1 / 32

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT REMATIK

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT REMATIK. Oleh: Santi Martini Bagian Epidemiologi FKM Unair. Besaran Masalah. Kelainan otot dan tulang: penyebab utama nyeri dalam waktu yang lama (jangka panjang) dan kecacatan fisik.

barbra
Download Presentation

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT REMATIK

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. EPIDEMIOLOGI PENYAKIT REMATIK Oleh: Santi Martini Bagian Epidemiologi FKM Unair

  2. Besaran Masalah • Kelainan otot dan tulang: penyebab utama nyeri dalam waktu yang lama (jangka panjang) dan kecacatan fisik. • Prevalensi meningkat seiring dengan usia, dan banyak dipengaruhi faktor gaya hidup (obesitas, kurang olahraga) • Terdapat > 150 macam kelainan ini • Biaya medis > 6000 US$/tahun/pasien

  3. OSTEOARTRITIS (OA) • Definisi: kehilangan tulang rawan dalam persendian karena hipertrofi tulang (osteofit dan sklerosis tulang subkondral) dan penebalan kapsul.OSTEOARTRITIS.JPG • Dapat mengenai semua sendi, paling sering sendi panggul, lutut, tangan, kaki dan tulang belakang. • Gejala klinis: nyeri persendian, kekakuan sendi, pembengkakan, radang (inflamasi), pergerakan terbatas, deformitas.

  4. OSTEOARTRITIS (cont’d) • Untuk studi epidemiologi, definisi OA: nyeri persendian (seringkali) & gambaran rontgen positif. • Klasifikasi OA: • OA Primer - penyebab belum diketahui pasti - sendi tangan (pdu), sendi lutut, panggul, tulang belakang, pergelangan kaki - gejala muncul pada umur >50 tahun • OA Sekunder - semua sendi - akibat fraktur, postur tubuh jelek - muncul gejala <50 tahun

  5. OSTEOARTRITIS (cont’d) • Insidens & Prevalensi Di Australia: • Insidens OA wanita = 2,95 per 1000 pop pria = 1,71 per 1000 pop (semua kelompok umur) • Insidens paling tinggi: wanita = 65 -74 thn pria = ≥ 75 thn • Prevalensi meningkat ≈ peningkatan usia • Pria > wanita (usia <45 tahun) • Wanita > pria (usia >55 tahun) Di dunia: • OA: 9,6% pria dan 18% wanita (usia ≥60 thn) • OA lebih sering terjadi di Eropa dan AS dibandingkan negara lain. • Wanita Afrika Amerika cenderung terkena OA lutut dibandingkan wanita kulit putih. • Orang kulit putih Eropa lebih sering terjadi OA panggul daripada orang kulit hitam Jamaika, Afrika, atau orang Cina.

  6. OSTEOARTRITIS (cont’d) • Faktor risiko: • Usia (prediktor paling kuat untuk terjadi dan progresi OA) • Jenis kelamin: wanita • Obesitas (OR=8) untuk OA panggul, lutut tangan BMI dan OA ---- hubungannya dose response • Hormon seks: - Spector, dkk. (1988): OA > pd orang dengan histerektomi - Hanan, dkk. (1990): Gagal mengkonfirmasi hubungan kausal atau efek protektif antara penggunaan HRT dengan OA • Ras: Orang Cina di Hongkong < orang kulit putih (OA paha) Suku asli Amerika > orang kulit putih Orang kulit hitam < orang kulit putih (Afsel) (OA sendi interfalang)

  7. OSTEOARTRITIS (cont’d) • Trauma mayor • Aktivitas fisik: pekerjaan: RR=4,5 (bertani selama 1-9 thn) RR=9,3 (bertani selama ≥10 thn) Petani dengan OA panggul Pekerja tambang dengan OA lutut, tulang belakang lumbal. Pekerja tekstil dengan OA tangan. olahraga: penari balet, pitcher (baseball), tinju. • Merokok: Anderson & Felson (1988): melindungi terhadap OA Felson, dkk. (1989): risiko berkurang 25% untuk terjadi OA lutut pada perokok • Genetik

  8. OSTEOARTRITIS (cont’d) • Dampak: - gangguan mobilitas terutama pada wanita - OA penyebab ke-8 beban penyakit yang non-fatal di dunia tahun 1990, kemudian menjadi penyebab ke-6. • Kecenderungan: - Insidens & prevalens meningkat seiring peningkatan usia. - UHH meningkat akan menghasilkan jumlah orang yang terkena OA lebih banyak. - Beban akan meningkat pada negara sedang berkembang karena UHH meningkat dan akses terhadap operasi (artroplasty & koreksi persendian) belum tersedia.

  9. Artritis Rematoid (AR) • Definisi: kondisi inflamasi yang mengenai banyak persendian terutama sendi perifer (poliartritis kronis) yang terjadi simetris dan merupakan penyakit sistemik dengan manifestasi sistemik berupa: kelainan hematologi, paru, syaraf dan kardiovaskular. • Etiologi: infeksi, enzym lisosom, autoimun, kelainan metabolisme, endokrin, psikosomatik, herediter

  10. Artritis Rematoid (cont’d) • Gejala Klinis: - Gejala prodromal: malaise, penurunan BB, kaku sendi pagi hari (makin siang makin berkurang), gangguan vasomotorik. - Stadium dini: nyeri pembengkakan, panas, merah kebiruan, efusi sendi (sendi membesar) - Stadium lanjut: atrofi otot & kulit sekitar sendi, deformitas, kontraktur. - Artritis pada 3 persendian atau lebih. - Faktor rematoid positif. - Erosi pada radiografi

  11. Artritis Rematoid (cont’d) • Insidens & Prevalensi - meningkat seiring peningkatan usia sd usia 70 tahun setelah itu mulai turun. - Wanita: Pria = 3: 1 - Eropa Utara: insidens AR: 20-300 per 100.000 /tahun insidens AR juvenil: 20-50 per 100.000/thn - Prevalensi AR: di negara maju: 0,3%-1% di negara sedang berkembang: 0,3%

  12. Artritis Rematoid (cont’d) • Studi di Soweto: - prevalensi AR pada orang kulit hitam di perkotaan = orang kulit putih Eropa - prevalensi AR pada orang kulit hitam yang tinggal di pedesaan rendah Kehidupan di kota berhubungan dengan kejadian AR

  13. Artritis Rematoid (cont’d) • Faktor risiko: - genetik (kontribusi 60%) - hormon seks wanita - smoking - obesitas

  14. Artritis Rematoid (cont’d) • Dampak: - lebih menyebabkan kecacatan dibandingkan OA ekstremitas bawah - 2/3 pasien AR: kecacatan ringan-sedang - 10% pasien AR: kecacatan berat - penyakit yang dimulai usia <45 thn kemungkinan menjadi cacat lebih parah dibandingkan onset penyakit mulai usia tua (≥70 thn). - terapi & oprasi: bisa mengurangi kecacatan sampai 25% di negara berkembang. - AR dihubungkan dengan harapan hidup berkurang. - Angka kematian AR di negara sedang berkembang sangat tinggi.

  15. Artritis Pirai (Gout Artritis) • Definisi: artritis yang disertai gejala: 1. Kadar asam urat serum meningkat (7 mg/dl) 2. serangan artritis akut berkali-kali yang disertai kristal urat (monosodium) dalam lekosit dan cairan sinovial 3. Ada tophi (tu sekitar sendi ekstremitas) TOPHI_1.JPG TOPHI_2.JPG 4. Ada kelainan ginjal 5. Ada neprolitiasis (batu asam urat) • Etiologi: belum jelas—gangguan metabolisme purin

  16. Artritis Pirai (cont’d) • Angka kejadian: - 90% pada laki-laki (umur >30 tahun) - pada wanita setelah menopause (jarang sebelumnya) - Pria : wanita = 20 : 1 - Ada faktor genetik

  17. Artritis Pirai (cont’d) • Faktor Risiko 1. Hiperurisemia (≥ 7mg/dl) --- dose response 2. Berat badan - Campion, dkk. (1987); Roubenof, dkk. (1991): peningkatan BMI ~ peningkatan serum asam urat 3. Hipertensi - Campion, dkk. (1987): hipertensi ~ peningkatan risiko gout 3x lipat

  18. Artritis Pirai (cont’d) 4. Asupan alkohol 5. Paparan timbal - Poor & Mituszova (1989) di Hungaria: studi pada 105 pekerja tempat penyimpanan baterai ---- peningkatan serum asam urat yang signifikan 6. Faktor genetik

  19. Artritis Pirai (cont’d) • Gejala Klinis: - artritis akut dan hebat, sering pada sendi metarsofalang 1 (podagra) - tanpa terapi keluhan menurun dalam 4 – 10 hari - tophi sekitar sendi, tulang rawan telinga - kondisi serangan akut berlangsung kronis – artritis kronis, gangguan fungsi, progresif, destruksi sendi, cacat (invalid)

  20. Pencegahan primer - Diet yang seimbang, rendah purin - menurunkan BB - olahraga - menghindari infeksi - menginformasikan tanda/gejala penyakit rematik spt: 1. linu/nyeri pada persendian atau sekitar sendi 2. bengkak pada persendian 3. sakit pada otot 4. gangguan gerak ekstremitas 5. panas badan Pencegahan sekunder - Deteksi dini & Ketersedian terapi yang tepat Pencegahan tersier - Rehabilitasi Pencegahan Penyakit Rematik

  21. OSTEOPOROSIS • Definisi: ditandai rendahnya massa tulang dan penyusutan mikroarsitektur dari jaringan tulang. • Konsekuensi: fragilitas tulang meningkat dan rentan terhadap fraktur (patah tulang). • Diagnosis: pengukuran densitas (kepadatan) mineral tulang dan menghubungkannya terhadap rata-rata densitas mineral tulang dari wanita dewasa muda (T-score): • Osteoporosis: T-score densitas mineral tulang <-2,5 • Osteoponia (massa tulang rendah): -2,5< T-score densitas mineral tulang <-1

  22. OSTEOPOROSIS (cont’d) • Secara klinis ditandai: patah tulang ok trauma ringan pada paha, tulang belakang, dan lengan bawah • Insidens & Prevalensi: - Di AS (bagian utara): 54% wanita kulit putih pasca menopause. - Di UK: 23% wanita usia ≥50 tahun • Prevalensi diukur melalui frekuensi orang dengan densitas mineral tulang berkurang atau jumlah orang dengan deformitas tulang belakang • Insidensi diukur secara tidak langsung melalui insidensi patah tulang ok trauma ringan.

  23. OSTEOPOROSIS (cont’d) • Faktor risiko - usia - wanita - massa tulang sedikit - patah tulang sebelumnya • Dampak - nyeri, tidak bisa bergerak, mortalitas meningkat - harus dirawat inap dan operasi - dalam 1 tahun pertama: fraktur paha berkaitan dengan 20% kematian dan 50% kehilangan fungsi, 30% yang fungsinya kembali. - banyak pasien menjadi tergantung dan membutuhkan perawatan jangka panjang - mempengaruhi kualitas hidup - fraktur tulang belakang; mortalitas meningkat sekitar 5% setelah 5 tahun fraktur - Fraktur lengan bawah: 50% pasien mempunyai outcome baik dalam 6 bulan.

More Related