1 / 33

SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

Ajiedu.wordpress.com. SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA. Proses Pengeluaran. B er dasarkan zat yang dibuang, proses pengeluaran pada manusia dibedakan menjadi: Defekasi: pengeluaran zat sisa hasil pencernaan (feses) Ekskresi: pengeluaran zat sisa hasil metabolisme (CO 2 , keringat dan urine)

bernad
Download Presentation

SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Ajiedu.wordpress.com SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

  2. Proses Pengeluaran Berdasarkan zat yang dibuang, proses pengeluaran pada manusia dibedakan menjadi: • Defekasi: pengeluaran zat sisa hasil pencernaan (feses) • Ekskresi: pengeluaran zat sisa hasil metabolisme (CO2, keringat dan urine) • Sekresi: pengeluaran getah yang masih berguna bagi tubuh (enzim dan hormon)

  3. Sistem Ekskresi • Adalah sistem pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang tidak berguna bagi tubuh dari dalam tubuh, seperti: • Menghembuskan gas CO2 ketika kita bernafas • Berkeringat • Buang air kecil (urine)

  4. Alat-alat Ekskresi Alat-alat ekskresi pada manusia meliputi: • Ginjal • Hati • Kulit • Paru-paru

  5. Ginjal (ren) • Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di depan sebelah kiri dan kanan tulang belakang bagian pinggang.

  6. Struktur Ginjal glomerulus Pembuluh kapiler korteks Arteri ginjal Medula/ Sumsum ginjal Vena ginjal ureter Saluran pembawa Hasil penyaringan

  7. Struktur Ginjal Kulit Ginjal (korteks) Pada Korteks terdapat banyak nefron atau penyaring. Setiap nefron terdiri dari badan malpigi dan tubulus glomerulus. Glomerulus merupakan anyaman pembuluh darah kapiler. Glomerulus dibungkus oleh kapsula Bowman Kapsula Bowman glomerulus Pembuluh kapiler korteks

  8. Struktur Ginjal Sumsum Ginjal (medula) Sumsum ginjal terdiri dari tubulus konturtus Medula/ Sumsum ginjal tubulus konturtus

  9. Struktur Ginjal Rongga Ginjal (pelvis renalis) Pada rongga ginjal bermuara pembuluh-pembuluh. Dari tiap rongga keluar ureter. Ureter berfungsi mengeluarkan dan menyalurkan urine ke kantung kemih Arteri ginjal Vena ginjal ureter Saluran pembawa Hasil penyaringan

  10. Fungsi Ginjal Ginjal memiliki fungsi: • Menyaring darah sehingga menghasilkan urine • Membuang zat-zat yang membahayakan tubuh (urea, asam urat) • Membuang zat-zat yang berlebihan dalam tubuh (kadar gula) • Mempertahankan tekanan osmosis cairan ekstraseluler • Mempertahankan keseimbangan asam dan basa

  11. Pembentukan Urine • Filtrasi darah di dalam glomerulus menghasilkan filtrat glomerulus (urine primer) • Urine primer di reabsorsi di dalam tubulus konturtus proksimal untuk menyerap zat-zat yang masih berguna bagi tubuh. Dihasilkan filtrat tubulus (urine sekunder) • Urine sekunder di augmentasi didalam tubulus konturtus distal menghasilkan urine • Dalam keadaan normal urine mengandung air, urea,amonia, garam mineral, zat warna empedu, vitamin, obat-obatan dan hormon glomerulus Pembuluh kapiler Arteri ginjal Vena ginjal Konturtus ureter Saluran pembawa Hasil penyaringan

  12. Hati (hepar) • Merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh manusia (2 kg) yang terletak di rongga perut sabelah kanan di bawah diafragma

  13. Struktur Hati

  14. Struktur Hati

  15. Fungsi Hati • Hati menghasilkan empedu (bilus) yang mengandung zat sisa dari perombakan eritosit di dalam limpa • Hati berfungsi: • Menyimpan gula dalam bentuk glikogen • Mengatur kadar gula darah • Tempat pembentukan urea dari amonia • Menawarkan racun • Membentuk vitamin A dari provitamin A • Tempat pembentukan fibrinogen protrombin

  16. Proses di dalam Hati Sel darah merah yang sudah tua (histiosita) dipecah didalam hati. Sumsum tulang hati Hb Fe Globin Metabolisme protein Pembentukan Hb baru Hemin urobilin urine bilirubin USUS sterkobilin feses

  17. Kulit (integumen) • Merupakan lapisan terluar tubuh manusia dan merupakan pelindung bagian dalam tubuh

  18. Sruktur Kulit Korneum lusidum Granulosum spinosum Germinativum/basal Hipodermis

  19. Fungsi Kulit Kulit berfungsi sebagai: • Mengeluarkan keringat • Melindungi bagian dalam tubuh dari gesekan, kuman, penyinaran, panas dan zat kimia • Mengatur suhu tubuh • Menerima rangsangan dari luar • Mengurangi kehilangan air

  20. Keringat • Kelenjar keringat menyerap air dan garam dari darah di pembuluh kapiler. • Keringat dikeluarkan melalui pori-pori (50 mL/jam dalam keadaan normal)

  21. Paru-paru (pulmo) • Manusia memiliki sepasang paru-paru yang terletak di rongga dada. • Paru-paru berfungsi sebagai organ pernafasan yaitu menghirup oksigen dan mengeluarkan CO2 + uap air • Uap air dan CO2 berdifusi di dalam alveolus kemudian dikeluarkan

  22. Struktur Paru-paru

  23. Kelainan dan Penyakit • Albuminuria Tanda: urine banyak mengandung albumin Penyebab : kekurangan protein, penyakit ginjal dan hati Akibat: tubuh kekurangan albumin yang menjaga agar cairan tidak keluar dari darah

  24. Kelainan dan Penyakit • Hematuria Tanda: urine mengandung darah Penyebab: peradangan ginjal, batu ginjal dan kanker kandung kemih

  25. Kelainan dan Penyakit • Nefrolitiasis (batu ginjal) Tanda: urine sulit keluar karena tersumbat batu pada ginjal, saluran ginjal atau kandung kemih Penyebab: konsentrasi unsur-unsur kalsium terlalu tinggi dan dipercepat dengan infeksi dan penyumbatan saluran ureter Akibat: sulit mengeluarkan urine, urine bercampur darah

  26. Kelainan dan Penyakit • Nefritis Tanda: radang ginjal bagian nefron yang diawali peradangan glomerulus

  27. Kelainan dan Penyakit • Gagal ginjal Tanda : Meningkatnya kadar urea dalam darah Penyebab : nefritis (radang ginjal) Akibat : zat-zat yang seharusnya dibuang oleh ginjal tertumpuk dalam darah Pengobatan : cuci darah secara rutin atau cangkok ginjal

  28. Kelainan dan Penyakit Diabetes Insipidus Tanda : meningkatnya jumlah urine (20 – 30 kali lipat) Penyebab : kekurangan hormon antidiuretika (ADH) Akibat : sering buang urine Pengobatan : pemberian ADH sintetik

  29. Kelainan dan Penyakit Diabetes Melitus Tanda : kadar glukosa darah melebihi normal Penyebab : kekurangan hormon insulin Akibat : luka sulit sembuh Pengobatan : pada anak-anak diberi insulin secara rutin dan pada dewasa dilakukan diet rutin, olahraga dan pemberian obat penurun kadar glukosa darah

  30. Kelainan dan Penyakit Hepatitis Tanda : perubahan warna kulit dan putih mata menjadi kuning, urine menjadi kecoklatan seperti air teh Penyebab : virus Akibat : hati meradang dan kerja hati terganggu Pencegahan : menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak langsung atau penggunaan barang bersama-sama dengan penderita hepatitis, gunakan jarum suntik untuk sekali pakai.

  31. Kelainan dan Penyakit Sirosis Hati Tanda: timbulnya jaringan parut dan kerusakan sel-sel pada hati Penyebab: minuman alkohol, keracunan obat, infeksi bakteri, komplikasi hati Akibat: gangguan kesadaran, koma, kematian Pengobatan : sesuai penyebabnya, pemulihan fungsi hati dan transplantasi hati

  32. Kelainan dan Penyakit Gangren Tanda: kematian jaringan lunak pada kaki atau tangan diawali dengan kebiruan pada kulit dan terasa dingin jika disentuh, kemudian menghitam dan berbau busuk Penyebab: gangguan pengaliran darah kejaringan tersebut. Sering terjadi pada penderita diabetes melitus dan aterosklerosis Akibat: bila tidak dapat disembuhkan dengan antibiotik, bagian terkena gangren harus diamputasi.

  33. Kelainan dan Penyakit Kencing Batu Tanda: sulit buang urine Penyebab: pengendapan zat kapur dalam ginjal Pengobatan: pembedahan, obat-obatan dan penembakan dengan sinar laser

More Related