WELCOME TO
Download
1 / 111

ONE WORLD ONE LANGGUAGE AMATEUR RADIO A NATIONAL RESOURCES - PowerPoint PPT Presentation


  • 207 Views
  • Uploaded on

WELCOME TO THE AMATEUR RADIO WORLD. ONE WORLD ONE LANGGUAGE AMATEUR RADIO A NATIONAL RESOURCES. AMATIR RADIO PERTAMA KALI HADIR DIDUNIA PADA TAHUN 1894 GUGLIELMO MARCONI BERKEBANGSAAN ITALY – YANG BERHASIL MELAKUKAN EKSPERIMENT DENGAN MENEMUKAN PERANGKAT KOMUNIKASI WIRE LESS. KOMUNIKASI.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'ONE WORLD ONE LANGGUAGE AMATEUR RADIO A NATIONAL RESOURCES' - bree


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
Slide1 l.jpg

WELCOME TO

THE AMATEUR RADIO WORLD

ONE WORLD ONE LANGGUAGE

AMATEUR RADIO A NATIONAL RESOURCES


Slide2 l.jpg

AMATIR RADIO PERTAMA KALI HADIR DIDUNIA PADA TAHUN 1894

GUGLIELMO MARCONI

BERKEBANGSAAN ITALY – YANG BERHASIL MELAKUKAN EKSPERIMENT DENGAN MENEMUKAN PERANGKAT KOMUNIKASI WIRE LESS


Slide3 l.jpg

KOMUNIKASI

MENYAMPAIKAN DAN MENERIMA INFORMASI

INFORMASI

SANGAT DIBUTUHKAN UNTUK

  • Bahan dasar ilmu pengetahuan

INFRASTRUKTUR

KEHIDUPAN MANUSIA

  • Respresentasi keadaan

  • Bahan pengambilan keputusan


Slide4 l.jpg

TELE

KOMUNIKASI

MENYAMPAIKAN DAN MENERIMA INFORMASI

JARAK JAUH

SELURUH KEGIATAN AMATIR RADIO BERKAITAN DENGAN TELEKOMUNIKASI

dalam kata lainAMATIR RADIO BAGIAN DARI KOMUNITAS TELEKOMUNIKASI


Slide5 l.jpg

DALAM KEGIATAN APAPUN AMATIRRADIO

AKAN BERKAITAN DENGAN PEMANCAR RADIO


Slide6 l.jpg

PEMANCAR RADIO

ADALAH PERALATAN YANG MEMPUNYAI NILAI KHUSUS DAN STRAGIS

KHUSUS

MAMPU MENIMBULKAN BENCANA

BAGI

PENGGUNANYA, LINGKUNGAN,

BAHKAN BANGSA & NEGARA


Slide7 l.jpg

PEMANCAR RADIO

ADALAH PERALATAN YANG MEMPUNYAI NILAI KHUSUS DAN STRAGIS

KHUSUS

MAMPU MENIMBULKAN BENCANA

BAGI

PENGGUNANYA, LINGKUNGAN,

BAHKAN BANGSA & NEGARA

STRATEGIS

DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI SARANA MENUNJANG KEHIDUPAN, KESEJAHTERAAN,

PEMBANGUNAN PENANGGULANGAN BENCANA


Slide8 l.jpg

KETENTUAN TEKNIS MAUPUN OPERASIONAL PENGGUNAAN PEMANCAR RADIO

DIATUR SECARA TERPADU DI TINGKAT INTERNASIONAL

SIAPAPUN PENGGUNA PEMANCAR RADIO MUTLAK HARUS TUNDUK PADA KETENTUAN TERSEBUT SECARA UTUH DAN KONSEKUEN


Slide9 l.jpg

KETENTUAN YANG MENGIKAT BAGI AMATIR RADIO INDONESIA

RADIO REGULATION

INTERNATIONAL TELECOMUNICATION UNION

U.U. – P.P. – K.M –

KEP DIRJEN

INSTRUKSI

SATELITE

BANDPLAND

PROTCOL DIGITAL

CONTEST – QSLing

AWARD

AD – ART

KEPUTUSAN

INSTRUKSI

dll


Slide10 l.jpg

RADIO REGULATION INDONESIA

SEMUA ATURAN DALAM RR DIMAKSUDKAN

AGAR KOMUNIKASI DAPAT BERLANGSUNG DENGAN BAIK, TANPA MENIMBULKAN GANGGUAN DAN SALING MENGGANGGU.

Semua aturan di buat dan di revisi dalam sidang

WRC ( World Radio Conference )

yang dihadiri oleh seluruh negara anggota

ITU ( International Telecomunication Union )

SELURUH PENGGUNA FREKUENSI WAJIB MEMATUHI R.R


Slide11 l.jpg

RADIO REGULATION INDONESIA

SECARA GARIS BESAR

  • PENGELOMPOKAN AKTIFITAS PENGGUNA

Luar Angkasa, Penerbangan, Maritime, Riset, Dinas (Fix Mobile), Resque, Amatir Radio dll

  • PENGATURAN /ALOKASI FREKUENSI

AERO FIX MOBILE AMATEUR RADIO FIX MOBILE dst

  • PENGATURAN HAK dan KEWAJIBAN

  • PENGATURAN IDENTITAS / CALLSIGN


Slide12 l.jpg

INTERNATIONAL AMATEUR RADIO UNION INDONESIA

Merupakan Induk Organisasi Amatir Radio di Seluruh Dunia

  • Koordinasi Amatir Radio di Seluruh Dunia

  • Memperjuangkan Hak-hak Amatir Radio di ITU

  • Narasumber di ITU dan Org. Amatir Radio

  • Pembinaan dan Motifasi bagi peningkatan kemampuan Amatir Radio


Slide13 l.jpg

PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA INDONESIA

UNDANG – UNDANG 36 TAHUN 1999 TELEKOMUNIKASI

PERATURAN PEMERINTAH 52 TAHUN 2000 PENYELENGGARAAN TELEKOMUNIKASI

PERATURAN PEMERINTAH 53 TAHUN 2000 PENGGUNAAN SPEKTRUM FREKUENSI

KEP. MENTERI PERHUBUNGAN KM 3 TAHUN 2001 PERSYARATAN TEKNIS ALAT & PERANGKAT TELEKOMUNIKASI

KEP. MENTERI PERHUBUNGAN KM 49 TAHUN 2002 PEDOMAN KEGIATAN AMATIR RADIO


Slide14 l.jpg

UNDANG – UNDANG 36 TAHUN 1999 INDONESIATELEKOMUNIKASI

TELEKOMUNIKASI DILAKSANAKAN BERDASARKAN AZAS Manfaat, Adil, Kepastian Hukum, Keamanan, Kemitraan, Etika dan Kepercayaan pada diri sendiri

TELEKOMUNIKASI DISELENGGARAKAN DENGAN TUJUAN UNTUK MENDUKUNG

Persatuan & Kesatuan Bangsa, Meningkatkan Kesejahteraan & Kemakmuran Rakyat, mendukung kehidupan Ekonomi & Pemerintahan, Meningkatkan Hubungan antar Bangsa

Telekomunikasi di Kuasai NEGARA dan Pembinaannya dilakukan oleh Pemerintah

Penyelenggaraan Telekomunikasi dapat dilaksanakan setelah mendapat izin dari Menteri


Slide15 l.jpg

UNDANG – UNDANG 36 TAHUN 1999 INDONESIATELEKOMUNIKASI

  • PENYELENGGARAAN TELEKOMUNIKASI MELIPUTI :

  • Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi

  • Penyelenggaraan jasa telekomunikasi

  • PENYELENGGARAAN TELEKOMUNIKASI KHUSUS


Slide16 l.jpg

UNDANG – UNDANG 36 TAHUN 1999 INDONESIATELEKOMUNIKASI

SETIAP ORANG DILARANG MELAKUKAN PERBUATAN TANPA HAK, TIDAK SAH ATAU MANIPULASI

AKSES KE JARINGAN TELEKOMUNIKASI

AKSES KE JASA TELEKOMUNIKASI

AKSES KE JARINGAN TELEKOMUNIKASI KHUSUS

BARANG SIAPA MELANGGAR

DIPIDANA DENGAN PIDANA PENJARA PALING LAMA 6 ( Enam ) TAHUN ATAU DENDA PALING BANYAK

Rp. 600.000.000,- ( Enam Ratus Juta Rupiah )


Slide17 l.jpg

PERATURAN PEMERINTAH 52 TAHUN 2000 INDONESIAPENYELENGGARAAN TELEKOMUNIKASI

Penyelenggaraan telekomunikasi khusus diselenggarakan untuk keperluan:

a. sendiri;

b. pertahanan keamanan negara;

c. penyiaran.

Penyelenggaraan telekomunikasi khusus untuk keperluan sendiri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 huruf a dilakukan untuk keperluan:

a. perseorangan;

b. instansi pemerintah;

c. dinas khusus;

d. badan hukum


Slide18 l.jpg

PERATURAN PEMERINTAH 52 TAHUN 2000 INDONESIAPENYELENGGARAAN TELEKOMUNIKASI

Penyelenggaraan telekomunikasi khusus untuk keperluan perseorangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 huruf a meliputi:

a.     amatir radio;

b.     komunikasi radio antar penduduk

Pasal 41

(1) Kegiatan amatir radio sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf a digunakan untuk saling berkomunikasi tentang ilmu pengetahuan, penyelidikan teknis dan informasi yang berkaitan dengan teknik radio dan elektronika.

(2) Kegiatan amatir radio dapat digunakan untuk penyampaian berita mara bahaya, bencana alam, pencarian dan pertolongan (SAR).


Slide19 l.jpg

PERATURAN PEMERINTAH 52 TAHUN 2000 INDONESIAPENYELENGGARAAN TELEKOMUNIKASI

Dalam keadaan jaringan telekomunikasi yang diselenggarakan oleh penyelenggara telekomunikasi khusus untuk keperluan pertahanan negara atau keperluan keamanan negara belum atau tidak mampu mendukung kegiatannya, maka dapat menggunakan atau memanfaatkan penyelenggaraan telekomunikasi khusus lainnya dengan wajib mengikuti ketentuan pengunaan jaringan dan atau jasa telekomunikasi yang berlaku.

Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara penggunaan dan pemanfaatan ditetapkan bersama oleh Menteri dan menteri yang bertanggung jawab di bidang pertahanan atau Kepala Kepolisian Republik Indonesia


Slide20 l.jpg

KEP. MENTERI PERHUBUNGAN KM 49 TAHUN 2002 jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

PEDOMAN KEGIATAN AMATIR RADIO

(1) Kegiatan Amatir radio dilaksanakan berdasarkan Izin Amatir Radio yang selanjutnya disebut IAR;

(2) Setiap pemilik IAR sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib menjadi anggota Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI).

  • Stasiun Radio Amatir hanya boleh digunakan untuk :

  • a. Latih diri dalam bidang teknik radio;

  • b. Saling komunikasi antar stasiun Radio Amatir;

  • c. Penyelidikan teknik radio;

  • Penyampaian berita-berita pada saat terjadi marabahaya,

  • bencana alam dan penyelamatan jiwa manusia serta harta benda.


Slide21 l.jpg

KEP. MENTERI PERHUBUNGAN KM 49 TAHUN 2002 jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

PEDOMAN KEGIATAN AMATIR RADIO

MENGATUR TENTANG

IZIN AMATIR RADIO

PEMILIKAN STASIUN & PERANGKAT PEMANCAR RADIO

NAMA PANGGILAN ( CALLSIGN )

PENGATURAN FREKUENSI & KELAS EMISI

KEGIATAN AMATIR RADIO

UJIAN AMATIR RADIO

PERSYARATAN TEKNIK

PENGAWASAN TENIK & NON TEKNIK


Slide22 l.jpg

ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006 ORARI

Berdiri di Jakarta tanggal 9 Juli 1968 atas dasar Peraturan Pemerintah No. 21 tahun 1967

ORARI BERSIFAT MANDIRI DAN NON POLITIK MERUPAKAN WADAH TUNGGAL AMATIR RADIO DI INDONESIA

Setiap Amatir Radio di Indonesia, WAJIB bergabung dalam ORARI

ORARI berazaskan Pancasila dgn menjunjung tinggi Kode Etik Amatir Radio.

ORARI bertujuan mewujudkan Amatir Radio Indonesia yang berpengetahuan dan trampil dibidang komunikasi radio dan teknik elektronika radio untuk diabdikan bagi kepentingan Bangsa dan Negara


Slide23 l.jpg

  • FUNGSI ORARI jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

  • Untuk mencapai tujuan Organisasi, ORARI berfungsi sebagai :

  • Sarana pembinaan Amatir Radio Indonesia.

  • Memelihara kemurnian amatirisme radio sesuai Kode Etik Amatir Radio

  • Sarana memperjuangkan hak-hak Amatir Radio diforum nasional dan bersama Amatir radio dunia memperjuangkan hak-hak Amatir Radio di forum Internasional

  • (4) Cadangan nasional di bidang komunikasi radio.

  • (5) Sarana Dukungan komunikasi radio dalam usaha - usahayang bersifat kemanusiaan.

  • (6) Mitra Pemerintah dalam kegiatan pengawasan penggunaan gelombang radio serta pemilikan dan penggunaan perangkat komunikasi radio.


Slide24 l.jpg

KEGIATAN jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

Untuk melaksanakan fungsinya,

ORARI melaksanakan kegiatan - kegiatan sebagai berikut :

  • (1) Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan anggota serta membimbing peminatnya dalam bidang teknik elektronika dan komunikasi radio.

  • (2) Melindungi kepentingan dan memperjuangkan hak-hak Amatir Radio.

  • (3) Menanamkan kesadaran dan kewajiban serta tanggung jawab anggota terhadap Bangsa, Negara dan Organisasi.

  • Melaksanakan dukungan komunikasi radio dan penyampaian berita pada saat terjadi marabahaya, bencana alam dan penyelamatan jiwa manusia dan harta benda.

  • Melaksanakan dukungan komunikasi radio dan penyampaian berita sebagai komunikasi cadangan nasional

  • Menyelenggarakan kegiatan monitoring dan observasi dalam rangka pengamanan pemakaian gelombang radio

  • Membantu Pemerintah dalam rangka menditeksi pelanggaran terhadap penggunaan dan pemilikan perangkat komunikasi radio.


Slide25 l.jpg

MEMBER jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

DEPT. KOMINFO

MEMBER

MEMBER

REGION 3

ORARI PUSAT

ORARI DAERAH

NOTE:

LAW & REGULATION

ORARI LOKAL

ORGANIZATION LINK


Slide26 l.jpg

STRUKTUR ORGANISASI jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

ORARI PUSAT

Merupakan induk Organisasi

Pusat Pembinaan, Pengendalian dan Pengawasan kegiatan Amatir Radio di seluruh Indonesia serta koordinasi dengan Amatir Radio Manca Negara

ORARI Pusat Berkedudukan di Ibukota Negara

ORARI DAERAH

Merupakan Pelaksana Pembinaan, Pengendalian dan Pengawasan kegiatan Amatir Radio di tingkat Propinsi.

ORARI Daerah berkedudukan di Ibukota Propinsi


Slide27 l.jpg

ORARI DAERAH YANG TELAH TERBENTUK jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

  • SUL – TRA

  • SUL – TENG

  • SUL – UT

  • GORONTALO

  • MALUKU

  • MALUKU UTARA

  • BALI

  • N.T.B

  • N.T.T

  • PAPUA

  • 11. BANGKA BELITUNG

  • 12. SUM - BAR

  • R I A U

  • KEP. RIAU

  • SUM – UT

  • N. ACEH Ds

  • KAL – BAR

  • KAL – SEL

  • KAL – TENG

  • KAL – TIM

  • SUL – SEL

1. JAKARTA

2. JAWA BARAT

3. BANTEN

4. JAWA TENGAH

5. D.I. YOGYAKARTA

6. JAWA TIMUR

7. LAMPUNG

8. SUM – SEL

9. JAMBI

10. BENGKULU

PERSIAPAN ORARI DAERAH SULAWESI BARAT


Slide28 l.jpg

STRUKTUR ORGANISASI jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

ORARI PUSAT

ORARI DAERAH

ORARI LOKAL

Merupakan Pelaksana Pembinaan, Pengendalian dan Pengawasan kegiatan Amatir Radio di tingkat Kabupaten / Kota dan untuk daerah tertentu dapat dibentuk hingga tingkat Kecamatan.

ORARI Lokal berkedudukan di ibukota Kabupaten / Kota

Saat ini telah terbentuk 384 ORARI Lokal di seluruh Indonesia


Slide29 l.jpg

STRUKTUR KEPENGURUSAN jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

ORARI PUSAT

DEWAN PENGAWAS & PENASEHAT

KETUA UMUM WAKIL KETUA UMUM

BEND. UMUM WKL BEND. UMUM

SEK - JEN WAKIL SEK - JEN

KETUA BIDANG ORGANISASI

KETUA BIDANG OPERASI & TEKNIK

KOORDINATOR / PEMBANTU UMUM

DIKLAT

LITBANG

HUMAS

HUBLU

P. SERV

QSL/AWARD

HUKUM


Slide30 l.jpg

STRUKTUR KEPENGURUSAN jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

ORARI DAERAH & LOKAL

DEWAN PENGAWAS & PENASEHAT

KETUA WAKIL KETUA

BENDAHARA WKL BENDAHARA

SEKRETARIS WAKIL SEKRETARIS

KETUA BIDANG ORGANISASI

KETUA BIDANG OPERASI & TEKNIK

KABAG KEANGGOTAAN

KABAG OPERASI

KABAG PENDIDIKAN

KABAG TEKNIK

SEKSI – SEKSI SESUAI KEBUTUHAN


Slide31 l.jpg

KEANGGOTAAN ORGANISASI jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

  • Keanggotaan dalam ORARI terdiri dari :

  • (1) ANGGOTA BIASA IALAH SETIAP WARGA NEGARA INDONESIA (min 14 th) YANG TELAH MEMENUHI PERSYARATAN UNTUK DIANGKAT MENJADI ANGGOTA

  • ANGGOTA LUAR BIASAIALAH SETIAP WARGA NEGARA ASING YANG TELAH MEMENUHI PERSYARATAN UNTUK DIANGKAT MENJADI ANGGOTA LUAR BIASA

    • ( Australia, Argentina, Belgia, Kanada, Cheko, Inggris, Finlandia, Perancis, Jerman, Hongaria, Belanda, Swedia, Amerika Serikat

  • ANGGOTA KEHORMATAN IALAH SETIAP WARGA NEGARA INDONESIA (min 30 th) YANG TELAH MEMBERIKAN KONSTRIBUSI LUARBIASA BAGI ORARI & BERSEDIA DIANGKAT MENJADI ANGGOTAMENJADI ANGGOTA LUAR BIASA


Slide32 l.jpg

KEWAJIBAN ANGGOTA jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

  • MENTAATI PERATURAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG DIKELUARKAN PEMERINTAH YANG BERLAKU BAGI KEGIATAN AMATIR RADIO.

  • MENTAATIAD – ART SERTA PERATURAN ORGANISASI

  • MEMBAYAR IURAN WAJIB DAN IURAN YANG DITENTUKAN ATAS KEBIJAKSANAAN PENGURUS DAERAH /LOKAL

  • MENGHADIRI MUSLOK DAN UNDANGAN RAPAT

  • MELAKSANAKAN SEGALA KEPUTUSAN YANG DIAMBIL DALAM MUNAS, MUSDA DAN MUSLOK

  • MEMELIHARA, MEMAJUKAN DAN MENGAMBANGKAN KEGIATAN AMATIR RADIO DI INDONESIA

  • MEMELIHARA DAN MENJAGA NAMA BAIK ORGANISASI


Slide33 l.jpg

HAK - HAK ANGGOTA jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

  • BERBICARA DALAM MUSLOK DAN RAPAT-RAPAT ORARI LOKAL

  • MEMBERIKAN SUARA DALAM MUSLOK DAN RAPAT-RAPAT YANG DILAKSANAKAN ORARI LOKAL

  • MEMILIH DAN DIPILIH SEBAGAI ANGGOTA PENGURUS ( tidak berlaku bagi anggota luar biasa )

  • MEMBELA DIRI

  • MENDAPATKAN PERLINDUNGAN SEPANJANG TIDAK BERTENTANGAN PERATURAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG DIKELUARKAN PEMERINTAH, AD – ART SERTA PERATURAN ORGANISASI

  • MENDAPATKAN K.T.A YANG DITANDA TANGANI OLEH KETUA UMUM ORARI DENGAN TANDA TANGAN BANDING KETUA ORARI DAERAH YANG BERSANGKUTAN

  • MENDAPATKAN PELAYANAN ORGANISASI


Slide34 l.jpg

PEMBERHENTIAN KEANGGOTAAN jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

ANGGOTA BIASA & LUAR BIASA AKAN KEHILANGAN KEANGGOTAAN APABILA :

  • Mengundurkan diri

  • Bukan Warga Negara Indonesia lagi

  • Anggota luar biasa tidak berdomisili di Indonesia lagi

  • Tidak membayar Iuran atau IAR telah Kadaluarsa

  • Di berhentikan

  • Meninggal Dunia

  • Terkena sanksi pidana penjara 3 (tiga) bulan

  • Tidak memenuhi persyaratan sebagai anggota


Slide35 l.jpg

STASIUN ORGANISASI & CLUB STASIUN jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

STASIUN ORGANISASI DAN CLUB STASIUN ADALAH

SINGLE STATION MULTY OPERATOR

STASIUN ORGANISASI ADALAH

Stasiun di miliki dan di operasikan ORARI untuk Koordinasi antar tingkatan Organisasi dan menunjang kegiatan Organisasi

CLUB STASIUN ADALAH

Stasiun di miliki dan di operasikan ORARI untuk Melaksanakan Pembinaan bagi Anggota


Slide36 l.jpg

ORARI MONITORING SYSTEM jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

DASAR

bahwa setiap Amatir Radio Indonesia baik perorangan maupun secara organisasi wajib membantu Pemerintah dalam mengadakan monitoring terhadap kemungkinan-kemungkinan pelanggaran baik yang dilakukan oleh anggota ORARI maupun stasiun-stasiun bukan amatir radio yang tidak memiliki ijin yang sah;


Slide37 l.jpg

ORARI MONITORING SYSTEM jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

IARU MS Coord. Reg 3

KETUA UMUM ORARI

DITJEN POSTEL

KOORD MONITORING ORARI PUSAT

BALMON / UPT / SUB DIN POSTEL

KETUA ORARI DAERAH

KOORD MONITORING ORARI DAERAH

KETUA ORARI LOKAL

KOORD MONITORING ORARI LOKAL

TEAM MONITORING ANGGOTA ORARI


Slide38 l.jpg

FIELDDAY & AMATEUR RADIO FESTIVAL jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

  • FIELDDAY Pertemuan Amatir Radio dilapangan dan antar lapangan, dalam rangka latihan dan uji coba peralatan dan kemampuan Amatir Radio dalam melaksanakan Dukungan Komunikasi Penanggulangan Bencana

    • BILA MEMUNGKINKAN ADAKAN KERJASAMA DENGAN INSTASI TERTENTU YANG BERKAITAN DENGAN SAR

HAM FEST Pertemuan Amatir Radio dilapangan pada satu lokasi dalam rangka Mempererat persahabatan dan saling bertukar informasi & pengetahuan serta saling menguji Peralatan & Ketrampilan Amatir Radio.

Manfaat - Mempererat Pesaudaraan - Meningkatkan Pengetahuan & Ketrampilan - Promosi Pariwisata - Ekonomi Masyarakat


Slide39 l.jpg

SPECIAL CALLSIGN & KONTES jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

SPECIAL CALLSIGN adalah Callsign yang sebuah Stasiun Organisasi yang mengudara dalam rangka Event tertentu.

  • KONTES Perlombaan Ketrampilan Amatir Radio.

    • Kontes Komunikasi

    • Kontes Teknik Elektronika

    • Kontes Kegiatan Amatir Radio

  • Manfaat - Mempererat Persaudaraan - Meningkatkan Pengetahuan & Ketrampilan - Ajang Uji coba Peralatan - Promosi Pariwisata


  • Slide40 l.jpg

    DX ‘ING jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    DX ( DISTENCE “X” ) = JARAK JAUH -> QSO KE LUAR NEGERI

    PEMULA BELUM DI BENARKAN QSO KE LUAR NEGERI

    SIAGA BOLEH QSO KELUAR NEGERI DENGAN CW & FREK TERTENTU

    • GUNAKAN OPERATING PROCEDURE DENGAN BENAR

    • DATA QSO DALAM LOG BOOK

    • KIRIM / BALAS QSL CARD


    Slide41 l.jpg

    DX PEDITION jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    • IOTA (Island On The Air ) RSGB

      • STASIUN AMATIR RADIO YANG MENGUDARA DARI PULAU TERTENTU YANG SESUAI DENGAN PERSYARATAN IOTA RSGB

  • Manfaat - Meningkatkan Pengetahuan & Ketrampilan - Ajang Uji coba Peralatan - Promosi Pariwisata

  • Secara tidak langsung dapat manfaatkan untuk Pengakuan Internasional tentang Toritorial Suatu Negara


    Slide42 l.jpg

    DUKUNGAN KOMUNIKASI AMATIR RADIO jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    AMATIR RADIO SEBAGAI CADANGAN NASIONAL DIBIDANG KOMUNIKASI

    DUKUNGAN KOMUNIKASI BUKAN KEADAAN DARURAT

    Dilaksanakan untuk menunjang Event2 tertentu atas permintaan / instruksi Pemerintah, karena kekurangan sarana komunikasi

    Seperti : PEMILU, PILKADA, JOTA PRAMUKA, PON, MTQ, ANGKUTAN LEBARAN & THN BARU, REHABILITASI PASKA BENCANA DLL

    Anggota ORARI di koordinir oleh ORARI Daerah melalui ORARI Lokal untuk di BKO kan kepada Pelaksana Event


    Slide43 l.jpg

    DUKUNGAN KOMUNIKASI AMATIR RADIO jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    AMATIR RADIO SEBAGAI CADANGAN NASIONAL DIBIDANG KOMUNIKASI

    DUKUNGAN KOMUNIKASI BUKAN KEADAAN DARURAT

    Dilaksanakan untuk menunjang Event2 tertentu atas permintaan / instruksi Pemerintah, karena kekurangan sarana komunikasi

    Seperti : PEMILU, PILKADA, JOTA PRAMUKA, PON, MTQ, ANGKUTAN LEBARAN & THN BARU, REHABILITASI PASKA BENCANA DLL

    Anggota ORARI di koordinir oleh ORARI Daerah melalui ORARI Lokal untuk di BKO kan kepada Pelaksana Event

    • DUKUNGAN KOMUNIKASI DALAM KEADAAN DARURAT

    • SIAP SIAGA

    • INFORMASI DINI

    • OPERASI TANGGAP DARURAT

    LATIHAN/KOORDINASI/NET

    SPONTANITAS / KOORDINASI

    KOORDINASI / BKO


    Slide44 l.jpg

    DUKOM DALAM KEADAAN DARURAT jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    BAKORNAS

    INFORMASI DINI

    BMG

    ORARI PUSAT

    ORARI DAERAH

    PEMDA

    PROP.

    ORARI LOKAL

    PEMDA

    KAB/KOTA

    ANGGOTA

    MASYARAKAT

    TOP DOWN

    BOTOM UP


    Slide45 l.jpg

    DUKOM DALAM KEADAAN DARURAT jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    PERAN DUKOM ORARI DALAM OPERASI TANGGAP DARURAT

    BILA SARANA KOMUNIKASI PADA LOKASI BENCANA LUMPUH DAN SARANA KOMUNIKASI TEAM P.B. BELUM TERPASANG ATAU TIDAK MENCUKUPI

    MAKA ORARI SEGERA MENGGELAR DUKUNGAN KOMUNIKASI PENGGULANGAN BENCANA DENGAN CARA

    • Menempatkan Anggota ORARI di Lokasi Bencana

    • Menempatkan Stasiun-stasiun Amatir Radio pada Posko - Posko PB & Sentral-Sentar P.B

    • Mem B.K.O Anggota ORARI pada Unit-unit P.B

    • Stasiun Radio di ORPUS, ORDA dan ORLOK di konsentrasikan pada Operasi Dukom sesuai kebutuhan

    SELURUH KEGIATAN DIBAWAH KOORDINASI BAKORNAS PB SESUAI DENGAN UNDANG-UNDANG NO. 24 TAHUN 2007 TENTANG PENANGGULANGAN BENCANA


    Slide47 l.jpg

    OPERATING PROCEDURE jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006


    Slide48 l.jpg

    SETIAP STASIUN RADIO HARUS MEMILIKI jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006 CALLSIGN ( Nama Panggilan )

    ( R.R )

    SETIAP PANCARAN RADIO HARUS SELALU MENYEBUTKAN CALLSIGN DENGAN LENGKAP DALAM INTERVAL PENDEK


    Callsign amatir radio l.jpg
    CALLSIGN AMATIR RADIO jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    TERDIRI DARI KOMBINASI HURUF DAN ANGKA DALAM SATU KESATUAN YANG MENUNJUKKAN PREFIXDANSUFFIX

    YB1PR

    M. FAISAL ANWAR

    KOMP. TNI BORALU – BEKASI JAWA BARAT - INDONESIA

    SUFFIX

    MENJELASKAN PEMILIK STASIUN RADIO

    PREFIX

    MENJELASKAN W.R.A = JAWA BARAT

    MENJELASKAN NEGARA = INDONESIA


    Callsign amatir radio50 l.jpg
    CALLSIGN AMATIR RADIO jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    YB

    1

    PR

    M. FAISAL ANWAR

    KOMP. TNI BORALU – BEKASI JAWA BARAT - INDONESIA

    ANTONIO

    17 RUA AGUSTA SAO PAULO - BRAZIL

    SUFFIX

    MENJELASKAN PEMILIK STASIUN RADIO

    PREFIX

    MENJELASKAN W.R.A = JAWA BARAT

    SAO PAULO

    MENJELASKAN NEGARA = INDONESIA

    BRAZIL


    Pengucapan callsign l.jpg
    PENGUCAPAN CALLSIGN jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    YB1PR

    YB5LL

    KEGIATAN AMATIR RADIO BERSKALA INTERNASIONAL CALLSIGN ADALAH IDENTITAS DENGAN DEMIKIAN PENGUCAPAN HARUS LENGKAP DAN BENAR

    AGAR MENGHINDARI KEKELIRUAN, PENYEBUTAN CALLSIGN SEBAIKNYA DI EJA DENGAN EJAAN ICAO

    ANGKA DISEBUT DALAM BAHASA INGGRIS

    YANKEE BRAVO ONE PAPA ROMEO

    YANKEE BRAVO FIVE LIMA LIMA

    YANKEE BRAVO LIMA LIMA LIMA

    YANG BODO SATU PAK RADEN

    YBLLL


    Slide52 l.jpg

    PERSIAPAN BERKOMUNIKASI jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    Sebelum melakukan komunikasi perlu dilakukan persiapan2 antara lain :

    PERIKSA PERALATAN KOMUNIKASI

    CATU DAYA > ALIRAN LISTRIK

    > POWER SUPLY

    > KABEL 2

    SIAPKAN SARANA ADMINISTRASI

    ALAT TULIS > LOG BOOK > KERTAS / BUKU MEMO > BALLPOIN / PINSIL

    ANTENA > KABEL TRANSMISI > KONDISI ANTENA ( SWR)

    PENUNJUK WAKTU > PENANGGALAN > JAM ( UTC )

    ALAT MODA > MICROPHONE > KEYER > KOMPUTER

    REFERENSI > CALL BOOK, BAND PLAN PETA DLL


    Slide53 l.jpg

    KOMUNIKASI jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    SETIAP KOMUNIKASI AMATIR RADIO DINYATAKAN SAH APABILA TELAH DILAKUKAN PERTUKARAN TANDA PENGENAL DAN REPORT

    KOMUNIKASISINGKAT

    SUATU KOMUNIKASI YANG HANYA MENCAPAI KEABSAHAN SAJA, YAITU PERTUKARAN TANDA PENGENAL DAN REPORT

    (CONTEST – PILE UP – NET – ETC.)

    KOMUNIKASI PENDEK

    KOMUNIKASI SELAIN MELAKUKAN PERTUKARAN TANDA PENGENAL DAN REPORT DILAKUKAN PULA PERTUKARAN INFORMASI YANG DIANGGAP PERLU SEPERTI :

    NAMA KECIL – ALAMAT – PERALATAN – KEADAAN CUACA – DSB.

    KOMUNIKASI PANJANG

    ADALAH KOMUNIKASI YANG PANJANG (RAG CHEWING)


    Slide54 l.jpg

    CARA MEMANGGIL DI FREQUENSI jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    MONITOR DULU

    Ketahui apakah frekuensi ada yang menggunakan

    TANYAKAN

    apakah frekuensi digunakan ??? ( 3 x )

    PANGGIL

    CQ CQ CQ disini YB1PR calling CQ ganti

    PANGGILAN UMUM

    CQ Aceh CQ Aceh CQ Aceh, disini YB1PR calling CQ Aceh ganti

    PANGGILAN TERARAH

    YB6AK disini YB1PR Calling ganti

    PANGGILAN KHUSUS


    Slide55 l.jpg

    CARA MASUK DALAM JARINGAN KOMUNIKASI jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    MONITOR DULU

    Ketahui ada siapa di frekuensi

    Komunikasi apa yang sedang berlangsung

    siapa stasiun pengendalinya

    YB1PR

    ON FREQUENCY

    TUNGGU

    Hingga ada kesempatan atau komunikasi mereka berakhir

    MASUK

    DENGAN MENYEBUTKAN CALLSIGN


    Slide56 l.jpg

    CARA MASUK DALAM JARINGAN KOMUNIKASI jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    JANGAN GUNAKAN ISTILAH

    CONTACT

    ISTILAH INI DIGUNAKAN UNTUK MENYELA BILA KITA TELAH BERADA DALAM JARINGAN KOMUNIKASI YANG SEDANG BERLANGSUNG

    JANGAN MAIN

    TEBAK – TEBAKAN

    KARENA AKAN MEMBUANG WAKTU DENGAN PERCUMA DAN MENYEBALKAN

    JANGAN GUNAKAN ISTILAH

    BREAK

    bila tidak membawa berita DARURAT


    Slide57 l.jpg

    REPORT DALAM KOMUNIKASI jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    Dinyatakan dengan ANGKA

    Readibility (Modulasi ) 1 s/d 5

    Signal1 s/d 9

    Tone1 s/d 9

    1 2 34 5 67 8 9


    Slide58 l.jpg

    EJAAN DALAM KOMUNIKASI jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    DIGUNAKAN UNTUK MENGHINDARI KEKELIRUAN PENGERTIAN

    I.C.A.O

    A – ALFA N – NOVEMBER

    B – BRAVO O – OSCAR

    C – CHARLIE P – PAPA

    D – DELTA Q – QUIBEEC

    E – ECHO R – ROMEO

    F – FOKSTROT S – SIERRA

    G – GOLF T – TANGGO

    H – HOTEL U – UNIFORM

    I – INDIA V – VICTOR

    J – JULIET W – WISKY

    K – KILO X – X’RAY

    L – LIMA Y – YANGKEE

    M – MIKE Z – ZULU

    A

    B

    C


    Slide59 l.jpg

    ISTILAH-ISTILAH DALAM KOMUNIKASI jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    ROGER

    BERITA DITERIMA DENGAN LENGKAP

    BUKAN = DIMENGERTI, SETUJU, DILAKSANAKAN

    KOMUNIKASI YANG ADA PERJANJIAN BILA ADA PANGGILAN DENGAN MENGGUNAKAN SKED SEBAIKNYA STASIUN LAIN MEMBERIKAN PRIORITAS

    SKED

    KODE-KODE YANG TELAH DISEPAKATI INTERNASIONAL UNTUK DIGUNAKAN DALAM KOMUNIKASI YANG MENGGUNAKAN MORSE DENGAN MAKSUD UNTUK MEMPERSINGKAT BERITA

    DAPAT JUGA DIGUNAKAN UNTUK KOMUNIKASI PHONE GUNA MENGATASI KESULITAN BAHASA ATAU MEMPERCEPAT KOMUNIKASI

    Q CODE


    Slide60 l.jpg

    Q CODE DALAM KOMUNIKASI jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    DIGUNAKAN UNTUK MEMPERSINGKAT BERITA ATAU MENGATASI KESULITAN BAHASA

    • Q Code I.T.U

    • QRA – Nama Station

    • QRM – Gangguan pancaran

    • QRT – Berhenti memancar

    • QRX – Istirahat

    • QSB – Pancaran tidak stabil

    • QSL – Berita diterima lengkap

    • QSY – Pindah Frekuensi

    • QTC – Menyampaikan Berita

    • QTH – Lokasi Pemancar

    • QTR – Waktu ( Jam )

    • - Salam Sejahtera

    • dll


    Slide61 l.jpg

    ETIKA KOMUNIKASI jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    MENYEBUTKAN CALLSIGN DALAM INTERVAL PENDEK

    MEMBERIKAN SPASI DIANTARA DUA PEMBICARAAN

    HINDARI TUMPANG TINDIH ( DUBLING )

    MENGUCAPKAN KATA GANTI / OVER / GO A HEAD PADA SETIAP AKHIR PANCARAN

    GUNAKAN BAHASA TERBUKA & DIMENGERTI JANGAN GUNAKAN BAHASA DAERAH ATAU SANDI

    BERBICARA DENGAN JELAS, TENANG & TIDAK BERTELE-TELE

    TIDAK PERLU MELAKUKAN KONFIRMASI WAKTU


    Slide62 l.jpg

    ETIKA KOMUNIKASI jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    JANGAN BERBICARA DENGAN

    MARAH – MARAH MAKAN & MINUM MENDENGARKAN MUSIK MEMBACA MAJALAH / KORAN MENONTON TV / VIDIO

    JANGAN BERSIUL / BERNYANYI DI FREKUENSI

    JANGAN MEMBICARAKAN HAL-HAL YANG BERSIFAT POLITIK, DAGANG, A.SUSILA, MENGHASUT, MEMFITNAH

    JANGAN MENGOMENTARI PEMBICARAN ORANG LAIN


    Slide63 l.jpg

    DATALAH KEGIATAN KOMUNIKASI DALAM jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006 LOG BOOK

    Catatan harian kegiatan Komunikasi Radio

    Pasal 59 KM 49 Thn 2002

    Setiap saat perangkat Radio Amatir apabila digunakan baik dari lokasi tetap maupun bergerak maka pemilik IAR wajib mencatat dalam buku Log yang lembarannya diberi nomor urut dan tidak menggunakan kertas lembaran lepas

    Dokumen kegiatan

    Sumber Informasi

    Benda Kenangan

    Bahan untuk Membela diri

    FUNGSI


    Slide64 l.jpg

    AMATIR RADIO jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006 DILARANG

    • Digunakan untuk Urusan

    • Dagang,

    • Politik,

    • Dinas Instansi Pemerintah

    • Dinas Instansi Bukan Pemerintah / Swasta

    • Rumah Tangga

    • Pihak Ketiga

    • Berkomunikasi dengan

    • Negara yang memusuhi Indonesia

    • Stasiun Tidak Sah

    • Menggunakan bahasa Sandi

    • Menggunakan bahasa yang tidak sopan

    • Menggunakan Pengubah Audio

    KM - 49 /2001


    Slide65 l.jpg

    DALAM MENGGUNAKANPEMANCAR RADIO jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    KETAHUI & KUASAI

    TEKNIS

    FREKUENSI DAN SIFATNYA

    KARAKTERISTIK & KEMAMPUAN PERALATAN

    OPERASIONAL

    FREKUENSI & MODA YANG AKAN DIGUNAKAN

    TATACARA BERKOMUNIKASI


    Slide66 l.jpg

    PERAMBATAN GELOMBANG ELEKTROMANETIS jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    GROUND WAVE

    PERAMBATAN DIBAWAH TANAH

    GROUND WAVE

    PERAMBATAN DIATAS PERMUKAAN TANAH

    SURFACE WAVE

    PERAMBATAN DI UDARA

    SPACE WAVE

    SKY WAVE

    DIRECT WAVE

    PERAMBATAN LURUS DI UDARA

    PERAMBATAN KE UDARA DAN DIPANTULKAN KEMBALI KEBUMI

    REFLECTED WAVE


    Slide67 l.jpg

    FREQUENCY & SIFATNYA jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    EXTREMELY HIGH FREQUENCY 30 s/d 300 GHz

    DIRECT WAVE

    SUPER HIGH FREQUENCY 3 s/d 30 GHz

    ULTRA HIGH FREQUENCY 300 s/d 3.000 MHz

    VERY HIGH FREQUENCY 30 s/d 300 MHz

    HIGH FREQUENCY 3 s/d 30 MHz

    REFLECTED WAVE

    MEDIUM FREQUENCY 300 s/d 3.000 Hz

    SPACE WAVE

    LOW FREQUENCY 30 s/d 300 Hz

    SURFACE WAVE

    VERY LOW FREQUENCY 3 s/d 30 Hz

    GROUND WAVE


    Slide68 l.jpg

    PERAMBATAN GELOMBANG ELEKTROMANETIS jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    GERAKAN PERAMBATAN GELOMBANG ELEKTROMAKNETIS SANGAT TERGANTUNG DARI

    FREKUENSI YANG DIGUNAKAN

    GROUND WAVE

    GROUND WAVE

    SURFACE WAVE

    SPACE WAVE

    CONDUCTIVITY PERMUKAAN BUMI

    SKY WAVE

    ENERGY MATAHARI YG MEMPENGARUHI KONDISI IONESPHERE

    DIRECT WAVE

    REFLECTED WAVE

    PROPAGASI


    Slide69 l.jpg

    SKIP ZONE jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    ADALAH AREA YANG TIDAK DAPAT MENERIMA SUATU PANCARAN YANG DIAKIBATKAN GELOMBANG PANTUL (REFLECTED WAVE)

    IONESPHERE

    SKIP ZONE


    Slide70 l.jpg

    MHz jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    BAND FREKUENSI

    AMATIR RADIO

    MF 1,800 s/d 2,000 = 0,200

    3,500 s/d 3,800 = 0,300

    7,000 s/d 7,100 = 0,100

    10,100 s/d 10,150 = 0,050

    14,000 s/d 14,350 = 0,350

    18,068 s/d 18,168 = 0,100

    21,000 s/d 21,450 = 0,450

    24,890 s/d 24,990 = 0,100

    28,000 s/d 29,700 = 1,700

    HF

    50,000 s/d 54,000 = 4

    144,000 s/d 148,000 = 4

    VHF

    430 s/d 440 = 10

    1.240 s/d 1.298 = 58

    2.300 s/d 2.450 = 150

    UHF


    Slide71 l.jpg

    MHz jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    BAND FREKUENSI

    AMATIR RADIO

    3.300 s/d 3.500 = 200

    5.650 s/d 5.850 = 200

    10.000 s/d 10.500 = 500

    24.000 s/d 24.250 = 250

    SHF

    47.000 s/d 47.200 = 200

    75.500 s/d 81.000 = 5.500

    142.000 s/d 149.000 = 7.000

    241.000 s/d 250.000 = 9.000

    EHF

    MF > 0,2

    HF > 3,15

    VHF > 8

    UHF > 218

    SHF > 1.150

    EHF > 21.700

    23.079,35 MHz

    ( 23.079.350.000 Hz )


    Slide72 l.jpg

    TINGKAT PEMULA jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    BAND FREKUENSI

    AMATIR RADIO

    MHz

    VHF 144,000 s/d 145,800

    146,000 s/d 148,000

    UHF 430,000 s/d 435,000

    438,000 s/d 440,000

    TINGKAT PEMULA TIDAK DIBENARKAN MENGGUNAKAN BAND SATELITE

    VHF 145,800 s/d 146,000

    UHF 435,000 s/d 438,000


    Slide73 l.jpg

    TINGKAT SIAGA jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    BAND FREKUENSI

    AMATIR RADIO

    MHz

    HF 3,500 s/d 3,800 CW & PHONE

    7,000 s/d 7,035CW

    21,000 s/d 21,100CW

    28,000 s/d 28,400 CW

    VHF 144,000 s/d 145,800 CW & PHONE

    146,000 s/d 148,000 CW & PHONE

    UHF 430,000 s/d 435,000 CW & PHONE

    438,000 s/d 440,000 CW & PHONE

    TINGKAT SIAGA TIDAK DIBENARKAN MENGGUNAKAN BAND SATELITE

    VHF 145,800 s/d 146,000

    UHF 435,000 s/d 438,000


    Slide74 l.jpg

    TINGKAT PENGGALANG jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    BAND FREKUENSI

    AMATIR RADIO

    MHz

    MF 1,8 s/d 2

    HF 3,5 s/d 3,8

    7 s/d 7,1

    21 s/d 21,45

    28 s/d 29,7

    VHF50 s/d 54

    144 s/d 148

    UHF 430 s/d 440

    1.240 s/d 1.298

    2.300 s/d 2.450

    SHF & EHF

    ALL MODE


    Slide75 l.jpg

    TINGKAT PENEGAK jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    BAND FREKUENSI

    AMATIR RADIO

    MHz

    ALL BAND

    &

    ALL MODE


    Pembagian segmen band frekuensi amatir radio l.jpg
    PEMBAGIAN SEGMEN BAND FREKUENSI AMATIR RADIO jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    MF 160 METER

    1,800 s/d 2,000 CW

    1,830 s/d 1,835 CW DX WINDOW

    1,835 s/d 1,850 PHONE DX WINDOW

    1,850 s/d 2,000 PHONE

    HF 80 METER

    3,500 s/d 3,800 CW

    3,500 s/d 3,510 CW DX WINDOW

    3,510 s/d 3,775 PHONE

    3,775 s/d 3,805 PHONE DX WINDOW

    3,805 s/d 3,800 PHONE


    Pembagian segmen band frekuensi amatir radio77 l.jpg
    PEMBAGIAN SEGMEN BAND FREKUENSI AMATIR RADIO jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    HF 40 METER

    7,000 s/d 7,100 CW

    7,025 s/d 7,040 DATA

    7,040 s/d 7,080 PHONE

    7,080 s/d 7,100 PHONE DX WINDOW

    HF 30 METER

    10,100 s/d 10,150 CW

    10,140 s/d 10,150 DATA

    HF 20 METER

    14,000 s/d 14,350 CW

    14,070 s/d 14,112 DATA

    14,112 s/d 14,350 PHONE


    Pembagian segmen band frekuensi amatir radio78 l.jpg
    PEMBAGIAN SEGMEN BAND FREKUENSI AMATIR RADIO jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    HF 17 METER

    18,068 s/d 18,168 CW

    18,100 s/d 18,110 DATA

    18,110 s/d 18.168 PHONE

    HF 15 METER

    21,000 s/d 21,450 CW

    21,070 s/d 21,150 DATA

    21,112 s/d 21,450 PHONE

    HF 12 METER

    24,890 s/d 24,990 CW

    24,920 s/d 24,930 DATA

    24,930 s/d 24.990 PHONE


    Pembagian segmen band frekuensi amatir radio79 l.jpg
    PEMBAGIAN SEGMEN BAND FREKUENSI AMATIR RADIO jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    HF 10 METER

    28,000 s/d 29,700 CW

    28,050 s/d 28,150 DATA

    28,090 RTTY CALL FREQ

    28,150 s/d 28.300 INT’ BEACON

    28,300 s/d 29,300 PHONE

    29,300 s/d 29,510 SATELLITE

    29,510 SATELLITE BEACON

    29,510 s/d 29,580 REPEATER INPUT

    29,580 s/d 29,620 PHONE

    29,620 s/d 29,680 REPEATER OUTPUT

    29,680 INT’ SSTV

    29,680 s/d 29,700 PHONE


    Pembagian segmen band frekuensi amatir radio80 l.jpg
    PEMBAGIAN SEGMEN BAND FREKUENSI AMATIR RADIO jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    VHF 6 METER

    50,000 s/d 54,000 CW

    50,000 s/d 50,100 BEACON

    50,100 s/d 51,000 PHONE

    51,000 s/d 52,000 DATA

    52,000 s/d 54,000 PHONE


    Pembagian segmen band frekuensi amatir radio81 l.jpg
    PEMBAGIAN SEGMEN BAND FREKUENSI AMATIR RADIO jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    VHF 2 METER

    144,000 s/d 148,000 CW

    144,000 s/d 144,100 E.M.E ( Pantulan Bulan )

    144,100 s/d 144,200 DATA

    144,200 s/d 144.280 EXPERIMENT

    144,280 s/d 144,380 SSB PHONE

    144,400 s/d 144,480 FM SIMPLEX

    145,000 CALL CHANNEL

    145,020 s/d 145,780 ORGANIZATION USE

    145,800 s/d 146,000 SATELLITE

    146,020 s/d 146,280 REPEATER INPUT

    146,300 s/d 146,600 FM SIMPLEX

    146,620 s/d 146,880 REPEATER OUTPUT

    146,900 s/d 148,000 FM SIMPLEX


    Pembagian segmen band frekuensi amatir radio82 l.jpg
    PEMBAGIAN SEGMEN BAND FREKUENSI AMATIR RADIO jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    UHF 0,70 METER

    430,000 s/d 440,000 CW

    430,000 s/d 431,000 SSB PHONE

    431,100 s/d 432,000 DATA

    432,000 s/d 432.080 E.M.E BEACON

    432,100 s/d 433,000 DATA

    433,020 s/d 433,320 REPEATER INPUT

    433,400 s/d 433,660 REPEATER OUTPUT

    433,680 s/d 433,800 FM SIMPLEX

    433,820 s/d 433,980 REPEATER OUTPUT

    434,020 s/d 434,980 FM SIMPLEX

    435,800 s/d 438,000 SATELLITE

    438,020 s/d 438,320 REPEATER OUTPUT

    438,340 s/d 438,660 REPEATER INPUT

    438,680 s/d 439,000 AUXILARY REPEATER LINK

    439,020 s/d 440,000 FM SIMPLEX


    Pembagian segmen band frekuensi amatir radio83 l.jpg
    PEMBAGIAN SEGMEN BAND FREKUENSI AMATIR RADIO jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    UHF 0,23 METER

    1.240 s/d 1.246 REPEATER OUTPUT

    1.246 s/d 1.254 PHONE SIMPLEX

    1.254 s/d 1.260 REPEATER INPUT

    1.260 s/d 1.270 SATELLITE

    1.270 s/d 1.275 PHONE

    1.275 s/d 1.280 REPEATER INPUT

    1.280 s/d 1.285 FM SIMPLEX

    1.285 s/d 1.290 REPEATER OUTPUT

    1.290 s/d 1.298 FM SIMPLEX

    UHF 0,12 METER

    2.300 s/d 2.450 CW

    2.340 s/d 2.450 PHONE


    Pembagian segmen band frekuensi amatir radio84 l.jpg
    PEMBAGIAN SEGMEN BAND FREKUENSI AMATIR RADIO jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    S.H.F

    3.300 s/d 3.500

    5.650 s/d 5.850

    10.000 s/d 10.500

    24.000 s/d 24.250

    E.H.F

    47.000 s/d 47.200

    75.500 s/d 81.000

    142.000 s/d 149.000

    241.000 s/d 250.000

    PEMBAGIAN SEGMEN AKAN TENTUKAN KEMUDIAN

    KELEBARAN EMISI UNTUK SEMENTARA TIDAK DIBATASI SELAMA MASIH BERADA DALAM BAND FREKUENSI AMATIR RADIO


    Slide85 l.jpg

    MODA jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    CW RTTY – AMTOR - MTTY PACKET RADIO - PSK31 - BPSK SSTV SSB – DSB - FM

    PANCARAN

    DIRECT ( POINT TO POINT ) REPEATER – DIGIPEATER – CROSS BAND REPEATER SATELITE PANTULAN BULAN, PLANET, MOTEOR DLL

    STATION

    FIX STATION MOBILE STATION HAND HAND TRCV


    Slide87 l.jpg

    DATALAH KEGIATAN KOMUNIKASI DALAM jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006 LOG BOOK

    Catatan harian kegiatan Komunikasi Radio

    Pasal 59 KM 49 Thn 2002

    Setiap saat perangkat Radio Amatir apabila digunakan baik dari lokasi tetap maupun bergerak maka pemilik IAR wajib mencatat dalam buku Log yang lembarannya diberi nomor urut dan tidak menggunakan kertas lembaran lepas

    Dokumen kegiatan

    Sumber Informasi

    Benda Kenangan

    Bahan untuk Membela diri

    FUNGSI


    Qsl card l.jpg

    KIRIM / JAWAB SEGERA jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    KONFIRMASI / BUKTI DARI SUATU KOMUNIKASI RADIO YANG TELAH DILAKUKAN

    QSL CARD

    FUNGSI

    PERSYARATAN MEMPEROLEH AWARD’S UJIAN KENAIKAN TINGKAT

    MERUPAKAN DOKUMENTASI KOMUNIKASI BENDA KENANGAN BENDA KEBANGGAAN

    DAPAT DIMANFAATKAN SEBAGAI MEDIA INFORMASI PROMOSI

    OC – 28 ITU 54 LOC OI33 YB1PR

    M. FAISAL ANWAR ( FAL )PO BOX 1096 JAKARTA 10001 - INDONESIA

    TO STATION CONFIRMING OUR QSO / SWL REPORT

    TRX IC 7800 ANT 3 BAND KLM

    TNX FR QSO HOPE CUAGN 73


    Slide89 l.jpg

    QSL CARD jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    BENTUK KARTU POS Ukuran 140 x 90 mm MAX 150 x 100 mm

    BERAT > 4 Gram

    OC – 28 ITU 54 LOC OI33 YB1PR

    M. FAISAL ANWAR ( FAL )PO BOX 1096 JAKARTA 10001 - INDONESIA

    TO STATION CONFIRMING OUR QSO / SWL REPORT

    TRX IC 7800 ANT 3 BAND KLM

    TNX FR QSO HOPE CUAGN 73


    Data qsl card l.jpg

    IDENTITAS jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    DATA QSL CARD

    OC – 28 ITU 54 LOC OI33 YB1PR

    M. FAISAL ANWAR ( FAL )PO BOX 1096 JAKARTA 10001 - INDONESIA

    DATA KOMUNIKASI

    TO STATION CONFIRMING OUR QSO / SWL REPORT

    INFO

    TRX IC 7800 ANT 3 BAND KLM

    TNX FR QSO HOPE CUAGN 73


    Slide91 l.jpg

    PENGIRIMAN QSL CARD jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    • DIRECT

      Pengiriman secara langsung ke Alamat Stasiun lawan atau ke Alamat QSL Managernya

    • VIA QSL BUREAU

      Pengiriman secara kolektif melalui Organisasi, dengan maksud untuk penghematan biaya pengiriman


    Slide92 l.jpg

    PENGIRIMAN QSL CARD jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    • DIRECT

    Pengiriman secara langsung ke Alamat Stasiun lawan atau ke Alamat yang ditentukan dengan maksud agar kartu QSL dapat diterima / dibalas dengan cepat

    DIPERLUKAN :

    Alamat Stasiun lawan Tanyakan pada saat QSO atau mencari pada Callbook

    Biaya pengiriman yang cukup


    Slide93 l.jpg

    PENGIRIMAN QSL CARD jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    • DIRECT

      Pengiriman secara langsung ke Alamat Stasiun lawan atau ke Alamat yang ditentukan dengan maksud agar kartu QSL dapat diterima / dibalas dengan cepat

    International Reply Coupon

    Green stamp

    DIPERLUKAN :

    Alamat Stasiun lawan Biaya pengiriman yang cukup

    TO. M. FAISAL AN, YB1PR

    PO BOX 1096 JKT 10001

    INDONESIA

    Bila menginginkan jawab segera sebaiknya kartu QSL dimasukan dalam Amplop dan lampirkan

    S.A.E (Self Addressed Envlope ) atau

    S.A.S.E (Self Addressed Stamp Envlope )


    Slide94 l.jpg

    PENGIRIMAN QSL CARD jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    • VIA QSL BUREAU

      Pengiriman secara kolektif dengan biaya yang murah

    KEUNTUNGAN

    TIDAK PERLU MENGETAHUI ALAMAT STASIUN LAWAN

    PENGIRIMAN MELALUI QSL BUREAU DIBUTUHKAN KESABARAN, KARENA AKAN MEMAKAN WAKTU AGAK LAMA

    BIAYA PENGIRIMAN YANG MURAH

    Dalam Negeri DIRECT Rp. 2.000,- Bureau Rp. 250,-

    Ke USA DIRECT Rp. 12.000,-Bureau Rp. 1.000,-

    QSL BIRO LUAR NEGERI

    QSL BIRO ORARI


    Slide95 l.jpg

    AMATEUR RADIO jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006 AWARD’S


    Slide96 l.jpg

    AMATEUR RADIO AWARD jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    MERUPAKAN TANDA PENGHARGAAN ATAS PRESTASI SEORANG AMATIR RADIO DALAM MELAKUKAN KEGIATAN BERKOMUNIKASI ATAU MONITORING ( SWL )

    DENGAN DEMIKIAN AMATEUR RADIO AWARD’S

    ADALAH

    BUKTI PRESTASI – BENDA KEBANGGAAN - BENDA KENANGAN DAN MERUPAKAN PRESTICE SEORANG AMATIR RADIO

    HAMPIR SELURUH NEGARA DI DUNIA

    MENERBITKAN AMATEUR RADIO AWARD


    Slide97 l.jpg

    UNTUK MEMPEROLEH AWARD jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    SETIAP AMATIR RADIO DAPAT MEMPEROLEH AWARD

    UNTUK MEMPEROLEH SEBUAH AWARD YANG BERSANGKUTAN HARUS MENGAJUKAN PERMOHONAN KEPADA AWARD MANAGER DENGAN MENGISI FORMULIR YANG DITENTUKAN DAN MELAMPIRKAN BUKTI KEGIATAN QSO ATAU KEGIATAN SWL BERUPA QSL CARD SERTA MEMBAYAR FEE YANG TELAH DITENTUKAN

    KETAHUI TERLEBIH DAHULU :

    NAMA AWARD

    SIAPA MANAGERNYA & DIMANA ALAMATNYA

    PERSYARATAN YANG DIMINTA

    BESARNYA FEE


    Slide98 l.jpg

    WORKED ALL INDONESIA AWARD (W.A.I.A) jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    DITERBITKAN OLEH ORARI PUSAT

    ALAMAT MANAGER PO BOX 1096 JAKARTA 10910

    BESARNYA FEE Anggota ORARI Rp. 60.000,- A.R. Manca Negara 8 US $ / 16 IRC

    PERSYARATAN

    memiliki QSL Card hasil QSO / SWL pada band HF dengan amatir radio seluruh WRA area di Indonesia ( Ø s/d 9 )

    untuk anggota ORARI 5 Station setiap WRA = 50 QSLcard dan setiap WRA harus termasuk YD,YC,YB

    untuk yg berasal dari Zone 28 3 Station setiap WRA = 30 QSLcard

    untuk yg diluar Zone 28 2 Station setiap WRA = 20 QSLcard


    Slide99 l.jpg

    WORKED THE EQUATOR AWARD (W.T.E.A) jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    DITERBITKAN OLEH ORARI PUSAT

    ALAMAT MANAGER PO BOX 1096 JAKARTA 10910

    BESARNYA FEE Anggota ORARI Rp. 60.000,- A.R. Manca Negara 8 US $ / 16 IRC

    PERSYARATAN

    memiliki QSL Card hasil QSO / SWL pada band HF dengan amatir radio dari negara yang dilalui Equator (katulistiwa)

    C2, HC, HC8, HK, KH1 & KH8, PP-PY, PYØ, S9, T30, T31, T32, TN TR, YB5, YB7, YB8, 5X, 5Z, 6O, 8Q, 9Q

    AWARD CLASS I CONFIRMED FROM 15 COUNTRIES INCLUDE YB5, YB7, YB8 AWARD CLASS II CONFIRMED FROM 12 COUNTRIES INCLUDE YB5, YB7, YB8AWARD CLASS III CONFIRMED FROM 8 COUNTRIES INCLUDE YB5, YB7, YB8


    Slide100 l.jpg

    WORKED ALL CONTINENT AWARD (W.A.C) jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    DITERBITKAN OLEH I.A.R.U Headquarter

    ALAMAT MANAGER Po Box AAA Newington Connecticut 06111 USA

    PERSYARATAN memiliki QSL Card hasil QSO pada band HF dengan amatir radio dari 6 BENUA ASIA – EUROPA – AFRICA - OCEANIA – NORTH AMERICA – SOUTH AMERICA

    menggunakan Formulir Khusus dan di Verifikasi oleh Organisasi anggota IARU


    Slide101 l.jpg

    DX CENTURY CLUB AWARD (DXCC) jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    DITERBITKAN OLEH A.R.R.L

    ALAMAT MANAGER Po Box AAA Newington Connecticut 06111 USA

    PERSYARATAN memiliki QSL Card hasil QSO pada band HF dengan amatir radio dari Min 100 Negara

    menggunakan Formulir Khusus

    seluruh QSL Card harus di kirim ke Award Manager untuk diperiksa


    Slide102 l.jpg

    KESIMPULAN jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    ORARI & KEGIATAN AMATIR RADIO

    ADALAH SUATU KEGIATAN INDIVIDU YANG BERMANFAAT BAIK BAGI PELAKU MAUPUN BAGI MASYARAKAT, BANGSA DAN NEGARA


    Slide103 l.jpg

    ORARI MEMILIKI POTENSI jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    SECARA INDIVIDU AMATIR RADIO

    • MENDAPATKAN DAN MENAMBAH PENGETAHUAN DAN WAWASAN

    • MENDAPATKAN KAWAN TANPA MELIHAT LATAR BELAKANG

    • MILIKI KESEMPATAN MENGABDI PADA BANGSA DAN NEGARA

    SDM

    • SDM yang Disiplin, Maju dan bermanfaat

    • Stasiun Radio yang tersebar di seluruh pelosok tanah air

    • Hak untuk menggunakan Frek. Radio 23.079.390 KHz

    • Koordinasi dengan Amatir Radio di Seluruh Dunia

    POTENSI


    Slide104 l.jpg

    PERAN AMATIR RADIO INDONESIA jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    DALAM MENANGGULANGI

    PERSOALAN-PERSOALAN BANGSA INDONESIA

    SARANA DAN PRASARANA KOMUNIKASI

    • S.D.M

    • PENGUASAAN PENGETAHUAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

    • INSTALASI & PERAWATAN PERALATAN KOMUNIKASI

    • PENGEMBANGAN SARANA DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

    • ( DIGITAL 2,4 GHz – REPEATER & DIGIPEATER – VOIP – SATELIT LAPAN DSB)

    ORARI MEMILIKI >

    MEMBERIKAN SUMBANGAN PEMIKIRAN YANG MEMBAHAS TENTANG REGULASI KOMUNIKASI BAIK DITINGKAT NASIONAL MAUPUN INTERNASIONAL


    Slide105 l.jpg

    PERAN AMATIR RADIO INDONESIA jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    DALAM MENANGGULANGI

    PERSOALAN-PERSOALAN BANGSA INDONESIA

    JARINGAN KOMUNIKASI

    ORARI MEMILIKI >

    STASIUN RADIO & OPERATOR

    YANG TERSEBAR DISELURUH PELOSOK TANAH AIR YANG SETIAP SAAT DAPAT DIMANFAATKAN

    • KOMUNIKASI PENANGGULANGAN BENCANA

    • SEBAGAI JARINGAN EARLY WARNING SYSTEM DAN JARINGAN KOMUNIKASI

    • OPERASI TANGGAP DARURAT

    • OPERASI REKONSTRUKSI

    • MENEMBUS WILAYAH YANG TERISOLIR

    • MEMBERIKAN DUKUNGAN KOMUNIKASI DALAM BERBAGAI EVENT ( PEMILU, PILPRES, PILKADA, ANGKUTAN LEBARAN, MTQ, JOTA, PON, DLL )


    Slide106 l.jpg

    PERAN AMATIR RADIO INDONESIA jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    DALAM MENANGGULANGI

    PERSOALAN-PERSOALAN BANGSA INDONESIA

    PENINGKATAN POTENSI WILAYAH & KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

    DENGAN KEGIATAN >

    DX’ing, QSL’ing, HAM Festival dll

    BERPERAN SEBAGAI MEDIA PROMOSI PARIWISATA DAN BUDAYA KEMANCA NEGARA GUNA PENINGKATAN POTENSI WILAYAH & KESEJAHTERAAN MASYARAKAT


    Slide107 l.jpg

    PERAN AMATIR RADIO INDONESIA jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    DALAM MENANGGULANGI

    PERSOALAN-PERSOALAN BANGSA INDONESIA

    PERSOALAN PERSATUAN BANGSA DAN PERSAHABATAN ANTAR BANGSA DI DUNIA

    AMATIR RADIO TIDAK BERPOLITIK ATAU SARA

    DENGAN AKTIFITAS KOMUNIKASI DAN KOORDINASI YANG TERTIB DAN SESUAI DENGAN KETENTUAN YANG BERLAKU AKAN TERCIPTA

    PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA SERTA MEMPERKOKOH PERSAHABATAN ANTAR BANGSA DI DUNIA


    Slide108 l.jpg

    AGAR PERAN AMATIR RADIO INDONESIA jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    DALAM MENANGGULANGI PERSOALAN BANGSA INDONESIA DAPAT TERSELENGGARA DENGAN BAIK

    SECARA INTERNAL

    AMATIR RADIO INDONESIA

    HARUS

    KOMPAK DAN MERAPATKAN BARISAN

    HINDARI PENGELOMPOKAN – PENGELOMPOKAN

    MAU MENGHORMATI PENDAPAT ORANG LAIN

    PERBEDAAN PENDAPAT HARUS DIJADIKAN SEBAGAI PEMICU PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN BUKAN PEMICU PERPECAHAN


    Slide109 l.jpg

    AGAR PERAN AMATIR RADIO INDONESIA jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    DALAM MENANGGULANGI PERSOALAN BANGSA INDONESIA DAPAT TERSELENGGARA DENGAN BAIK

    SECARA INTERNAL

    AMATIR RADIO INDONESIA

    HARUS

    MENGAMALKAN KODE ETIK SECARA KONSEKWEN DAN BERTANGGUNG JAWAB


    Slide110 l.jpg

    AGAR PERAN AMATIR RADIO INDONESIA jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    DALAM MENANGGULANGI PERSOALAN BANGSA INDONESIA DAPAT TERSELENGGARA DENGAN BAIK

    SECARA EKSTERNAL

    AMATIR RADIO INDONESIA

    SEYOGIANYA

    DI BINA, DIDUKUNG DAN DIFASILITASI


    Slide111 l.jpg

    DEMIKIANLAH jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006

    SEMOGA BERMANFAAT

    73

    CHERIOO