pokok bahasan 2 sistem ekonomi indonesia n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Pokok Bahasan 2 Sistem Ekonomi Indonesia PowerPoint Presentation
Download Presentation
Pokok Bahasan 2 Sistem Ekonomi Indonesia

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 35

Pokok Bahasan 2 Sistem Ekonomi Indonesia - PowerPoint PPT Presentation


  • 251 Views
  • Uploaded on

Perekonomian Indonesia. Pokok Bahasan 2 Sistem Ekonomi Indonesia. Tujuan Pembelajaran 2. Menjelaskan Pengertian , Sifat-Sifat , Fungsi , dan Tu-juan Sistem Ekonomi .

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Pokok Bahasan 2 Sistem Ekonomi Indonesia' - claire-osborn


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
pokok bahasan 2 sistem ekonomi indonesia

Perekonomian Indonesia

Pokok Bahasan 2

Sistem Ekonomi Indonesia

tujuan pembelajaran 2
TujuanPembelajaran2
  • MenjelaskanPengertian, Sifat-Sifat, Fungsi, danTu-juanSistemEkonomi.
  • MenjelaskanSistemEkonomiKapitalis, SistemEko-nomiSosialis, danSistemEkonomiCampuran.
  • MenjelaskanVariasiSistemEkonomidi Indonesia
  • MenjelaskanPelaku-PelakuEkonomidalamSistemEkonomiNasionaldi Indonesia.
  • MenjelaskanPengertian, danKarakteristik-Karak-teristikSistemEkonomiPancasila.
  • MenjelaskanPelaksanaanSistemEkonomidi Indo- nesiasejakKemerdekaanhinggaKini.
makna sistem ekonomi
Makna Sistem Ekonomi
  • Sekumpulan Komponen dan lembaga-lem- baga Ekonomi yang Saling Berhubungan, Berinteraksi, Menunjang, dan Mempenga- ruhi satu sama lain (Grossman, 1967).
  • Suatu sistemyang mengatur dan menjalin hubungan Ekonomi antar manusia dengan seperangkat Lembaga-lembaga dalam su- atu tatanan kehidupan suatu Masyarakat/ Negara tertentu (Dumairy, 1995 : 30).
sifat sifat sistem ekonomi
Sifat-SifatSistemEkonomi
  • Terkait dengan Falsafah, Pandangan Hidup, dan Pola Kehidupan suatu Masyarakat.
  • Terdapat sejumlah faktor penentu (determi- nan) atau faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja suatu Sistem Ekonomi.
  • Terkait erat dengan Sistem Sosial, dan Po- litik yang berlangsung di dalam suatu Kehi- dupan Masyarakat (Dumairy, 1997: 30).
fungsi tujuan sistem ekonomi
Fungsi & Tujuan Sistem Ekonomi
  • Tujuan Sistem Ekonomi : Economic Growth, Economic Stability, Economic Freedom, Efficiency, Equaty and Equality, Employment.
  • Fungsi Sistem Ekonomi :

* Mengalokasikan SD yang langka.

* Memproduksi Output dan Jasa.

* Mendistribusi Output dan Jasa.

* Menjamin Kesejahtertaan Masyarakat

arti sistem ekonomi kapitalis
ArtiSistemEkonomiKapitalis
  • Suatu SE dimana seluruh kegiatan Ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar, dan peranan faktor kapital dengan in- sentif material berdasarkan prestasi kerja, serta pengambilan keputusan secara desen- tralisasi pada Pemilik faktor-faktor Produksi (Swasta), menurut Prinsip persaingan bebas (Laissez faire) dalam menuju Efisiensi Eko-nomi (Dumairy, 1996 : 32).
ciri ciri sistem ekonomi kapitalis
Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis

♠ Pengakuan Pemilikan Individual atas SD Ekonomi.

♠ Kebebasan setiap orang dalam Bisnis dan Memilih (SD, Produk, Pekerjaan, Kontrak, dan Kedaulatan).

♠ Peranan Modal sangat vital.

♠ Kegiatan Ekonomi digerakkan oleh Motivasi Indivi-

dual (Kepentingan Diri Sendiri) dan Profit Motive.

♠ Persaingan yang Bebas melalui Mekanisme Pasar.

♠ Peranan Terbatas Pemerintah dalam Perekonomi-

an (Dumairy, 1996 : 31; Sanusi, 2000 : 31).

kebaikan sistem ekonomi kapitalis
KebaikanSistemEkonomiKapitalis
  • Menumbuhkan inisiatif dan Kreasi masya-rakat dalam mengatur kegiatan ekonomi.
  • Setiap individu bebas memiliki sumber- sumber Produksi.
  • Efisiensi dan efektivitas tinggi karena tin- dakan ekonomi didasarkan Motif Laba.
  • Barang yang dihasilkan bermutu tinggi.
  • Munculnya persaingan untuk maju.
kelemahan sistem ekonomi kapitalis
KelemahanSistemEkonomiKapitalis
  • Sulit melakukan pemerataan pendapatan.
  • Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal.
  • Munculnya monopoli yang dapat merugi- kan kepntingan masyarakat.
  • Sering terjadi gejolak dalam Perekonomi- an karena kesalahan alokasi sumberdaya sumberdaya oleh individu.
arti sistem ekonomi sosialis
ArtiSistemEkonomiSosialis
  • SuatuSistemEkonomidimanaperanpemerintahsa-ngatdominandanberpengaruhdalammengen-dalikanperekonomian, pemerintahmenentukankegiatanproduksi, distribusi, dankonsumsi, fak- faktorproduksidimilikiolehnegara, denganme-nekankanpadakebersamaanMasyarakatdalammenjalan- kandanmemajukanPerekonomian, denganInsentifMate-rialdan Moral, sertaImbalan yang diterima Individual ber-dasarkanKebutuhannya, (Usman, 1988 : 1.4 ; Dumairy,1997: 31 – 32; Subandi, 2005 : 7)
ciri ciri sistem ekonomi sosialis
Ciri-CiriSistemEkonomiSosialis
  • SD Ekonomi (Input) dimiliki oleh Negara.
  • Hak milik perorangan tak diakui sepenuhnya
  • Mekanisne Pasar / Harga dikendalikan me- lalui SistemPerencanaan Terpusat.
  • Peran aktif Pemerintah dalam Perekonomian
  • Motivasi Kerja atau Usaha setiap Individual unttk memenuhi Kepentingan Bersama.
  • Kebebasan Individual dalam Berusaha dan Memilih terbatas (Dumairy, 1997: 31 – 32).
kebaikan sistem ekonomi sosialis
KebaikanSistemEkonomiSosialis
  • Pemerintah lebih mudah mengendalikan Inflasi, Pengangguran, dan Masalah-Masa- lah Ekonomi lainnya.
  • Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
  • Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga barang / jasa.
  • Relatif mudah dalam melakukan distribusi pendapatan nasional.
  • Jarang terjadi krisis ekonomi.
kelemahan sistem ekonomi sosialis
KelemahanSistemEkonomiSosialis
  • Mematikan inisiatif individu untuk maju.
  • Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
  • Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumberdaya-sumberdaya ekonomi.
  • Birokrasi Pemerintahan yang panjang dan berbelit-belit.
  • Sering terjadi korupsi, kolusi, dan nepotisme.
  • Produksi barang dan jasa kurang berkualitas.
  • Kegiatan Perekonomian dengan biaya ekonomi tinggi
arti sistem ekonomi campuran
ArtiSistemEkonomiCampuran
  • Arti Sistem Ekonomi Campuran SE yang mengandung unsur-unsur Sistem Ekonomi Kapitalis dan Sosialis, dima- pemerintah dan swasta saling berinteraksi da-lam memecahkan masalah ekonomi dalam kadar yang berbeda-beda(Gunadi, 1984 : 37; Sanusi, 2000 : 57)
  • Kecondongan pada Sistem Kapitalis kadar kebebasan Individual relatif besar dalam Kegiatan Ekonomi, peranan Pemerintah terbatas dalam kegiatan Ekonomi.
  • Kecondongan pada Sistem Sosialis campur tangan Pemerintah dalam kegiatan ekonomi relatif besar dan ke- bebasan individual terbatas pada Kegiatan Ekonomi.
ciri ciri sistem ekonomi campuran
Ciri-CiriSistemEkonomiCampuran
  • Gabungan dari Sistem Ekonomi pasar dan terpusat
  • Barang modal dan sumber daya ekonomi yang vital dikuasai oleh Pemerintah.
  • Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, dan mengawasi kegiatan swasta.
  • Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang.
  • Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengu-rangi berbagai kelemahan dari Sistem Ekonomi pa- sar (Kapitalis) dan komando (Sosialis) yang dituju-

kan untuk meningkatkan kesejahteraan.

variasi sistem ekonomi indonesia
VariasiSistemEkonomi Indonesia
  • Sistem Ekonomi Campuran  Mekanisme Pasar dengan Persaingan Ter-kendali dan Perencanaan (Dumairy, 1997 : 35).
  • Sistem Ekonomi Pancasila kegiatan perekonomian berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila (GBHN 1998 ; Mubyarto, 1999 ; Usman, 1988 : 1.3).
  • Sistem Demokrasi Ekonomi  Perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas Kekeluargaan (Penjelasan UUD 1945)
  • Sistem Ekonomi Koperasi Koperasi sebagai Soko guru Perekonomian indonesia (Mohammad Hatta, Soeharto, Pidato Kenegaraan).
  • Sistem Ekonomi Kerakyatankegiatan perekonomian berdasarkan mu-syawarah / mufakat, dari rakyat untuk rakyat (Rachbini, 1999).
pelaku ekonomi dalam sei
PelakuEkonomidalam SEI
  • Usaha Pemerintah BUMN / BUMD (Persero, Per-jan, Perum), dengan Fungsi Public Purpose, Public Ownership, dan Public Control).
  • Usaha Swasta  BUMS (Subandi, 2005 : 20 – 21).
  • Usaha Koperasi Soko Guru Perekonomian Indo- nesia, sebagai wadah kegiatan Pekonomian Rakyat yang menjiwai Pelaku Ekonomi masyarakat untuk penguatan dan Basis Usaha.
  • Bentuk Usaha  Usaha Bersama (PT, CV, Firma)  Penjelasan Pasal 33 UUD 1945, asas Kekeluargaan.
arti sistem ekonomi pancasila
ArtiSistemEkonomiPancasila
  • Suatu SE yang Berorientasi pada Pancasila, yakni Sila I, II, III, IV, V (Kuncoro, 2009 : 22)
  • Suatu SE yang memadukan Ideologi-Kons-titusional (Pancasila dan UUD 1945) bang- sa Indonesia dengan SE Campuran (SE Pa-sar terkendali), yang diwujudkan lewat De-mokrasi Ekonomi dan Pemberdayaan Ma- syarakat, untuk mewujudkan tercapainya Masyarakat yang Adil dan Makmur (Suban- di, 2005 : 14).
alasan sistem ekonomi pancasila
AlasanSistemEkonomiPancasila
  • Pembangunan Ekonomi Pembangunan SistemEko- nomi yang sesuaibagiBangsa Indonesia  Pemba-ngunanMasyarakatdanManusia Indonesia seutuhnya

untukmewujudkanmasyarakat yang Adildanmakmur (Mubyarto, 1988: 44).

  • KonsensusNasional SE Nasional, yang bukan SE Liberal-KapitalistisdanbukanSESosialisme-Etatisme
  • Pancasila Ideologi Negara Indonesia LandasanFilosofis SE Nasional yang Kuatdantangguh, dan se-bagaipengamalanPancasiladalam Pembangunan NasionalbidangEkonomi (Mubyarto, 1988 : 45)
ciri ciri sistem ekonomi pancasila
Ciri-CiriSistemEkonomiPancasila
  • RodaPerekonomian DigerakkanolehInsentifEkonomi, Sosial, dan Moral.
  • KedudukanKoperasi  Soko Guru Pere-konomian, sebagai Usaha Bersama, danWadahkegiatanPerekonomian Rakyat.
  • PrioritasKebijakanEkonomiNasional: PengembanganPerekonomianNasional yang KuatdanTangguh  NasionalismeselalumenjiwaisetiapKebijakanEkono-mi Nasional (Mubyarto, 1988 : 45).
ciri ciri sistem ekonomi pancasila1
Ciri-CiriSistemEkonomiPancasila
  • Peranan Usaha Negara dan Swasta tumbuh ber- dampingan dengan Perimbangan, tanpa Dominasi berlebihan satu dengan yang lain untuk mencegah timbulnya Sistem Etatisme (Usaha Negara), dan Sistem Free Fight Liberalism (Usaha Swasta).
  • Hubungan Kerja antar Lembaga Ekonomi :

Berdasarkan Asas Kekeluargaan menurut keakrab-

an hubungan antar manusia (bukan didasarkan do-

minasi Modal dan Buruh) (Emil Salim, 1987).

ciri ciri sistem ekonomi pancasila2
Ciri-CiriSistemEkonomiPancasila
  • Masyarakat berperan Sentral Unsur Ekonomi swasta, produksi dikerjakan oleh semua untuk se-

mua, dibawah penilikan anggota Masyarakat.

  • Negara menguasai Bumi, Air, dan Kekayaan Alam

untuk kemakmuran Masyarakat Pelaksanaan

Hak Menguasai tidak mengarah ke Etatisme.

  • Tidak Bebas Nilai  Sistem nilai mempengaruhi

perilaku Pelaku Ekonomi, yang bertolak dari Ideo- logi Pancasila (Subandi, 2005 : 14 - 15).

pandangan tentang bentuk sei
PandanganTentangBentuk SEI
  • Pandangan Normatif dan Positif :

* Free Market Socialism  Pasal 33 Ayat 2 dan

Ayat 3 UUD 1945 (condong ke Kiri).

* Kapitalisme Liberal  semakin kuatnya lapisan

Pengusaha, Konglomerasi, dan Konsentrasi ke-

kuatan Ekonomi (condong ke Kanan).

* Segi Kepemilikan dan Sifat Pembentukan Harga

 SE dengan Peranan Negara dominan, Peran-

an Swasta Nasional dan Asing tidak kecil, Har-

ga Pasar mencerminkan inefisiensi (harga da-

lam negeri > harga global (Sjahrir, 1987: 162-164).

pandangan tentang bentuk sei1
PandanganTentangBentuk SEI
  • Paham ‘Bukan Isme’ :

* Paham SerbaBukan  Bukan (Kapitalisme, Sosialisme, Li-

beralisme), Tidak ada (Monopoli, Oligopoli, persaingan be-

bas yang saling mematikan, dsb.) (Frans Seda).

* Bukan Free-fight liberalism maupun Etatism (GBHN, 1998).

* SEI bukan Kapitalisme maupun Sosialisme (Tengah)

* Sistem Ekonomi Pasar dengan unsur Perencanaan

Berada dalam Keseimbangan (di tengah) di antara

Kapitalisme dan Sosialisme (Emil Salim, 1979).

* Bukan berada di antara Kapitalisme dan Sosialis-

me, melainkan di luarnya (Mubyarto, 1980: 74).

sei bukan kapitalisme sosialisme
SEI : BukanKapitalisme / Sosialisme
  • Menurut Pemilikan SD Ekonomi :

Pengakuan atas Pemilikan oleh Individual, kecuali terhadap SD yang menguasai hajat hidup Rakyat atau Orang Banyak dikuasai oleh Negara.

 Bukan Kapitalisme, bukan Sosialisme, meskipun terdapat kadar Kapitalisme atau Kadar Sosialisme (Dumairy, 1997 : 33).

sei bukan kapitalisme sosialisme1
SEI : BukanKapitalisme / Sosialisme
  • Menurut Kebebasan Berusaha, Bersaing dan

Berprestasi dalam Kegiatan Ekonomi :

Kebebasan Individual dalam Berusaha, Ber-

saing, dan Berprestasi dalam kegiatan Eko-nomi tidak dikekang, dengan pengaturan Pe-merintah secara Terencana & Terkendali.

 Bukan Kapitalisme dan bukan Sosialisme, meskipun terdapat Kadar Kapitalisme, mau- pun Kadar Sosialisme (Dumairy, 1997 : 33).

sei bukan kapitalisme sosialisme2
SEI : BukanKapitalisme / Sosialisme
  • Menurut Pengendalian Ekonomi Nasional :

Tidak sepenuhnya menyandarkan Perekonomian pa-

da Mekanisme Pasar, tetapi Pemerintah juga berpe-

ran sebagai Aktor (lewat BUMN), stabilisator, dan di-namisator (lewat Instansi teknis/Departemen terkait)

Bukan Kapitalisme dan bukan Sosialisme, meski ada kadar kapitalisme/sosialisme (Dumairy,1997:34)

sei bukan kapitalisme sosialisme3
SEI : BukanKapitalisme / Sosialisme
  • Menurut Perilaku, Norma, dan Etika Masyarakat :

Rasionalitas Masyarakat dalam Berekonomi Tercapainya Kondisi Optimalisasi (Keserasian pencurahan Upaya dan SD dengan Hasil yang diperoleh), dengan rasa Kebersamaan dan Ke-setiakawanan, bukan Maksimalisasi.

 Bukan Kapitalisme, dan bukan Sosialisme, meskipun terdapat Kadar Kapitalisme maupun kadar Sosialisme (Dumairy, 1997: 34).

sei kadar kapitalisme sosialisme
SEI : Kadar Kapitalisme & Sosialisme
  • Pendekatan Faktual-Struktural :

* Peran Pemerintah dalam Struktur ekonomi :

Peran Government Expenditure (G) terhadap PDB

semakin  (9% dari PDB (1973 - 1997).

 Kadar Sosialisme-nya rendah (Dumairy, 1997: 34)

* Peran Pemerintah secara Sektoral :

Keterlibatan Pemerintah dalam mengatur Sektor

Produksi dan kegiatan Bisnis (Harga dan Tatania-

ga) secara menyeluruh, dan berperan sebagai Pe-

laku Ekonomi dalam Perekonomian.

 Kadar Sosialisme-nya sedang (Dumairy, 1997).

sei kadar kapitalisme sosialisme1
SEI : Kadar Kapitalisme & Sosialisme
  • Pendekatan Sejarah(Kronologis Historis):

Menolak Pengelolaan Perekonomian Nasionalyang

* Terlalu berat ke Kapitalisme(SE Liberal) Era Ke-

merdekaan (1945 - 1950) & Kedaulatan (1950-1959)

* Sangat Bias ke Sosialisme (SE Terpimpin

dan Etatisme) pada Era Orla (1959 - 1965).

* Tarik-ulur di antara Kapitalisme dan Sosialisme pa-

da Era Orba(1966 – 1998) (Dumairy, 1997 : 35).

* Era Pasca Orba (Transisi, Reformasi – Kini) cende-

rung ke Kapitalisme yang tinggi (Subandi, 2005 : 9)

sei kadar kapitalisme sosialisme2
SEI : Kadar Kapitalisme & Sosialisme
  • Pendekatan Yuridis-Konstitusional :
  • Landasan Konstitusional  Pasal 33, 34, 27, dan 23 UUD 1945 (Usman, 1988 : 1.8 ; Dumairy, 1997: 35).
  • Prinsip Demokrasi Ekonomi Perekonomian berlan- daskan Demokrasi Ekonomi, sebagai Usaha Bersama

berdasar asas kekeluargaan  ada kadar Kapitalisme

  • Prinsip Kemerataan Sosial Kemakmuran Masyara- kat diutamakan, Cabang Produksi Penting bagi Orang banyak dikuasai Negara  terdapat kadar Sosialisme
sei gagasan vs realita
SEI : GagasanvsRealita
  • Era Kolonial BelandaSE Feodal / SE Liberal.
  • Era Kolonial Jepang (1942 - 1945)  SE Perang.
  • Era Kemerdekaan (1945 – 1950)  SE Demokrasi (UUD 1945), realitanya mengarah ke SE Liberal.
  • Era Kedaulatan (1950 - 1959)  SE Liberal.
  • Era Demokrasi Terpimpin (1959 – 1960) :

SE Terpimpin (Emil Salim, 1987).

  • Era Orla (1960 - 1965)  SE Komando / Etatisme.
sei gagasan vs realita1
SEI : GagasanvsRealita
  • Era Orba (1966 - 1998) :

SE Demokrasi Ekonomi  “tarik-ulur” di antara Kadar So-sialisme(Tinggi) dan kadar Kapitalisme (Tinggi).

  • Era Transisi (1998 – 1999) :

SE Pancasila (GBHN 1998)  mengarah ke Kadar Kapitalisme (Tinggi).

  • Era Reformasi (1999 - Sekarang) :

SE Demokrasi Ekonomi  mengarah ke kadar Ka- pitalisme Liberal (Tinggi).

tugas 2
TUGAS 2
  • Mengapa Sistem Ekonomi Campuran lebih banyak dianut oleh Negara Dunia Ketiga ? Apakah ada Negara Maju yang juga mene- rapkan Sistem Ekonomi Campuran ini ? Be-rikan penjelasan disertai contohnya !
  • Sistem Ekonomi Campuran dengan Persai-ngan Terkendali merupakan Sistem Ekono- mi yang paling cocok untuk mengelola pe-rekonomian Indonesia. Apakah anda setuju dengan Pandangan ini ? Berikan Alasan an- da (cocok / tidak cocok) secukupnya !
slide35

Alhamdulillah

Selamat Belajar Semoga Sukses

Sampai Jumpa Pokok Bahasan 3