1 / 36

PELAKSANAAN SURVEILANS GIZI DI JAWA TIMUR

PELAKSANAAN SURVEILANS GIZI DI JAWA TIMUR. SEKSI GIZI BIDANG PPKM – DINKES PROV.JATIM TAHUN 201 4. Pengertian.

briar
Download Presentation

PELAKSANAAN SURVEILANS GIZI DI JAWA TIMUR

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PELAKSANAAN SURVEILANS GIZIDI JAWA TIMUR SEKSI GIZI BIDANG PPKM – DINKES PROV.JATIM TAHUN 2014

  2. Pengertian • Surveilansgiziadalahprosespengamatanmasalah dan program gizisecaraterusmenerusbaiksituasi normal maupundarurat, meliputi : pengumpulan, pengolahan, analisisdanpengkajian datasecarasistematissertapenyebarluasaninformasiuntukpengambilantindakansebagairesponsegeradanterencana.

  3. APA YANG DIPANTAU? 1. Masalah Gizi yang ada 2. Program Gizi yang telah dilaksanakan

  4. Target Program Gizidalam RPJMN 2010 - 2014 • Gikur + Gibur : 12,6 % • Balitapendek : 30,1 % 2010 Riskesdas Surveilans gizi • Gikur + Gibur : < 15 % • Balitapendek : < 32 % Target 2014 Riskesdas

  5. Peranan Surveilans Gizi dalam Pencapaian Target RPJMN 2014 Pelaksanaan Surveilans Gizi • Perbaikan manajemen • Perubahan kebijakan (policy)

  6. Prinsip Dasar Surveilans Gizi • Tersedia informasi gizi secara terus menerus dan teratur. • Proses analisis/kajian perkembangan informasi gizi : status gizi balita, distribusi kapsul vitamin A pada balita dan distribusi tablet Fe3. • Proses penyebarluasan informasi hasil analisis atau kajian perkembangan  untuk menentukan tindakan yang diperlukan. • Tindakan kongkrit sebagai respon terhadap perkembangan data status gizi balita, distribusi vitamin A balita, dan distribusi Fe3.

  7. BAGAIMANA CARANYA? Melalui pengumpulan data secara teratur:1. Dilakukan secara khusus untuk keperluansurveilans (PSG, Survei Garam beryodium, Survei Konsumsi Makanan, dsb) 2. Dari data laporan rutin yang sudah ada

  8. APA SYARATNYA? • Data atauinformasiyang dikumpulkanharus: • Tepat waktu, teratur dan berkelanjutan (rutin) • Akurat • Segera dianalisis dan diinterpretasikan • Hasilnya segera didiseminasikan kepadastake holderAGAR • Dapat digunakanuntukberbagai tindakanyang tepatwaktu

  9. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI FAKTOR PROGRAM GIZI FAKTOR LUAR(Lihat DiagramUnicef) INPUT OUTCOME STATUS GIZI PROSES OUTPUT

  10. KEGAGALAN PRODUKSI Sangat dini POSISI SG DALAM SKPG Ketersediaan Pangan di Masy kurang Cukup dini KRISIS EKONOMI,POLITIK,dll. Ketersediaan Pangan RT kurang Kurangdini Asupan Zat gizi kurang Pendapatan menurun Daya beli menurun Infeksi Cegah KURANG GIZI SKD: Deteksi, Cegah dan Tanggulangi

  11. PROGRAM GIZI ?

  12. INDIKATOR • D/S 9.Pemberian MP-ASI • K/S 10.Status Gizi ( BB/U ) • N/D’ 11. ASI-Eksklusif ASI-Eksklusif • 2T/D 12.GaramBeryodium • BGM/D 13. KeluargaSadarGizi (KADARZI) • Kapsul Vit.A 14. PSG • Tablet Fe 15. PKG • Gizi Buruk

  13. - S bALITA adalah JUMLAH BALITA YANG BERADA DI SELURUH POSYANDU YANG ADA DI WILAYAH KERJA (DESA). - D balita DATA HASIL PENIMBANGAN ( SKDN ) Adalahjumlahbalitaygditimbang bb-nyadiseluruhposyandu yang adadiwilayahkerja (desa). DO : Rumus : Jml.balita yang ditimbang % d / s = --------------------------------------- x 100 % jml. Seluruhbalita

  14. - naik ( n ) : adalahbalita yang kenaikanberatbadannya >= KBM (Kenaikan BB Minimal ) - tidaknaik ( t ) adalahbalita yang kenaikanberatbadannya < KBM (Kenaikan BB Minimal ) - d’ adalahbalita yang dapatdinilai status n atau t Yaitumerupakanpenjumlahandari N dan T Rumus : Jml.balitanaik bb-nya n % n / d’ = --------------------------------------- x 100 % = ---------- x 100 % jml.balitaygdinilai n dan t n + T

  15. - Bayiumur 6-11 bulan Adalahbayi yang berumur 6 bulan 0 hari s/d 11 bln 29 hari yang adadiwilayahdesa / kelurahan. - anakbalitaumur 12-59 bulan PEMBERIAN KAPSUL VITAMIN A Adalahanakbalita yang berumur 12 bulan 0 hari s/d 59 bln 29 hari yang adadiwilayahdesa / kelurahan. - balitaumur 6-59 bulan DO : Adalahbalita yang berumur 6 bulan 0 hari s/d 59 bln 29 hari yang adadiwilayahdesa / kelurahan. - Bayiumur 6-11 bulandapatkapsulvit. a Adalahbayi yang berumur 6 bulan 0 hari s/d 11 bln 29 hari yang mendapatkapsul vitamin a biru

  16. - balitaumur 12-59 bulandapatkapsulvit.a Adalahanakbalita yang berumur 12 bulan 0 hari s/d 59 bln 29 hari yang yangmendapatkapsulvit.amerah. - balitaumur 6-59 bulandapatkapsulvit. a Adalahbalita yang berumur 6 bulan 0 hari s/d 59 bln 29 hari yang mendapatkapsulvit. A biruataumerah, sesuaiumurnya Rumus : bayi (6-11 bln) dptkapsulvit. a % bayidptvit. A = ------------------------------------------- x 100 % jmlbayi (6-11 bln) yang ada Rumus : jml. A.balitadptkapsulvit. a % a.balitadptvit. A = ------------------------------------------- x 100 % jmla.balita (12-59 bln) yang ada

  17. - TABLET TAMBAH DARAH (TTD) ATAU TABLET FE Adalah TABLET YANG MENGANDUNG FE DAN ASAM FOLAT, BAIK YANG BERASAL DARI PROGRAM MAUPUN MANDIRI. - IBU HAMIL DAPAT TABLET FE SEBANYAK 30 PEMBERIAN TABLET Fe Adalah IBU HAMIL YANG MENDAPAT TABLET FE SEBANYAK 30 TABLET DARI PROGRAM ATAU DARI TABLET FE MANDIRI YANG SETARA DENGAN ITU. SELANJUTNYA DISEBUT DENGAN FE-1 - IBU HAMIL DAPAT TABLET FE SEBANYAK 90 DO : Adalah IBU HAMIL YANG MENDAPAT TABLET FE SEBANYAK 90 TABLET DARI PROGRAM ATAU DARI TABLET FE MANDIRI YANG SETARA DENGAN ITU. SELANJUTNYA DISEBUT DENGAN FE-3

  18. Rumus : JML. IBU HAMIL DAPAT FE-1 % FE-1 = ----------------------------------- x 100 % JML. BUMIL YANG ADA Rumus : JML. IBU HAMIL DAPAT FE-3 % FE-3 = ----------------------------------- x 100 % JML. BUMIL YANG ADA

  19. - BAYI UMUR 0-6 BULAN adalah JUMLAH BAYI UMUR 0 HARI SAMPAI 5 BULAN 29 HARI - BAYI MENDAPAT ASI-EKSKLUSIF ASI EKSKLUSIF Adalahjumlah BAYI (0-6 BLN) YANG DIBERI ASI SAJA TANPA MAKANAN ATAU CAIRAN LAIN KECUALI OBAT, VITAMIN DAN MINERAL. DO : Rumus : JML.BAYI DAPAT ASI-EKSKLUSIF % ASI-EKSKLUSIF = ---------------------------------------- x 100 % JML. BAYI YANG DIPERIKSA

  20. - KasusGiziBuruk : adalahbalitadengan status giziberdasarkanindeks BB/TB atau bb/pbdengannilai z-score < -3 SD (sangatkurus) dan/atauterdapattandaklinisgiziburuklainnya. GIZI BURUK MENDAPAT PERAWATAN - Kasusgiburdapatperawatan : Adalahbalitagiziburuk yang dirawatinapmaupunrawatjalandifasilitaspelayanankesehatandanmasyarakat. DO : Rumus : Jml.kasuSgiburdpt.prwtn % kasusgiburd.p. = --------------------------------------- x 100 % jml.kasusgiburditemukan

  21. - GARAM BERIODIUM : Adalahgaram ( Na cl ) yang diperkayadenganiodiummelaluiprosesiodisasisesuaiSnidengankandungankaliumiodat (kio3) > 30 ppm - rumahtanggamengonsumsigaramberiodium KONSUMSI GARAM BERYODIUM Adalahrumahtangga yang mengkonsumsigaramberiodiumdanpemantauannyadilakukanmelaluiSekolahdasar (sd)/mi disuatudesa DO : Rumus : rtmengonsumsigb % RT mengonsumsigb = -------------------------------- x 100 % jml. Rt yang diperiksa

  22. KADARZI : Kadarzi (KeluargaSadarGizi)adalah :Keluarga yang mampumengenal, mencegah, danmengatasimasalahgizisetiapanggotakeluarganya. Keluargadisebut KADARZI jikatelahberperilakugizi yang baik. • Indikator Kadarzi : • Menimbang berat badan secara teratur. • Memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja kepada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan  ASI eksklusif. • Makan beraneka ragam. • Menggunakan garam beryodium. • Minum suplementasi gizi (TTD, Kapsul Vitamin A dosis tinggi).

  23. REALISASI ?

  24. ADA 2 MACAM PELAKSANAAN SURVEILANS • TEORITIS (FORMALITAS) Terpenuhinya komponen-komponen surveilans : - Pengumpulan Data - Pengolahan Data - Analisis Data - Penyebarluasan Informasi - Pengambilan Keputusan

  25. FUNGSIONAL  menghasilkan tujuan yang optimal, dengan indikasi : - Pengumpulan data dilakukan secara benar dan akurat - Pengolahan dilakukan secara tepat - Analisis data dilakukan secara tajam - Digunakan sebagai pengambilan keputusan.

  26. ALUR PELAPORAN Kementerian Kesehatan Direktorat Bina Gizi Masyarakat Dinkes Propinsi RSU Provinsi Dinkes Kabupaten/Kota RSU Kabupeten/Kota Puskesmas/ Kecamatan Alur pelaporan Umpan balik Posyandu/ Desa

  27. Kegiatan Surveilans Gizi di Posyandu s/d Kab/Kota

  28. Rekomendasi dan Respon tingkat Posyandu/Desa Rekomendasi dan respon dilakukan apabila data cakupan menunjukkan adanya kesenjangan antara angka acuan dengan hasil yang dicapai.

  29. Rekomendasi dan Respon tingkat Puskesmas

  30. Rekomendasi dan Respon tingkat Kab/Kota

  31. Rekomendasi dan Respon tingkat Kab/Kota

  32. ALUR PELAPORAN

  33. INDIKATOR KEBERHASILAN

  34. INDIKATOR KEBERHASILAN 

  35. INDIKATOR PEMBINAAN GIZI - KEMENKES

  36. TERIMA KASIH

More Related