1 / 11

KECEPATAN

KECEPATAN. Kecepatan adalah besaran yang menunjukan jarak yang ditempuh kendaraan dibagi waktu tempuh .Biasanya dinyatakan dalam km/jam. Kecepatan rencana

bran
Download Presentation

KECEPATAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KECEPATAN • Kecepatan adalah besaran yang menunjukan jarak yang ditempuh kendaraan dibagi waktu tempuh .Biasanya dinyatakan dalam km/jam. • Kecepatan rencana • Kecepatan rencana adalah dipilih untuk keperluan perencanaan setiap bagian jalan raya seperti tikungan, kemiringan jalan ,jarak pandang dan lain-lain .

  2. Kecepatan yang dipilih tersebut adalah kecepatan tertinggi menerus dimana kendaraan dapat berjalan dengan aman dan keamanan itu sepenuhnya tergantung dari bentuk jalan. • Hampir semua rencana bagian jalan dipengaruhi oleh kecepatan rencana,baik secara langsung sepeti tikungan horizontal ,kemiringan melintang ditikungan ,jarak pandangan maupun seacara tak langsung seperti lebar jalur,lebar bahu, dan kebebasan melintang.

  3. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya kecepatan rencana adalah: • Keadaan terrain, Apakah datar, berbukit atau gunung • Untuk menghemat biaya tentu saja perencanaan jalan sepantasnya disesuaikan dengan keadaan medan.Sebaliknya fungsi jalan seringkali menuntut peencanaan jalan tidak sesuai dengan kondisi medan dan sekitarnya. Hal ini enyebabkan tingginya volume pekerjaan tanah. • Medan dikatakan datar jika kecepatan kendaraan truk sama atau mendekati kecepatan mobil penumpang.

  4. Spesifikasi standar untuk Perencanaan Geometrik Jalan Luar Kota dari Bipran, Bina Marga (Rancangan Akhir) memberikan ketentuan Dari klasifikasi medan seperti di atas, mudah di mengerti jika kecepatan rencana daerah datar lebih besar dari daerah perbukitan dan kecepatan didaerah perbukitan lebih besar dari daerah pegunungan.

  5. Sifat dan tingkat penggunan daerah. 1. Kecepatan rencana yang diambil akan lebih besar untuk jalan luar kota dari pada di daerah kota. 2. Jalan raya dengan volume tinggi dapat direncanakan dengan kecepatan tinggi, karena penghematan biaya operasi kendaraan dan biaya operasi lainnya dapat mengimbangi tambahan biaya akibat diperlukannya tambahan biaya untuk pembebasan tanah dan konstruksi.

  6. 3. Tetapi sebaliknya jalan raya dengan volume lalu lintas rendah tidak dapat direncanakan dengan kecepatan rendah,karena pengemudi memilih kecepatan bukan berdasarkan batasan fisik.

  7. 4. Kecepatan rencana 80 km/jam dilihat dari sifat kendaraan pemakai jalan, dan kondisi jalan, merupakan kecepatan rencana tertinggi untuk jalan tanpa pengawasan jalan masuk. 5. Sedangkan kecepatan rencana 20 km/jam merupakan kecepatan terendah yang masih mungkin untuk dipergunakan.

  8. 6. Untuk jalan tol, yaitu jalan dengan pengawasan penuh, kecepatan rencana yang dipilih dapat 80-100 km/jam. 7. Perubahan kecepatan rencana yang dipilih di sepanjang jalan tidak boleh terlalu besar dan tidak dalam jarak yang terlalu pendek. Perbedaan sebesar 10 km/jam dapat dipertimbangkan karena akan menghasilkan beda rencana geometrik

  9. VOLUMELALU LINTAS • Sebagai pengukur jumlah dari arus lalu lintas digunakan “Volume” Volume lalu lintas menunjukan jumlah kendaraan melintasi satu titik pengamatan dalam satuan waktu (hari,jam,menit) • Volume lalu lintas yang tinggi membutuhkan lebar perkerasan jalan yang lebih lebar,sehingga tercipta kenyamanan dan keamanan.

  10. Sebaliknya jalan yang terlalu lebar untuk volume lalu lintas rendah cenderung membahayakan, karena pengemudi cenderung mengemudikan kendaraannya pada kecepatan yang lebih tinggi sedangkan kondisi jalan belum tentu memungkinkan. Dan disamping itu mengakibatkan peningkatan biaya pembangunan jalan yang jelas tidak pada tempatnya.

  11. Satuan volume lalu lintas yang umum dipergunakan sehubungan dengan penentuan jumlah dan lebar lajuar adalah : • 1. Lalu lintas Harian Rata – Rata • 2. Volume Jam Perencanaan • 3. Kapasitas

More Related