1 / 42

KOORDINASI PERATURAN REGISTRASI DOKTER DAN DOKTER GIGI WNI/WNA DI INDONESIA

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA . KOORDINASI PERATURAN REGISTRASI DOKTER DAN DOKTER GIGI WNI/WNA DI INDONESIA. KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA.

carol
Download Presentation

KOORDINASI PERATURAN REGISTRASI DOKTER DAN DOKTER GIGI WNI/WNA DI INDONESIA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA KOORDINASI PERATURAN REGISTRASI DOKTER DAN DOKTER GIGI WNI/WNADI INDONESIA KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

  2. ISU DAN STRATEGIGLOBALISASI …..Indonesia pasarpotensialbagimasyarakatduniakhususnyauntukliberalisasi/globalisasiyankes. • PerkuatIMPLEMENTASI Regulasi PraktikKedokteran/ KedokteranGigi WNI/WNA REGISTRASI, SERTIFIKASI, LISENSI, AKREDITASI, BINWAS • Peningkatankompetensi CPD/P2KB/P3KGB profesional, bermutu, aman dan berdaya saing • PemetaanKebutuhan & penempatanDokter, Doktergigi, Spesialis WNI/WNA dan WNA ASEAN 4. PengembangansisteminformasI Kesehatan  SINERGISME SIST.INFORMASI (manual – online)

  3. TUJUAN : DASAR : 1. UUPK (3 TUJUAN): PERLINDUNGAN PASIEN, MEMPERTAHANKAN DAN MENINGKATKAN MUTU PRADOK, KEPASTIAN HUKUM 2. UU DAN PERATURAN TERKAIT  KOORDINASI 3. PERAN MASING-2 STAKEHOLDERS DALAM IMPLEMENTASI UUPK KOMITMEN & KERJASAMA B. PEMETAAN : 1. KEBUTUHAN & PELUANG KERJASAMA 3. KEBIJAKAN/REGULASI YG DIPERLUKAN 4. PETA PERAN MASING-2 STAKEHOLDERS

  4. KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA Badanotonom, mandiri, non Struktural, bersifatindependen, terdiri : - KonsilKedokteran (KK) - KonsilKedokteranGigi (KKG)bertanggungjawablangsungkepadaPresiden RI PELANTIKan anggota KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA PERIODE TUGAS TH.2009-2014

  5. TUGAS KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA (KKI) pasal 7 UUPK melakukan registrasi dr/drg mengesahkan standar pendidikan profesi dokter dan dokter gigi melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan praktik kedokteran bersama lembaga terkait sesuai dengan fungsi masing-masing Registrasikki

  6. Where do we go ...? Perapan standar pendidikan dan kompetensi dr/drg/spesialis  DIKTI, AIPKI/AFDOKGI, FK/KG 2. Sertifikasi kompetensi dr/drg/spesialis  KOLEGIUM (Uji kompetensi , P2KB/P3KGB) 3. REGISTRASI, REGISTRASI ULANG  STR (KKI) 4. ALIH IPTEK DR/DRG WNA  Surat Persetujuan KKI 5. DIKLAT/BEKERJA KE LN  Letter of Good Standing (KKI) 6. Saksi disiplin praktik kedokteran MKDKI(KKI) 7. Pembinaan Pradok  IDI/PDGI (Rekomendasi) 8. Penempatan dan Ijin praktik  KEMKES RI, DINKES (PTT, SIP, ST spesialis) Registrasi KKI

  7. Konsil Kedokteran Indonesia Regulator & Auditor IDI PDGI MKEK MKEKG MKKI MKKGI PERHIMPUNAN CABANG ILMU KOLEGIUM CABANG ILMU KOMISI ETIK PERHIMPUNAN IPDS FK.A IPDS FK.B IPDS FK.C P2KB P3KGB IPDGS FKG.A IPDGS FKG.B IPDGS FKG.C

  8. Dokter / Dokter Gigi STR (KKI) Rekomendasi IDI/PDGI SIP (Dinkes) LULUS RegistrasiUlangmerupakankewajibanindividu Dokter/ DokterSpesialis DokterGigi/ Drg.Spesialis Sanksi -Cabut STR -Reschooling Praktik (3 tempat) Masalah -Etika - MKEK ( IDI/PDGI) -Disiplin MKDKI -Hukum Pengadilan

  9. PENOMORAN STR Kode Provinsi Lulusan Kode Jenis Kelamin Kodedrataudrg Kode Kompetensi Registrasi ke …. Tahun Registrasi Nomor Registrasi

  10. KEWENANGAN KKI REGISTRASI / REGISTRASI ULANG DOKTER/DOKTER GIGI/SPESIALIS Menyetujuidanmenolakpermohonanregistrasidr/drg/spesialis Menerbitkan/mencabut STR/STR ulang Melakukanpengujianthdpersyaratanregistrasi Melakukanpencatatandr/drg/spesialisyang terkenasanksi pertimbanganregistrasiulang MelakukansinergiSisteminformasidankerjasamaprosesregistrasiulangbersamalembaga /OP terkaitsesuaifungsidankewenanganmasing-masing Registrasi KKI

  11. Mengapa perlu sinergisme Sistem Informasi Registrasi (manual /online?) • Lulusan dokter dan dokter gigi semakin banyak • Banyak prosedur dan pemangku kepentingan yang terlibat • Tahun 2011 merupakan puncak registrasi ulang • Sebaran yang luas tenaga medis di seluruh Indonesia • MRA tenaga medis ASEAN • Efektivitas dan efisiensi Registrasi KKI

  12. KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA Kondisi &KeberadaanDokter/Doktergigi/spesialis di Indonesia

  13. REKAPITULASI PENERBITAN STR PER-TAHUN s/d 16 AGUSTUS 2010 Registrasi KKI, LD

  14. Proyeksi Kebutuhan dan Produksi Dokter di Indonesia Pendidikan KKI LD, KKI 06/10

  15. JumlahDokter / 100.000 pendudukmenurutProvinsi Registrasi KKI

  16. NAD : 155 drg SUMUT : 1.293 drg Sulut : 76 drg Malut : 20 drg Gorontalo: 26 drg Sulteng : 67 drg Sulbar: 26 drg BABEL : 53 drg Kalteng : 69 drg Bengkulu : 70 drg Sulbar : 24 drg Papua : 80 drg Maluku : 36 drg Kalsel : 146 drg Sultra : 76 drg Sulsel : 983 drg DKI : 4.543 drg Jatim : 3.272 drg Bali : 613 drg NTT : 92 drg SEBARAN DATA REGISTRASI DOKTER GIGI Kaltim : 325 drg Riau : 409 drg Kepri : 118 drg Kalbar : 144 drg SUMBAR : 481 drg Papua Barat : 22 drg Jambi : 142 drg SUMSEL : 230 drg Lampung : 239 drg Jateng : 1.330 drg Banten : 1039 drg Jabar : 3.124 drg NTB : 134 drg Yogyakarta : 742 drg Total DokterGigi : 20.175 (Data KKI : 16 Agustus2010) FKG Prodi KG

  17. Proyeksi Kebutuhan dan Produksi Dokter Spesialis di Indonesia Asumsi 1 DSp/100.000 penduduk untuk 14 macam jenis spesialis

  18. Jumlah Dokter Spesialis/100.000 penduduk menurut Provinsi Registrasi KKI

  19. NAD : 8 DRGS SUMUT : 29 DRGS Sulut : 4 DRGS Riau : 5DRGS Kepri : 5 RDGS Kalbar : 2 DRGS Malut : 1 DRGS Gorontalo: O DRGS SUMBAR : 8 DRGS Jambi : 1 DRGS Sulteng : 1 DRGS Kalteng : 2 DRGS BABEL : 3 DRGS Bengkulu : 1 DRGS Sulbar : 0 DRGS Papua : 1 DRGS Maluku : 1 DRGS SUMSEL : 4 DRGS Kalsel : 2 DRGS Sultra : 1 DRGS Lampung : 3 DRGS Sulsel : 24 DRGS Banten : 61 DRGS Jabar : 274 DRGS NTB : 3 DRGS Jatim : 328 DRGS Bali : 16 DRGS NTT : 0 DRGS SEBARAN DATA REGISTRASI DOKTER GIGI SPESIALIS Kaltim : 12 DRGS Papua Barat : 0 DRGS DKI : 529 DRGS Jateng : 65 DRGS DIY : 118 DRGS IPDGS Total DRGS : 1.512 (Data KKI : 16 Agustus 2010) Prodi DGS

  20. REKAPITULASI DOKTER/DOKTER GIGI/DRG.SPESIALIS/DOKTER SPESIALIS PROVINSI SUMATERA UTARA

  21. REKAPITULASI DOKTER/DOKTER GIGI/DRG.SPESIALIS/DOKTER SPESIALIS PROVINSI SUMATERA UTARA

  22. SASARAN REGISTRASI ULANG SUMUT…..?? REKAPITULASI DOKTER/DOKTER GIGI/DOKTER GIGI SPESIALIS/DOKTER SPESIALIS DI PROV.SUMUT MASABERLAKU STR BERAKHIR TAHUN 2010 -2011

  23. KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA PeraturandankondisiRegistrasiDokter/Doktergigi/spesialis WNA

  24. Dokter dan Dokter Gigi WNA Landasan Hukum • UUD RI Thn 1945 Pasal 27 ayat 2 dan Pasal 28 • UU No.29 Thn 2004 ttg Praktik Kedokteran (UUPK) • UU No.36 Thn 2009 ttg Kesehatan • UU No.44 Thn 2009 ttg Rumah Sakit • UU No.13 Thn 2003 ttg Ketenagakerjaan • UU No. 9 Thn 1992 ttg Keimigrasian • PP No. 32 Thn 1996 ttg Tenaga Kesehatan

  25. LandasanHukumbagiDokterdanDokterGigi WNA (lanjutan..) KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA & KEMENKES RI • Peraturan KKI, No. 42/KKI/Per/XII/2007 ttg Tata Cara Registrasi, RegistrasiUlang, RegistrasiSementara, danRegistrasibersyarat • Keputusan KKI No. 37/KKI/Kep/IX/2007 ttgAlih IPTEK • Keputusan KKI No. 17/KKI/Kep/IV/2008 ttg STR SementaradanBersyaratdokterdandoktergigi WNA • Keputusan KKI 157/KKI/Kep/XII/2009ttg STR dokterdandoktergigi WNA ASEAN • PerMenKesNo.1244/Menkes/Per/XII/2009 ttgpendelegasianijinusaha PMA dibidangKesehatan • Permenkes RI No.317/MENKES/PER/III/2010 ttgPendayagunaanTenagaKesehatan WNA di Indonesia

  26. PeraturanRegistrasidr/drg WNA di Indonesia • SuratTandaRegistrasiSementaradr/drg WNA • dapatdiberikankepadadokterdandoktergigi WNA yang melakukankegiatandalamrangkaPendidikan, pelatihan, penelitian, dibidangkedokteranataukedokterangigi yang bersifatsementaradi Indonesia • UUPK Pasal 31, KEPKONSIL NO.17/2007 • 2. SuratTandaRegistrasiSementaradr/drg • WNA - ASEAN (MRA mulai 1 JAN’2010) • dapatdiberikankepadadokterdandoktergigi WNA-ASEAN yang melakukanpelayanankesehatandibidangkedokteranataukedokterangigi yang bersifatsementaradi Indonesia • UUPK Pasal 31, PERKONSIL NO.42/2007, MRA 2010, • KEPKONSIL NO.157/2009

  27. PeraturanRegistrasidr/drg WNA di Indonesia • 3. Surat Tanda Registrasi Bersyarat dr/drg WNA • diberikankepadapeserta program pendidikandokterspesialis (PPDS) ataudoktergigispesialis (PPDGS) WNA yang mengikutipendidikandanpelatihandi Indonesia. • UUPK Pasal 31, PERKONSIL NO.42/2007, KEPKONSIL NO.17/2007 • 4. Surat Persetujuan Alih Iptek dr/drg WNA • dapatdiberikankepadadokterdandoktergigi WNA yang melakukankegiatanalihilmudanPengetahuan (Iptek) dibidangkedokteranataukedokterangigidi Indonesia • UUPK Pasal 32, PERKONSIL NO.42/2007, KEPKONSIL NO.37/2007

  28. ASUMSI SEBARAN DATA KEBERADAAN DOKTER/DOKTER GIGI/SPESIALIS WNA DI INDONESIA (SUMBER : KKI, KEMKES, KEMNAKER RI 2010) Proyeksi Kebutuhan dan Produksi Dokter Spesialis di Indonesia Sumut? Kepri Kalbar Riau Kaltim sumsel DKI Banten Jateng Bali Jabar NTT Jatim NTB Asumsi 1 DSp/100.000 penduduk untuk 14 macam jenis spesialis Pendidikan KKI

  29. PeraturanRegistrasiDokter/DokterGigi/Spesialis WNI/WNA di Indonesia • UUPK NO.29/2004 bab VI psl.29-35 REGISTRASI, • bab X psl.75 Ketentuan Pidana STR 2. PERKONSIL 42/KKI/PER/XII/2007 TATACARA REGISTRASI, REGISTRASI ULANG, REGISTRASI SEMENTARA DAN REGISTRASI BERSYARAT DOKTER DAN DOKTER GIGI WNI DAN WNA 3. PERKONSIL 157/KKI/PER/XII/2009 TATACARA REGISTRASI, DOKTER DAN DOKTER GIGI WNA ASEAN YANG AKAN MELAKUKAN PRAKTIK KEDOKTERAN DI INDONESIA 4. KEPKONSIL -2 REGISTRASI NO.37,38,17,61 Produk-2 Peraturan KKI : WEBSITE KKI  www.inamc.or.id Registrasi KKI

  30. KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA KOORDINASI PeraturanRegistrasidokter/doktergigi/spesialis WNA di Indonesia

  31. Kebijakan Penggunaan Tenaga Kerja Asing SUMBER : KEMENAKER RI • Perlindungan terhadap kesempatan kerja Indonesia (pasal 27 ayat 2 UUD 1945 & pasal 28D Amandemen UUD 45) • Dalam pembangunan nasional masih diperlukan: • Investasi/modal asing (PMA); • Teknologi dan tenaga ahli/skill; • Perdagangan internasional. KEPENTINGAN NASIONAL • Menganut pasar kerja terbuka/internasional dengan aturan tertentu. • Indonesia sepakat untuk melaksanakan pasar kerja bebas: AFTA (2003), APEC, MRA ASEAN (2010), GATS/WTO (2020), • Kesepakatan regional – People Mobility & Human Resource Development : IMS-GT, IMT-GT,BIMP-EAGA GLOBALISASI • Kewenangan pengaturan TKA tidak dilimpahkan karena: • TKA terkait dengan lalu lintas orang asing yang menganut selective policy dan one gate policy; • TKA terkait dengan hubungan internasional. OTONOMIDAERAH

  32. MOVEMENT QUALIFIED MEDICAL /DENTAL PROFESSION IN ASEAN COUNTRIES UNDER ASEAN MRA ON MEDICAL/DENTALPRACTITIONERS (2009) RECOGNATION AND ELIGIBILITY OF FMP HOST COUNTRY DOMESTIC REGULATIONS (PMRA) PROFESSIONAL MEDICAL REGULATORY AUTHORITY • QUALIFICATION (PMRA) • REGISTRATION AND CERTIFICATE TO PRACTISE (PMRA) • PRACTISING GEN MP OR SP NO LESS THAN 5 YRS • COMPLIANCE WITH CPD • NO VIOLATION ON ETHICAL AND PRO STANDARDS, LOCAL AND INT’L • NO INVESTIGATION OR LEGAL PROCEEDING PENDING AGAINTS • IN COMPLIANCE WITH OTHER ASSS OR REQUIREMENT PMRA HOST COUNTRY • BOUND BY PRO-ETHICAL CODES OF COND AND STDS OF MED PRAC (PMRA) • BOUND BY PREVAILING LAWS • REQUIREMENT FOR INSURANCE LIABILITY SCHEME • RESPECT CULTURE AND RELIGIOUS PRACTISE • EVALUATE QUALIFICATIONS, TRAINING AND EXPERIENCES OF FMP • IMPOSE OTHER REQUIRMT /ASSESMENT FOR REGISTRATION • GRANT RECOGNITION AND REGISTER ELIGIBLE FMP • MONITOR AND ASSESS THE COMPLIANCE OF REG FMP • TAKE NECESSARY ACTIONS FOR FMP KKI & KEMKES RI  PMRA (DirjenKerjasama ASEAN Kemenlu RI)

  33. Pasal 12 Permenkes 317 : • Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang akan menggunakan TK-WNA harus memiliki RPTKA dan IMTA • Menteri mengeluarkan rekomendasi untuk pengesahan RPTKA dan IMTA Dalam persyaratan pengurusan IMTA telah tercakup semua persyaratan untuk Registrasi Sementara/ Alih Iptekartinya:Kemkes RI sebelum memberikan Rekomendasi IMTA akan berkoordinasi dengan KKI Dan Kolegium untuk proses evaluasi dan adaptasi

  34. Kepmenakertrans No. KEP-249/MEN/82 • Dalamwaktu yang ditentukanTenagaKerja Indonesia dapatmenggantikanTenagaKerjaWargaNegeraAsingPendatang; • Apabilapenggunaan TKWNAP sudahmelewatibataswaktu yang ditentukandalamlampiran SK ini, dikenakaniuranwajibdiklatsebesar US $ 400/TKWNAP/ bulan, dandisetorke Bank PemerintahatasrekeningDirjenPelayananKesehatan; • Laporandiklatdilaksanakansetiap 3 bulandanditujukankeDepnakertrans, Depkesdan BKPM; • Jenisjabatanpadasektorkesehatandengantigakategori : tertutup, diijinkandenganbataswaktudanterbuka. • Undang – undang no. 13 tahun 2003 • * TKA yang masakerjanyahabisdantidakdapatdiperpanjangdapatdigantikanoleh TKA lainnya; • Membayardanakompensasiatassetiap TKA yang dipekerjakan (US$100/orang/bulan); • Laporanrealisasipelaksanaan program pendidikandanpelatihankepada TKI pendampingdilaksanakansetiap 6 bulan; • Jenisjabatanpadasektorkesehatandengantigakategori : tertutup, diijinkandenganbataswaktudanterbuka.

  35. Jenis & Kewenangan : Penanaman Modal AsingdiBidangKesehatan (± 65%) • Ind. Farmasi • Rumah sakit (spesialistik) • Klinik Kedokteran Gigi(spesialistik) • Klinik Kedokteran (spesialistik) • Laboratorium Klinik • Klinik Rehabilitas Mental • Klinik Medical Check-Up • Sarana Pelayanan Keperawatan • Penyewaan Peralatan Medik • Jasa Pengetesan/ Pengujian/Kaliberasi dan Pemeliharaan dan Perbaikan Peralatan • Jasa Manajemen Rumah Sakit • Jasa Asistensi dalam Evakuasi Pertolongan Kesehatan dan Evakuasi Pasien Dalam Keadaan Darurat • Jasa Pelayanan Akupuntur Tetap memberlakukan DNI

  36. TANTANGAN IMPLEMENTASI PERATURAN REGISTRASIDOKTER/DOKTER GIGI/SPESIALIS WNA

  37. TANTANGAN IMPLEMENTASI PERATURAN REGISTRASIDOKTER/DOKTER GIGI/SPESIALIS WNA

  38. Kesimpulan KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA • Semua dr/drg WNI/WNA yang akan melakukan • praktik kedokteran di Indonesia wajib memiliki STR • Secara prinsip berbagai Peraturan untuk dokter/ • dokter gigi WNA telah sejalan dengan UUD 1945 • (psl.27 ayat 2 UUD 1945 & psl.28D Amand.UUD 45) • perlu Penyiapanintegrasi Sistem Informasi Registrasi • dokter dan dokter gigi WNA untuk koordinasi • dan Monev. secara terpadu secara Offline/online

  39. KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA Terimakasih SEKIAN TERIMA KASIH

More Related