1 / 36

DESAIN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI

DESAIN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI. LATAR BELAKANG. Kondisi saat ini sebagian besar lulusan perguruan tinggi kecenderungannya masih sebagai pencari kerja ( job seeker) daripada pencipta kerja ( job creator atau entrepreneur ).

cameo
Download Presentation

DESAIN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. DESAIN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI

  2. LATAR BELAKANG • Kondisi saat ini sebagianbesarlulusan perguruan tinggi kecenderungannya masih sebagaipencarikerja (job seeker)daripadapenciptakerja (job creator atau entrepreneur). • Sebagaian besar perguruantinggilebih terfokusuntuk menghasilkan “lulusan yang siapkerja” bukan “lulusan yang siapmenciptakanpekerjaan / wirausaha/ entrepreneur”

  3. ISU STRATEGIS • Masukan dari pak Endrotomo Data – lulusan yang job seeker, data ekonomi yang memungkinkan perlunya wirausaha, sumber daya (Indonesia kaya mis kayu dll)

  4. STRATEGI • Perlunya peran aktif perguruantinggidan pihak lain yang terkaitdalam usaha menghasilkanlulusan yang mampuberwirausaha. • Menempatkan pendidikan kewirausahaan dalam kurikulum • Mendesain metode pembelajaran yang sesuai dengan pendidikan kewirausahaan termasuk didalamnya Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) • Melakukan kerjasama / partnership dengan dunia usaha dan industri dan masyarakat untuk mendukung program kewirausahaan

  5. ENTREPRENEURSHIP • Entrepreneurship is the process of creating value by bringing together a unique package of resources to exploit an opportunity. • Entrepreneurship is the pursuit of opportunity without regard to resources currently controlled. • Three foundations of Entrepreneurship: • innovation - the ability to see things in novel ways. • calculated risk taking - the ability to take calculated chances and to embrace failure as a learning experience. • creativity - the ability to conceive of multiple possible futures and to proactively create the one you most desire. • (Morris, 2007)

  6. Sumber: Heinonen, Jarna. 2007. An Entrepreneurial-directed Approach to Teaching Corporate Entrepreneurship at University Level. Education + Training, 49 (4): 310 – 324. PENDEKATAN PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI

  7. KEBERADAAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DALAM KURIKULUM

  8. KONSEP PROGRAM KEWIRAUSAHAAN Wirausaha Unggul PERGURUAN TINGGI Mhs : I N P U T • KULIAH • MAGANG • Rencanabisnis • (3 BULAN) H A S I L PENDIRIAN USAHA BARU Adanya dana bergulir per Mhs KERJASAMA dengan UKM PENDAMPINGAN USAHA TERPADU BERKELANJUTAN (6 BULAN, dst...) “Usaha baru” UKM Pembentukan Sikap Mental Kewirausahaan Berbasis IPTEKS

  9. CONTOH HASIL PROGRAM KEWIRAUSAHAAN Wirausaha Unggul BERAPA YANG BERHASIL DARI PMW) PERGURUAN TINGGI Mhs : I N P U T • KULIAH • MAGANG • Rencanabisnis (BERAPA YANG IKUT) • (3 BULAN) H A S I L PENDIRIAN USAHA BARU Adanya dana bergulir per Mhs(BERAPA DANANYA) KERJASAMA dengan UKM “Usaha baru” APA JENISNYA PENDAMPINGAN USAHA TERPADU BERKELANJUTAN (6 BULAN, dst...) UKM Pembentukan Sikap Mental Kewirausahaan Dana berapa, laba bgmn, berapa % yang berhasil SECARA GARIS BESAR Berbasis IPTEKS

  10. TEACHING-LEARNING METHODS • Active In-Depth Learning A model of teaching where students learn subjects deeply by thinking, criticize, analyze the problem and involve the problem in the daily life. Discipline as a part of life (Linda and Hammond, 1997) • CEFE (Competency based economics formation of enterprise) A comprehensive set of training instruments designed to stimulate positive interventions in the small enterprise development process with the use of training methodologies of experiential and action learning methods (Kolshorn, 2007) • Cooperative/Partnershipwith society - Business Incubator, Business Consulting

  11. HASIL YANG DIHARAPKAN • Mahasiswamemilikijiwawirausaha • Mahasiswamampuberwirausahaberbasis IPTEKS • MenguatnyakapasitasLembagaPengelolaPendidikanKewirausahaandiPerguruanTinggidibidangpengelolaandanpengembanganpendidikankewirausahaan

  12. PERSYARATAN MAHASISWA PMW PROGRAM SARJANA • Mempunyaiminatdanbakatkewirausahaan • Telahmenyelesaikankuliah 4 Semester atau • Telahmenyelesaikan 80 SKS (fakultatif) PROGRAM DIPLOMA • Mempunyaiminatdanbakatkewirausahaan • Telahmenyelesaikankuliah 3 Semester atau • Telahmenyelesaikan 60 SKS (fakultatif)

  13. INDIKATOR KEBERHASILAN • Jumlah mahasiswa yang terlibat dalam program • Jumlah mahasiswa wirausaha yang memulai bisnis • Jumlah unit bisnis yang berhasil diciptakan • Jumlah unit bisnis yang masih survive dan keberlanjutan usaha • Keterlibatan pengusaha dan tingkat kepuasan mereka terhadap pelaksanaan program • EfektifitasdanEfisiensiPemanfaatandana • Keberlanjutan program • EksistensiLembagaPengembanganPendidikanKewirausahaan

  14. Penjelasan Active In-Depth Learning dan CEFE(Competency based Economics Formation of Entreprise)dan Cooperative/ Partnership

  15. Model pembelajaran “Active In-Depth Learning • Model pembelajaran “Active In-Depth Learning” dikembangkan oleh Linda dan Hammond. Model ini didasarkan pada beberapa hasil penelitian yang menyimpulkan adanya pemahaman materi pelajaran menjadi lebih baik, kemampuan mengingat pelajaran yang dipahaminya untuk waktu yang lebih lama, kemampuan berpikir kritis, analitis dan terampil menggunakan teknik-teknik penelitian dapat diperoleh bila mahasiswa mempunyai pengetahuan karena mereka memikirkannya dan berusaha untuk mengerti dengan baik tentang suatu pengetahuan/pelajaran, dan bukan karena mengingat pelajaran tersebut (Linda dan Hammond, 1997). • Active In-Depth Learning bertujuan untuk memberikan pengertian yang sebenarnya tentang suatu mata kuliah, yang diawali dengan kegiatan melakukan sesuatu yang merupakan bagian dari konsep inti mata pelajaran tertentu secara disiplin, dan memperlakukan kedisiplinan sebagai bagian dari kehidupan (Linda dan Hammond, 1993). Dengan demikian, apabila dosen mata kuliah kewirausahaan menggunakan berbagai metode pembelajaran dengan model Active In-Dept Learning, maka sangat dimungkinkan mahasiswa dapat memiliki kemampuan kognitif, psikomotorik dan sikap mental kewirausahaan. Hal ini berarti mahasiswa telah memiliki hard skill dan soft skill atau life skill (Raka Joni dan Wardhani, 2003).

  16. MetodePelatihan CEFE(Competency based Economics Formation of Entreprise) dan Cooperative/ Partnership • CEFE adalahsatuankelengkapanalat-alatpelatihan yang didisainuntukmenstimulasiintervensipadaprosespengembanganusahakecildenganmenggunakanmetodepembelajaran experiential danaction learning (Kolshorn, 2007). Tujuanutamametodepelatihan CEFE adalahmeningkatkan performance kewirausahaandaripelakuekonomimelalui: analisispembinaandiri, merangsangperilakukepengusahaan, danmembangunkemampuanbisnis. COOPERATIVE / PARTNERSHIP (KEMITRAAN) DALAM PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN • Sebaikapapunprosespembelajaran yang dikembangkan, atauseberapabanyakpengetahuandanketrampilan yang dipelajaridiperguruantinggi, sebagianbesar yang dibutuhkandanharusdikuasaiuntukbekerja (baiksebagaiintrepreneurmaupun entrepreneur), hanyadapatdiperolehdidunianyata, (duniabisnis). Bentuk program kemitraan yang dapat dilakukan dapat dalam bentuk magang. Bagi mahasiswa calon intrapreneur tentunya akan melakukan magang yang berbeda dengan mahasiswa calon entrepreneur.

More Related