1 / 20

Prosedur dan Operasional penyaluran dana Mudharabah dan Musyarakah

Prosedur dan Operasional penyaluran dana Mudharabah dan Musyarakah. Arief Rahman Satya Putra 20120730030. Pengertian mudharabah.

ziv
Download Presentation

Prosedur dan Operasional penyaluran dana Mudharabah dan Musyarakah

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Prosedur dan OperasionalpenyalurandanaMudharabah dan Musyarakah AriefRahmanSatya Putra 20120730030

  2. Pengertian mudharabah • Mudharabahberasaldari kata dharb, berartimemukulatauberjalan. Pengertianmemukulatauberjalaninilebihtepatnyaadalah proses seseorangmemukulkankakinyadalammenjalankanusaha. • Mudharabahadalahakadkerjasamausahaantaraduapihakdimanapihakpertama (shohibulmaal) menyediakanseluruh (100%) modal, sedangkanpihakkeduamenjadipengelola. • Keuntunganusahadibagimenurutkesepakatan yang dituangkandalamkontrak, sedangkanapabilarugiditanggungolehpemilik modal selamakerugianitubukanakibatdarikelalaiansipengelola. Jikakerugianakibatdarikelalaianpengelola, sipengelolaharusbertanggungjawabataskerugiantersebut.

  3. Rukun dan syarat • Rukundansyaratpembiayaan: • Shahibulmaaldanmudharibharuscakaphukum • Pernyataanijabdan Kabul denganmemperhatikan : • Penawarandanpenerimaanharussecaraeksplisitmenunjukkantujuankontrak (akad) • Penerimaandaripenawarandilakukanpadasaatkontrak • Akaddituangkansecaratertulis, melaluikorespondensi, ataudenganmenggunakancara-carakomunikasi modern • Modal ialahsejumlahuangdan/atau asset yang diberikanolehshahibulmaalkepadamudharibuntuktujuanusahadengansyarat: • Harusdiketahuijunlahdanjenisnya • Dapatberbentukuangataubarang yang dinilai. Jikadalambentuk asset, harusdinilaipadawaktuakad • Tidakberbentukpiutangdanharusdibayarkankepadamudharib, baiksecarabertahapmaupuntidak, sesuaidengankesepakatandalamakad

  4. Rukundansyaratpembiayaan (lanjutan) • Keuntunganmudharabahadalahjumlah yang didapatsebagaikelebihandari modal, dengansyarat yang harusdipenuhi : • Harusdiperuntukanbagikeduapihakdantidakbolehdiisyaratkanuntuksatupihak • Bagiankeuntunganproporsionalbagisetiappihakharusdiketahuidandinyatakanpadawaktukontrakdisepakatidanharusdalambentukprosentasi (nisbah) darikeuntungansesuaikesepakatan. Perubahannisbahharusberdasarkankesepakatan • Penyediadanamenanggungsemuakerugianakibatdarimudharabah, danpengelolatidakbolehmenanggungkerugianapapunkecualidiakibatkandarikesalahandisengaja, kelalaian, ataupelanggarankesepakatan

  5. Rukundansyaratpembiayaan (lanjutan) • Kegiatanusahaolehpengelola (mudharib), sebagaiperimbangan modal yang disediakanolehpenyediadana, harusmemperhatikan : • Kegiatanusahaadalahhakekslusifmudharib, tanpacampurtanganpenyediadana, tetapiiamempunyaihakuntukmelakukanpengawasan. • Penyediadanatidakbolehmempersempittindakanpengelolasedemikianrupa yang dapatmenghalangitercapainyatujuanmudharabah, yaitukeuntungan. • Pengelolatidakbolehmenyalahihukumsyariah Islam dalamtindakannya yang berhubungandenganmudharabah, danharusmematuhikebiasaan yang berlakudalamaktifitasitu

  6. Jenis-jenis mudharabah Secaraumummudharabahterdiridariduajenis, yaitu: 1.Mudharabahmuthlaqah adalahmudharabahdimanapemilikdanamemberikankebebasankepadapengeloladanadalampengelolaaninvestasinya. 2.Mudharabahmuqayyadah adalahmudharabahdimanapemilikdanamemberikanbatasankepadapengeloladana, antara lain mengenaitempat, caradanatauobyekinvestasi. Seiringdenganperkembangannya, adasatujenismudharabahlagiyaitu “MudharabahMusytarakah”. Mudharabahmusytarakahadalahbentukmudharabahdimanapengeloladanamenyertakan modal ataudananyadalamkerjasamainvestasi.

  7. SkemaMudharabah Mengajukanpembiayaan Bank Perjanjian BagiHasil Nasabah Keahlian Modal 100% Proyek Nisbah X Nisbah Y Keuntungan Modal BagiHasil SesuaiNisbah

  8. Penjelasan skema • Nasabah mengajukan pembiyaan kepada bank untuk memperoleh modal usaha . • Bank memberikan modal sebesar 100% untuk di kelola oleh nasabah yang memiliki keahlian tertentu. • Ketika akad berlangsung telah ditentukan proporsi bagi hasilnya. • Jika terjadi kerugian ketika menjalankan usaha yang bukan merupakan kelalaian nasabah maka kerugian di tanggung oleh bank • Setelah proses usaha berjalan lalu keuntungan dibagi sesuai ketentuan nisbah. Selain itu nasabah juga mengembalikan modal pokok kepada bank.

  9. Pengertian musyarakah • Musyarakahadalahakadkerjasamaantaraduapihakataulebihuntuksuatuusahatertentu, dimanamasing-masingpihakmemberikankontribusidanadenganketentuanbahwakeuntungandibagiberdasarkankesepakatansedangkanrisikoberdasarkanporsikontribusidana. • Musyarakahyaitupembiayaanberdasarkanakadkerjasamaantaraduapihakataulebihuntuksuatuusahatertentu, di manamasing-masingpihakmemberikankontribusidanadenganketentuanbahwakeuntungandanresikoakanditanggungbersamasesuaidengankesepakatan.

  10. Rukun dan syarat musyarakah Rukun Musyarakah antara lain : • Ijab-kabul (sighah) adalah adanya kesepakatan antara keduabelah pihak yang bertransakasi. • Dua pihak yang berakad (‘aqidani) dan memiliki kecakapan melakukan pengelolaan harta • Objek aqad (mahal) yang disebut juga ma’qud alaihi, yangmencakup modal atau pekerjaan • Nisbah bagi hasil

  11. Lanjutan Syarat – syarat syirkah secara umum sebagai berikut: • Perserikatan merupakan transaksi yang bisa diwakilkan, menurut Iman Hanafi, semua jenis syirkah mengandung arti perwakilan. Berarti salah satu pihak diperbolehkan untuk menerima atau mengirimkan wakilnya untuk bertindak hukum terhadap objek perserikatan sesuai dengan izin pihak – pihak lainnya. • Presentase pembagian keuntunagn untuk masing-masing pihak yang berserikat hendaknya diketahui ketika berlangsungnya akad. • Keuntungan untuk masing – masing pihak ditentukan secara global berdasarkan presentase tertentu sesuai kesepakatan, tidak boleh ditentukan dalam jumlah tertentu/pasti.

  12. Jenis-jenis musyarakah • Syirkah mufawadah Yaitu kerja sama atau percampuran dana antara dua pihak atau lebih dengan porsi dana yang sama. • Syirkah Al-‘Inan Yaitu kerja sama atau percampuran dana anatara dua pihak atau lebih dengan porsi dana yang tidak mesti sama. • Syirkah wujuh Yaitu kerja sama atau percampuran antara pihak pemilik dana dengan pihak lain yang memiliki kredibilitas ataupun kepercayaan. Syirkah wujuh dinamakan demikian karena syirkah ini hanya mengandalkan wujuh (wibawah dan nama baik) para anggota, pembagian untung rugi dilakukan secara negosiasi diantara para anggota.

  13. Lanjutan • Syirkah ‘abdan Yaitu kerja sama atau percampuran tenaga atau profesionalisme antara dua pihak atau lebih (kerja sama profesi). Contoh perkongsian ini antara lain: - beberapa penjahit yang membuka toko jahit mengerjakan pesanan secara bersama - perkongsian antara insinyur listrik, tukang kayu, toko bangunan dalam suatu kontrak pembangunan rumah. • Syirkah Al-Mudharabah Yaitu kerja sama atu percampuran dana antara pihak pemilik dana dengan pihak lain yang memiliki profesionalisme atau tenaga. Dasar Al-Qur’an tentang Mudahrabah: Al Muzammil: 20.

  14. BEBERAPA KETENTUAN PEMBIAYAAN MUSYARAKAH Fatwa DSN No. 08/DSN-MUI/IV/2000 • Ijabdanqabulharusdinyatakandalamakaddenganmemperhatikanhal-halsebagaiberikut : • Penawarandanpermintaanharussecaraeksplisitmenunjukkantujuanakad • Penerimaandanpenawarandilakukanpadasaatkontrak • Akaddituangkansecaratertulis

  15. Lanjutan... • Pihak-pihak yang berakadharuscakaphukum: • Kompeten • Menyediakandanadanpekerjaan • Memilikihakmengaturasetmusyarakahdalamprosesbisnis normal • Memberiwewenangkepadamitra yang lain untukmengelolaasetdenganmemperhatikankepentinganmitranya • Tidakdiijinkanmencairkanataumenginvestasikandanauntukkepentingannyasendiri.

  16. Lanjutan... 3. Obyekakad • Modal • Modal dapatberupauangtunaiatauasetbisnis. Jika modal berbentukaset, terlebihduluharusdinilaidengantunaidandisepakatiolehsemuapihak. • Modal tidakbolehdipinjamkanataudihadiahkankepadapihak lain. • Padaprinsipnyatidakadajaminan. Namununtukmenghindaripenyimpangan, LKS dapatmemintajaminan.

  17. Lanjutan... • Kerja • Partisipasidalampekerjaanmerupakandasarpelaksanaanmusyarakah; akantetapikesamaanporsikerjabukanmerupakansyarat. Seorangmitrabolehmelakukanpekerjaanlebihdarimitra yang lain, dandalamhaliniiabolehmenuntutbagiankeuntungantambahanbagidirinya. • Setiapmitramelaksanakanpekerjaanatasnamapribadidanwakildarimitranya. Kedudukanmasing-masingdalamorganisasiharusdijelaskandalamkontrak.

  18. Lanjutan... • Keuntungan • Keuntunganharusdikuantifikasikan. • Dibagikansecarapropossionalatasdasarkeuntungan, dantidakadajumlah yang ditetapkandiawal. • Seorangmitrabolehmengusulkan, bahwajikakeuntunganmelebihijumlahtertentu, kelebihanatasprosentaseitudiberikankepadanya. • Sistempembagiankeuntunganharusjelastertuangdalamakad. • Kerugian • Kerugianharusdibagidiantaraparamitrasecaraproporsionalmenurutsahammasing-masingdalam modal.

  19. SkemaMusyarakah 30% 70% Laba Syirkah Bank Dana Dana Partner 70% 30% Kemitraan Usaha Rugi 30% 70% Dana Kerugian

  20. Penjelasan skema • Nasabah mengajukan pembiyaan kepada bank dengan akad musyarakah untuk mendapatkan tambahan modal. • Antara nasabah dan bank saling berkontribusi dalam usaha ini • Dalam hal ini antara kedua belah pihak saling bekerja sama dalam mengelola usaha yang mana keuntunganya dibagi sesuai kesepakatan • Jika terjadi kerugian maka di tanggung bersama sama dan tidak ada pihak yang dirugikan

More Related