1 / 28

Pertemuan 9

Pertemuan 9. Biaya Produksi. Biaya oportunitas (opportunity cost). Opportunity cost is the cost to a firm are the values of these same resources in their best alternative uses ( Richard Billas). Biaya eksplisit dan implisit.

chipo
Download Presentation

Pertemuan 9

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Pertemuan 9 Biaya Produksi

  2. Biaya oportunitas (opportunity cost) • Opportunity cost is the cost to a firm are the values of these same resources in their best alternative uses ( Richard Billas)

  3. Biaya eksplisit dan implisit • Biaya eksplisit adalah biaya aktual yang dilakukan oleh perusahaan untuk membeli sumberdaya (faktor produksi) yang digunakan dalam suatu proses produksi • Biaya implisit adalah biaya oportunitas dari penggunaan dari penggunaan faktor produksi yang dimiliki oleh perusahaan dalam proses produksi • Kedua biaya tersebut harus diperhitungkan sebagai biaya dalam rangka mengambil keputusan usaha

  4. Hubungan biaya produksi dengan hasil produksi • Biaya = f (output) (Besarnya biaya yang dikeluarkan perusahaan tergantung jumlah atau skala output yang dihasilkan perusahaan) • Output merupakan fungsi input artinya jumlah output yang akan dihasilkan tergantung kepada jumlah input yang dipakai • Output = f (input)

  5. Biaya produksi jangka pendek terjadi apabila perusahaan masih menanggung biaya yang bersifat tetap Biaya produksi jangka panjang yaitu biaya yang dikeluarkan perusahaan jika pada saat itu semua biaya bersifat variabel Perbedaan biaya produksi jangka pendek dan jangka panjang

  6. Biaya produksi jangka pendek • Biaya tetap total (total fixed cost = TFC) • Biaya variabel total (total variabel cost =TVC) • Biaya marjinal (marginal cost = MC) • Biaya tetap rata-rata (average fixed cost =AFC) • Biaya variabel rata-rata (average varaiable cost) • Biaya total (total cost = TC) • Biaya rata-rata (average cost = AC)

  7. Biaya tetap total • Yaitu seluruh biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan biaya yang bersifat tetap • Misalkan biaya gaji manajer

  8. Biaya variabel total (TVC) • Yaitu keseluruhan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh faktor produksi yang bersifat variabel • Misalnya biaya tenaga kerja, pembelian bahan baku, pembelian bahan penolong dll

  9. Biaya marjinal • Yaitu perubahan jumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan yang diakibatkan adanya perubahan satu unit output • MC = ΔTC / Δ Q

  10. Biaya tetap rata-rata (AFC) • Yaitu biaya tetap yang dibebankan kepada satu unit output • AFC = TFC / Q

  11. Biaya variabel rata-rata (AVC) • Yaitu biaya variabel yang dibebankan kepada setiap unit output • AVC = TVC / Q

  12. Biaya total (TC) • Yaitu keseluruhan biaya produksi yang digunakan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu baik yang bersifat tetap maupun variabel • TC = TFC + TVC

  13. Biaya rata-rata (AC) • Yaitu biaya produksi yang diperhitungkan untuk setiap unit output • AC = TC / Q

  14. Contoh kasus • Hubungan antara biaya produksi dengan jumlah barang X yang dihasilkan ditunjukan oleh persamaan:TC = 100 + 20Q – 4Q2 + Q3. Tentukan besarnya: • AC • AFC • AVC • MC Jika jumlah barang X yang dihasilkan sebanyak 5 unit

  15. Solusi • AC = TC/Q = 100/Q + 20 – 4Q + Q2 = 100/5 + 20 – 4(5) + (5)2 = 20 + 20 – 20 + 25 = 45 b. TC = 100 + 20Q – 4Q2 = Q3 TFC = 100 TVC = 20Q – 40Q2 + Q3 Q = 5 AFC = TVC/Q = 100/5 = 20 c. AVC = TVC/Q = 20 – 40Q + Q2 = 20 – 4(5) + (5)2 = 20 – 20 + 25 = 25 d. MC = dTC/dQ = 20 – 8Q + 3Q2 Q = 5 MC = 20 – 8(5) +3(5)2 = 20 – 40 + 75 = 95

  16. Pertemuan 10 Biaya Produksi (lanjutan)

  17. Biaya Produksi Jangka Panjang (Long Run Cost) • Semua biaya bersifat variabel sehingga jenis biaya yang muncul adalah : 1. Long-run Total Cost (LTC) 2. Long-run Average Cost (LAC) 3. Long-run Marginal Cost (LMC)

  18. Long-run Average Cost (Biaya rata-rata jangka panjang = LAC) LAC ditemukan dengan cara membagi keseluruhan biaya jangka panjang (LTC) dibagi dengan jumlah output yang dihasilkan (Q) LAC = LTC/Q

  19. Biaya Marginal Jangka Panjang (LMC) • LMC merupakan perubahan jumlah biaya jangka panjang yang terjadi sebagai akibat berubahnya satu unit output dalam jangka panjang • LMC = Δ LTC/ ΔQ

  20. Hubungan Antara Produksi dan Biaya • TC = TFC + TVC • Q = f(X) • TVC = Px*X • TVC / Q = Px*X/Q • AVC = Px [(I/APx)] • MC = ΔTVC/ Δ Q • MC = Px {Δ X/ Δ Q} • PQ = Px/MPx

  21. Contoh Kasus Sebuah perusahaan menggunakan tenaga kerja (L) dan modal (K) untuk menghasilkan barang X. Modal merupakan input tetap dan tenaga kerja merupakan input variabel. Fungsi produksi yang dihadapi oleh perusahaan tersebut ditujukan oleh persamaan sebagai berikut: Q = 1.620L + 18L2 – 0,2L3 di mana Q adalah jumlah unit barang X yang dihasilkan per minggu dan L adalah jumlah tenaga kerja yang digunakan. • Tentukan jumlah barang X yang dihasilkan agar biaya marginal sama dengan biaya variabel rata-rata • Jika perusahaan ingin berproduksi pada tingkat produksi total maksimum, tentukan jumlah tenaga kerja yang harus digunakan • Jika perusahaan menjual barang X yang dihasilkan dengan harga 0,2 pada kondisi shut-down point, tentukan upah tenaga kerja maksimal agar perusahaan tidak memilih tutup usaha

  22. Solusi • AP = Q/L = 1.620 + 18L – 0,2 L2 AP maksimum jika ∂AP/ ∂ L = 0 ∂ AP/ ∂ L = 18 – 0,4L = 0 L= 45 2. MPx = ∂ Q/ ∂ L = 1.625+ 36L – 0,6L2 MPx = 0 1.625 + 36L – 0,6L2 = 0 (L – 90) (L + 30) = 0 L = 90 Q= 1.620L + 18L2 – 0,2L3 = 1.620(909) + 18 (90)2 – 0,2 (90)3 = 145.800 unit 3. PQ = PL/MPL MPL = 1.620 + 36L – 0,6L2 = 1.620 + 36(45) – 0,6(45)2 = 2,025 PL = PQ X MPL = 0,2 X 2,025 = 405

  23. Kasus Hubungan Antara Biaya, Penerimaan dan Laba Hubungan antara jumlah barang yang dihasilkan (Q) dan jumlah input variabel yang digunakan (X) dalam suatu proses produksi ditunjukkan oleh persamaan : Q = 5X. Jumlah input tetap dalam setiap periode produksi adalah 10 unit, harga input tetap adalah $10 per unit, dan harga input variabel adalah $2 per unit. Berdasarkan data tersebut : 1. tentukan persamaan TFC, TVC, TC, AFC, AVC, AC, dan MC 2. buatlah persamaan-persamaan tersebut ke dalam tabel

  24. Solusi • Persamaan : TFC = harga input tetap x jumlah input tetap yang digunakan = $5 x 10 unit = $50 TVC = harga input tetap x jumlah input tetap yang digunakan = $10 x X = 10X Q = 5X  X = 5/Q = 10 (5/Q) = 2Q TC = TFC + TVC = $50 + 20 AFC = TFC/Q = 50/Q AVC = TVC/Q = 2Q/Q = $2 AC = AFC +AVC = 50/Q + 2 MC = ∂TC/ ∂ Q = 2 2. Melengkapi tabel

  25. solusi

  26. Penerimaan dan Laba • Penerimaan (TR) diperoleh dengan cara mengalikan harga dengan output • Laba diperoleh dengan cara mengurangkan TR dengan TC

  27. Contoh kasus

More Related