TUMPANGSARI - PowerPoint PPT Presentation

tumpangsari n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
TUMPANGSARI PowerPoint Presentation
Download Presentation
TUMPANGSARI

play fullscreen
1 / 17
TUMPANGSARI
893 Views
Download Presentation
bly
Download Presentation

TUMPANGSARI

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. TUMPANGSARI PENGERTIAN SUATU METODE AGRISILVIKULTUR PADA PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN, KHUSUSNYA DI HUTAN JATI. SUATU BENTUK KERJASAMA PEKERJAAN UNTUK PERIODE TERBATAS, DIMANA TANAMAN PANGAN DITANAM MENUMPANG PADA TANAMAN POHON MUDA. TUMPANGSARI BARANGKALI TERMASUK PRAKTEK AGRISILVIKULTUR YANG BERSIFAT SEMENTARA.

  2. SEJARAH TUMPANGSARI TUMPANGSARI DIPERKENALKAN OLEH BUURMAN V. VREEDEN PADA TAHUN 1883 DI KPH PEMALANG JAWA TENGAH, SEBAGAI SISTIM PEMBUATAN TANAMAN JATI. PADA TAHUN 1907 TANAMAN SELA KEMLANDINGAN (LEUCAENA LEUCOCEPHALA) DIPERKENALKAN OLEH J. JASKI DAN TAHUN 1920 ACACIA VILOSA DIPERKENALKAN OLEH W. VERSLUYS, SEBAGAI TANAMAN SELA UNTUK TANAH-TANAH YANG KURAN SUBUR DAN MENDAPAT TEKANAN PENGGEMBALAAN LIAR YANG TINGGI.

  3. KEUNTUNGAN TUMPANGSARI DAPAT MENEKAN PERTUMBUHAN ALANG-ALANG DENGAN MENGGUNAKAN TANAMAN SELA KEMLANDINGAN DAN TERUS MENERUS DILAKUKAN PENYIANGAN OLEH PESANGGEM. BIAYA TANAMAN YANG RELATIF RENDAH. DAPAT MEMBANTU PETANI TUNAKISMA (TIDAK BERLAHAN) ATAU LAHANNYA SANGAT SEMPIT.

  4. PERKEMBANGAN TUMPANGSARI TUMPANGSARI INMAS TUMPANGSARI BIBIT UNGGUL, PENGOLAHAN DAN KTA YANG LEBIH BAIK, PUPU DAN PESTISIDA, PEMILIHAN WAKTU TANAM DAN PEMUPUKAN YANG TEPAT. TUMPANGSARI SELAMA DAUR DAPAT DILAKUKAN SELAMA DAUR TANAMAN POKOK, DENGAN SYARAT BAHWA PARA PESANGGEM MENANAM DAN MEMELIHARA TANAMAN POKOK DENGAN BAIK. PROGRAM INI DIDAHULUI DENGAN STUDI DIAGNOSIS. JARAK TANAMAN POKOK LEBIH LEBAR: JENIS RINDANG (6 X 2 m), JENIS STENGAH RINDANG (5 x 2 m DAN 5 x 3 m), JENIS TIDAK RINDANG (4 x 2 m DAN 4 x 3 m). TANAMAN SEMUSIM, TANAMAN PENGISI, TANAMAN SISIPAN, TANAMAN TEPI, TANAMAN PAGAR. TANAMAN SELA (LAMTORO, KALIANDRA, GAMAL, FLEMINGIA, RUMPUT-RUMPUTAN: SETARIA, HAMILTON DAN NENAS).

  5. TUMPANGSARI EMPANGPARIT SUATU USAHA PENANAMAN DALAM RANGKA MEREHABILITASIKAN HUTAN-HUTAN MANGROVE. POLA TAMBAK TUMPANGSARI DAPAT BERMACAM-MACAM TERGANTUNG DARI LINGKUNGANNYA. PERBANDINGAN ANTARA BAGIAN PARIT, TEMPAT MEMELIHARA IKAN DAN BAGIAN DARATAN, TEMPAT POHON-POHON MANGROVE DITANAMAN, PADA UMUMNYA 20% DAN 80%. MASING-MASING PETANI EMPANGPARIT MENDAPAT BAGIAN 4 – 5 ha. UNTUK MENDAPATKAN HASIL YANG BAIK, SEBAIKNYA LEBAR PARIT 3 – 5 m.

  6. TUJUAN PELAKSANAAN TUMPANGSARI MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS LAHAN HUTAN TANAMAN SEHINGGA KUALITAS TANAMAN POKOK, PRODUKSI TANAMAN TUMPANGSARI DAN KESUBURAN TANAH MENINGKAT. MENINGKATKAN LAPANGAN KERJA DAN PERAN SERTA MASYARAKAT SETEMPAT DALAM PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN SECARA PARTISIPATIF, BAIK SECARA PERORANGAN MAUPUN MELALUI KELEMBAGAANNYA. MEMBANTU PENYEDIAAN PANGAN BAGI WILAYAH SEKITAR HUTAN PRODUKSI. MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT SETEMPAT YANG TINGGAL DI DALAM DAN SEKITAR HUTAN PRODUKSI MELALUI PEMANFAATAN LAHAN SELA DALAM PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN.

  7. SASARAN KEGIATAN TUMPANGSARI TERBINA DAN TERORGANISASINYA MASYARAKAT SETEMPAT DALAM WADAH KELOMPOK TANI HUTAN SEBAGAI PESERTA TUMPANGSARI DALAM PENGUSAHAAN SISTEM PENGUSAHAAN HUTAN. TERSEDIANYA PANGAN BAGI MASYARAKAT DI WILAYAH SETEMPAT. TERLAKSANANYA UPAYA/TINDAKAN KONSERVASI TANAH DALAM PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN. TERCIPTANYA SUATU KONDISI OPTIMALISASI LAHAN PADA AREAL PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN.

  8. AREAL TUMPANGSARI AREAL TUMPANGSARI ADALAH LAHAN SELA ANTARA LARIKAN TANAMAN PADA BLOK TANAMAN DALAM PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN YANG DAPAT DIMANFAATKAN SELAMA JANGKA WAKTU 2 (DUA) TAHUN. PESERTA TUMPANGSARI PESERTA TUMPANGSARI ADALAH MASYARAKAT SETEMPAT YANG TINGGAL DI DALAM DAN DI SEKITAR HAK PENGUSAHAAN TANAMAN, ATAU MASYARAKAT TRANSMIGRASI YANG TINGGAL DI SEKITAR AREAL KERJA HAK PENGUSAHAAN HUTAN TANAMAN ATAU KARYAWAN PERUSAHAAN PEMEGANG HAK PENGUSAHAAN HUTAN TANAMAN YANG MERUPAKAN TENAGA KERJA YANG DIDATANGKAN OLEH PERUSAHAAN DARI WILAYAH SEKITARNYA.

  9. PERENCANAAN TUMPANGSARI RENCANA TUMPANGSARI MERUPAKAN ACUAN PELAKSANAAN KEGIATAN YANG DISUSUN BERSAMA SETIAP TAHUN ANTARA PEMEGANG HAK PENGUSAHAAN HUTAN TANAMAN DENGAN PESERTA TUMPANGSARI. RENCANA TUMPANGSARI YANG TELAH DISUSUN DAN DISEPAKATI BERSAMA TERSEBUT DITUANGKAN DALAM RENCANA KERJA TAHUNAN PENGUSAHAAN HUTAN TANAMAN (RKT-PHT). RENCANA TUMPANGSARI YANG DISUSUN BERISIKAN: LOKASI, LUAS, JENIS TANAMAN TUMPANGSARI, PESERTA TUMPANGSARI, ANGGARAN/BIAYA DAN LAIN-LAIN, ATAU SESUAI DENGAN KESEPAKATAN DAN ATURAN YANG BERLAKU SERTA TIDAK MERUSAK TUJUAN PEMBUATAN HUTAN ATAU TANAMAN POKOKNYA.

  10. JENIS TANAMAN TUMPANGSARI YANG DIANJURKAN TANAMAN POKOK BERUMUR 0 – 2 TAHUN DENGAN JARAK TANAM 2 x 2 m/ 3 x 3 m. TANAMAN PANGAN PADI GOGO MISAL VARIETAS JAILUHUR, DODOKAN/ LOKAL JENIS KACANG-KACANGAN: KACANG TANAH, KEDELAI, KACANG HIJAU, KACANG TUNGGAK, KACANG PANJANG. JAGUNG UBI JALAR SEMANGKA KENTANG HITAM/ KUMELI NANAS SAYUR-SAYURAN WIJEN BENGKUANG SORGHUM WALUH KUNING

  11. TANAMAN OBAT DAN REMPAH-REMPAH PULEPANDAK NILAM MENTHA KUNYIT KUMIS KUCING JAHE KENCUR LAIN-LAIN RUMPUT PAKAN TERNAK

  12. TANAMAN POKOK BERUMUR 3 – 5 TAHUN DENGAN JARAK TANAM TIDAK DIJARANGKAN TANAMAN PANGAN GANYONG GARUT ILES-ILES GADUNG TANAMAN OBAT DAN REMPAH-REMPAH PULEPANDAK GAMBIR LENGKUAS KUNYIT TEMU LAWAK

  13. JARAK TANAM DIJARANGKAN MENJADI 4 x 4 m/ 6 x 6 m TANAMAN PANGAN GANYONG GARUT ILES-ILES GADUNG NANAS TALAS SAYUR-SAYURAN TANAMAN OBAT DAN REMPAH-REMPAH PULEPANDAK PANILI KEMUKUS CABE JAMU LADA KAPULOGO LENGKUAS KUNYIT JAHE KUMIS KUCING LEMPUNYANG TANAMAN INDUSTRI PISANG ABACA RAMI

  14. TANAMAN TUMPANGSARI YANG TIDAK DIANJURKAN KETELA POHON PISANG BUAH TEBU RUMPUT GAJAH SEREH WANGI JENIS TANAMAN INI TIDAK DIANJURKAN KARENA BANYAK MENYERAP UNSUR HARA, SEHINGGA MENGURANGI KESUBURAN TANAH.

  15. KEWAJIBAN DAN PELAKSANAAN TUMPANGSARI KEWAJIBAN PEMEGANG HPH TANAMAN WAJIB MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DI SEKITAR DAN DI DALAM HUTAN PRODUKSI DAN ATAU DI SEKITAR AREAL KERJANYA ANTARA LAIN UNTUK MELAKSANAKAN KEGIATAN TUMPANGSARI. KEWAJIBAN PELAKSANAAN TUMANGSARI SETIAP TAHUNNYA MINIMAL 20% DARI LUAS TANAMAN POKOK YANG DIRENCANAKAN UNTUK DITANAM. KEWAJIBAN INI TIDAK BERLAKU BAGI AREAL BERAWA DAN HUTAN TANAMAN SAGU. PESERTA TUMPANGSARI WAJIB MELAKSANAKAN KEGIATAN TUMPANGSARI SESUAI PERJANJIAN YANG TELAH DISEPAKATI BERSAMA DENGAN PEMEGANG HPH TANAMAN. DIDAMPING ITU PESERTA JUGA WAJIB MEMELIHARA TANAMAN POKOK KEHUTANAN.

  16. PELAKSANAAN TUMPANGSARI PELAKSANAAN KEGIATAN TUMPANGSARI PADA DASARNYA DILAKSANAKAN OLEH KELOMPOK TANI HUTAN YANG BERLAKU SEBAGAI WADAH PARA PESERT TUMPANGSARI. DISAMPING SEBAGAI PESERTA TUMPANGSARI MASYARAKAT SETEMPAT JUGA SEBAGAI TENAGA KERJA DALAM PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN. SEDANGKAN PERUSAHAAN HPH TANAMAN SEBAGAI PENDAMPING MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN TUMPANGSARI: PENYANDANG/ PENYEDIA DANA KEGIATAN. PEMBIMBING MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN. MEMBANTU PEMASARAN HASIL PRODUKSI TUMPANGSARI MELALUI LEMBAGA KOPERASI YANG ADA DI LOKASI SETEMPAT. PELAKSANAAN TUMPANGSARI DILAKUKAN DALAM BENTUK KONTRAK ATAU PENJANJIAN KERJA ANTARA PESERTA TUMPANGSARI DALAM WADAH KELOMPOK TANI HUTAN DENGAN PEMEGANG HPH TANAMAN. KONTRAK ATAU PERJANJIAN KERJA TUMPANGSARI TERSEBUT POLA DASARNYA BERISI HAK DAN KEWAJIBAN MASING-MASING PIHAK BAIK DALAM PELAKSANAAN TUMPANGSARI MAUPUN DALAM PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN.

  17. PESERTA TUMPANGSARI DISAMPING MEMPEROLEH MANFAAT HASIL PERTANIAN YANG DIPEROLEH DALAM PELAKSANAAN TUMPANGSARI JUGA MEMPEROLEH UPAH SEBAGAI TENAGA KERJA DALAM PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN SEBAGAI AKIBAT PEMELIHARAAN/ PENGAMAN TANAMAN POKOK MEREKA. UNTK KELANCARAN DAN KEBERHASILAN PELAKSANAAN TUMPANGSARI PEMEGANG HPH TANAMAN WAJIB MENYEDIAKAN BANTUAN BERUPA SARANA PRODUKSI DALAM BENTUK BENIH/ BIBIT TANAMAN, PUPUK, PESTISIDA SERTA PERALATAN PERTANIAN DAN LAIN-LAIN DALAM ANGGARAN TUMPANGSARI. PENYALURAN SARANA PRODUKSI OLEH PEMEGANG HPH TANAMAN DILAKUKAN KELOMPOK TAHI HUTAN SETELAH KONTRAK/ PERJANJIAN KERJA DITANDATANGANI KEDUA BELAH PIHAK.