1 / 21

ILMU TANAH

ILMU TANAH. BAB V Proses Perkembangan Tanah. Pengampu Matakuliah/Klas:. Dwi Priyo Ariyanto. Bab V. Proses Perkembangan Tanah. V. PROSES PERKEMBANGAN TANAH. Batuan Induk Tanah. Bahan Induk Tanah. Tanah. Pelapukan. Perkembangan Tanah. A. Perkembangan Profil Azasi

blue
Download Presentation

ILMU TANAH

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. ILMU TANAH BAB V Proses Perkembangan Tanah Pengampu Matakuliah/Klas: Dwi Priyo Ariyanto

  2. Bab V. Proses Perkembangan Tanah

  3. V. PROSES PERKEMBANGAN TANAH Batuan Induk Tanah Bahan Induk Tanah Tanah Pelapukan Perkembangan Tanah • A. Perkembangan Profil Azasi • Mencakup proses-proses : • Akumulasi bo  membentuk horison O • Eluviasi/pencucian  membentuk horison A • Iluviasi/pengendapan  membentuk horison B • Diferensiasi horison

  4. a. Proses Pembentukan Horison O • Penimbunan bo di permukaan tanah • Bo terdekomposisi : • Terhumifikasi  membentuk humus • Termineralisasi  membentuk mineral; H2O; CO2; dan gas lain • Di daerah : • humid tropik & sub tropik  CH & suhu tinggi  dekomposisi intensif  hor. O tidak tebal, mengandung garam karbonat  pH tidak begitu masam • humid sedang & dingin  suhu rendah  dekomposisi lamban  penimbunan bo  hor. O tebal & masih mentah dengan pH masam

  5. b. Proses Pembentukan Horison A Sifat/karakteristik hor. A ditentukan : • Sifat larutan pelindi • Sifat bahan tanah Larutan Dari Hor. O Bahan Tanah Di Bawahnya Hor. A Lapisan tanah yang mengalami pencucian Melindi Reagent Residu (hor. Eluviasi) Obyek

  6. c. Proses Pembentukan Horison B • Materi hasil pencucian dari hor. A akan diendapkan ke lapisan bawah, pada horison iluviasi/hor. B • Karakteristiknya sangat khas, karena tempat akumulasi bahan-bahan organik halus, basa-basa, lempung & senyawa-senyawa lain dari atasnya

  7. d. Diferensiasi Horison • Di bawah hor. B  hor. C yg merupakan bahan batuan induk yg telah lapuk, tapi belum mengalami perkembangan profil  horison batuan induk tanah (hor. C) • Lapisan paling bawah berupa batuan induk yg masih utuh  horison R O  hor. organik A  hor. mineral organik E hor. eluviasi/pencucian B  hor. iluviasi/pengendapan C  hor. bahan induk tanah R  hor. batuan induk tanah Profil tanah yg berkembang lengkap

  8. Profil Tanah O A E O A Bt E B R C

  9. Jadi penyebab utama diferensiasi horison adalah larutan tanah yg membawa bahan2 dari horison O & horison A diendapkan di horison B  larutan tanah merupakan ajang dinamika proses perkembangan tanah

  10. B. Perkembangan Profil Khusus  proses2 khusus perkembangan tanah azasi  akan terbentuk jenis2 tanah tertentu a. Latosolisasi/Laterisasi/Feralitisasi • CH & suhu tinggi (di daerah humid tropik & sub tropik)  dekomposisi BO intensif  asam karbonat terbentuk  mampu mencuci hampir habis basa-basa, silika & bo halus  residu berapa penimbunan oksida2 Fe, Al & Mn berwarna merah yg tebal (hor. B) • Tanah yg terbentuk latosol, laterik & mediteran merah kuning

  11. b. Podsolisasi/Silisisasi • CH yang tinggi & suhu rendah dg vegetasi lebat (di daerah humid sedang & dingin)  dekomposisi lambat  terbentuk larutan sangat masam  mencuci hampir semua unsur2 kecuali silika (berupa kuarsa) sebagai residu yg berwarna pucat • Dihasilkan tanah podsol yg berwarna pucat

  12. c. Kalsifikasi • Proses penyebaran CaCO3 & MgCO3 dlm profil • CH sedikit dg vegetasi rumput/semak  perkolasi air terbatas  air tidak mampu menghanyutkan semua kapur ke lapisan tanah basah

  13. d. Gleisasi • Keadaan lembab & basah yg silih berganti  terjadi proses redoks senyawa besi  kelarutan Ca, Mg & Mn tinggi • Terjadi tanah dg warna kelabu kebiruan dg beberapa motling/bercak di sana-sini e. Hidromorfik • Keadaan yg selalu jenuh air (pada daerah rendah)  anaerob  proses reduksi • Kondisi yg selalu tereduksi menghasilkan tanah hidromorfik dg warna hampir seragam kelabu-biru

  14. f. Pembentukan Tanah Gambut • Topografi & iklim yg mendukung  BO segar lebih banyak & dekomposisi lambat  pelonggokan BO yg sangat tebal  dibedakan 3 jenis tanah gambut: • Gambut pantai yg ombrogen  tanah di hutan yg berawa-rawa / lebih banyak dipengaruhi air hujan • Gambut topogen  di daerah cekungan di pegunungan / dipengaruhi air tanah • Gambut pegunungan  bekas kawah pegunungan yg menjadi paya-paya

  15. Semakin Miskin i Mineral Gambut Proses Pembentukan Gambut

  16. Air Hujan Ombrogen Transisi Topogen Air Tanah (banyak unsur Ca, Mg, Na, K dll)

  17. g. Salinisasi & Desalinisasi • Di daerah kering & agak kering  CH tinggi & penguapan tinggi  akunulasi garam2 clorida, sulfat, nitrat & karbonat dari basa alkali & alkali tanah di permukaan tanah  terbentuk tanah garaman (solonchak) • Drainase tinggi  solonchak  disalinisasi  tanah Chesnut h. Alkalisasi & Dealkalisasi • Proses menghasilkan pH tinggi karena akumulasi garam karbonat & bikarbonat dg Na  tanah solonetz • Jika drainase tinggi  terbentuk tanah Soloth  prosesnya disebut Solodisasi

  18. i. Alterasi • Merupakan proses pelapukan fisik maupun kimia yg merupakan langkah awal dari pembentukan tanah • Terbentuk mineral2 baru hasil rentetan proses perombakan, pemindahan & pembentukan senyawa baru j. Lixirikasi • Proses pencucian lempung ke bawah, tertimbun pada hor. B • Lempung menyumbat/menempati ruang pori2 atau menyelimuti (coating) butir2 tanah pada horizon B

  19. Jelaskan yang dimaksud dengan: • Tekstur tanah • Struktur tanah • Konsistensi tanah • Permeabilitas • Kadar lengas tanah

  20. See you Next Week InsyaAllah

More Related