PEMBANGUNAN DALAM ANGKA
Download
1 / 82

PEMBANGUNAN DALAM ANGKA - PowerPoint PPT Presentation


  • 118 Views
  • Uploaded on

PEMBANGUNAN DALAM ANGKA. EKONOMI GLOBAL. JAPAN Population: 127.4 million GDP PPP : US$ 4,308.6 billion. NAFTA Population: 448.6 million GDP: US$17,029.1 billion. R egional FTAs. EU Population: 491 million GDP PPP: US$ 15,150.7 billion. CHINA Population: 1,341.4 million

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'PEMBANGUNAN DALAM ANGKA' - bryga


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript


Pembangunan dalam angka

JAPAN

Population: 127.4 million

GDP PPP : US$ 4,308.6 billion

NAFTA

Population: 448.6 million

GDP: US$17,029.1 billion

Regional FTAs

EU

Population: 491 million

GDP PPP: US$ 15,150.7 billion

CHINA

Population: 1,341.4 million

GDP PPP : US$ 10,084.4 billion

Japan-Korea-China FTA

(under negotiation)

FTA Canada – Chile 1997

FTA : Chile – Mexico 1999

FTA : USA – Chile 2004

FTA : USA – Singapore 2004

FTA : USA – Australia 2005

FTA : Mexico – Japan 2005

FTA : Chile – Brunei – NZ – Singapore 2006

i

EU

25 countries

Japan-Korea FTA

(under negotiation)

Japan-Mexico EPA

(signed agreement)

expanding to

Eastern Europe

NAFTA

U.S.A.,

Canada,

Mexico

EU-MEXICO FTA

ACP-EU

Countries in Africa and the Caribbean

(approx. 70 countries)

ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP)

expanding to

Latin America

SAPTA

Bangladesh, Bhutan, India, Maldives,

Nepal, Pakistan, Sri Lanka

Japan-Mexico EPA

(signed agreement)

under negotiation

  • Japan’s Bilaterals:

  • Japan-Singapore EPA

  • Japan-Philippines EPA

  • Japan-Thailand EPA

  • Japan-Malaysia EPA

  • Japan-Indonesia EPA

FTAA

AFTA

Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapore, Thailand, Brunei, Vietnam, Laos, Myanmar, Cambodia

MERCOSUR

Argentina, Brazil,

Paraguay, Uruguay

(by 2005)

India - ASEAN FTA

China - ASEAN FTA

ASEAN

Population: 589 million

GDP PPP: US$ 5,689.2 billion

Australia-New Zealand-ASEAN FTA

Korea - ASEAN FTA


Pertumbuhan ekonomi dan pengangguran
Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran

Sumber: The Economist November 6th-12th2010

* %change on previous quarter, annual rate


Inflasi beberapa negara 2010
Inflasi Beberapa Negara 2010

Sumber:The Economist November 6th-12th2010 , annual rate



Kesimpulan
Kesimpulan

  • Negara-negara bergabung dalam kerjasama perdagangan dengan menciptakan FTA;

  • Ekonomi global tengah mengalami pemulihan setelah krisis ekonomi menimpa sejak tahun 2008;

  • GDP , LPE, Inflasi, dan nilai tukar pada beberapa negara besar mengalami pelemahaan di era krisis ekonomi;

  • Brazil, India, China, Indonesia, dan Rusia adalah negara yang tidak terlalu terkena dampak krisis ekonomi;

  • AS (permintaan konsumen lemah dan masalah perumahan), eropa (sovereign debt-Krisis Irlandia), Jepang (deflasi), Asia Timur tumbuh pesat (8.3% 2010-ADB)



Pembangunan dalam angka

GLOBAL COMPETITIVENESS INDEX RANKING IN APEC MEMBER ECONOMIES;

2004 – 2011 (Rank)

Source : The Global Competitiveness Report 2004 – 2011, World Economic Forum (139 countries).


Pembangunan dalam angka

Global Competitiveness Index ECONOMIES;

Sumber : WEF Report , 2008-2009, 2009-2010, 2010-2011


Pembangunan dalam angka

12 PILAr ECONOMIES;

Global Competitiveness Index


Pembangunan dalam angka

12 PILAr ECONOMIES;


Pembangunan dalam angka

12 PILAr ECONOMIES;


Pembangunan dalam angka

Currency ECONOMIES; Exchange Rate Per US$

Latest Data 2010

Source : The Economist October 9th-15th2010. Yahoofinance


Pembangunan dalam angka

Ranking “ ECONOMIES; Doing Business”

Sumber : World Bank, 2011



Doing business ranking indicators comparison in apec member economies 2009 2010 part one
Doing Business Ranking Indicators Comparison In APEC Member Economies; 2009 – 2010 (Part One)

Source : Doing Business Publication of The World Bank and International Finance Cooperation

Notes: 2009 from 181 economies, 2010 from 183 economies


Pembangunan dalam angka

Doing Business Ranking Indicators Comparison In APEC Member Economies; 2009 – 2010 (Part Two)

Source : Doing Business Publication of The World Bank and International Finance Cooperation

Notes: 2009 from 181 economies, 2010 from 183 economies


Sumber daya alam kekuatan indonesia
Sumber Economies; 2009 – 2010 (Part Two)DayaAlam: Kekuatan Indonesia

Komoditas

Lokasi

Peringkat di Dunia

CPO

Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua

1

Kakao

Sulawesi, Sumatera, Java, Kalimantan, East Nusatenggara

3

Tembaga

Papua, Maluku, NusaTenggara

3

5

Nickel

Sulawesi, Sumatera, Maluku, Papua

6

Kalimantan, Sumatera

Batubara

Sumber: Diolah dari berbagai sumber, 2009


Pembangunan dalam angka

Tantangan Economies; 2009 – 2010 (Part Two) yang Dihadapi

Human Capital

Human Development Index: 111 out of 182 countries (Source: UNDP Human Development Report, 2009)

Corruption

Most corrupted country in the world, corruption level scored 9.1 out of 10 in 2010, up from 7.7 in 2009 (Source: PERC, 2009)

Infrastructure

Infrastructure competitiveness ranks 84 out of 133 countries (Source: PERC, 2009)

Ease of Doing Business

Ranks 122 out of 183 countries

(Source: Doing Business Report 2009)


Lamanya perizinan hari
Lamanya Economies; 2009 – 2010 (Part Two)Perizinan (Hari)


Kesimpulan1
Kesimpulan Economies; 2009 – 2010 (Part Two)

  • Daya saing kita mengalami perbaikan pada beberapa bagian namun masih belum menggembirakan

  • Birokrasi dan korupsi menjadi penyebab utama lemahnya daya saing;

  • Indonesia memiliki peluang untuk berkembang daya saingnya seiring dengan semakin baiknya mutu SDM dan kekayaan alamnya;

  • Memulai usaha merupakan pekerjaan yang tidak mudah khususnya masih rigidnya pengurusan perijinan.


Pembangunan dalam angka

EKONOMI DOMESTIK Economies; 2009 – 2010 (Part Two)


Pembangunan dalam angka

Indonesia Economic Growth; 1985 – Q3 2010 Economies; 2009 – 2010 (Part Two)(%)

* : Data Tahun 2010 adalah data Q3 - 2010

Source: National Bureau of Statistics Republic of Indonesia


Growth rate of indonesia gdp by expenditure
Growth Rate of Indonesia GDP by Expenditure (%) Economies; 2009 – 2010 (Part Two)

Source : National Bureau of Statistics Republic of Indonesia


Pembangunan dalam angka

Keterangan Economies; 2009 – 2010 (Part Two) : JawaTimur (15%), Jawa Barat (13,9%), Jawa Tengah (8,6%)


Sound fiscal position
Sound Fiscal Position Economies; 2009 – 2010 (Part Two)

Debt to GDP 1998 - 2010

Source: DMO (Perkembangan Utang Negara Edisi November 2010)


Pembangunan dalam angka

EKSPOR NON MIGAS 10 GOLONGAN BARANG UTAMA HS 2 DIJIT SEMESTER I 2009 DAN SEMESTER I 2010





Growth tradable dan non tradable
Growth Tradable dan Non Tradable SMESTER I 2010*)

Source: Bank Indonesia; National Bureau of Statistics Republic of Indonesia


U tang pemerintah indonesia milyar dolar as
U SMESTER I 2010*)tang Pemerintah Indonesia(Milyar dolar AS)

Sumber: Buku Saku Perkembangan Utang Negara Edisi Oktober 2010,


Kepemilikkan asing 2009
Kepemilikkan Asing 2009 SMESTER I 2010*)

SBN = Rp 108 T

(Q3-2010 SUN Rp in US $ 18.9 milyar)

SBI = Rp 44 T

(Q3-2010 meningkat menjadi US$ 7.2 milyar)

Saham = Rp 762 T

Obligasi Corp = Rp 2 T

Sumber: Diolah dari berbagai sumber


Pembangunan dalam angka

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH SMESTER I 2010*)

RPJMN 2010 - 2014

AGENDA PEMBANGUNAN EKONOMI

DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

RKP 2010  Pemulihan Perekonomian Nasional dan Pemeliharaan Kesejahteraan Rakyat

RKP 2011  Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Yang Berkeadilan Didukung Oleh Pemantapan Tatakelola dan

Sinergi Pusat Daerah

INDIKATOR Realisasi 2005 Realisasi 2006 Realisasi 2007 Realisasi 2008 Realisasi 2009 Realisasi 2010

Pertumbuhan

Ekonomi : 5,7% 5,5 % 6,3% 6,1% 4,5% 5,8% (est)

Pengangguran: 11,24% 10,28% 9,11% 8,39% 7,87% 7,41% (Feb)

Kemiskinan: 15,97% 17,75 % 16,58% 15,42% 14,15% 13,33%

Proyeksi 2010 Proyeksi 2011 Proyeksi 2012 Proyeksi 2013 Proyeksi 2014

Pertumbuhan

Ekonomi: 5.5% -5.6% 6.0%-6.3% 6.4%-6.9% 6.7%-7.4% 7.0%-7.7%

Pengangguran 7.6% 7.3%-7.4% 6.7%-7.0% 6.0%-6.6% 5%-6%

Kemiskinan 12.0%-13.5% 11.5%-12.5% 10.5%-11.5% 9.5%-10.5% 8%-10%

Catatan: Dalam RPJM, sasaranygdicantumkanhanyasasaranakhirtahun RPJM 2014 saja.

Source: Ministry of National Development Planning Republic of Indonesia


Kesimpulan2
Kesimpulan SMESTER I 2010*)

  • Pertumbuhan ekonomi nasional menujukan gejala stabilitas makro yang cukup baik;

  • Kemajuan ekonomi makro tidak diikuti dengan dinamika yang sepadan dalam mikro ekonomi.

  • Utang luar negeri masih menjadi beban pembangunan yang sangat berat;

  • Pentingnya penguatan investasi untuk menggerakan ekonomi nasional.



Unemployment and poverty r ate d ecrease
Unemployment and Poverty SMESTER I 2010*)Rate Decrease

Note : Presentase Pengangguran : Data Badan Pusat Statistik Rilis Bulan Agustus Setiap Tahunnya.

Presentase Kemiskinan: Data Badan Pusat Statistik Rilis Bulan Maret Setiap Tahunnya.

Source: National Bureau of Statistics Republic of Indonesia



Struktur kesempatan kerja 2004 2010 feb
Struktur 2008-2010KesempatanKerja 2004 – 2010/Feb

Lapangan Pekerjaan Utama/ Sektor Lainnya terdiri dari : Sektor pertambangan dan penggalian dan sektor listrik, gas dan air.Source : National Bureau of Statistics Republic of Indonesia


Pembangunan dalam angka

LAPANGAN PEKERJAAN UTAMA ( 2008-2010dalamribuan)

Sumber : BPS 2010


Tenaga kerja formal dan informal
Tenaga 2008-2010Kerja Formal dan Informal

Source : National Bureau of Statistics Republic of Indonesia


Peran umkm
Peran 2008-2010 UMKM

Batra dan Tan (2003) yang melakukanstudi di negara-negara berkembangmenemukanbahwaperananusahakecildanmenengahdalamperekonomiansemakinpentingdilihatdarisisipenciptaanlapanganpekerjaandanpeluangpeningkatanpendapatan.

Gulbiten dan Taymaz (2000)menyatakanbahwausahakecil dan menengahmenjadielemenpentingdalampengembangan dan perencanaankonsepindustrialisasi di negara berkembangsebabkarakteristikteknologiusahakecil dan menegah yang bersifatpadatkaryamenjadifaktorpentingdalampenyerapantenagakerja.


Sm micro e play more important role
SM 2008-2010(+Micro)E play more important role...

Source: Ministry of Cooperation and Small, Medium Enterprises Republic of Indonesia



Pembangunan dalam angka

UMKM 2008-2010sebanyak99,8% yang menyeraptenagakerjasebesar90,4% hanyamenikmati37,6%kuenasional, danrealisasikreditperbankandibawah30%



Kesimpulan3
Kesimpulan 2008-2010

  • Angka Kemiskinan dan pengangguran di Indonesia masih cukup tinggi khususnya di pedesaan lebih tinggi dari perkotaan;

  • Kesempatan kerja, dan lapangan kerja utama sebagian besar masih berada di sektor pertanian;

  • Sektor informal menyerap lebih dari 60% tenaga kerja dalam satu dasa warsa terakhir ini;

  • UMKM memiliki peran besar untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran namun dalam pengembangaanya memiliki beberapa masalah,seperti pembiayaan, perijinan, pemasaran, dan sumberdaya manusia


Pembangunan dalam angka

EKONOMI REGIONAL 2008-2010



Pembangunan dalam angka

Keterangan Tabel : 2008-2010

Penduduk hasil Suseda tahun 2008, 2009 dan SP2010

Inflasi tahun berjalan merupakan inflasi year to date (Perbandingan IHK bulan berjalan terhadap IHK Desember tahun sebelumnya)

Data Nominatif Rumahtangga Sasaran hasil PPLS 2008

Jumlah Penduduk Miskin hasil Susenas 2008-2009

Laju PMTB Berlaku Akumulasi dari Triwulan I sampai Triwulan III 2010 dibandingkan Triwulan yang sama tahun 2009

Data PDRB tahun 2010 merupakan data akumulasi Triwulan I sampai dengan Triwulan III 2010

Laju Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2010 merupakan laju pertumbuhan Akumulasi Triwulan I sampai Triwulan III 2010 dibanding dengan Triwulan yang sama tahun sebelumnya (c t c)



Potret pertumbuhan sektoral
Potret 2008-2010pertumbuhansektoral


Kondisi ekspor jabar terkini
Kondisi 2008-2010EksporJabarTerkini


Pembangunan dalam angka

PDRB 2008-2010TertinggidiJawa Barat

Industri Pengolahan P,H&R Pertanian

Sumber : KBI Bandung, KER Tw III, 2010


Pembangunan dalam angka

Jenis 2008-2010KreditdiJawa Barat (%)

Modal KerjaInvestasiKonsumsi

Sumber : KBI Bandung, KER Tw III, 2010


Kesimpulan4
Kesimpulan 2008-2010

  • Propinsi Jawa Barat merupakan propinsi dengan angka pengangguran tertinggi;

  • Dinamika ekonomi sangat tinggi namun masalah yang dihadapai juga besar;

  • Industri pengolhan menjadi penyumbang terbesar PDRB regional;

  • Dari indikator makro, Propinsi Jawa Barat membutuhkan perhatian serius terhadap penanganan laju pertumbuhan penduduk, infra struktur pendidikan dan investasi.