Download
slide1 n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Tri Harso Karyono PowerPoint Presentation
Download Presentation
Tri Harso Karyono

Tri Harso Karyono

251 Views Download Presentation
Download Presentation

Tri Harso Karyono

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. KULIAH 08R-0222ARSITEKTUR LINGKUNGANLINGKUNGAN BINAAN DI KAWASAN TROPIS INDONESIA YANG BERKELANJUTAN Tri Harso Karyono

  2. Lingkungan Binaan di Kawasan Tropis yang Berkelanjutan • Penggunaan Sumber Daya Alam secara Hemat • Meminimalkan Pengrusakan Alam • Mempertimbangkan Iklim Tropis Basah • Hemat Energi

  3. Prinsip2 Arsitektur Hemat Energi Meminimalkan ‘perolehan panas’ (heat gain) radiasi matahari yang jatuh mengenai bangunan Pengurangan radiasi matahari ini dapat melalui ‘pembayangan’ bangunan lain di sekitarnya, atau dengan pembayangan pohon besar di sekitar ruma

  4. Meminimalkan Perolehan Panas Jika perolehan panas matahari dapat diminimalkan, maka suhu udara di dalam rumah menjadi lebih rendah. Meskipun ini bersifat relatif, artinya jika kondisi suhu udara luar di sekitar rumah sudah cukup tinggi, maka suhu udara di dalam rumah juga akan sulit mencapai suhu nyaman

  5. Ventilasi Ruang Atap Perlu adanya ventilasi ruang di bawah atap (antara penutup atap dan langit-langit) diberi ventilasi semaksimal mungkin. Udara panas yang terperangkap di bawah penutup atap (karena radiasi matahari) dapat dibuang atau dialirkan keluar, sehingga panas tersebut tidak merambat ke langit-langit melalui proses konduksi, yang akhirnya memanaskan ruang di bawahnya melalui proses radiasi.

  6. Bukaan Ventilasi Atap Dalam membuat bukaan perlu diperhatikan masuknya burung atau kelelawar, untuk itu lubang-lubang ventilasi perlu diberi kawat (ayakan pasir).

  7. Penyelesaian Atap Atap merupakan komponen utama yang membuat rumah menjadi panas. Jika panas dari atap dapat dibuang, ruangan di bawahnya cenderung lebih dingin. Atap yang tinggi (volume ruang antara penutup atap dan langit-langit besar) membantu mengurangi pemanasan ruang-ruang di dalam rumah. Contoh: bangunan kolonial Belanda dengan atap yang tinggi dan besar.

  8. Prinsip2 Arsitektur Hemat Energi-6 Jika ruang tidak menggunakan AC, usahakan agar terjadi aliran udara yang menerus (ventilasi silang) di dalam rumah, terutama bagi ruang-ruang yang dirasa panas. Dari sisi akustik hal ini memang kurang menguntungkan, namun ini merupakan pilihan, mana yang perlu dikalahkan.

  9. Prinsip2 Arsitektur Hemat Energi-7 Hindari menutup seluruh lahan dengan bangunan yang menyebabkan aliran udara menerus tidak dimungkinkan. Aliran udara penting untuk menciptakan efek dingin bagi tubuh manusia. Ciptakan ruang-ruang terbuka di sekitar rumah jika lahan memungkinkan, agar ventilasi silang mudah berlangsung.

  10. Organisasi Ruang Hindarkan penempatan ruang-ruang utama, seperti ruang tidur, ruang keluarga, dan lainnya pada sisi barat, kecuali ada pembayangan dari bangunan lain atau pohon besar pada sisi tersebut. Dinding ruang di bagian barat akan mendapatkan radiasi matahari siang dan sore yang sangat tinggi, dan membuat ruang di dalamnya panas.

  11. Ruang Servis dan Pengerasan Ruang Luar Sebaiknya sisi barat rumah digunakan untuk ruang-ruang servis seperti KM/WC, gudang, tangga, terutama jika sisi ini tidak mendapat pembayangan. Minimalkan penggunaan material keras (beton, aspal) untuk menutup permukaan halaman, taman atau parkir tanpa adanya peneduh.

  12. Peneduhan Permukaan Keras Material keras yang terkena radiasi matahari langsung akan menaikkan suhu udara di sekitar rumah dan akhirnya membuat ruangan di dalam rumah panas Untuk itu diperlukan peneduhan/pembayangan ruang luar yang diperkeras dengan tanaman/pohon lindung