1 / 28

Dislipidemia sebagai faktor risiko PJK dan peranan Rosuvastatin

Dislipidemia sebagai faktor risiko PJK dan peranan Rosuvastatin. Muhammad Fadil. CVD sebagai penyebab utama kematian di dunia. Luka/ trauma. Kanker. Penyakit pernapasan. 9.0%. 13.0%. Stroke. 13.0%. 30.0%. 33.0%. Diabetes. 2.0%. 43.0%. CVD (16.7 M). PJK. Penyakit Kronis lainnya.

artie
Download Presentation

Dislipidemia sebagai faktor risiko PJK dan peranan Rosuvastatin

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Dislipidemiasebagaifaktorrisiko PJK danperananRosuvastatin Muhammad Fadil

  2. CVD sebagai penyebab utama kematian di dunia Luka/ trauma Kanker Penyakit pernapasan 9.0% 13.0% Stroke 13.0% 30.0% 33.0% Diabetes 2.0% 43.0% CVD(16.7 M) PJK Penyakit Kronis lainnya 9.0% 14.4% CVD Lain 30.0% Lain-lain Penyakit rematik jantung– 2.4% Penyakit inflamasi jantung– 2.4% Penyakit hipertensi jantung– 5.4% • Estimasi WHO • CVD menyebabkan 245 kematian/100.000 org (16,9 jutapertahun) • CVD penyebab 1/3 kematian di seluruh Indonesia

  3. Disfungsi endotel Aterosklerosis merupakan penyakit inflamasi kronik dengan LDL-C sebagai pemeran utamanya Rupture lesi/plak Garis Lemak Sel busa Lesi sedang Ateroma Plak Fibrous Dari Dekade ketiga Dari Dekade keempat Dekade pertama Adapted from Pepine CJ. Am J Cardiol. 1998;82(suppl 104).

  4. Modifikasi Merokok Dislipidemia Kadar LDL yang tinggi Kadar HDL yang rendah Kadar TG yang tinggi Hipertensi Diabetes Obesitas Faktor Diet Faktortrombogenik Kurangolah raga Konsumsialkohol yang berlebihan Non-mofifikasi Riwayat kardiovaskular Riwayat keluarga dengan penyakit kardiovaskular Usia Jenis Kelamin Faktor risiko penyakit kardiovaskular Referensi: Pyorala K et al. Eur Heart J 1994; 15: 1300–1331.

  5. 150 (per 1000) 125 Kematian 10-tahun 100 Kejadian PJK per 1000 75 50 25 0 205-234 235-264 265-294 204 295 Kadar kolesterol(mg/dL) Hubungan antara peningkatan LDL-C dengan risiko PJK Multiple Risk Factor Intervention Trial Framingham Study (n=5209) (MRFIT) (n=361,662) 50 40 30 20 10 0 150 200 250 300 Kadar kolesterol (mg/dL) Setiap penurunan 1% C-Total akan menurunkan risiko PJK 2% Setiap peningkatan 1% C-total akan meningkatkan risiko PJK 2% Gotto AM Jr et al. Circulation. 1990;81:1721-1733. Castelli WP. Am J Med. 1984;76:4-12.

  6. Manfaat penurunan kolesterol Meta analisis dari 38 penelitian pencegahan primer dan sekunder yang melibatkan 98.000 pasien menunjukkan hubungan antara penurunan kolesterol dengan mortalitas –0.0 Mortalitas total, p=0.04 –0.2 –0.4 Mortalitas, log odds ratio –0.6 Mortalitas karena PJK, p=0.012 –0.8 –1.0 0 4 8 12 16 20 24 28 32 36 Penurunan kadar kolesterol(%) Gould AL et al. Circulation 1998;97:946–952

  7. PJK Hubungan antara perubahan kadar LDL-Cdan HDL-C dengan risiko PJK 1% penurunan LDL-C, menurunkan risiko PJK1% 1% peningkatan HDL-C, menurunkan risiko PJK 3% Third Report of the NCEP Expert Panel. NIH Publication No. 01-3670 2001. http://hin.nhlbi.nih.gov/ncep_slds/menu.htm

  8. Guideline NCEP-ATP III 2004

  9. Target LDL-C padapasienrisikotinggi Rekomendasi Target LDL-C Update 2006 GuidelineAHA/ACC Bagipasien PJK*,2 <100 mg/dL: Target untuksemuapasien PJK†,2 <70 mg/dL: reasonable goalbagisemuapasien PJK†,2 Update ATP III 20041 <100 mg/dL: Pasien PJK atau risiko ekivalen PKL (risiko 10-tahun)1 <70 mg/dL: Terapi pilihan untuk pasien risiko sangat tingg1 <100 mg/dL <70 mg/dL • Jika tidak mungkin mencapai LDL-C < 70mg/dL karena baseline yang tinggi, maka penurunan LDL-C harus >50% dengan terapi intensif termasuk kombinasi obat • Dan penyakit aterosklerotik lainnya.2 • 1. Grundy SM et al. Circulation. 2004;110:227–239. • 2. Smith SC Jr et al. Circulation, 2006; 113:2363–2372.

  10. Terapiobatpenurunkolesterol • Cholestyramine • Colestipol • Colesevelam • Fibrat • Gemfibrozil • Fenofibrate • Clofibrate • Nicotinic Acid • Ezetimibe • HMG CoA Reductase Inhibitors (Statin) • Lovastatin • Simvastatin • Pravastatin • Atorvastatin • Cerivastatin • (2001/8 ditarikdaripasar) • Rosuvastatin • Pitavastatin • Niacin/Lovastatin • Amlodipine/Atorvastatin • Aspirin/Pravastatin

  11. Statin Mekanisme Kerja Menghambat HMG CoA reduktase yang merupakan langkah penghambat dalam biosintesis kolesterol. Farmakodinamik Golongan obat yang paling efektif menurunkan LDL -  LDL-C 18-55% -  HDL-C 5-15% -  TG 7-30% Efek samping Miopati, rhabdomyolysis, peningkatan aktivitas serum aminotransferase

  12. Mekanismekerja Statin padajalursintesakolesterol acetyl CoA HMG-CoA synthase HMG-CoA HMG-CoA reductase X Statins mevalonic acid mevalonate pyrophosphate isopentenyl pyrophosphate geranyl pyrophosphate ubiquinones dolichols farnesyl pyrophosphate Squalene synthase squalene References 1. Endo A. J Lipid Res 1992;33:1569–82. 2. Stein EA. Atherosclerosis 1994;108:S105–16. 3. Blumenthal RS. Am Heart J 2000;139:577-83. 4. Nawrocki JW et al. Atheroscler Thromb Vasc Biol 1995;15:678–82. cholesterol

  13. Persentasi pasien yang mencapai target LDL-C sesuia dengan rekomendasi NCEP_ATP III Update 2004 % of Patients at LDL-C goals recommended by 2004 updated NCEP ATP III* guidelines n: 7281 T: 3 bulan Pencapaian target LDL di Indonesia hanya 31.3%, paling rendah di antaranegara-negara Asia yang terlibatdalampenelitian CEPHEUS Study Diadaptasi dari CEPHEUS study

  14. Apa yang diharapkandari statin baru • Efikasi yang tinggi pada dosis awal • Potensi penghambatan HMG-CoA • Menurunkan LDL, VLDL, Lp (a), remnant LDL • Meningkatkan HDL • Memiliki efek anti-inflamasi, anti-trombotik • Profil keamanan yang baik • Selektif target organnya – liver • Interaksi obat yang minimal • Efektif untuk berbagai kondisi dan indikasi pasien • Cost effective~ Biaya terjangkau After Hanefeld, Int J Clin Pract 2001 55;399–405

  15. Statin Pharmacophore Lipofilitasrelatif* O 2.0 Ca (3R, 5S) H O cerivastatin O simvastatin 1.5 O H fluvastatin atorvastatin 1.0 F C H 3 0.5 C H 0.0 3 rosuvastatin N N -0.5 H C pravastatin 3 N -1.0 C H S 3 * log D at pH 7.4 O O Rosuvastatin:Statin hidrofilikbaru– enantiomer tunggal Buckett et al., (2000); McTaggart et al., (2001)

  16. Rosuvastatin versus statin yang lain: Efikasi LDL-C pada dosis 10 mg Perubahan LDL-C dari baseline (%) 0 –5 –10 –15 –20 –25 –30 –35 –40 –45 –50 –55 –60 20 mg † 40 mg ‡ 10 mg * 10 mg 20 mg 40 mg 80 mg Rosuvastatin Atorvastatin Simvastatin 10 mg 20 mg 40 mg 80 mg Pravastatin 40 mg 10 mg 20 mg Rosuvastatin 10 mg (–46%) *p<0.002 vs atorvastatin 10 mg; simvastatin 10, 20, 40 mg; pravastatin 10, 20, 40 mg †p<0.002 vs atorvastatin 20, 40 mg; simvastatin 20, 40, 80 mg; pravastatin 20, 40 mg ‡p<0.002 vs atorvastatin 40 mg; simvastatin 40, 80 mg; pravastatin 40 mg Adapted from Jones PH et al. Am J Cardiol 2003;92:152–160 The STELLAR Study

  17. Rosuvastatin 10 mg memberikan lebih banyak pasien yang capai target NCEP-ATP III 100 P<0.01 p<0.0001 90 Rosuvastatin 80 80 atorvastatin 70 74 60 63 Patients yang capai target LDL-C (%) 50 40 Baseline rata-rata LDL-C(mg/dL) Rosuvastatin10 mg: 165.1 (4.28 mmol/L) atorvastatin 10 mg: 162.6 (4.21) atorvastatin 20 mg: 167.1 (4.33) 30 20 10 n=535 n=528 n=923 0 10 10 20 Dose (mg/day) • Risiko tinggi (Pasien dengan PJK atau risiko ekiivalen PJK) - Target LDL-C: <100mg/dL (2.59mmol/L) MERCURY I study; Am Heart J 2004; 147: 705-12

  18. Rosuvastatin efektif meningkatkan HDL-C 1 12 10 8 LS rata rata perubahan dari baseline (%) 6 4 2 0 10 20 40 80 Log scale Dosis (mg) Rosuvastatin atorvastatin simvastatin pravastatin STELLAR Study.Am J Cardiol 2003; 92: 152–60.

  19. 10 20 40 10 20 40 80 10 20 40 10 20 40 80 Rosuvastatin efektif menurunkan TG Dosis (mg) 0 Perubahan TG dari baseline (%) –5 –7.7 –8.2 –10 –11.9 –13.2 –15 –14.8 –17.6 –18.2 –20 Rosuvastatin –20 –19.8 * Atorvastatin –22.6 Simvastatin –25 –23.7 ** Pravastatin –26.1 † –26.8 –30 –28.2 *p<0.002 vs pravastatin 10, 20 mg **p<0.002 vs simvastatin 40 mg; pravastatin 20, 40 mg †p<0.002 vs simvastatin 40 mg; pravastatin 40 mg Jones PH, et al. Am J Cardiol 2003;92:152–160

  20. Rosuvastatin (RSV) Atorvastatin (ATV) Rosuvastatinmenurunkan marker inflamasi CRP (C-Reactive Protein (ANDROMEDA) 8 minggu 16 minggu RSV ATV10 mg 10 mg RSV ATV20 mg 20 mg 0 -5 -10 -15 -21.2 -20 Perubahan rata-rata dari baselina (%) -25 -30 -34.0 -33.8 -35 -39.8 -40 -45 74th EASC 17-20 April 2004, Seville, Spain

  21. Rosuvastatin: EfekpadaplakAterosklerosis~ Plaque regression 1.8 CAMELOT placebo REVERSAL pravastatin 1.2 ACTIVATE placebo 0.6 REVERSAL atorvastatin Perubahan Vol Ateroma (%) A-Plus placebo 0 r2= 0.95 p<0.001 -0.6 ASTEROID rosuvastatin -1.2 50 60 70 80 90 100 110 120 Kadar LDL-C setelah terapi (mg/dL) JAMA 2006; 295:1556-1565 Cleve Clin J Med 2006;73:937-944

  22. Efek Pleiotropik Rosuvastatin pada Penyakit vaskular pada hewan percobaan • eNOS, availabilitas NO •  interaksi leukosit-endotel • superokasidasi , stres oksidatif • Preservasi fungsi vascular pada hipertensi dan resistensi insulin • Proteksi terhadap iskemi-reperfusion injury • Proteksi fungsi ginjal dan penghambatan fibrosis ginjal dan glomerulosklerosis

  23. Statins –RasionalisasiTerapi Efek Samping Efek Terapeutik Risiko Benefit Otot Hati Interaksi obat Proteksi kardiovaskular

  24. Rosuvastatin Tolerabilitas dan keamanan– Penghentian obat karena Efek samping 10 Persentasi pasien dengan efek samping yang memicu penghentian obat 9 8 7 6 Persentasi (%) 5 4 3.2% 2.9% 2.5% 2.5% 3 2 10-80 mg 10-40 mg 10-80 mg 10-40 mg 1 0 atorvastatin rosuvastatin simvastatin pravastatin (n=3074) (n=2899) (n=1457) (n=1278) Brewer HB. Am J Cardiol 2003;92(Suppl):23K-29K

  25. RosuvastatinTolerabilitasdankeamanan- Efekpada Liver • Peningkatan kadar transaminase liver jarang terjadi tapi dikenali sebagai komplikasi pengobatan dengan statin • Kejadian peningkatan serum transaminase* dengan rosuvstatin 10-40mg sangat rendah (0.2%) yang sama dengan statin lainnya1,2 • Sama seperti statin lainnya: • Test fungsi liver direkomendasikan • Hati-hati pada pasien yang mengkonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan dan atau memiliki histori penyekit liver • Kontra indikasi pada pasien dengan penyakit liver aktif *ALT >3 x ULN on 2 successive occasions 1. Brewer HB. Am J Cardiol 2003;92(Suppl):23K–29K 2. Shepherd J et al. Am J Cardiol 2004;94:882-888 Please refer to local Prescribing Information

  26. 3.0 2.5 2.0 1.5 1.0 0.5 0.0 20 30 40 50 60 70 Rosuvastatin – Efek pada LiverPersistent ALT >3 × ULN: Frekuensi berdasarkan penurunan LDL-C Rosuvastatin (10–40 mg) Atorvastatin (10–80 mg) Simvastatin (40–80 mg) Lovastatin (20–80 mg) Fluvastatin (20–80 mg) Persistent ALT >3 × ULN (%) Penurunan LDL-C(%) Elevasi persisten adalah elevasi untuk> 3 x ULN 2 kali berturut-turut Brewer HB. Am J Cardiol 2003;92(Suppl):23K–29K

  27. Kesimpulan Dislipidemia merupakan salah satu faktor risiko utama CVD Penurunan dan peningkatan kolesterol akan mempengaruhi risiko CVD Pencapaian target LDL sesuai rekomendasi guideline baru 50 % dan Indonesia baru mencapai 31.3% Rosuvastatin (ROBESTAR) dapat meningkatkan pencapaian target LDL pasien sampai 80% pada dosis awal 10mg

  28. Terimakasih

More Related