1 / 19

SUPLEMEN

Drs. Surjadi , M.Si. SKENARIO PROGRAM DIKLAT APARATUR. SUPLEMEN. REFERENSI. Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri ; Perturan Pemerintah nomor 42 tahun 2004 tentang Kode Etik PNS;

Download Presentation

SUPLEMEN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Drs. Surjadi, M.Si SKENARIO PROGRAM DIKLAT APARATUR SUPLEMEN Drs. Surjadi,M.Si - Mind Setting PNS

  2. REFERENSI • PeraturanPemerintahnomor 53 tahun 2010 tentangDisiplinPegawaiNegeri; • PerturanPemerintahnomor 42 tahun 2004 tentangKodeEtik PNS; • PeraturanPemerintahnomo 101 Tahun 2000 tentangDiklatAparatur; • Reinventing Indonesia, RiantNugroho, D., 2001; • BudayaKorporatdanKeunggulanKorporasi, DjokosantosoMoeljono, 2006

  3. SKENARIO PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PNS(SuatuPemahamanhasilanalisis PP no. 101 Tahun 2000) PROGRAM DIKLAT PNS PEMBENTUKAN POLA PIKIR PNS PEMENUHAN KOMPETENSI YANG DIPERSYARATKAN KONSEP DIRI PNS KOMITMEN YANG TINGGI DALAM PELAKSANAAN TUGAS MEWUJUDKAN VISI & MISI ORGANISASI PEMERINTAH BUDAYA ORGANISASI

  4. KONSEP DIRI PNS BEKERJA ADALAH IBADAH POLA PIKIR PNS BEKERJA SESUAI PER-UU-AN BEKERJA BERDASAR KAIDAH KEILMUAN BEKERJA SECARA PROFE -SIONAL SIKAP PERILAKU SESUAI NILAI-NILAI KEPATUTAN POSISI NETRAL

  5. KONSEP DIRI PNS(BekerjaadalahIbadah & Profesional) N.E.P.N IPTEK PER-UU JURDIL 3 T 3 K INDAH PERSAMAAN ADIL BENAR KEBEBASAN BAIK MORALITAS

  6. TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH KEWAJIBAN NEGARA PENYEL. PEM. UMUM MELINDUNGI LANDASAN : NORMATIF DAN KEPATUTAN FUNGSI PELAYANAN TG. JAWAB PEMERINTAH MELAYANI MENGATUR PEMBANGUNAN

  7. TANGGUNG JAWAB PNS • TANGGUNG JAWAB DISIPLIN; (PP. 53 TAHUN 2010 & PP. 42 TAHUN 2004) • TANGGUNG JAWAB PIDANA; (UU. 31/1999 jo. UU. 20/2001; UU 28/1999; KUHP) • TANGGUNG JAWAB KEUANGAN (UU no. 17/2003 & UU 1 / 2004, PP No.58 / 2005)

  8. LOYALITAS PEGAWAI • LOYAL KEPADA PIMPINAN; • LOYAL KEPADA TEMAN SEJAWAT; • LOYAL KEPADA BAWAHAN; • LOYAL KEPADA PELANGGAN / MASYARAKAT; • LOYAL KEPADA ORGANISASI.

  9. LOYALITAS KEPADA PIMPINAN : • MEMBANTUPIMPINAN MELAKSANAKAN MISI ORGANISASI; • MEMBERI MASUKAN YANG BENAR/YANG SEHARUSNYA DENGAN CARA YANG TEPAT, AGAR TIDAK TERJADI KESALAHAN DALAM PELAKSANAAN MISI (TELAAH STAF PARIPURNA).

  10. MEMBANGUN BUDAYA ORGANISASI • BUDAYA ORGANISASI DIBANGUN MELALUI PEMBENTUKAN “BUDAYA INDIVIDU”; • MEWUJUDKAN BUDAYA INDIVIDU MELALUI PERUBAHAN “POLA PIKIR INDIVIDU”

  11. BUDAYA INDIVIDU  BUDAYA ORGANISASI • Sistemnilai yang diyakini & dipatuhiolehseseorangsecarakonsisten, akanmenjadi“BudayaIndividu”; • Apabilasemuaanggotaorganisasisecarakonsistenmeyakini & mematuhisistemnilai yang “sama” makasistemnilaiituakanmenjadi“BudayaOrganisasi”.

  12. PENGERTIAN BUDAYA ORGANISASI • BUDAYA ORGANISASI ADALAH SEMUA CIRI YANG MENUNJUKKAN KEPRIBADIAN SUATU ORGANISASI: KEYAKINAN BERSAMA, NILAI-NILAI DAN PERILAKU-PERLAKU YANG DIANUT OLEH SEMUA ANGGOTA ORGANISASI.

  13. PENGERTIAN BUDAYA ORGANISASI • BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI “SISTIM NILAI YANG DIYAKINI OLEH SEMUA ANGGOTA ORGANISASI, YANG DIPELAJARI, DITERAPKAN DAN DIKEMBANGKAN SECARA BERKE-SINAMBUNGAN, BERFUNGSI SEBAGAI SISTEM PEREKAT, DAN DAPAT DIJADIKAN ACUAN BERPRILAKU DALAM ORGANISASI UNTUK MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI YANG TELAH DITETAPKAN”.

  14. FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU ORGANISASI (DjokosantosoMoeljono, 2006) II RENCANA/ STRUKTUR/ SISTEM/ KEGIATAN FORMAL I BUDAYA ORGANISASI PERILAKU ORGANISASI IV LING-KUNGAN STABIL / KOMPETITIF III KEPEMIMPINAN

  15. FUNGSI BUDAYA ORGANISASI • Budayamempunyaisuatuperanpembedaantaraorganisasi yang satudengan yang lain; • Budayaorganisasimembentuksuatu rasa identitasbagianggota-anggotaorganisasi; • Budayaorganisasimemudahkantumbuhberkembangnyakomitmenpadasuatu yang lebihluasdaripadakepentingan individual; • Budayaorganisasimeningkatkankemantapan system social.

  16. MEMBANGUN GOOD GOVERNANCE(DiadaptasidariDjokosantosoMoeljono, 2006) • GOOD GOVERNANCE DAPAT DIBANGUN MELALUI TERBANGUNNYA “BUDAYA ORGANISASI”; • BUDAYA ORGANISASI PEMERINTAH YANG MENDUKUNG TERWUJUDNYA GOOD GOVERNANCE MELIPUTI : 1. Integritas; 2. Profesionalisme; 3. Keteladanan; 4. Penghargaanpada SDM.

  17. BudayaOrganisasi ……… • Integritas :bertaqwa, penuhdedikasi, jujur, selalumenjagakehormatandannamabaik, sertataatpadaKodeEtikdanPeraturan yang berlaku; • Profesionalisme:bertanggungjawab, efektif, efisien, disiplindanberorientasikemasadepandalammengantisipasiperkembangan, tantangandankesempatan; • Keteladanan :memberikanpanutan yang konsisten, bertindakadil, bersikaptegasdanberjiwabesar;

  18. BudayaOrganisasi ……… • Penghargaanpadasumberdayamanusia :merekrut, mengembangkandanmempertahankan SDM yang berkualitas. Sekaligusmemperlakukanpersonilberdasarkankepercayaan, keterbukaan, keadilandansalingmenghargai, mengembangkansikapkerjasamadankemitraan, memberikanpenghargaanberdasarkanhasilkerjaindividumaupunkelompok. (DiadaptasidariDjokosantosoMoeljono, 2006)

  19. SEKIAN & TERIMA KASIH

More Related