih subsekor merupakan bagian keliru dari variansi seluruh sekor • Jika selisih setiap subsekor adalah D, maka koefisien reliabilitas Rulon adalah • Koefisien reliabilitas ini lebih mudah digunakan jika dibandingkan dengan koefisien reliabilitas Spearman-Brown

  32. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Contoh 8 Kita gunakan data berikut Responden Agj Agn AD 1 3 4 7 – 1 2 5 6 11 – 1pp = 0,72 3 2 3 5 – 1 4 3 3 6 0 (2)(0,72) 5 2 3 5 – 1 SB = --------------- 6 6 5 11 1 1 + 0,72 7 4 4 8 0 = 0,83 8 4 5 9 – 1 9 4 3 7 1 10 5 4 9 1 2D = 0,65 11 3 4 7 – 1 12 5 4 9 1 2A = 3,85 13 5 6 11 – 1 14 5 6 11 – 1 0,65 15 3 4 7 – 1 Rulon = 1  ------ 16 4 5 9 – 1 3,85 17 5 5 10 0 = 1  0,17 18 4 5 9 – 1 = 0,83 19 3 4 7 – 1 20 5 6 11 – 1

  33. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas----------------------------------------------------------------------------- Contoh 9 Dengan data pada contoh 6, koefisien reliabilitas Rulon rulon = Contoh 10 Dengan data dari contoh 7, koefisien reliabilitas Rulon (a) Rulon = (b) Rulon = (c) Rulon = (d) Rulon = (e) Rulon = (f) Rulon = (g) Rulon = (h) Rulon =

  34. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Pembahasan • Rulon menganggap bahwa variansi keliru terjadi pada selisih subsekor pilahan • Ini berarti seharusnya (jika tanpa keliru) tidak ada selisih pada subsekor pilahan yakni butir di dalam pilahan itu setara sepasang demi sepasang • Namun pasangan butir yang berbeda boleh saja memiliki sasaran yang berbeda • Misal Butir 1 dan 2 tentang matematika Butir 3 dan 4 tentang biologi Butir 5 dan 6 tentang bahasa . . .

  35. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ 2. Pilah L (Rumus ramalan Spearman-Brown) Alat ukur diperpanjang dengan pilah paruh yang setara sehingga menjadi pilah L Untuk responden ke-g, sekor responden pada alat ukur pilah L ini adalah Ag1 = Tg1 + Kg1 Ag2 = Tg2 + Kg2 . . . AgL = TgL + KgL 1 2 3 L

  36. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Korelasi di antara dua pilahan berurutan terjadi di antara pilahan A1 dan A2 A2 dan A3 . . . AL-1 dan AL atau pada umumnya, di antara pilahan Ar dan As dengan r = 1, 2, . . . L-1 s = 2, 3, . . . L

  37. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Karena semua pilahan adalah setara dan memiliki variansi sama, maka 2T1 = 2T2 = . . . = 2TL = 2Tr 2A1 = 2A2 = . . . = 2AL = 2Ar TrTs = 1 dan dari diperoleh sehingga 2Tr = ArAs 2Ar

  38. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Koefisien reliabilitas Spearman-Brown Dari kita perhatikan 2T

  39. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Selanjutnya kita perhatikan 2A sehingga koefisien reliabilitas (rumus ramalan Spearman-Brown) menjadi

  40. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Contoh 11 Suatu hasil ukur model pilah paruh menghasilkan pp = 0,68 dan SB = 0,81 Alat ukur ini diperpanjang sampai pilah L = 5. Jika masih tetap pp = 0,68, maka koefisien reliabilitas Spearman-Brown berubah menjadi Terjadi kenaikan koefisien reliabilias dari 0,81 ke 0,91

  41. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Contoh 12 Koef korelasi paruh-paruh = pp Perpanjangan alat ukur sampai = L pilah Koefisien reliabilitas SB = SB (a) pp = 0,33 L = 7 SB = (b) pp = 0,63 L = 3 SB = (c) pp = 0,52 L = 4 SB = (d) pp = 0,44 L = 5 SB = (e) pp = 0,55 L = 6 SB =

  42. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Pembahasan • Alat ukur terdiri atas L pilahan dan semua pilahan adalah setara serta memiliki variansi yang sama • Kesetaraan dapat dicapai dengan membuat nomor urut butir yang sama pada semua pilahan adalah setara. Semua butir nomor 1 pada semua pilahan adalah setara. Demikian pula dengan butir nomor 2, 3, dan seterusnya. • Selain kesetaraan butir ini, komposisi butir boleh apa saja • Misal: Semua butir nomor 1 tentang matematika Semua butir nomor 2 tentang biologi Semua butir nomor 3 tentang bahasa . . . • Perpanjangan alat ukur seperti ini meningkatkan koefisien reliabilitas (diramalkan melalui rumus)

  43. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ D. Koefisien Reliabilitas Konsistensi Internal 1. Pilah paruh Kombinasi Butir • Pada koefisien reliabilitas Spearman-Brown, pilah paruh hanya pada nomor urut ganjil dan genap • Kita dapat menyusun berbagai macam pilah paruh melalui kombinasi nomor urut butir. Misalnya untuk 6 butir, pilah paruh adalah Paruh pertama paruh kedua 1 2 3 4 5 6 1 2 4 3 5 6 1 2 5 3 4 6 1 2 6 3 4 5 1 3 4 2 5 6 1 3 5 2 4 6 1 3 6 2 4 5 1 4 5 2 3 6 1 4 6 2 3 5 1 5 6 2 3 4 ganjil genap

  44. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ • Pasangan pada setiap pilah paruh adalah setara serta variansi kedua paruhan adalah sama • Karena semua kombinasi pilah paruh digunakan, maka semua butir harus setara. Semua butir setara sehingga dikenal sebagai konsistensi internal • Koefisien reliabilitas dari semua pilah paruhan direratakan menghasilkan koefisien reliabilitas konsistensi internal • Di sini dibicarakan dua macam koefisien reliabilitas konsistensi internal yakni Koefisien reliabilitas alpha Cronbach Koefisien reliabilitas Kuder-Richardson

  45. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ 2. Koefisien Reliabilitas Konsistensi Internal (alpha Cronbach) Dengan mensubstitusikan L 2Ar = Σ 2Ar ke rumus 2A, kita peroleh 2A = L 2Ar + L(L–1)ArAs 2Ar = Σ 2Ar + (L–1)ArAsΣ 2Ar 2A – Σ 2Ar = (L–1)ArAsΣ 2Ar sehingga koefisien korelasi setiap pasang pilahan menjadi

  46. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Karena ada, katakan saja, L pilahan setara dengan variansi sama, maka melalui koefisien reliabilitas Spearman-Brown, koefisien reliabilitas seluruh sekor adalah

  47. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas----------------------------------------------------------------------------- Kini setiap pilahan dibuat berisikan satu butir saja yakni butir ke-i, sehingga variansi 2Ar = 2i Dan selanjutnya alat ukur mengandung N butir, sehingga jumlah pilahan sama dengan jumlah butir L = N Dengan demikian, semua butir adalah setara, dan koefisien reliabilitas (dikenal sebagai alpha Cronbach) menjadi

  48. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Contoh 13 Dari suatu matriks sekor diperoleh Respon- Butir Ag den g 1 2 3 4 5 1 8 5 9 3 6 31 2 3 6 4 5 3 21 Variansi 3 9 10 8 7 8 42 sekor 4 4 5 3 6 4 22 responden 5 8 8 5 9 7 37 6 9 4 8 4 5 30 2A = 52,36 7 4 6 6 7 6 29 8 7 4 7 6 7 31 9 4 3 5 1 3 16 10 6 3 8 7 5 29 Variansi butir Butir Variansi Koefisien reliabilitas 1 4,76 2 4,44 3 3,61 4 4,85 5 2,64 Σ2i = 20,30

  49. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Contoh 14 Dari suatu matriks sekor diperoleh Respon- Butir Ag den g 1 2 3 4 5 1 6 7 5 8 7 2 9 4 7 5 6 Variansi 3 3 5 3 6 4 sekor 4 6 6 4 7 5 responden 5 7 5 6 4 8 6 4 9 8 5 6 2A = 7 3 5 4 5 4 8 7 3 6 3 5 9 4 9 8 7 8 10 3 5 3 5 3 Variansi butir Butir Variansi Koefisien reliabilitas 1 2 3 4 5 Σ2i =

  50. ------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Reliabilitas------------------------------------------------------------------------------ Contoh 15 Dari suatu matriks sekor diperoleh Respon- Butir Ag den g 1 2 3 4 5 1 8 7 8 10 9 2 4 5 3 6 5 Variansi 3 6 8 7 7 8 sekor 4 3 5 4 3 4 responden 5 8 6 9 7 6 6 7 5 6 4 7 2A = 7 5 6 3 5 5 8 7 4 7 5 6 9 4 7 5 7 4 10 7 5 8 6 7 Variansi butir Butir Variansi Koefisien reliabilitas 1 2 3 4 5 Σ2i =

More Related