SISTEM INFORMASI AKUNTANSI - PowerPoint PPT Presentation

sistem informasi akuntansi n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PowerPoint Presentation
Download Presentation
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

play fullscreen
1 / 137
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
693 Views
Download Presentation
bunny
Download Presentation

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Agus Dwi Atmoko POLITEKNIK SAWUNGGALIH AJI

  2. Buku Referensi • Joseph W. Wilkinson, Michael J. Cerullo dkk, Accounting Information Systems, Essential Concepts dan Applications, Fourth Edition, John Wiley and Sons, Inc, 2000 • Marshall B. Romney and Paul John Steinbart, Accounting Information System, 9th Edition, Prentice Hall, 2003

  3. Tinjauan Menyeluruh SIA Tinjauan Menyeluruh Proses Bisnis Pengantar E-Business Pengendalian dan Sistem Informasi Akuntansi Pengendalian Sistem Informasi Berdasarkan Komputer Penipuan dan Pengamanan Komputer Audit Sistem Informasi Berbasis Komputer Isi Materi

  4. KONSEP DASAR SISTEM SUATU SISTEM DAPAT DIDEFINISIKAN SEBAGAI SUATU KESATUAN YANG TERDIRI DARI DUA ATAU LEBIH KOMPONEN ATAU SUBSISTEM YANG BERINTERAKSI UNTUK MENCAPAI TUJUAN. CONTOH : SISTEM KOMPUTER SISTEM PEMBELAJARAN SISTEM DAPAT TERDIRI DARI SISTEM-SISTEN BAGIAN (SUBSYSTEM) CONTOH : SISTEM KOMPUTER YANG TERDIRI DARI SUBSISTEM PERANGKAT KERAS DAN PERANGKAT LUNAK. SUBSISTEM PERANGKAT KERAS (HARDWARE) TERDIIRI DARI ALAT MASUKAN, ALAT PEMROSES, ALAT KELUARAN DAN SIMPANAN LUAR.

  5. KARAKTERISTIK SISTEM Penghubung • KOMPONEN-KOMPONEN (COMPONENTS) • BATAS SISTEM (BOUNDARY) • LINGKUNGAN LUAR SISTEM(ENVIRONMENT) • PENGHUBUNG (INTERFACE) • MASUKAN ( INPUT ) • KELUARAN (OUTPUT) • PENGOLAH (PROCESS) • SASARAN (OBJECTIVE) ATAU TUJUAN (GOAL) Sub sistem Sub sistem Sub sistem Sub sistem Sub sistem boundary boundary input proses output

  6. KOMPONEN SIA • Orang-orang • Prosedur-prosedur • Data • Software • Infrastruktur Teknologi Informasi Tiga Fungsi Penting SIA dalam Organisasi • Mengumpulkan dan Menyimpan data tentang Aktivitas – aktivitas yang dilaksanakan oleh Organisasi agar pihak manajemen, pegawai dan pihak pihak luar yang berkepentingan dapat meninjau ulang hal-hal yang telah terjadi • Mengubah data menjadi Informasi yang berguna bagi pihak manajemen untuk membuat keputusan dalam aktivitas perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan • Menyediakan pengendalian yang memadai untuk menjaga aset –aset organisasi termasuk data organsiasi, untuk memastikan bahwa data tersebut tersedia saat dibutuhkan, akurat dan andal

  7. INFORMASI YANG DIHASILKAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERDIRI DARI • NERACA • LAPORAN LABA/RUGI • LAPORAN PERUBAHAN MODAL • LAPORAN ARUS KAS PENGGUNA OUTPUT SISTEM INFORMASI AKUNTANSI • PIMPINAN PERUSAHAAN • PEMILIK PERUSAHAAN • PEGAWAI • KREDITUR • INVESTOR / CALON INVESTOR • PEMERINTAH • PENDUDUK

  8. KARAKTERISTIK INFORMASI YANG BERGUNA BAGI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI • RELEVAN • HANDAL • LENGKAP • TEPAT WAKTU • DAPAT DIPAHAMI • DAPAT DIVERIFIKASI

  9. DEFINISI AKUNTANSI • AICPA (AMERICAN INSTITUTE OF CERTIFIED PUBLIC ACCOUNTANS)AKUNTANSI ADALAH SUATU SENI PENCATATAN, PENGELOMPOKKAN DAN PENGIKHTISARAN MENURUT CARA YANG BERARTI DAN DINYATAKAN DALAM NILAI UANG, SEGALA TRANSAKSI DAN KEJADIAN YANG SEDIKIT-DIKITNYA BERSIFAT FINANSIAL DAN KEMUDIAN MENAFSIRKAN HASILNYA. • DEFINISI MENURUT AAA (AMERICAN ACCOUNTING ASSOCIATION) AKUNTANSI SEBAGAI PROSES YANG MELIPUTI IDENTIFIKASI, PENGUKURAN DAN PENGKOMUNIKASIAN INFORMASI EKONOMI, YANG MEMUNGKINKAN PENILAIAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG BERHARGA OLEH PENGGUNA INFORMASI. • REVISI AICPA AKUNTANSI ADALAH AKTIVITAS JASA YANG BERFUNGSI UNTUK MENGHASILKAN INFORMASI YANG BERSIFAT ANGKA, TERUTAMA TENTANG FINANSIAL, DARI SUATU UNIT ENTITAS EKONOMI, YANG DIMAKSUDKAN UNTUK DAPAT BERGUNA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN EKONOMI, DALAM MENENTUKAN PILIHAN YANG DIANGGAP MEMILIKI DASAR YANG KUAT DIBANDINGKAN JIKA KITA MENGAMBIL PILIHAN YANG LAIN. • MENURUT KAPLAN & NORTON AKUNTANSI DIARTIKAN SUATU SISTEM INFORMASI YANG MERUPAKAN BAGIAN DARI SISTEM BISNIS KESELURUHAN DI ERA INFORMASI. AKUNTANSI DIBUTUHKAN DISETIAP DENYUT BISNIS DI ERA INFORMASI. • AKUNTANSI MENJADI MULTIDIMENSI DILIHAT DARI BERBAGAI PERSPEKTIF AKUNTANSI SEBAGAI IDEOLOGI, BAHASA, CATATAN HISTORIS, REALITAS EKONOMI, SISTEM INFORMASI, KOMODITI, PERTANGGUNG JAWABAN DAN TEKNOLOGI.

  10. DEFINISI AKUNTANSI AKTIVITAS JASA SENI PROSES DASAR PEMILIHAN STRATEGI SEBUAH ENTITAS SISTEM INFORMASI MULTIDIMENSI TAHAP TAHAP TEKNIK AKUNTANSI • PENCATATAN TRANSAKSI - TRANSAKSI • PENGELOMPOKAN TRANSAKSI - TRANSAKSI • PENGIKHTISARAN TRANSAKSI- TRANSAKSI

  11. SIKLUS AKUNTANSI Bukti Transaksi Jurnal Buku Besar Neraca Saldo Jurnal Penyesuaian Neraca Saldo Setelah Penutupan Jurnal Penutup Laporan Keuangan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

  12. DEFINISI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI • SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ADALAH SUATU KERANGKA KERJA YANG TERINTEGRASI PADA SUATU ENTITAS YANG MELIBATKAN SUMBER DAYA UNTUK MENTRANSFORMASIKAN DATA EKONOMI KEDALAM BENTUK INFORMASI KEUANGAN YANG DIGUNAKAN UNTUK • MEMBENTUK OPERASI DAN AKTIFITAS DALAM LEMBAGA • MENYEDIAKAN INFORMASI TENTANG ENTITAS TERSEBUT SIA MELAKSANAKAN EMPAT TUGAS DASAR PENGOLAHAN DATA • PENGUMPULAN DATA • MANIPULASI DATA MELIPUTI • PENGKLASIFIKASIAN • PENYORTIRAN • PENGHITUNGAN • PENGIKTISARAN • PENYIAPAN DATA • PENYIAPAN DOKUMEN • OLEH SUATU TINDAKAN CONTOH FAKTUR • OLEH JADWAL WAKTU CONTOH LAPORAN KEUANGAN

  13. MENGAPA MEMPELAJARI SIA • SIA yang efektif penting bagi keberhasilan jangka panjang organisasi manapun. • Mempelajari SIA adalah Hal yang penting dalam Akuntansi • Pemakaian Informasi didalam pengambilan keputusan • Sifat, Desain, Pemakaian dan Implementasi SIA • Pelaporan Informasi Keuangan • Matakuliah SIA melengkapi matakuliah sistem lainnya.

  14. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DESAIN SIA Budaya Organisasi Strategi Organsisasi SIA Teknologi Informasi

  15. PERAN SIA DALAM VALUE CHAIN Secondary Activities Value Primary Activities MICHAEL PORTER’S VALUE CHAIN

  16. PRIMARY ACTIVITY DALAM VALUE CHAIN 1. Inbound Logistics Terdiri dari penerimaan, penyimpanan dan distribusi bahan-bahan masukan yang digunakan oleh organisasi untuk menghasilkan produk dan jasa yang dijualnya 2. Operasi (operation) Adalah aktivitas-aktivitas yang mengubah masukan menjadi jasa atau produk yang sudah jadi. 3. Outbound Logistics Adalah Aktivitas-aktivitas yang melibatkan distribusi produk yang sudah jadi ke para pelanggan.

  17. Primary Activity (Lanjutan) 4. Pemasaran dan Penjualan Mengarah pada aktivitas – aktivitas yang berhubungan dengan membantu para pelanggan untuk membeli jasa atau produk yang dihasilkan Organisasi 5. Pelayanan (Service) Memberikan dukungan pelayanan purna jual kepada para pelanggan. Contoh : Pelayanan Perbaikan dan perawatan

  18. Support Activities 1. Infrastruktur Perusahaan Mengarah pada aktivitas – aktivitas akuntansi, keuangan, hukum, dan administrasi umum yang penting bagi sebuah organisasi untuk beroperasi. SIA adalah bagian dari Infrastruktur. 2. Sumber Daya Manusia Melibatkan aktivitas yang berhubungan dengan perekrutan, pengontrakan, pelatihan dan pemberian kompensasi dalam keuntungan bagi pegawai 3. Teknologi Merupakan aktivitas yang meningkatkan produk dan jasa 4. Pembelian (Purchasing) Termasuk seluruh aktivitas yang melibatkan perolehan bahan mentah, suplai, mesin dan bangunan yang digunakan untuk melaksanakan aktivitas utama.

  19. CARA SIA MENAMBAH NILAI BAGI ORGANISASI 1. Sebagai aktivitas pendukung SIA dapat memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu, agar kelima aktivitas utama Value Chain dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien dengan cara • Memperbaiki Kualitas dan mengurangi biaya untuk menghasilkan produk atau jasa • Memperbaiki Efisiensi • Memperbaiki Pengambilan Keputusan • Berbagi Pengetahuan. 2. SIA dapat membantu meningkatkan Laba organisasi dengan memperbaiki efektifitas dan efisiensi Rantai persediaannya. 3. SIA dapat memberikan bantuan dalam semua fase pengambilan Keputusan. 4. SIA dapat memberikan Umpan balik (Feedback) atas hasil dari berbagai tindakan didalam organisasi.

  20. KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI AKUNTANSI • MELAKSANAKAN TUGAS YANG DIPERLUKAN • BERPEGANG PADA PROSEDUR YANG RELATIF STANDAR • MENANGANI DATA YANG RINCI • TERUTAMA BERFOKUS HISTORIS • MENYEDIAKAN INFORMASI PEMECAHAN MASALAH MINIMAL KONTRIBUSI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIA BERKONTRIBUSI PADA PEMECAHAN MASALAH DENGAN MENGHASILKAN LAPORAN – LAPORAN STANDAR YANG MENGIKHTISARKAN KONDISI FINASIAL PERUSAHAAN DAN MENYEDIAKAN DATABASE YANG DIGUNAKAN OLEH SUBSISTEM CBIS YANG LAIN

  21. JENIS – JENIS SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER • SISTEM INFORMASI AKUNTANSI • SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (MIS) • SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF • SISTEM INFORMASI PEMASARAN • SISTEM INFORMASI KEUANGAN • SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA • SISTEM INFORMASI PENUNJANG KEPUTUSAN (DSS) • SISTEM PAKAR (ES) • OFFICE AUTOMATION (OA)

  22. KODE REKENING

  23. PENGERTIAN KODE • Kode adalah suatu rerangka (Framework) yang menggunakan angka atau huruf atau kombinasi angka dan huruf untuk memberi tanda terhadap klasifikasi yang sebelumnya telah dibuat. Pengolahan data akuntansi sangat tergantung pada penggunaan kode untuk mencatat, mengklasifikasikan, menyimpan dan mengambil data keuangan. • Dalam sistem pengolahan data akuntansi, kode memenuhi berbagai tujuan berikut ini : • Mengidentifikasikan data akuntansi secara unik • Meringkas data • Mengklasifikasikan rekening atau transaksi • Menyampaikan makna tertentu

  24. Dasar Penyusunan Kode Rekening : • Pertama-tama perkiraan-perkiraan dipisahkan antara perkiraan Neraca dan perkiraan Rugi Laba. • Baik perkiraan Neraca dan perhitungan Rugi/Laba disusun seperti terdapat dalam Neraca dan Laporan Rugi/Laba • Tiap kelompok baik Neraca maupun laporan Rugi/laba disediakan sejumlah Nomer-Nomer Tertentu. • Dalam menyediakan Nomer-nomer tersebut perlu diperhitungkan kemungkinan timbulnya perkiraan baru didalam satu kelompok..

  25. Metode Pemberian Kode Rekening Ada 5 metode pemberian kode rekening, yaitu : • Kode Angka atau Alphabet Urut (numerical or alphabetical-sequence code) • Kode Angka Blok (block numerical code) • Kode Angka Kelompok (group numerical code) • Kode Angka Desimal (decimal code) • Kode Angka Urut Didahului dengan Huruf (numerical sequence preceded by an alphabetic reference)

  26. Kode Angka atau Alphabet Urut • Dalam metode pemberian kode ini, rekening buku besar diberi kode angka atau huruf yang berurutan • Pemberian kode dengan Kode Angka Urut ini memiliki karakteristik sebagai berikut : • Rekening diberi kode dengan angka urut, dari angka kecil ke angka besar. • Jumlah angka (digit) dalam kode tidak sama. • Perluasan klasifikasi pada suatu rekening akan mengakibatkan perubahan kode semua rekening yang kodenya lebih besar dari kode rekening yang mengalami perluasan.

  27. Contoh

  28. Kode Angka Blok • Dalam metode pemberian kode ini, rekening buku besar dikelompokkan menjadi beberapa golongan dan setiap golongan disediakan satu blok angka yang berurutan untuk memberi kodenya. • Pemberian kode dengan Kode Angka Blok ini memiliki karakteristik sebagai berikut : • Rekening diberi kode dengan blok angka yang berurutan, dari angka kecil ke angka besar • Jumlah angka (digit) dalam kode tidak sama. • Perluasan klasifikasi pada suatu rekening ditampung dengan menyediakan angka cadangan dalam setiap blok yang diperkirakan akan mengalami perluasan klasifikasi.

  29. Rincian susunan dan kode rekening dengan menggunakan Kode Angka Blok

  30. Kode Angka Kelompok • Kode Angka Kelompok terbentuk dari dua atau lebih sub-codes yang dikombinasikan menjadi satu kode. Kode Angka Kelompok ini mempunyai karakteristik sebagai berikut : • Rekening diberi kode angka atau kombinasi angka dan huruf • Jumlah angka dan/atau huruf dalam kode adalah tetap • Posisi angka dan/atau huruf dalam kode mempunyai arti tertentu • Perluasan klasifikasi dilakukan dengan memberi cadangan angka dan/atau huruf ke kanan

  31. Contoh

  32. Tiap Angka dalam tiap Nomor mempunyai Arti tersendiriNomor 101 s.d 199 yang masuk golongan aktiva, dapat dibagi sebagai berikut : Nomor 101 s.d 119 sebagai perkiraan-perkiraan Aktiva Lancar dapat pula dibagi sebagai berikut :

  33. Kode Angka Desimal • Desimal berarti persepuluhan. Kode Angka Desimal memberi kode angka terhadap klasifikasi yang membagi kelompok menjadi maksimum 10 sub-kelompok dan membagi sub-kelompok menjadi maksimum 10 golongan yang lebih kecil dari sub-kelompok tersebut. • Pemberian kode dengan Kode Angka Desimal ini memiliki karakteristik sbb. : • Rekening diberi kode dengan angka yang berurutan, dari angka kecil ke angka besar. • Jumlah angka (digit) dalam kode tidak sama. Klasifikasi besar memiliki jumlah angka yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan klasifikasi rinciannya. • Perluasan klasifikasi pada suatu rekening dilakukan dengan maksimum pecahan tidak lebih dari 10 Pemberian kode perluasannya dilakukan dengan menambahkan 1 angka di sebelah kanannya.

  34. Persediaan Bahan Baku dibagi maksimum 10 golongan : Persediaan Bahan Baku Kayu dibagi maksimum 10 golongan :

  35. Kode Angka Urut Didahului dengan Huruf. • Metode ini menggunakan kode berupa kombinasi angka dengan huruf. Setiap rekening diberi kode angka yang dimukanya dicantumkan huruf singkatan kelompok rekening tersebut. Misalnya : • AL 101 • ATL 112 • MO 245 • AL merupakan singkatan dari Aktiva Lancar, ATL singkatan dari Aktiva Tidak Lancar dan MO singkatan dari Modal.

  36. Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Merancang Kode Rekening • Dalam merancang rerangka kode rekening, berbagai pertimbangan berikut ini perlu diperhitungkan : • Kerangka harus secara logis memenuhi kebutuhan pemakai dan metode pengolahan data yang digunakan. • Setiap kode harus mewakili secara unik unsur yang diberi kode. • Desain kode harus mudah disesuaikan dengan tuntutan perubahan.

  37. TINJAUAN MENYELURUH PROSES BISNIS

  38. 3 Fungsi dasar yang dilaksanakan oleh SIA • Mengumpulkan dan memproses data mengenai kegiatan bisnis organisasi secara efektif dan efisien • Menyediakan Informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan • Membentuk pengendalian yang memadai untuk memastikan bahwa bisnis dicatat dan diproses secara akurat dan untuk melindungi data dan aset orgnisasi lainnya.

  39. Subsistem dasar dalam SIA • The revenue cycle: mencakup kegiatan penjualan dan penerimaan dalam bentuk uang tunai • The expenditure cycle: mencakup kegiatan pembelian dan pembayaran dalam bentuk uang tunai • The human resources/payroll cycle: mencakup kegiatan mengontrak dan menggaji pegawai

  40. Subsistem dasar dalam SIA • The production cycle: Mencakup kegiatan mengubah bahan mentah dan Tenaga kerja menjadi produk jadi • The financing cycle: Mencakup kegiatan untuk mendapatkan dana dari Investor dan Kreditor dan Membayar mereka kembali.

  41. Financing Cycle Expenditure Cycle Human Resources General Ledger & Reporting System Production Cycle Revenue Cycle Subsistem dasar dalam SIA

  42. Siklus Pemrosesan Data • Siklus Pemrosesan data terdiri dari 4 Langkah : • Input Data • Penyimpanan Data • Pemrosesan Data • Output Informasi

  43. Siklus Pemrosesan Data • Pemicu Input data biasanya adalah pelaksanaan beberapa aktivitas bisnis. seperti tentang: • Tiap Kegiatan yang menjadi perhatian • Sumberdaya yang dipengaruhi oleh kegiatan • Para pelaku yang terlibat didalam setiap kegiatan

  44. Siklus Pemrosesan data: Input Data • Dahulu, perusahaan kebanyakan menggunakan Dokumen sumber (Source Document) untuk mengumpulkan data awal tentang aktivitas bisnis dan kemudian memindah data tersebut kekomputer. • Sekarang, sebagian besar data aktivitas bisnis langsung dicatat oleh komputer melalui tampilan untuk entry data (Computer data entry screen).

  45. Siklus Pendapatan Menerima Pesanan Pelanggan Mengirim Pesanan Menerima Uang Tunai Menyimpan tanda terima tunai Menyelesaikan Account Pelanggan Pesanan Penjualan Bill Of Lading Lap. Daft pembayaran Slip penyimpanan Memo kredit Kegiatan Bisnis dan dokumen sumber Kegiatan Bisnis Dokumen Sumber

  46. Siklus Pengeluaran Permintaan Atas Barang Pesanan Atas barang Penerimaan atas barang Pembayaran atas barang Kegiatan Bisnis dan dokumen sumber Kegiatan Bisnis Dokumen Sumber • Purchase requition • Purchase Order • Receiving Report • Cek

  47. Common Source Documents and Functions HUMAN RESOURCES CYCLE Source Document Function W4 forms Mengumpulkan data Pegawai Time cards Catat Jam kerja pegawai. Job time tickets Catat waktu yg dihabiskan utk pekerjaan tertentu.

  48. Common Source Documents and Functions GENERAL LEDGER AND REPORTING SYSTEM Source Document Function Journal voucher Merekam masukan yang Telah diposting kebuku besar.

  49. Siklus Pemrosesan data: Data Processing • Batch processing adalah Update secara periodik dari data yang disimpan tentan sumber daya dan pelaku yang terlibat. • On-line, real-time processing adalah Update secara langsung setelah terjadinya transaksi.

  50. Siklus Pemrosesan Data: Penyimpanan Data • Entity adalah sesuatu yang disimpan informasinya. • Setiap Entity mempunyai Atribut atau characteristics yang membutuhkan untuk disimpan.