1 / 11

ANALISIS SENSITIVITAS INSTITUT PERTANIAN BOGOR

ANALISIS SENSITIVITAS INSTITUT PERTANIAN BOGOR. ANALISIS SENSITIVITAS/ANALISIS KEPEKAAN (Perlakuan Terhadap ketidaktentuan). Tujuan: untuk melihat apa yang akan terjadi terhadap hasil analisis Proyek. Jika ada sesuatu kesalahan atau perubahan dalam dasar-dasar perhitungan biaya atau manfaat.

dafydd
Download Presentation

ANALISIS SENSITIVITAS INSTITUT PERTANIAN BOGOR

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. ANALISIS SENSITIVITAS INSTITUT PERTANIAN BOGOR

  2. ANALISIS SENSITIVITAS/ANALISIS KEPEKAAN (Perlakuan Terhadap ketidaktentuan) Tujuan: untuk melihat apa yang akan terjadi terhadap hasil analisis Proyek. Jika ada sesuatu kesalahan atau perubahan dalam dasar-dasar perhitungan biaya atau manfaat. Dalam proyek-proyek pertanian ada 4 masalah utama yang perlu diperhatikan : 1. Peruba harga yg menyebabkan perub penerimaan · Terutama harga output (Proyek ukuran besar , harga relatif turun krn Umur ekonomis panjang ) · Harga berfluktuasi sesuai dengan musim terutama tanaman hortikultura

  3. 2. Keterlambatan pelaksanaan • Biasanya terjadi karena berbagai sebab : • a. terlambat dalam pemesanan/penerimaan alat baru • b. masalah administrasi yang tidak terhindarkan • c. karena adanya teknik bercocok tanam baru, sebagai petani perlu adaptasi dengan teknik tersebut. Pengaruh keterlambatan dalam analisis Proyek/bisnis ini kita analisis (dan merupakan bagian dalam analisis sensitivitas)

  4. 3. Kenaikan biaya ("cost overrun") • Terjadi karena adanya kenaikan dalam biaya (input, alat, dll) misalnya pada saat pelaksanaan ada kenaikan pada : • • Harga input/peralatan • • Harga bahan bangunan • Proyek cenderung sensitif terhadap kenaikan biaya oleh krn itu analisis sensitivitas terhadap biaya paling sering dilakukan. Terutama terhadap input faktor yang dominan (yang biaya investasinya tinggi)

  5. 4. Kesalahan dalam perkiraan hasil (produksi) • Misal utk bisnis pertanian produksi yg dipakai sebagai ukuran didasarkan pada hsl percobaan/ eksperimental. • Misal produksi didasarkan pada mesin dgn kapasitas yg lebih besar atau pada SDM yg lebih baik • Teknik Analisis Sensitivitas • Kita perlu menghitung kembali ukuran kemanfaatan proyek (kriteria investasi) dengan menggunakan estimasi baru.

  6. ANALISIS SENSITIVITAS PROYEK IRIGASI JATILUHUR (miliar rupiah)

  7. ANALISIS SENSITIVITAS PROYEK IRIGASI JATILUHUR (miliar rupiah)

  8. Perbandingan NPV (I=15%) • Hasil perhitungan pertama : Rp 2,63 miliar • Hasil 30% cost over-run : Rp 0,14 miliar • Harga beras turun dengan 10% : Rp 1,45 miliar Perbandingan Net B/C Ratio (I=15%) • Hasil perhitungan pertama : 7,59 / 4,96 = 1,53 • Hasil 30% cost over-run : 7,22 / 7,08 = 1,02 • Harga beras turun dengan 10% : 6,59 / 5,12 = 1,29

  9. Perbandingan IRR • Hasil perhitungan pertama : • Hasil 30% cost over-run : • Harga beras turun dengan 10% : 6,59 / 5,12 = 1,29 Sumber: IBRD Jatiluhur Irrigation Project, Indonesia, Report No. P. A. 37 IBRD Washington, 1970, p.26; Annex 10.p.p dikutip dalam buku Oleh Price Gittinger, Economic Analysis of Agricultural Projects

  10. Analisis Switching Value (Variasi dari analisis sensitivitas) Switching value atau nilai pengganti merupakan penghitungan untuk melihat perubahan maksimum (peningkatan atau penurunan) suatu komponen/peubah yang dapat menyebabkan perubahan kelayakan suatu usaha Caranya dengan membuat NPV = 0

  11. URAIAN PERSENTASE Skenario I Skenario II Skenario III Penurunan penjualan 41,75% 14,93% 30,54% Kenaikan harga pupuk 154,33% 32,69% 89,27% Penurunan harga output 41,75% 14,93% 30,54% Tabel 2. Nilai Switching Value Pengusahaan Daun Potong Asparagus myriocladus dan Philodenron peopigi Pada Ketiga Skenario Usaha

More Related