normalisasi n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Normalisasi PowerPoint Presentation
Download Presentation
Normalisasi

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 37

Normalisasi - PowerPoint PPT Presentation


  • 269 Views
  • Uploaded on

1. Normalisasi. 2. Tujuan Pembelajaran. Memahami pentingnya normalisasi . Memahami normalisasi bentuk pertama (1NF). Memahami aturan pembuatan normalisasi 1NF. Memahami normalisasi bentuk kedua (2NF) Memahami aturan normalisasi 2NF Memahami normalisasi bentuk ketiga (3NF)

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Normalisasi' - blake-jennings


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
tujuan pembelajaran

2

Tujuan Pembelajaran
  • Memahamipentingnyanormalisasi.
  • Memahaminormalisasibentukpertama (1NF).
  • Memahamiaturanpembuatannormalisasi 1NF.
  • Memahaminormalisasibentukkedua (2NF)
  • Memahamiaturannormalisasi 2NF
  • Memahaminormalisasibentukketiga (3NF)
  • Memahaminormalisasi Boyce-Codd Normal Form (BCNF)
pentingnya normalisasi

3

Pentingnya Normalisasi
  • Karena adanya struktur database yang kurang bagus
    • Data yang sama tersimpan di beberapa tempat (file atau record)
    • Ketidakmampuan untuk menghasilkan informasi tertentu
    • Terjadi kehilangan informasi
    • Terjadi adanya redundansi (pengulangan) atau duplikasi data sehingga memboroskan ruang penyimpanan dan menyulitkan saat proses updating data
    • Adanya NULL VALUE
tujuan normalisasi

4

Tujuan Normalisasi
  • Tujuan normalisasi adalah menyempurnakan struktur table menjadi lebih baik
  • Bentuk normalisasi yang sering digunakan adalah 1st NF, 2nd NF, 3rd NF, dan BCNF
functional dependency fd

5

FUNCTIONAL DEPENDENCY (FD)
  • Untuk melakukan normalisasi, harus bisa menentukan terlebih dahulu Functional Dependency (FD) atau KetergantunganFungsional, khususnya dalam melakukan dekomposisi rancangan database.
  • Functional Dependency (FD) dapat disimbolkan dengan:

A  B : artinya B memiliki ketergantungan dengan A

  • Berarti A secara fungsional menentukan B atau B secara fungsional tergantung pada A.
functional dependency fd1

6

FUNCTIONAL DEPENDENCY (FD)
  • Contoh:

Functional Dependency:

  • NRP  Nama
  • Mata_Kuliah, NRP  Nilai

Non Functional Dependency:

  • Mata_Kuliah  NRP
  • NRP  Nilai
normalisasi 1nf

7

NORMALISASI 1NF

1st Normal Form (1NF)

  • Merubahdaribentuktabeltidak normal (unnormalized table) menjadibentuknormal (1NF).
  • Suaturelasi R disebut1st NFjikadanhanyajikakondisitablenyadariunnormalizeddirubahkebentuknormaldengankondisisemua attribute value-nyaharusatomic (tidakbolehada attribute yang composit /multivalue)
unnormalized table tabel tidak normal

8

Unnormalized table (tabel tidak normal)

Suatu tabel dikatakan unnormalized jika :

  • Mempunyai penggandaan field yang sejenis

Contoh :

Tabel dibawah adalah tabel siswa mengambil mata kuliah

SISWA

  • Elemen datanya memungkinkan untuk null value (kosong)

Contoh :

Tabel yang mencatat No. SIM yang dimiliki siswa

SISWA_SIM

tabel dalam bentuk normal 1nf jika

9

Tabel dalam bentuk normal 1NF, jika …
  • Suatu tabel dikatakan berada pada bentuk normal I jika ia tidak berada pada bentuk unnormalized table, dimana terjadi penggandaan field yang sejenis dan memungkinkan ada field yang null (kosong)

SISWA

SIM

latihan soal

10

Latihan Soal
  • Apakahbentukrelasi table Department sudahmemenuhi normal 1 (1NF)? Jikabelumnormalisasikan.
  • Apakahbentukrelasi table Emp_Projsudahmemenuhi normal 1 (1NF)? Jikabelumnormalisasikan.
normalisasi 2nf

11

NORMALISASI 2NF

2st Normal Form (2NF)

  • Normalisasi 2NF: jika tabel berada dalam bentuk NormalPertama (1NF) dan setiap atribut bukan kuncibergantungpenuh pada kunci primer.
  • Sehingga tidak ada atribut bukan kunci yang bergantung pada sebagian (parsial) kunci primer.
syarat 2 st normal form 2nf

12

Syarat 2st Normal Form (2NF)

Syarat 2st Normal Form (2NF):

  • Memenuhi kriteria tabel NormalI (1NF)
  • Di dalam tabel tersebut tidak ada Redundansi / Pengulangan data dan Null Value.
  • Field-field yang bukan PK adalah Full Dependent (bergantung penuh) pada PK.
contoh 2nf

13

Contoh 2NF:
  • Suatu format tabel Normal I (1NF) : (menghilangkanRedundansi)
  • Bentuk Normal II (2NF) : (Decompose)
ilustrasi 2nf

14

Ilustrasi 2NF
  • Suatu format tabel Normal I (1NF) : (menghilangkanRedundansi)
  • Bentuk Normal II (2NF) : (Decompose)
normalisasi 3nf

15

NORMALISASI 3NF

3rd Normal Form (3NF)

  • Suatu relasi R disebut normalIII (3rd NF) jika berada dalam bentuk normalII (2nd NF) dan tidak dijumpai adanya ketergantungantransitif (Transitive Dependency).
  • KebergantunganTransitif (Transitive Dependency) adalah ketergantungan fungsional antara 2 (atau lebih) atribut bukan key (kunci).
syarat 3nf

16

Syarat 3NF

Syarat 3NF:

  • Harus berada dalam bentuk normal II (2NF).
  • Ketergantungan field-field yang bukan PK adalah harus secara mutlak (full-dependent). Artinya harus tidak adatransitivedependency (ketergantungan secara transitif).
contoh 3nf

17

Contoh 3NF:
  • Bentuk Normal keDua (2NF):

Tabel di samping sudah masuk dalam bentuk Normal 2. Akan tetapi kita lihat bahwa field NamadanNilaiadalahFull-Dependent terhadap NRPyang bertindak sebagai PK. Berbeda dengan field Keterangan di atas yang Dependent kepada NRP akan tetapi TidakMutlak. Ia lebih dekat ketergantungannya dengan field Nilai. Karena field NilaiDependent kepada NRP dan field KeteranganDependent kepada Nilai, maka field Keterangan juga dependent kepada NRP. Ketergantungan yang demikian ini yang dinamakan Transitive-Dependent (dependent secara transitif atau samar/tidak langsung). Untukitudilakukan Normalisasi III (3NF).

  • Bentuk Normal ke Tiga (3NF) :
boyce codd normal form bcnf

18

Boyce-Codd Normal Form (BCNF)
  • Secara praktis, tujuan rancangan database adalah cukup sampai pada 3NF. Akan tetapi untuk kasus-kasus tertentu kita bisa mendapatkan rancangan yang lebih baik lagi apabila bisa mencapai ke BCNF.
  • BCNF ditemukan oleh: R.F. Boyce dan E.F. Codd
  • Suatu relasi R dikatakan dalam bentuk BCNF: jika dan hanya jika setiap AtributKunci (Key) pada suatu relasi adalah KunciKandidat (CandidateKey).
  • KunciKandidat (CandidateKey) adalah atribut-atribut dari entitas yang mungkin dapat digunakan sebagai kunci (key) atribut.
  • BCNF hampir sama dengan 3NF, dengan kata lain setiap BCNF adalah 3NF.
contoh bcnf

19

Contoh BCNF
  • Normal II (2NF) :
  • Normal III (3NF) atau BCNF
implementasi basis data1

21

Implementasi basis data
  • Merupakanupayamembangun basis data fisik yang ditempatkandalammemorisekunder (disk) denganbantuan DBMS
  • Diawalidenganmelakukantransformasi model data keskema/struktur basis data
  • Diagram E-R ditransformasike basis data secarafisik
  • Himpunanentitasdanrelasiditransformasiketabel-tabel (file-file data)
  • Atribut-atributdarihimpunanentitasdanrelasiditransformasike field-field daritabel yang sesuai
transformasi model data ke basis data fisik

22

Transformasi model data ke basis data fisik
  • Transformasi umum/dasar
  • Implementasi himpunan entitas lemah dan sub entitas
  • Implementasi relasi tunggal (unary relation)
  • Implementasi relasi multi entitas (N-ary relation)
  • Implementasi relasi ganda (redundant relation)
  • Implementasi spesialisasi dan generalisasi
  • Implementasi agregasi
transformasi umum dasar

nim

nama_mhs

Mahasiswa

alamat_mhs

tgl_lahir

23

Transformasi umum/dasar

Tabel Mahasiswa

Transformasi himpunan entitas dan atribut ke basis data fisik

transformasi umum dasar1

kode_dos

alamat_dos

kode_jur

nama_jur

kode_dos

kode_jur

mengepalai

1

1

Dosen

Jurusan

nama_dos

24

Transformasi umum/dasar

field yang ditambahkan dari relasi “mengepalai”

Tabel Dosen

Tabel Jurusan

Transformasi relasi satu ke satu ke basis data fisik

transformasi umum dasar2

nama_dos

kode_dos

kode_kul

nama_kul

kode_dos

kode_kul

mengajar

1

N

Dosen

Kuliah

alamat_dos

waktu

tempat

sks

semester

27

Transformasi umum/dasar

field yang ditambahkan dari relasi “mengajar”

Tabel Dosen

Tabel Kuliah

Transformasi relasi satu ke banyak ke basis data fisik

transformasi umum dasar3

nim

nama_mhs

kode_kul

nama_kul

kode_kul

nim

mempelajari

N

N

Mahasiswa

Kuliah

alamat_mhs

tgl_lahir

indeks_nilai

sks

semester

29

Transformasi umum/dasar

Tabel khusus yang mewakili himpunan relasi

Tabel Mahasiswa

Tabel mempelajari/tabel nilai

Tabel Kuliah

Transformasi relasi banyak ke banyak ke basis data fisik

implementasi himpunan entitas lemah

nim

nama_ortu

nama_ortu

1

memiliki

Orang tua

nim

alamat_ortu

1

nama_mhs

Mahasiswa

alamat_mhs

nim

hobbi

1

N

tgl_lahir

menyenangi

hobbi

Hobbi

30

Implementasi himpunan entitas lemah

Tabel Mahasiswa

Tabel Orang tua

Tabel Hobbi

implementasi sub entitas hasil spesialisasi

nama_dos

alamat_dos

Dosen

ISA

nik

nama_kantor

pangkat

Dosen tetap

Dosen tidak tetap

alamat_kantor

tgl_masuk

31

Implementasi sub entitas hasil spesialisasi

Tabel Dosen

Tabel Dosen Tidak Tetap

Tabel Dosen Tetap

Key yang diambil dari key himpunan entitas utamanya

implementasi relasi tunggal unary relation

nama_dos

nama_dos

1

Dosen

mendampingi

N

kode_kul

kode_kul

N

kuliah prasyarat

kuliah

N

32

Implementasi relasi tunggal (unary relation)

Tabel Dosen

Tabel Kuliah

Tabel Prasyarat Kuliah

implementasi relasi multi entitas n ary relation

nama_dos

kode_kul

kode_kul

nama_dos

pengajaran

Dosen

Kuliah

kode_ruang

waktu

Ruang

kode_ruang

kapasitas

nama_ruang

33

Implementasi relasi multi entitas (N-ary relation)

Tabel Kuliah

3 buah field yang mewakili relasi pengajaran

implementasi relasi multi entitas n ary relation1

34

Implementasi relasi multi entitas (N-ary relation)

Bila satu kuliah mungkin diselenggarakan lebih dari satu kali dalam seminggu dan di ruang yang berbeda

Tabel Kuliah

Tabel Pengajaran/jadwal

implementasi relasi ganda redundant relation

nama_dos

kode_kul

mengajar

1

N

waktu

tempat

Kuliah

Dosen

N

N

menguasai

kode_kul

nama_dos

35

Implementasi relasi ganda (redundant relation)

Tabel Kuliah

Tabel Dosen

Tabel Menguasai

implementasi spesialisasi dan generalisasi

generalisasi

Mahasiswa

ISA

Mahasiswa D3

Mahasiswa S1

36

Implementasi spesialisasi dan generalisasi

Tabel Mahasiswa

implementasi agregasi

N

N

N

nim

kode_kul

mempelajari

Kuliah

Mahasiswa

mengikuti

N

kode_pra

nilai

praktikum

kode_pra

jumlah_jam

nama_pra

37

Implementasi agregasi

Tabel Mempelajari/nilai

Tabel Praktikum

Tabel Mengikuti