1 / 13

FAGOSITOSIS

FAGOSITOSIS. Istilah fagositosis (memakan / mencaplok) : penghancuran kuman / benda asing / yang dianggap asing oleh sel fagositik. Fagositosis terjadi pada beberapa tingkat : Kemotaksis Menangkap - ikatan dengan res.non spesifik - ikatan dengan res. c3b (komp.)

Download Presentation

FAGOSITOSIS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. FAGOSITOSIS • Istilah fagositosis (memakan / mencaplok) : • penghancuran kuman / benda asing / yang dianggap asing oleh sel fagositik. • Fagositosis terjadi pada beberapa tingkat : • Kemotaksis • Menangkap - ikatan dengan res.non spesifik • - ikatan dengan res. c3b (komp.) • 3. Memakan (fagositosis) • 4. Membunuh - fusi lisosom dengan fagosom • 5. Mencerna

  2. C-(opsonisasi) pengenalan Pembentukan fagosom 1 2 3 Pelepasan debris Lisosom 5 4

  3. Kemotaksis : gerakan fagosit ke tempat infeksi / benda asing (non-self) • sebagai respos terhadap berbagai faktor yang lepas pada • aktivasi komplemen. • Jaringan rusak  melepas faktor kemotaksis. • Sel PMN  2 – 4 jam sudah berada di tempat infeksi. • Monosit (MQ)  7 – 8 jam. • Selain c3B, Ab dapat opsonisasi (pengenalan) fagositosis. • Sel-sel PMN  inflamasi akut • Sel-sel MQ (monosit)  inflamasi kronis • Dapat hidup lama • Dapat melepaskan • Lisokim • Komplemen • IFN • Sitokin (iL-1, iL-2) ER kasar vesicle lisosom mitoc

  4. Fungsi MQ : - MQ sebagai fagosit profesional - MQ sebagai APC - MQ sebagai keduanya • MQ sebagai fagosit profesional  ok: - mempunyai Golgi aparatus & lisosom  mengandung enzim hidrolase dan enzim peroksidase untuk pembunuhan intraseluser. - mampu memakan mikroba dan sel tumor / Ca secara invitro (menempel pada permukaan gelas) - MQ dapat diaktifkan oleh MAF yang dilepas oleh sel T tersensitisasi - dapat melepaskan C, IFN, sitokin (iL-1 / iL-2) • MQ sebagai APC  ok: - sebagian besar Ag yang masuk ke dalam tb diikat oleh MQ (pada permukaan)  disajikan ke limfosit  tjd interaksi APC – limfosit

  5. Selain MQ, sel lain yang berfungsi sebagai APC: • Sel-sel Dendritik (dalam kel. Lymfoid) • Sel-sel Langerhans (di kulit) • Sel-sel Kupffer (dalam hati) • Sel-sel Microglia (dalam SSP) • Sel B

  6. Ciri-ciri berbagai sel APC:

  7. II. Fagosit PMN • Dibentuk dalam Su. Tul • Life spain (lama hidup) : 2 – 3 hari • Dapat menembus dinding pembuluh darah • Berperanan dalam inflamasi akut • Fs utama : fagositosis non self • Jumlah seiring dengan kerentanan terhadap infeksi. • A. NEUTROFIL • Dalam sirkulasi  < 48 jam. • Migrasi ke jaringan • Lisosom  mengandung E. hidrolase asam, Neutromidase (Lisokim) dan • Mieloperoxidase • -Mempunyai reseptor untuk Fc Ab dan Compl. • -Mempunyai vakuola (fagosom) tempat menyimpan mikroorg. yang dicerna.

  8. B. EOSINOFIL • Orang sehat: 2 – 5% (tanpa alergi) • Alergi (hipersensitivitas) : . 5% • Dapat melakukan degranulasi dengan melepas mediator-mediator kimia • (diaktivasi lagi E) dalam respon keradangan. • Mediator kimia yang dilepas  menginaktifkan. • Mediator yang dilepas oleh mastosit / basofil pada reaksi alergi. • Berperanan terutama pada imunitas parasit (cacing dsb.) • Mengeluarkan sitokin (iL-1, TGFα dan β) sehingga mampu berperan sbg • APC dan aktivasi sel T.

  9. Ketahanan Mukosal • Lapisan mukous • Mucosal Immune Surveillance • -Transportasi pada usus  kebutuhan akan sari makanan dan imun protektif. • -Makanan & microorganisme di lumen usus  tak selalu bersahabat. • -Diperlukan transportasi fisiologik dan penghalang transportasi patologik. • Transportasi fisiologik • -Mekanisme untuk memasukkan molekul bersahabat (non patogen) •  sirkulasi. • -Memerlukan komponen: reseptor, Sel M, dan entrosit sebagai APC. • -APC  MQ, sel B, sel dendritik. • II. Penghalang transportasi patologik • a. Faktor ekstrinsik : proteolitik, peristaltik, lapisan mukous. • b. Faktor intrinsik : mikrovili, organel, enzim intra seluler.

  10. Epith vilus Sal par Ag lg LP iEL M cells dome area 10% T corona 30% T GC 30% corona arteri vena

  11. Respon Imun Mukosa Imunogen di lumen usus Sel M (hanya ada di permukaan Dome area) Dome area Follikle (sel B) Homing Lamina propria EP s. lg A (tidak dapat hancur oleh proteolitik) s lg A di lumen usus

  12. Istilah-istilah / pengertian : • Proto Oncogen : gen yang bertanggung jawab terhadap perubahan • yang normal. • 2. Oncogen : gen yang responsible terhadap transformasi • neoplastik. • 3. Neoplasma : masa jar. abnormal  tumbuh luas tdk terkoordinasi, • tetap berkembang walaupun penyebabnya telah • dihilangkan. • 4. Sel kanker (Ca) : sel yang telah berubah struktur dan fungsi sedemikian • rupa shg sel tersebut mengalami peningkatan jumlah • yang : abnormal, invasif, dpt menyebar melalui pemb. • darah dan pembuluh getah bening, serta dapat • menyebar / menimbulkan metastasis di kelenjar getah • bening regional atau organ yang jauh.

  13. Istilah-istilah: Complemen : -suatu protein yang ditemukan pada serum / cairan tubuh -protein termo labil Complemen (C) : berperan fagositosis melalui opsonisasi (pengenalan) Interferon (IFN) : glicoprotein yang dilepas sel tubuh yang berinti, sebagai respon thdp infeksi virus, mengaktifkan NK cell, salah satu dari sitokin. Kemotaksin : bahan-bahan yang dapat menarik dan mengerahkan sel-sel fagosit. Opsonisasi : proses melapisi partikel Ag oleh Ab dan atau oleh komp. sehingga lebih mudah difagositosis. Reaksi inflamasi : reaksi tb terhadap masuknya benda asing, invasi mikroorganisme / kerusakan jar, dgn mengerahkan elemen-elemen sistem imun  fagositosis komp. penting.

More Related