Menanggapi pementasan drama
Download
1 / 12

Menanggapi pementasan drama - PowerPoint PPT Presentation


  • 471 Views
  • Updated On :

Menanggapi pementasan drama. Pernahkah kalian menonton pentas drama/teater ?.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Menanggapi pementasan drama' - zohar


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

Pernahkah kalian menonton pentas drama teater
Pernahkah kalian menonton pentas drama/teater ?

Jika yang dimaksud pentas drama di sini adalah pertunjukan langsung di sebuah tempat (di panggung), mungkin sebagian besar dari kalian belum pernah menonton sebuah pentas drama. Sebab, di kota kita jarang sekali ada pentas drama secara langsung.

Namun sebenarnya kalian setiap hari menonton sebuah bentuk lain dari drama yaitu sinetron atau film. Pada beberapa segi, antara drama dan sinetron/film memiliki persamaan. Meskipun tentunya juga ada perbedaan di antara keduanya.


Drama adalah salah satu bentuk tontonan yang sering juga kita sebut dengan istilah teater, lakon, sandiwara, atau tonil. Unsur drama tidak jauh berbeda dengan unsur dalam cerpen, novel, maupun roman.Dialog menjadi ciri utama drama yang membedakannya dengan karya sastra lainnya. Selain itu, dalam drama juga terdapat unsur plot/alur, karakter/tokoh, dan latar/setting.


Hal hal yang dapat ditanggapi dari pementasan drama
Hal-hal yang dapat ditanggapi dari pementasan drama kita sebut dengan istilah teater, lakon, sandiwara, atau tonil. Unsur drama tidak jauh berbeda dengan unsur dalam cerpen, novel, maupun roman.

  • Acting pemeran

  • Cerita

  • Tata panggung (latar dan properti)

  • Tata kostum

  • Tata lampu (lighting)

  • Tata suara/musik

  • Tata rias (make up)


Acting pemain
Acting kita sebut dengan istilah teater, lakon, sandiwara, atau tonil. Unsur drama tidak jauh berbeda dengan unsur dalam cerpen, novel, maupun roman. Pemain

Kepiawaian seorang aktor dalam memerankan seorang tokoh cerita akan bisa dilihat dari :

  • Teknik vokal / teknik dialog

  • Mimik/ekspresi wajah

  • Gesture/gerak tubuh

  • Blocking (penempatan posisi di panggung)


Cerita
Cerita kita sebut dengan istilah teater, lakon, sandiwara, atau tonil. Unsur drama tidak jauh berbeda dengan unsur dalam cerpen, novel, maupun roman.

Menarik atau tidaknya sebuah drama juga sangat ditentukan oleh jalan ceritanya.

Ada drama tragedi yang menceritakan sebuah kisah-kisah sedih. Ada pula drama komedi yaitu drama yang lebih menonjolkan unsur kelucuan dalam ceritanya.


Tata panggung latar
Tata Panggung (Latar) kita sebut dengan istilah teater, lakon, sandiwara, atau tonil. Unsur drama tidak jauh berbeda dengan unsur dalam cerpen, novel, maupun roman.

Sebuah drama yang dipentaskan di panggung harus didukung dengan penataan panggung sebagai latar/setting cerita yang bisa menggambarkan ruang, waktu, dan suasana sebuah peristiwa dalam cerita drama tsb.

Panggung (latar) yang baik akan membuat pementasan terkesan lebih ‘hidup’ dan menarik.

Tata panggung juga membutuhkan adanya properti (perlengkapan) yang sesuai dengan adegan/cerita.


Tata kostum busana
Tata Kostum (busana) kita sebut dengan istilah teater, lakon, sandiwara, atau tonil. Unsur drama tidak jauh berbeda dengan unsur dalam cerpen, novel, maupun roman.

Karakter (watak) seorang tokoh dalam drama akan terlihat lebih kuat jika didukung dengan kostum (busana) yang sesuai.

Oleh karena itu, tata kostum dalam sebuah pementasan drama juga harus sangat diperhatikan.


Tata lampu lighting
Tata Lampu (lighting) kita sebut dengan istilah teater, lakon, sandiwara, atau tonil. Unsur drama tidak jauh berbeda dengan unsur dalam cerpen, novel, maupun roman.

Tata lampu pada pementasan drama di panggung juga memegang peranan penting dalam membangun suasana dalam drama tersebut.

Oleh sebab itu, penataan lampu (redup-terang, warna-warni, dll) mutlak diperhatikan dalam sebuah pementasan drama.


Tata suara musik
Tata Suara (Musik) kita sebut dengan istilah teater, lakon, sandiwara, atau tonil. Unsur drama tidak jauh berbeda dengan unsur dalam cerpen, novel, maupun roman.

Sama halnya dengan tata lampu, tata suara dalam pementasan drama juga akan sangat membantu dalam menghidupkan suasana sesuai dengan jalan cerita drama.


Tata rias make up

Tata Rias (Make Up) kita sebut dengan istilah teater, lakon, sandiwara, atau tonil. Unsur drama tidak jauh berbeda dengan unsur dalam cerpen, novel, maupun roman.

Untuk memperkuat penampilan watak tokoh, riasan wajah pemeran tokoh juga sangat penting. Misalnya, tokoh petani akan lebih tepat diperankan oleh pemain yang berkulit agak gelap. Untuk menciptakan efek kulit agak gelap tersebut, peran make-up sangat diperlukan


Oke ada pertanyaan
Oke, ada pertanyaan ? kita sebut dengan istilah teater, lakon, sandiwara, atau tonil. Unsur drama tidak jauh berbeda dengan unsur dalam cerpen, novel, maupun roman.

Jika tidak ada, sekarang waktunya kalian menyaksikan sebuah video pementasan drama .

Setelah itu, coba berikanlah tanggapanmu atas unsur-unsur pementasan drama tersebut!


ad